Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Abu Musa Al-Asy'ari

Abu Musa al-Asy'ari, yang bernama asli Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy'ari, adalah salah seorang sahabat Nabi Islam Muhammad. Abu Musa al-Asy'ari berasal Yaman, dan masuk Islam di Mekkah sebelum terjadinya Hijrah. Saat masih muda, Abu Musa sudah menolak ajaran menyembah berhala, dan begitu mendengar adanya Nabi di utus ke Mekah secepat kilat ia berangkat dan berislam. Setelah beberapa malam menimba ilmu Qur'an dari Nabi lantas mereka kembali ke Yaman untuk berdakwah. Ia dikenal juga penunggang kuda yang hebat. Tubuhnya pendek, kurus dan tipis jenggotnya.

sahabat Muhammad
Diperbarui 25 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Abu Musa Al-Asy'ari
Infobox orangAbu Musa Al-Asy'ari

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran602 Suntingan nilai di Wikidata
Zabid Suntingan nilai di Wikidata
Kematian662 ↔ 672 Suntingan nilai di Wikidata (62/63 tahun)
Kufah Suntingan nilai di Wikidata
Governor of Kufa (en) Terjemahkan
655 – 657
← Sa'id bin al-Ash – Qarazhah bin Ka'ab al-Anshari →
Governor of Basra (en) Terjemahkan
639 – 650
← Al-Mughirah bin Syu'bah – Abdullah bin Amir bin Kuraiz → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaIslam Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanteolog, Qari' Suntingan nilai di Wikidata
MuridAnas bin Malik Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPertempuran Khaibar, Pembebasan Mekkah, Pertempuran Hunain dan Ekspedisi Tabuk Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakAbu Burdah bin Abu Musa al-Asy'ari, Abu Bakar bin Abu Musa al-Asy'ari Suntingan nilai di Wikidata
KerabatAbu Amir al-Asy'ari (father's brother (en) Terjemahkan) Suntingan nilai di Wikidata

Abu Musa al-Asy'ari (bahasa Arab: أبو موسى الأشعريcode: ar is deprecated ), yang bernama asli Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy'ari (عبد الله بن قيس بن سليم الأشعري), adalah salah seorang sahabat Nabi Islam Muhammad. Abu Musa al-Asy'ari berasal Yaman, dan masuk Islam di Mekkah sebelum terjadinya Hijrah. Saat masih muda, Abu Musa sudah menolak ajaran menyembah berhala, dan begitu mendengar adanya Nabi di utus ke Mekah secepat kilat ia berangkat dan berislam.[1] Setelah beberapa malam menimba ilmu Qur'an dari Nabi lantas mereka kembali ke Yaman untuk berdakwah. Ia dikenal juga penunggang kuda yang hebat.[2] Tubuhnya pendek, kurus dan tipis jenggotnya.[3]

Ia dan dua saudara tuanya Abu Burdah dan Abu Ruhm, beserta 50 orang kaumnya meninggalkan Yaman dan dengan menggunakan kapal ikut beremigrasi ke Madinah dengan terlebih dahulu singgah ke Habasyah dengan menaiki dua kapal. Abu Musa dan kaum pengikutnya kemudian berhijrah ke Madinah bersama rombongan Jafar bin Abu Thalib lalu menemui Muhammad setelah Pertempuran Khaibar pada tahun 628.[1] Menjelang kedatangan romobongan Abu Musa ke Madinah, Nabi berkata,"Besok akan datang kepada kalian suatu kaum yang lebih lembut hatinya terhadap Islam daripada kalian." Saat mereka tiba, mereka berjabat tangan sehingga mereka dikenal orang-orang yang pertama kali mengenalkan berjabat tangan.[3]

Abu Musa kemudian terlibat dalam Pertempuran Dzaturriqa (artinya yang mempunyai tambalan) di mana kaum muslim membalut kaki mereka dengan potongan kain saat kaki mereka terkoyak karena perjalanan jauh melawan penduduk Nejd yang berkhianat pada utusan muslimin.

