Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pendudukan Singapura oleh Jepang

Pendudukan Jepang di Singapura adalah periode dalam sejarah Singapura antara tahun 1942 hingga tahun 1945, ketika pasukan Jepang menduduki Singapura selama Perang Dunia II, setelah mengalahkan pasukan gabungan Australia, Britania Raya, India dan Malaya. Pendudukan ini menjadi poin balik utama pada sejarah beberapa negara, termasuk Jepang dan Britania Raya, dan lalu koloni Singapura itu sendiri. Singapura kemudian dinamakan Syonan , atau secara resmi Syonan-to yang berarti "Cahaya Selatan". Singapura yang merupakan pangkalan utama militer Sekutu menjadi sasaran utama Jepang. Di Singapura banyak yang merasa bahwa Singapura akan diserang lebih dahulu sebelum menyerang Malaya. Britania Raya menyediakan kontingen perang terbaiknya, termasuk adanya kapal perang HMS Prince of Wales dan kapal perang HMS Repulse. Pada tanggal 8 Desember 1941, tentara Jepang mendarat di Kota Bharu, Kelantan. Dua hari setelah tentara Jepang mendarat, kapal Prince of Wales dan kapal Repulse tenggelam akibat dimusnahkan oleh tentara Jepang. Tentara Jepang menyerang Malaya yang menyebabkan tentara Britania Raya terpaksa mundur ke Singapura. Menjelang 31 Januari 1942, 55 hari sejak dimulainya invasi Jepang, Jepang berhasil menguasai Malaya dan siap menyerang Singapura. Setelah beberapa pertempuran, Letjen Arthur Ernest Percival dan tentara Britania Raya menyerah kepada jendral Yamashita Tomoyuki pada tanggal 15 Februari 1942. Kurang lebih 130.000 tentara India, Australia dan Britania Raya menjadi tahanan perang.

Pendudukan militer Jepang di Singapura, termasuk pembantaian warga Tionghoa Singapura (1942-1945)
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pendudukan Singapura oleh Jepang
Japanese military rule over Singapore, including massacres of Chinese SingaporeansTemplat:SHORTDESC:Japanese military rule over Singapore, including massacres of Chinese Singaporeans

Syonan-to

昭南島 Shōnantō
1942–1945
Bendera Pendudukan Jepang di Singapura
Bendera
{{{coat_alt}}}
Segel kekaisaran
Semboyan: Hakkō ichiu
(八紘一宇)
Lagu kebangsaan: Kimigayo "君が代"code: ja is deprecated
[1][2]
Lokasi Pendudukan Jepang di Singapura
Kekaisaran Jepang pada puncaknya tahun 1942:
  •   Jepang
  •   Koloni / Mandat
  •   Negara boneka / Protektorat / Wilayah pendudukan / Thailand (Blok Poros)
StatusPendudukan militer oleh Kekaisaran Jepang
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Singapura
1°17′N 103°50′E / 1.283°N 103.833°E / 1.283; 103.833
Bahasa resmi
dan bahasa nasional
Jepang
Common languagesTionghoa, Melayu, Tamil, Inggris
Agama
De jure: Tidak ada
De facto: Shinto[nb 1]
PemerintahanPendudukan militer oleh negara kesatuan dengan sistem satu partai statisme Showa monarki konstitusional di bawah totaliter kediktatoran militer
Kaisar 
• 1942-1945
Shōwa
Perdana Menteri 
• 1942-1944
Hideki Tojo
• 1944-1945
Kuniaki Koiso
Era SejarahPerang Dunia II
• Perang Pasifik dimulai
8 Desember 1941a
• Britania menyerahkan Singapura kepada Kekaisaran Jepang

15 Februari 1942
• Serangan bom Sekutu
November 1944 – Mei 1945
• Menyerahnya Jepang
15 Agustus 1945
• Singapura diserahkan kepada Administrasi Militer Inggris di Malaya

