Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pemberontakan Satsuma

Pemberontakan Satsuma adalah pemberontakan klan samurai Satsuma yang dipimpin Saigō Takamori terhadap Tentara Kekaisaran Jepang yang berlangsung 11 bulan di awal era Meiji, dimulai pada tahun 1877. Perang saudara ini merupakan perang saudara terakhir dan terbesar di Jepang. Perang terjadi di Kyushu, tepatnya di tempat yang sekarang bernama Prefektur Kumamoto, Prefektur Miyazaki, Prefektur Oita, Prefektur Kagoshima.

Pemberontakan samurai melawan kekaisaran di bawah pemerintahan Meiji
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemberontakan Satsuma
Revolt of samurai against the Meiji imperial governmentTemplat:SHORTDESC:Revolt of samurai against the Meiji imperial government

Pemberontakan Satsuma
Tanggal29 Januari – 24 September 1877
LokasiKyūshū, Jepang
Hasil Kemenangan Kekaisaran Jepang
Pihak terlibat
 Kekaisaran Jepang Domain Satsuma
Tokoh dan pemimpin
Emperor Meiji
Arisugawa Taruhito
Yamagata Aritomo
Kuroda Kiyotaka
Tani Tateki
Saigō Takamori ⚔
Kirino Toshiaki ⚔
Beppu Shinsuke ⚔
Kekuatan
227,000
10 kapal perang
25,000
Korban
15,000 tewas dan terluka[1] 21,000 tewas dan terluka[1][2]
4,000 ditangkap

Pemberontakan Satsuma (西南戦争code: ja is deprecated , Seinan Sensō, Perang Barat Daya) adalah pemberontakan klan samurai Satsuma yang dipimpin Saigō Takamori terhadap Tentara Kekaisaran Jepang yang berlangsung 11 bulan di awal era Meiji, dimulai pada tahun 1877. Perang saudara ini merupakan perang saudara terakhir dan terbesar di Jepang. Perang terjadi di Kyushu, tepatnya di tempat yang sekarang bernama Prefektur Kumamoto, Prefektur Miyazaki, Prefektur Oita, Prefektur Kagoshima.

Latar belakang

Pemberontakan Satsuma disebabkan oleh adanya perubahan sistem pada pemerintahan yang menyebabkan kekecewaan para samurai. Modernisasi Jepang telah menyebabkan hilangnya kekuasaan samurai dan penghancuran sistem tradisional. Peraturan Penghapusan Pedang (廃刀令code: ja is deprecated , Haitō-rei) yang melarang samurai membawa katana juga merupakan salah satu penyebab terjadinya pemberontakan ini.

Pemberontakan ini dipimpin oleh Saigō Takamori, yang pada sepuluh tahun lalu memimpin pasukan Jepang untuk mengalahkan samurai klan Tokugawa. Mulanya, Saigō setuju dengan konsep Restorasi Meiji. Tapi, perlahan-lahan ia jadi ikut membangkang, karena Restorasi Meiji menghapus segala bentuk samurai dan atributnya. Slogan para pemberontak adalah "Pemerintah Baru, Moralitas Tinggi" (Shinsei Kōtokucode: ja is deprecated ). Mereka tidak meninggalkan atribut Barat, seperti memakai meriam dan senjata api. Saigō sebagai panglima perang juga memakai baju militer ala barat. Barulah di saat stok senjata mereka habis, mereka memakai katana dan panah.

Peperangan

Pada Januari 1877, pasukan Angkatan Laut Jepang bergerak untuk menguasai kota Kagoshima, sebuah kota utama milik klan samurai dari Satsuma. Tentara ini disambut serangan oleh Saigō dan anak buahnya. Pasukan Saigō memakai senjata api untuk melawan pasukan AL Jepang, tetapi mereka masih memakai taktik militer lama.

Banyak pasukan Jepang yang dikirim merupakan bekas samurai dulunya yang pada waktu itu sudah mengadopsi sistem Barat dan sudah bersumpah kepada kaisar Meiji.