Setelah terlibat dalam Fathu Makkah pada tahun 629, Abu Musa menjadi salah seorang pemimpin pasukan muslim dalam Pertempuran Authas pada tahun 630 M menghadapi Duraid bin ash-Shimmah dan berhasil mengalahkannya. Nabi kemudian mendoakan Abu Musa,"Ya Allah ampunilah dosa Abdullah bin Qais (Abu Musa) dan masukanlah ia ke tempat yang mulia pada hari kiamat."[3][4]

Dua tahun kemudian, Muhammad mengutus Abu Musa dan Mu'adz bin Jabal ke Yaman (kota Zabid dan Aden) untuk menjadi pemimpin umat dan menyebarkan ajaran Islam di sana. Hadits terkenal yang diriwayatkan oleh Abu Burdah, dari ayahnya, dari kakeknya, menyebutkan bahwa Muhammad berpesan kepada mereka sebelum mereka berangkat: "Hendaklah kalian mudahkan dan jangan persulit, beri kabar gembira dan jangan membuat orang lari, saling patuhlah kalian berdua dan jangan saling bersengketa".[5]

Pada saat dari Yaman inilah Abu Musa bertanya pada Nabi,"Wahai Rasulullah, sesungguhnya di negeri kami ada minuman keras dari gandum dan minuman keras dari madu.” Nabi lalu menjawab, “Setiap yang memabukkan adalah haram."[2] Abu Musa meriwayatkan 360 hadits dengan 49 hadits pada kitab ash-Shahihain (Bukhari-Muslim).[3]

Silsilah

Abu Musa berasal dari kabilah al-Asy'ar serta bernama asli Abdullah. Silsilahnya adalah Abu Musa Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hidhar bin Harb bin Amir bin Anz bin Bakr bin Amir bin Udzr bin Wa'il bin Najiyah bin al-Jamahir bin al-Asy'ar.[6]

Penaklukkan Bizantium

Abu Musa ikut terlibat dalam proses kampanye penaklukkan wilayah Syams (Suriah) dan sekitarnya dari kekuasaan Bizantium. Saat wabah menyebar di Damaskus (Damsyik), Abu Musa menemani Abu Ubaidah bin Jarrah, pemimpin tertinggi umat Islam di wilayah tersebut. Istri Abu Musa tertular sehingga Abu Musa tak dapat keluar dari wilayah mewabah tersebut tetapi ia selamat sementara Abu Ubaidah wafat saat perjalanan mengungsi ke Jabalah sebagaimana intruksi Khalifah Umar bin Khathab.[7]

Penaklukkan Persia

Semasa Khalifah Umar, Abu Musa ditempatkan sebagai Wali kota Kufah dan Basrah menggantikan Mughirah bin Syu'bah pada 17 H.[3] Pada tahun 23 H, Abu Musa berhasil menaklukkan Ahwaz (dengan cara damai), Isfahan dan Qumm wilayah tengah Persia. Umar bin Khathab lalu perintahkan Abu Musa pimpin pasukan menaklukkan Tastur (Shustar) yang dipimpin Hurmuzan. Dalam pertempuran dan pengepungan Tastur pada 642 M selama beberapa bulan banyak korban dari beberapa pihak, termasuk yang terkenal Barra bin Malik sahabat yang berhasil menewaskan 100 lebih pasukan musuh dan akhirnya syahid. Pada babak akhir, Abu Musa mendapatkan informasi jalan masuk rahasia ke benteng musuh melalui saluran air sehingga pasukan muslim bisa menyusup dari dalam dan membuka gerbang benteng musuh.[1]

Semasa Khalifah Utsman bin Affan, Abu Musa meneruskan jabatannya sebagai Wali kota Basrah sebentar saja lalu digantikan oleh Abdullah bin Amir bin Kuraiz. Ibnu Syaudzab berkata,"Abu Musa bila telah selesaikan sholat subuh, lalu ia menghadap ke barisan jama'ah untuk membacakan al-Qur'an kepada mereka satu per satu. Ia memasuki Basrah dengan menaiki unta berwarna abu-abu, lalu ia menangani pajak ketika diberhentikan dari Wali kota Basrah."[3] Abu Musa meninggalkan Basrah dengan hanya membawa uang 6 dirham (sekitar 240 ribu rupiah).[3]

Perselisihan Muawiyah-Ali

Saat pecah perang saudara antara Muawiyah dan Ali, Abu Musa memilih menyendiri dan tidak terlibat dalam konflik. Ia ditawari jabatan oleh Muawiyah tetapi ia menolak, serta juga diajak bergabung oleh Ali melalui Abdullah bin Abbas dan Ammar bin Yasir serta Hassan bin Ali, tetapi tetap memilih netral.[8] Setelah Perang Shiffin, Ali bin Abi Thalib meminta Abu Musa sebagai perwakilan perundingan damai melawan Amr bin al-Ash yang mewakili Muawiyah. Awalnya Abdullah bin Abbas meminta dirinya sebagai wakil negosiasi karena berpengalaman, tetapi pendukung Ali dari wilayah Yaman menolak dan mengajukan Abu Musa.[1]

Wafatnya

Abu Musa wafat dalam kondisi sakit berhari-hari namun ia tetap memaksakan ibadah hingga hembusan nafas terakhir di Madinah tahun 42 H / 662 M.[3] Penerus Abu Musa yaitu putra Abu Burdah bin Abu Musa menjadi hakim/qadhi di Kufah pada masa dinasti Umayyah.[3]

