Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Peluang (matematika)

Peluang atau kebolehjadian adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Konsep ini telah dirumuskan dengan lebih ketat dalam matematika, dan kemudian digunakan secara lebih luas dalam tidak hanya dalam matematika atau statistika, tetapi juga keuangan, sains dan filsafat

Wikipedia article
Diperbarui 7 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peluang (matematika)
Artikel ini adalah bagian dari seri:
Matematika
Ragam
  • Garis besar matematika
  • Aritmetika
  • Bahasa pemrograman
  • Filsafat matematika
  • Matematika diskrit
  • Matematika Islam
  • Matematika keuangan
  • Matematika murni
  • Matematika terapan
  • Matematika Yunani
  • Pendidikan matematika
Aritmetika dasar
  • Digit
  • Penambahan (+)
  • Pengurangan (-)
  • Perkalian (×)
  • Pembagian (÷)
Konsep matematika
  • Faktorisasi dan Faktorisasi prima
  • Bilangan prima dan Faktor persekutuan terbesar
  • Garis bilangan
  • Kelipatan dan Kelipatan persekutuan terkecil
  • Pecahan
  • Perpangkatan
  • Akar bilangan dan Akar kuadrat
  • Logaritma
  • Himpunan
  • Fungsi
  • Peluang
  • Rasio
  • Dimensi
  • Persamaan
  • Sistem koordinat
  • Statistika
  • Teorema dasar kalkulus
  • Teorema nilai antara
  • Teorema nilai purata
  • Teorema pythagoras
  • Hipotenusa
Bangun datar dan ruang
  • Persegi
  • Persegi panjang
  • Segitiga
  • Segi lima
  • Segi enam
  • Segi delapan
  • Tetrahedron
  • Kubus
  • Oktahedron
  • Dodekahedron
  • Ikosahedron
Alat matematika
  • Swipoa
  • Kalkulator
  • Penggaris
  • Jangka
  • Jangka sorong
  • Busur derajat
  • l
  • b
  • s

Peluang atau kebolehjadian (bahasa Inggris: probabilitycode: en is deprecated ) adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Konsep ini telah dirumuskan dengan lebih ketat dalam matematika, dan kemudian digunakan secara lebih luas dalam tidak hanya dalam matematika atau statistika, tetapi juga keuangan, sains dan filsafat

Ilustrasi Peluang Kejadian Pada dadu

Konsep Peluang

Artikel utama: Teori peluang

Probabilitas suatu kejadian adalah angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Nilainya di antara 0 dan 1. Kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 1 adalah kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah terjadi.[1] Misalnya matahari yang masih terbit di timur sampai sekarang. Sedangkan suatu kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak mungkin terjadi. Misalnya sepasang kambing melahirkan seekor sapi.

Probabilitas/Peluang suatu kejadian A terjadi dilambangkan dengan notasi P(A), p(A), atau Pr(A).

Peluang Komplemen

Misalkan A adalah suatu kejadian pada semesta, sehingga P (A) adalah peluang dari kejadian A, maka komplemen A adalah kejadian selain dari kejadian A yang ada di semesta atau Ac dapat disebut juga kejadian komplemen (pelengkap) A.[2]

Probabilitas/Peluang [bukan A] atau komplemen A besarnya adalah 1-P(A). Sebagai contoh, peluang untuk tidak munculnya mata dadu enam bila sebuah dadu bersisi enam digulirkan adalah 1 − 1 6 = 5 6 {\displaystyle 1-{\frac {1}{6}}={\frac {5}{6}}} {\displaystyle 1-{\frac {1}{6}}={\frac {5}{6}}}

Kejadian saling bebas

Kejadian saling bebas antara kejadian A dan B akan terjadi jika kejadian A tidak memengaruhi kejadian B dan sebaliknya. [2]

Dua kejadian A {\displaystyle A} {\displaystyle A} dan B {\displaystyle B} {\displaystyle B} dikatakan saling bebas apabila