Pada bulan Februari 1877, pasukan Saigō Takamori yang terdiri dari 25 ribu hingga 40 ribu prajurit bersiap-siap menantikan penyerangan pasukan pemerintah di garis depan kota Kagoshima. Hal ini dicatat oleh para sejarawan sebagai kesalahan dalam strategi berperang Saigō Takamori karena pasukan pemerintah di bawah komando Sumiyoshi Kawamura memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan penyerbuan dengan 300 ribu prajurit. Seorang samurai berhasil membunuh dua pasukan pemerintah seperti direncanakan sebelumnya. Namun, para samurai kalah dalam jumlah dibandingkan prajurit pemerintah. Pertempuran berlangsung selama enam minggu, dan Saigō Takamori hanya memiliki 300-400 prajurit yang tersisa. Pada pertempuran terakhir, yaitu pertempuran Shirōyama, Saigō luka berat. Dalam keadaan hampir tertangkap pasukan pemerintah, Saigō melakukan seppuku pada 24 September 1877. Peperangan ini menghabiskan dana besar di pemerintah Jepang, sekaligus merupakan akhir dari kelas samurai di Jepang. Sepuluh tahun kemudian, Kekaisaran Jepang meminta maaf dan memberikan gelar kemuliaan kepada Saigō Takamori sebagai samurai yang terakhir.

Sumber bacaan

  • Craig, T.1999. Remembering Aizu: The Testament of Shiba Goro. Honolulu,HI: University of Hawaii Press. ISBN 0-8248-2157-2
  • Henshall, K.2001. A History of Japan: From Stone Age to Superpower. New York City, NY: St. Martin's Press. ISBN 0-312-23370-1