KEISTIMEWAAN ABU MUSA AL ASY'ARI

Berikut adalah di antara keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki Abu Musa Al Asy'ari:

Kota Basrah di Irak
  1. Dipercaya Amirul Mukminin Umar bin Khattab menjadi gubernur Basrah (irak). Dan ketika diangkat menjadi Gubernur Basrah (sekarang Irak dekat Kuwait) selama lebih 5 tahun,[7] dia berpidato di hadapan masyarakat basrah dengan pidato yang mengherankan, "Sesungguhnya Amirul mukminin Umar telah mengirimku kepada kalian agar aku mengajarkan kalian Kitab Ar Rabb dan Sunnah Nabi kalian, serta membersihkan jalan hidup kalian". Jadi dia sebagai gubernur tidak hanya mengajarkan al Qur'an dan sunnah, yang memang di masa awal islam itulah tugas dari seorang pemimpin. tetapi, dia juga bertekad untuk membersihkan jalan hidup rakyatnya, membantu kehidupan rakyatnya. benarlah yang dikatakan oleh Imam Hasan Al Basri, "tidak seorang pengendara pun yang datang ke Basrah yang lebih berjasa kepada penduduknya selain dia (Abu Musa al Asy'ari ra)[9]
  2. Mengislamkan lebih dari lima puluh orang laki-laki dari kaumnya di Yaman, dan membawanya kepada Muhammad di Madinah.
  3. Dipuji oleh Muhammad termasuk kaum yang paling lembut hatinya. Muhammad bersabda, "orang-orang asy'ari ini (Abu musa dan kaumnya), bila mereka kekurangan makanan yang mereka miliki di selembar kain, lalu mereka membagi rata. mereka termasuk golonganku, dan aku termasuk golongan mereka.[9]
  4. Memiliki suara yang merdu. Muhammad bersabda, "Sungguh, Abu Musa telah diberi karunia seruling di antara seruling-seruling keluarga Dawud". setiap Umar melihat Abu Musa, ia langsung memanggil dan memintanya membaca Al-Qur'an, "Bangkitkanlah kerinduan kami pada Rabb kami wahai Abu Musa".[9]
  5. Dipilih Ali bin Abi Thalib menjadi juru bicara atau wakil pada perselisihan dia dengan sahabat mulia Muawiyah ra. untuk mencapai perdamaian di tubuh kaum muslimin.[9]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Al-Mishri, Mahmud (2017). Biografi 104 Sahabat Nabi. Solo: Insan Kamil. hlm. 579. ISBN 9786026247100. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Muhammad Raji Hassan, Kinas (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. ISBN 978-979-024-295-1
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala Vol.6. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-270-8
  4. ↑ Shahih Bukhari 3979.
  5. ↑ Shahih Muslim 1733 – 7.
  6. ↑ "Abdullah bin Qais Abu Musa al-Asy'ari – Al-Maktaba al-Shamela" [عبد الله بن قيس أبو موسى الأشعري]. shamela.ws (dalam bahasa Arab).
  7. 1 2 Ath-Thabari, Abu Jafar (2011). Shahih Tarikh ath-Thabari. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-8439-68-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Tabari, Imam (1993). History of al-Tabari Vol 16. New York: State University of New York Press. ISBN 0-7914-0851-5
  9. 1 2 3 4 Khalid, Khalid Muhammad (januari 2018). Biografi 60 sahabat Nabi. Jakarta: Ummul Qura'. hlm. 569. ISBN 9786029896886. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • Abu Musa al-Asy'ari Diarsipkan 2008-06-02 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Daftar Sahabat Nabi Islam Muhammad