12 September 1945
• Singapura menjadi Koloni Mahkota

1 April 1946
Mata uangDolar yang dikeluarkan pemerintah Jepang di Singapura, Malaya, Kalimantan Utara, Sarawak, dan Brunei
Zona waktuWaktu Standar Tokyo
(UTC+9)
Format tanggal
  • yyyy-mm-dd
  • yyyy年m月d日code: ja is deprecated
  • Era yy年m月d日code: ja is deprecated (CE−1988)
Lajur kemudikiri
Kode ISO 3166JP
Didahului oleh
Digantikan oleh
Koloni Singapura
Koloni Singapura
Sekarang bagian dari Singapura
  1. Perang Pasifik dimulai pada 8 Desember 1941 di zona waktu Asia, tetapi sering disebut dimulai pada 7 Desember, karena itu adalah tanggal dalam zona waktu Eropa dan Amerika (seperti untuk serangan terhadap Pearl Harbor di Hawaii, Amerika Serikat).
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Syonan or Shonan
Makna harfiah: Cahaya Selatan
Nama Jepang
Kanji: 昭南code: ja is deprecated
Hiragana: しょうなんcode: ja is deprecated
Katakana: ショウナンcode: ja is deprecated
Kyujitai: 昭南code: ja is deprecated
Alih aksara
- Romaji: Shōnan
- Kunrei-shiki: Syônan
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Singapura
Sejarah awal Singapura (pra-1819)
  • Kerajaan Singapura (1299–1398)
Pendirian Singapura modern (1819–1826)
Negeri-Negeri Selat (1826–67)
Koloni mahkota (1867–1942)
Pertempuran Singapura (1942)
Pendudukan Jepang (1942–45)
  • Sook Ching (1942)
Masa setelah perang (1945–62)
  • Dewan Legislatif Pertama (1948–1951)
  • Tragedi Nadra (1950)
  • Dewan Legislatif Kedua (1951–1955)
  • Kerusuhan Anti-Pelayanan Nasional (1954)
Pemerintahan dalam negeri sendiri (1955–1962)
  • Kerusuhan bus Hock Lee (1955)
Penggabungan dengan Malaysia (1962–65)
  • Referendum penggabungan (1962)
  • Operasi Coldstore (1963)
  • Kerusuhan ras Singapura (1964)
  • Pengeboman MacDonald House (1965)
Republik Singapura (1965–sekarang)
  • Deklarasi Perbara (Perbara) (1967)
  • Kerusuhan rasial Singapura 1969 (1969)
  • Krisis polusi asap Singapura (1972–sekarang)
  • Insiden Laju (1974)
  • Operasi Spectrum (1987)
  • Krisis keuangan Asia Timur (1997)
  • Rencana penyerangan kantor kedutaan besar (2001)
  • Wabah SARS (2003)
  • Kerusuhan Little India (2013)
  • Garis waktu
  • Kerusuhan
  • Portal Singapura
  • l
  • b
  • s
Peta Singapura selama pendudukan Jepang
Letjen Yamashita Tomoyuki (duduk di tengah) memukul meja dengan kepalan tangannya untuk menegaskan caranya — menyerah tanpa syarat. Letjen Arthur Ernest Percival duduk di antara opsirnya di sebelah kanan.
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Singapura
Sejarah awal Singapura (pra-1819)
  • Kerajaan Singapura (1299–1398)
Pendirian Singapura modern (1819–1826)
Negeri-Negeri Selat (1826–67)
Koloni mahkota (1867–1942)
Pertempuran Singapura (1942)
Pendudukan Jepang (1942–45)
  • Sook Ching (1942)
Masa setelah perang (1945–62)
  • Dewan Legislatif Pertama (1948–1951)
  • Tragedi Nadra (1950)
  • Dewan Legislatif Kedua (1951–1955)
  • Kerusuhan Anti-Pelayanan Nasional (1954)
Pemerintahan dalam negeri sendiri (1955–1962)
  • Kerusuhan bus Hock Lee (1955)
Penggabungan dengan Malaysia (1962–65)
  • Referendum penggabungan (1962)
  • Operasi Coldstore (1963)
  • Kerusuhan ras Singapura (1964)
  • Pengeboman MacDonald House (1965)
Republik Singapura (1965–sekarang)
  • Deklarasi Perbara (Perbara) (1967)
  • Kerusuhan rasial Singapura 1969 (1969)
  • Krisis polusi asap Singapura (1972–sekarang)
  • Insiden Laju (1974)
  • Operasi Spectrum (1987)
  • Krisis keuangan Asia Timur (1997)
  • Rencana penyerangan kantor kedutaan besar (2001)
  • Wabah SARS (2003)
  • Kerusuhan Little India (2013)
  • Garis waktu
  • Kerusuhan
  • Portal Singapura
  • l
  • b
  • s