Pranala luar

  • Lebih lanjut tentang Pemberontakan Satsuma Diarsipkan 2007-10-14 di Wayback Machine.
  1. 1 2 Hane Mikiso Modern Japan A Historical survey p. 115
  2. ↑ Kallie Szczepanski. "The Satsuma Rebellion". Thoughtco.com. Diakses tanggal Maret 16, 2019.
  • l
  • b
  • s
Kekaisaran Jepang
Ikhtisar
  • Agribudaya
  • Penyensoran
  • Demografi
  • Ekonomi
  • Sejarah ekonomi
  • Pendidikan
  • Eugenik
  • Perdagangan luar negeri dan pelayaran
  • Produksi industri
  • Militerisme
  • Nasionalisme
  • Statisme
  • Politik internal
  • Shinto negara
  • Kazoku
Kaisar
  • Meiji (Mutsuhito)
  • Taishō (Yoshihito)
  • Shōwa (Hirohito)
Simbol
  • Bendera Jepang
  • Bendera Matahari Terbit
  • Cap Kekaisaran Jepang
  • Cap Pemerintahan Jepang
  • Cap Negara Jepang
  • Cap Penasihat Jepang
  • Kimigayo
Kebijakan
  • Konstitusi
  • Piagam Sumpah
  • Hubungan luar negeri
  • Reskrip Kekaisaran tentang Pendidikan
  • Asosiasi Bantuan Aturan Kekaisaran
  • Kokutai
  • Mokusatsu
  • Gerakan Mobilisasi Spiritual Nasional
  • Hukum Pelestarian Perdamaian
  • Partai politik
  • Mahkamah Agung Kehakiman
  • Tokkō
  • Tonarigumi
  • Konferensi Asia Timur Raya
Pemerintah
Administrasi
(kementerian)
  • Rumah Tangga Kekaisaran
  • Kementerian Dalam Negeri
  • Militer
  • Tentara
  • Angkatan Laut
  • Perbendaharaan
  • Luar Negeri
  • Pertanian dan Perdagangan
  • Perdagangan dan Industri
  • Munisi
  • Urusan Kolonial
  • Asia Timur Raya
  • Dewan Pembangunan Asia Timur (Kōain)
Badan Legislatif dan
deliberatif
  • Daijō-kan
  • Dewan Penasihat
  • Gozen Kaigi
  • Diet Kekaisaran
    • Bangsawan
    • Perwakilan
Militer
Angkatan Bersenjata
  • Markas Besar Kekaisaran
    • Kantor Staf Umum Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
    • Staf Umum Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
  • Reskrip Kekaisaran untuk Prajurit dan Pelaut
    • Kode militer Senjinkun
  • Program senjata nuklir
  • Kamikaze
  • Kejahatan perang
  • Dewan Penasihat Militer
  • Wajib militer
Tentara Kekaisaran Jepang
  • Staf Umum
  • Pasukan Udara
  • Kereta Api dan Pelayaran
  • Pengawal Kekaisaran
  • Fraksi Jalan Kekaisaran (Kōdōha)
  • Serdadu Jepang yang tetap tinggal
  • Tentara Taiwan Jepang
  • Faksi Kontrol (Tōseiha)
  • Kenpeitai
Angkatan Laut Kekaisaran Jepang
  • Staf Umum
  • Layanan Udara
  • Marinir
  • Fraksi Armada
  • Fraksi Perjanjian
Sejarah
Zaman Meiji
  • Restorasi Meiji
  • Pemberontakan Beipu
  • Perang Boshin
  • Pemberontakan Satsuma
  • Perang Tiongkok-Jepang Pertama
  • Intervensi Tiga Negara
  • Pemberontakan Boxer
  • Aliansi Britania-Jepang
  • Perang Rusia-Jepang
  • Invasi Taiwan (1874)
  • Invasi Taiwan (1895)
Zaman Taishō
  • Perang Dunia I
  • Intervensi Siberia
  • Undang-Undang Pemilihan Umum
  • Perjanjian Angkatan Laut Washington
  • Masalah Manchuria–Mongolia
  • Demokrasi Taisho
  • Insiden Tapani
  • Perang Truku
  • Proposal Kesetaraan Ras
Zaman Shōwa
  • Krisis keuangan Shōwa
  • insiden Jinan
  • Perjanjian Angkatan Laut London
  • Insiden Musha
  • Pasifikasi Manchukuo
  • Insiden 28 Januari
  • Pakta Anti-Komintern
  • Perang Tiongkok-Jepang Kedua
  • Konflik perbatasan Soviet–Jepang
  • Pemerkosaan Nanking
  • Pakta Tripartit
  • Pakta Netralitas Soviet–Jepang
  • Jepang selama Perang Dunia II
  • Perang Pasifik
  • Serangan bom atom Hiroshima dan Nagasaki
  • Perang Soviet–Jepang
  • Menyerah (Deklarasi Potsdam, Siaran penyerahan oleh Hirohito)
  • Pendudukan
Wilayah
Koloni
  • Karafuto (naichi setelah 1943)
  • Chōsen
  • Kantō-shū
  • Nan'yō
  • Taiwan
Negara boneka
  • Manchukuo
  • Mengjiang
  • Rezim Wang Jingwei
  • Republik Filipina Kedua
  • Kekaisaran Vietnam
  • Negara Burma
  • Azad Hind
Wilayah pendudukan
  • Kalimantan
  • Burma
  • Hindia Belanda
  • Indochina Prancis
  • Hong Kong
  • Malaya
  • Filipina
  • Singapura
  • Thailand
Ideologi
  • Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya
Topik terkait
  • Sonnō jōi
  • Fukoku kyōhei
  • Hakkō ichiu
  • Pemukim Jepang di Manchuria
  • Kamp interniran
  • Kerja sama industri Jerman sebelum Perang Dunia II
  • Shinmin no Michi
  • Shōwa Modan
  • Pemikiran Sosialis
  • Tentara Kekaisaran Jepang Taiwan
  • Kuil Yasukuni
  • Pengadilan Militer Internasional untuk Timur Jauh
  • Perlawanan politik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Jepang
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Peperangan
  3. Sumber bacaan
  4. Pranala luar

Artikel Terkait

Kaisar Meiji

Kaisar Jepang ke-122 (1867–1912)

Restorasi Meiji

reformasi Jepang pada abad ke-19 yang mengembalikan dan memodernisasi pemerintahan kekaisaran Jepang

Imperium Jepang

kekaisaran di wilayah Asia-Pasifik dari 1868 hingga 1947

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026