Abbad bin Bisyr · Abbas bin Abdul-Muththalib · Abdullah bin Abbas · Abdullah bin Abdul-Asad · Abdullah bin Abdullah bin Ubay · Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi · Abdullah bin Ja'far · Abdullah bin Mas'ud · Abdullah bin Rawahah · Abdullah bin Salam · Abdullah bin Umar · Abdullah bin Ummi Maktum · Abdullah bin Zubair · Abdurrahman bin Abi Bakar · Abdurrahman bin Auf · Abu Ayyub al-Anshari · Abu Bakar · Abu Dujanah · Abu Dzar Al-Ghifari · Abu Hudzaifah bin Utbah · Abu Hurairah · Abu Lubabah bin Abdul-Mundzir · Abu Martsad al-Ghanawi · Abu Musa al-Asy'ari · Abu Qatadah · Abu Sufyan bin Harb · Abu Sufyan bin al-Harits · Abu Thalhah al-Anshari · Abu Ubaidah bin al-Jarrah · Abu al-Ash bin ar-Rabi' · Abu Darda · Abu Bashir · Abu Sa'id al-Khudri · Attab bin Usaid · Al-Ala' bin al-Hadhrami · Al-Barra' bin Malik · Al-Harits bin Hisyam · Al-Nahdiah · Ali bin Abi Thalib · Amir bin Abi Waqqash · Amir bin Fuhairah · Amr bin al-Jamuh · Amr bin Tsabit · Ammar bin Yasir · Amr bin al-Ash · An-Nu'man bin Muqarrin · An-Nu'man bin Malik · Anas bin Malik · Aqil bin Abi Thalib · Arfajah al-Bariqi · Aus bin ash-Shamit · Basyir bin Sa'ad · Bilal bin Rabah · Bilal bin al-Harits · Al-Fadhl bin al-Abbas · Fatimah binti Asad · Fatimah binti Hizam · Fairuz ad-Dailami · Ghaurats bin Harits · Habbab bin Mundzir · Habibah binti Ubaidillah · Hakim bin Hazm · Halimah As-Sa'diyah · Hamzah bin Abdul-Muththalib · Hanzhalah bin Abi Amir · Haritsah binti al-Muammil · Hasan bin Ali · Hatib bin Abi Baitah · Hisyam bin al-Ash · Hudzaifah bin al-Yaman · Hujr bin Adi · Husain bin Ali · Ikrimah bin Abu Jahal · Ja'far bin Abi Thalib · Jarir bin Abdullah al-Bajali · Julaybib · Khabbab bin al-Arat · Khadijah binti Khuwailid · Khalid bin Sa`id · Khalid bin Walid ·  · Khaulah binti al-Azwar · Khaulah binti Hakim · Khaulah binti Tsa'labah · Khubaib bin Adi · Khunais bin Hudzafah · Khuzaimah bin TsabitLayla binti al-Minhal · Lubabah binti al-Harith · Lubaynah · Malik bin Nuwairah · Marwan bin al-Hakam · Miqdad bin Amr · Mua'dz bin Jabal · Muawiyah bin Abu Sufyan · Muhammad bin Maslamah · Mughirah bin Syu'bah · Mush'ab bin Umair · Qatadah bin an-Nu'man · Qudamah bin Mazh'un · Rabi'ah bin Aktsam · Rabi'ah bin al-Harits · Rukanah al-Mutthalibi · Sa'ad bin ar-Rabi' · Sa'ad bin Abi Waqqash · Sa'ad bin Mu'adz · Sa'ad bin Ubadah · Shafiyyah binti Abdul Muthalib · Sa'id bin al-Ash · Sa'id bin Amir al-Jumahi · Sa'id bin Zaid · Salim bin Ma'qil · Salman al-Farisi · Shuhaib ar-Rumi · Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi · Sufyan bin 'Auf · Sumayyah binti Khayyat · Syaibah bin 'Utsman · Tamim ad-Dari · Thalhah bin Ubaidillah · Thariq bin Syihab · Thulaib bin Umair · Tsuwaibah · Tsumamah bin Utsal · Ubadah bin ash-Shamit · Ubadah bin Al-Khasykhasy · Ubaidah bin al-Harits · Ubay bin Ka'ab · Umamah binti Abi al-Ash · Umar bin Khattab · Ummi Hani · Ummi Kultsum binti Ali · Ummu Ruman · Ummi Syarik · Ummi Ubays · Uqbah bin Amir · Urwah bin Mas'ud · Usamah bin Zaid · Usaid bin Hudhair · Utbah bin Ghazwan · Utsman bin Affan · Utsman bin Mazh'un · Utsman bin Hunaif · Wahb bin Umair · Wahb bin Sa'ad · Wahsyi bin Harb · Yazid bin Abu Sufyan · Zaid bin Arqam · Zaid bin Haritsah · Zaid bin Tsabit · Zainab binti Ali · Zubair bin Awwam · Zunirah al-Rumiyah
'</span>ari"}]]}'/>'</span>ari"}]]}' id="mwAUE"/>
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Silsilah
  2. Penaklukkan Bizantium
  3. Penaklukkan Persia
  4. Perselisihan Muawiyah-Ali
  5. Wafatnya
  6. KEISTIMEWAAN ABU MUSA AL ASY'ARI
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Sahabat Nabi

sahabat, murid, atau anggota keluarga Nabi Muhammad

Pesta Sahabat

teater musikal

Muhammad

nabi utama dan pendiri agama Islam (c. 570-632)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026