Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Swipoa

Swipoa, dikenal pula sebagai dekak-dekak atau abakus, adalah alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Swipoa digunakan untuk melakukan operasi aritmetika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan akar kuadrat.

alat hitung
Diperbarui 14 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Swipoa
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Swipoa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini adalah bagian dari seri:
Matematika
Ragam
  • Garis besar matematika
  • Aritmetika
  • Bahasa pemrograman
  • Filsafat matematika
  • Matematika diskrit
  • Matematika Islam
  • Matematika keuangan
  • Matematika murni
  • Matematika terapan
  • Matematika Yunani
  • Pendidikan matematika
Aritmetika dasar
  • Digit
  • Penambahan (+)
  • Pengurangan (-)
  • Perkalian (×)
  • Pembagian (÷)
Konsep matematika
  • Faktorisasi dan Faktorisasi prima
  • Bilangan prima dan Faktor persekutuan terbesar
  • Garis bilangan
  • Kelipatan dan Kelipatan persekutuan terkecil
  • Pecahan
  • Perpangkatan
  • Akar bilangan dan Akar kuadrat
  • Logaritma
  • Himpunan
  • Fungsi
  • Peluang
  • Rasio
  • Dimensi
  • Persamaan
  • Sistem koordinat
  • Statistika
  • Teorema dasar kalkulus
  • Teorema nilai antara
  • Teorema nilai purata
  • Teorema pythagoras
  • Hipotenusa
Bangun datar dan ruang
  • Persegi
  • Persegi panjang
  • Segitiga
  • Segi lima
  • Segi enam
  • Segi delapan
  • Tetrahedron
  • Kubus
  • Oktahedron
  • Dodekahedron
  • Ikosahedron
Alat matematika
  • Swipoa
  • Kalkulator
  • Penggaris
  • Jangka
  • Jangka sorong
  • Busur derajat
  • l
  • b
  • s
Swipoa

Swipoa yang digunakan murid sekolah dasar di Denmark (awal abad ke-20)
Hanzi tradisional: 算盤code: zh is deprecated
Hanzi sederhana: 算盘code: zh is deprecated
Makna harfiah: "tabel perhitungan"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: suànpán
Min Nan
- Romanisasi POJ: sǹg-pôaⁿ
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: syun-pùhn
- Jyutping: syun3-pun4

Swipoa (Bentuk tidak baku: sempoa, sipoa), dikenal pula sebagai dekak-dekak atau abakus, adalah alat kuno untuk berhitung yang dibuat dari rangka kayu dengan sederetan poros berisi manik-manik yang bisa digeser-geserkan. Swipoa digunakan untuk melakukan operasi aritmetika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian dan akar kuadrat.

Swipoa telah digunakan berabad-abad sebelum dikenalnya sistem bilangan Hindu-Arab dan sampai sekarang masih digunakan pedagang di berbagai belahan dunia seperti di Tiongkok.

Swipoa sering digunakan sebagai alat hitung bagi tunanetra karena manik-manik pada swipoa dapat dengan mudah dirasakan dengan jari-jari. Sehelai kain lembut atau selembar karet biasanya diletakkan di bawah swipoa untuk mencegah manik-manik bergerak secara tidak sengaja.

Sejarah

Asal-usul swipoa sulit dilacak karena alat hitung yang mirip-mirip swipoa banyak dikenal di berbagai kebudayaan di dunia. Konon swipoa sudah ada di Babilonia dan di Tiongkok sekitar tahun 2400 SM dan 300 SM. Orang zaman kuno menghitung dengan membuat garis-garis dan meletakkan batu-batu di atas pasir yang merupakan bentuk awal dari berbagai macam variasi swipoa.

Swipoa juga dikenal sebagai abakus yang diserap dari kata bahasa Inggris abacus. Penggunaan kata abacus sudah dimulai sejak tahun 1387, meminjam kata dalam bahasa Latin abakos yang berasal dari kata abax yang dalam bahasa Yunani berarti "tabel perhitungan." Dalam bahasa Yunani, kata abax juga berarti tabel untuk menggambar bentuk-bentuk geometris di atas debu atau pasir. Ahli linguistik berspekulasi bahwa kata abax berasal dari kata ābāq yang dalam bahasa Ibrani yang berarti "Debu." Pendapat lain mengatakan abacus berasal dari kata abak yang dalam keluarga bahasa Fenisia berarti "Pasir."