Pendudukan Jepang di Singapura adalah periode dalam sejarah Singapura antara tahun 1942 hingga tahun 1945, ketika pasukan Jepang menduduki Singapura selama Perang Dunia II, setelah mengalahkan pasukan gabungan Australia, Britania Raya, India dan Malaya. Pendudukan ini menjadi poin balik utama pada sejarah beberapa negara, termasuk Jepang dan Britania Raya, dan lalu koloni Singapura itu sendiri. Singapura kemudian dinamakan Syonan (Jepang: 昭南code: ja is deprecated , Hepburn: Shōnan, Kunrei-shiki: Syônan), atau secara resmi Syonan-to (Jepang: 昭南島code: ja is deprecated , Hepburn: Shōnan-tō, Kunrei-shiki: Syônan-tô) yang berarti "Cahaya Selatan". Singapura yang merupakan pangkalan utama militer Sekutu menjadi sasaran utama Jepang. Di Singapura banyak yang merasa bahwa Singapura akan diserang lebih dahulu sebelum menyerang Malaya. Britania Raya menyediakan kontingen perang terbaiknya, termasuk adanya kapal perang HMS Prince of Wales dan kapal perang HMS Repulse. Pada tanggal 8 Desember 1941, tentara Jepang mendarat di Kota Bharu, Kelantan. Dua hari setelah tentara Jepang mendarat, kapal Prince of Wales dan kapal Repulse tenggelam akibat dimusnahkan oleh tentara Jepang. Tentara Jepang menyerang Malaya yang menyebabkan tentara Britania Raya terpaksa mundur ke Singapura. Menjelang 31 Januari 1942, 55 hari sejak dimulainya invasi Jepang, Jepang berhasil menguasai Malaya dan siap menyerang Singapura. Setelah beberapa pertempuran, Letjen Arthur Ernest Percival dan tentara Britania Raya menyerah kepada jendral Yamashita Tomoyuki pada tanggal 15 Februari 1942. Kurang lebih 130.000 tentara India, Australia dan Britania Raya menjadi tahanan perang.

Referensi

  1. ↑ "Explore Japan National Flag and National Anthem". Diakses tanggal 29 Januari 2017.
  2. ↑ "National Symbols". Diarsipkan dari asli tanggal 2 Februari 2017. Diakses tanggal 29 Januari 2017.
  3. ↑ Josephson, Jason Ānanda (2012). The Invention of Religion in Japan. University of Chicago Press. hlm. 133. ISBN 978-0226412344.
  4. ↑ Thomas, Jolyon Baraka (2014). Japan's Preoccupation with Religious Freedom (Ph.D.). Princeton University. hlm. 76.

Pranala luar

  • Fall of Malaya and Singapore Diarsipkan 2005-06-18 di Wayback Machine. A detailed history of the Battle of Singapore.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX
  1. ↑ Although the Empire of Japan officially had no state religion,[3][4] Shinto played an important part for the Japanese state: As Marius Jansen, states: "The Meiji government had from the first incorporated, and in a sense created, Shinto, and utilized its tales of the divine origin of the ruling house as the core of its ritual addressed to ancestors "of ages past." As the Japanese empire grew the affirmation of a divine mission for the Japanese race was emphasized more strongly. Shinto was imposed on colonial lands in Taiwan and Korea, and public funds were utilized to build and maintain new shrines there. Shinto priests were attached to army units as chaplains, and the cult of war dead, enshrined at the Yasukuni Jinja in Tokyo, took on ever greater proportions as their number grew."(Marius B. Jansen 2002, hlm. 669)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Singapura

negara di Asia Tenggara

Pembantaian di Indonesia 1965–1966

pembantaian terhadap kaum komunis di Indonesia setelah peristiwa Gerakan 30 September

Diskriminasi terhadap Tionghoa-Indonesia

rasisme dan diskriminasi terhadap populasi minoritas

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026