Aksara Perm Kuno, atau juga disebut Abur atau Anbur, adalah aksara turunan alfabet Kiril yang pernah digunakan untuk menulis bahasa Komi (Perm) pada abad pertengahan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Perm Kuno | |
|---|---|
| Jenis aksara | alfabet
|
| Bahasa | Komi |
Periode | 1372–abad ke-17 |
| Arah penulisan | Kiri ke kanan |
| Aksara terkait | |
Silsilah | |
| ISO 15924 | |
| ISO 15924 | Perm, 227 |
| Pengkodean Unicode | |
| U+10350–U+1037F Final Accepted Script Proposal | |
Aksara Perm Kuno (bahasa Komi: аж ерымcode: kv is deprecated ), atau juga disebut Abur atau Anbur, adalah aksara turunan[1] alfabet Kiril yang pernah digunakan untuk menulis bahasa Komi (Perm) pada abad pertengahan.[2]
Aksara ini diperkenalkan oleh seorang misionaris Rusia, Stepan Khrap, juga dikenal sebagai Santo Stefan dari Perm (Степан Храп, св. Стефан Пермский) pada tahun 1372. Nama Abur berasal dari nama dua karakter pertama: An dan Bur. Aksara tersebut diadaptasi dari alfabet Kiril dan Yunani, dengan dilengkapi tanda khusus yang disebut "Tamga", yang mirip dengan alfabet Rune. Penambahan Tamga membuat aksara ini diterima oleh penduduk setempat.
Aksara ini digunakan sampai abad ke-17, dan digantikan oleh aksara Kiril.
26 April, yang merupakan hari raya Stefan dari Perm, juga diperingati sebagai Hari Alfabet Perm Kuno.

Aksara Abur adalah alfabet Uralik tertua kedua setelah Alfabet Hungaria Kuno.
Karya Lytkin tahun 1952 dianggap sebagai karya tulis resmi pertama yang ditulis dalam aksara ini.[3] Terdapat 24 karakter utama, bersama dengan 10 karakter sekunder yang berada di bawah karakter utama. Ada juga beberapa tanda kombinasi yang digunakan untuk tujuan fonologis, yang ditemukan bersamaan dengan sejumlah kombinasi dari huruf Latin dan Kiril. Spasi, titik tengah, dan semi-apostrof juga digunakan sebagai tanda baca.