Swipoa sistem 1-4

Swipoa Jepang yang disebut Soroban

Swipoa sistem 1-4 atau swipoa Jepang (soroban) adalah sistem bilangan desimal murni yang hanya terdiri dari 2 baris manik-manik. Baris bagian atas terdiri dari 1 baris manik-manik dan baris bagian bawah terdiri dari 4 baris manik-manik. Ada juga soroban dengan 5 baris manik-manik pada setiap kolom.

Baris manik-manik bagian atas (sebuah manik-manik per batang) bernilai 5, sedangkan manik-manik bagian bawah (4 manik-manik per batang) bernilai 1. Garis tengah di antara kelompok manik-manik tersebut disebut "garis nilai". Pada kondisi nol, tidak ada manik-manik yang menempel pada garis nilai. Batang swipoa pada posisi paling kanan bernilai satuan, dengan batang di sebelah kirinya bernilai puluhan, ratusan, dan begitu seterusnya ke arah kiri.

Soroban diajarkan di sekolah dasar di Jepang sebagai bagian dari pelajaran operasi perhitungan aritmetika untuk memperlihatkan bilangan desimal secara visual. Pada waktu belajar menghitung dengan soroban di kelas, guru biasanya memberi instruksi penambahan atau pengurangan dengan bernyanyi.

Swipoa sistem 2-6

Program swipoa 2 tangan 6 jari sangat efektif untuk meningkatkan fungsi otak kanan dan otak kiri secara bersamaan. metode pendidikan mental aritmetika swipoa saat ini merupakan suatu kebutuhan bagi pertumbuhan mental anak. Pola dasar berpikir anak akan terbentuk di usia 4-12 tahun secara maksimal, dengan metode pendidikan mental aritmetika swipoa maka kemampuan kerja otak seperti ingatan, imajinasi, penemuan, pengertian, ketekunan, kemandirian dan pengelihatan akan meningkat. Dengan belajar menghitung cepat, otak kanan anak akan menjadi terlatih lebih aktif, sehingga elemen otak yang lain juga akan berkembang lebih optimal. Dengan sistem 2 tangan enam jari memiliki kelebihan pada faktor kecepatan, menghemat langkah dan lebih cepat mengoperasikan sistem hitung.

Galeri

  • Swipoa Tiongkok
    Swipoa Tiongkok
  • Tiruan swipoa bangsa Roma
    Tiruan swipoa bangsa Roma
  • Suanpan (angka dalam gambar menunjukkan 6.302.715.408)
    Suanpan (angka dalam gambar menunjukkan 6.302.715.408)
  • Swipoa Jepang
    Swipoa Jepang
  • Quipu, swipoa bangsa Inca
    Quipu, swipoa bangsa Inca
  • Yupana juga digunakan oleh bangsa Inca
    Yupana juga digunakan oleh bangsa Inca
  • Swipoa Rusia
    Swipoa Rusia

Referensi

  • Pullan, J. M. (1968). The History of the Abacus. London: Books That Matter. ISBN 0-09-089410-3.
  • Menninger, Karl W. (1969). Number Words and Number Symbols: A Cultural History of Numbers. MIT Press. ISBN 0-262-13040-8.

Pranala luar

Artikel mengenai sejarah swipoa

  • (Inggris) Foto berbagai jenis swipoa Diarsipkan 2015-10-09 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Abacus
  • (Inggris) Abacus menurut situs The Worlds of David Darling
  • (Inggris) Swipoa orang Romawi

Belajar swipoa

  • (Inggris) Belajar swipoa
  • (Inggris) Suan Pan
  • (Inggris) Abacus: Mystery of the Bead - Buku petunjuk menggunakan swipoa

Serbaneka

  • (Inggris) Swipoa dalam berbagai sistem bilangan
  • (Inggris) Aplet Java untuk belajar swipoa Jepang, Tiongkok, Korea dan sebagainya Diarsipkan 2004-10-09 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Chili
  • Israel
Lain-lain
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Swipoa sistem 1-4
  3. Swipoa sistem 2-6
  4. Galeri
  5. Referensi
  6. Pranala luar
  7. Artikel mengenai sejarah swipoa
  8. Belajar swipoa
  9. Serbaneka

Artikel Terkait

Sejarah alat hitung

Sejarah alat hitung berhubungan dengan peristiwa yang terjadi pada perkembangan media yang dipergunakan untuk menghitung pada masa lampau. Alat hitung berkembang

Kalkulator

mesin mekanik untuk operasi aritmatika

Alat hitung respons hadirin

Alat hitung respons hadirin (Audience Response System – ARS) merupakan sistem dimana sekelompok orang dapat memberikan jawabannya atas pertanyaan yang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026