Dalam geometri bidang Euklides, segi empat adalah poligon dengan empat sisi dan empat sudut. Kadang-kadang, istilah quadrangle digunakan, dengan analogi dengan triangle (segitiga), dan kadang-kadang tetragon untuk konsistensi dengan pentagon, heksagon dan sebagainya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Segi empat | |
|---|---|
| [[Image: Beberapa jenis segi empat | |
| Sisi dan titik pojok | 4 (untuk persegi dan persegi panjang |
| Simbol Schläfli | {4} Untuk persegi |
| Luas | Berbagai metode Lihat pula |
| Sudut dalam (derajat) | 90° (untuk persegi dan persegi panjang) |
Dalam geometri bidang Euklides, segi empat (bahasa Inggris: quadrilateralcode: en is deprecated ) adalah poligon dengan empat sisi dan empat sudut. Kadang-kadang, istilah quadrangle digunakan, dengan analogi dengan triangle (segitiga), dan kadang-kadang tetragon untuk konsistensi dengan pentagon (5 sisi), heksagon (6 sisi) dan sebagainya.
Kata "quadrilateral" berasal dari kata Latin quadri, empat, dan latus, yang berarti "sisi".
Segi empat dapat berupa segi empat sederhana (tidak berpotongan dengan diri sendiri) atau kompleks (berpotongan dengan diri sendiri). Segi empat sederhana terbagi menjadi segi empat cembung (convex) atau cekung (concave).
Sudut interior segi empat sederhana (dan planar) ABCD jika dijumlah sama dengan 360 derajat busur, yaitu
Semua segi empat yang tidak memotong dirinya sendiri membentuk pengubinan dengan rotasi berulang di sekitar titik tengah tepinya.
Segi empat apa pun yang tidak berpotongan dengan diri sendiri adalah segi empat sederhana.

Dalam segi empat cembung, semua sudut interior kurang dari 180° dan kedua diagonal terletak di dalam segiempat.
diketahui sisi pada persegi adalah 5 cm, tentukan:
a. luas persegi
= 5.5
=25 cm^2
b. keliling persegi
=5+5+5+5
=20 cm

Sebuah berpotongan sendiri segiempat disebut dengan berbagai sebuah cross-segiempat, menyeberangi segiempat, kupu-kupu segiempat atau kupu-kupu segiempat. Dalam segiempat melintang, empat "interior" sudut di kedua sisi persimpangan (dua refleks akut dan dua , semua di sebelah kiri atau semua di sebelah kanan saat gambar ditelusuri) menambahkan hingga 720 °.[3]
Dua diagonal dari segiempat cembung adalah segmen garis yang menghubungkan titik berlawanan.
Dua bimedian dari segiempat cembung adalah segmen garis yang menghubungkan titik tengah sisi yang berlawanan. Mereka berpotongan di "vertex centroid" dari segiempat (lihat poin Luar Biasa di bawah).
Keempat maltitudes dari segiempat cembung adalah tegak lurus ke sisi melalui titik tengah sisi yang berlawanan.
Ada berbagai formula umum untuk luas K dari ABCD segiempat cembung dengan sisi a = AB, b = BC, c = CD and d = DA.

Terdapat beberapa rumus umum untuk mencari luas dari suatu segiempat konveks sembarang with sides a = AB, b = BC, c = CD and d = DA. Luas dapat dinyatakan dalam istilah trigonometri sebagai
di mana panjang diagonal adalah p dan q dan sudut di antara mereka adalah θ.[5] Dalam kasus segiempat ortodiagonal (mis. Belah ketupat, bujur sangkar, dan layang-layang), rumus ini direduksi menjadi karena θ adalah 90 °.
Luas ini juga dapat dinyatakan dalam istilah bimedian sebagai[6]
di mana panjang bimedian adalah m dan n dan sudut di antara mereka adalah φ.
Formula Bretschneider[7] mengekspresikan area dalam hal sisi dan dua sudut yang berlawanan:
di mana sisi dalam urutan adalah a , b , c , d, di mana s adalah setengah keliling, dan A dan C adalah dua (pada kenyataannya, dua) sudut yang berlawanan. Ini mengurangi rumus Brahmagupta untuk bidang segi empat tali busur ketika A + C = 180 ° .
Rumus area lain dalam hal sisi dan sudut, dengan sudut C berada di antara sisi b dan c, dan A berada di antara sisi a dan d, adalah
Dalam kasus segiempat tali busur, rumus terakhir menjadi
Dalam jajar genjang, di mana kedua pasang sisi dan sudut yang berlawanan sama, rumus ini berkurang menjadi
Sebagai alternatif, kita dapat menulis area dengan sisi dan sudut persimpangan θ diagonal, sepanjang sudut ini bukan 90°:[8]
Dalam kasus jajar genjang, rumus terakhir menjadi
Formula area lain termasuk sisi a , b , c , d adalah[6]
di mana x adalah jarak antara titik tengah diagonal dan φ adalah sudut antara bimedian .
Rumus luas trigonometri terakhir termasuk sisi a , b , c , d dan sudut α antara a dan b adalah: [butuh rujukan]
yang juga dapat digunakan untuk bidang segi empat cekung (memiliki bagian cekung berlawanan dengan sudut α ) hanya mengubah tanda pertama + ke -.
Dua rumus berikut ini menyatakan bidang dalam hal sisi a , b , c , d, semikeliling s, dan diagonal p , q:
Yang pertama direduksi menjadi rumus Brahmagupta dalam kasus segi empat tali busur, sejak saat itu pq = ac + bd.
Daerah tersebut juga dapat dinyatakan dalam istilah bimedian m , n dan diagonal p , q:
Faktanya, tiga dari empat nilai m , n , p , dan q cukup untuk penentuan area, karena pada segi empat mana pun keempat nilai tersebut dihubungkan oleh [13]: p. 126 The corresponding expressions are:[14]
jika panjang dua bimedian dan satu diagonal diberikan, dan[14]
jika panjang dua diagonal dan satu bimedian diberikan.