P ( A ∩ B ) = P ( A ) ⋅ P ( B ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)} {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)}.

atau

P ( A ∩ B ) = P ( A ) ⋅ P ( B ) ⇔ P ( A ) = P ( A ∩ B ) P ( B ) = P ( A ∣ B ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)\Leftrightarrow \mathrm {P} (A)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (B)}}=\mathrm {P} (A\mid B)} {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)\Leftrightarrow \mathrm {P} (A)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (B)}}=\mathrm {P} (A\mid B)}.

setaranya

P ( A ∩ B ) = P ( A ) ⋅ P ( B ) ⇔ P ( B ) = P ( A ∩ B ) P ( A ) = P ( B ∣ A ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)\Leftrightarrow \mathrm {P} (B)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (A)}}=\mathrm {P} (B\mid A)} {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)\Leftrightarrow \mathrm {P} (B)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (A)}}=\mathrm {P} (B\mid A)}.

Kejadian majemuk dan bersyarat

Kejadian majemuk

Gabungan dua kejadian
P ( A ∪ B ) = P ( A ) + P ( B ) − P ( A ∩ B ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\cup B)=\mathrm {P} (A)+\mathrm {P} (B)-\mathrm {P} (A\cap B)} {\displaystyle \mathrm {P} (A\cup B)=\mathrm {P} (A)+\mathrm {P} (B)-\mathrm {P} (A\cap B)}
Kejadian saling lepas
P ( A ∪ B ) = P ( A ) + P ( B ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\cup B)=\mathrm {P} (A)+\mathrm {P} (B)} {\displaystyle \mathrm {P} (A\cup B)=\mathrm {P} (A)+\mathrm {P} (B)}
Kejadian saling bebas
P ( A ∩ B ) = P ( A ) ⋅ P ( B ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)} {\displaystyle \mathrm {P} (A\cap B)=\mathrm {P} (A)\cdot \mathrm {P} (B)}

Kejadian bersyarat

P ( A ∣ B ) = P ( A ∩ B ) P ( B ) {\displaystyle \mathrm {P} (A\mid B)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (B)}}} {\displaystyle \mathrm {P} (A\mid B)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (B)}}} di mana P(B) ≠ 0
P ( B ∣ A ) = P ( A ∩ B ) P ( A ) {\displaystyle \mathrm {P} (B\mid A)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (A)}}} {\displaystyle \mathrm {P} (B\mid A)={\frac {\mathrm {P} (A\cap B)}{\mathrm {P} (A)}}} di mana P(A) ≠ 0

Frekuensi harapan

Rumus frekuensi harapan sebagai berikut:

F ( A ) = n ( A ) ⋅ P ( A ) {\displaystyle \mathrm {F} (A)=\mathrm {n} (A)\cdot \mathrm {P} (A)} {\displaystyle \mathrm {F} (A)=\mathrm {n} (A)\cdot \mathrm {P} (A)}.
Contoh
  1. Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 4 bola biru dan 3 bola hitam. Tiga bola diambil sekaligus dari dalam kotak secara acak. Berapakah peluang bahwa bola yang terambil adalah 2 bola merah dan 1 bola hitam?
P = C 2 5 C 1 3 C 3 12 = 5 ! 2 ! 3 ! 3 ! 1 ! 2 ! 12 ! 3 ! 9 ! = 3 22 {\displaystyle P={\frac {C_{2}^{5}\,C_{1}^{3}}{C_{3}^{12}}}={\frac {{\frac {5!}{2!\,3!}}\,{\frac {3!}{1!\,2!}}}{\frac {12!}{3!\,9!}}}={\frac {3}{22}}} {\displaystyle P={\frac {C_{2}^{5}\,C_{1}^{3}}{C_{3}^{12}}}={\frac {{\frac {5!}{2!\,3!}}\,{\frac {3!}{1!\,2!}}}{\frac {12!}{3!\,9!}}}={\frac {3}{22}}}
  1. Seorang pedagang telur memiliki 20 butir telur yang diletakkan di dalam peti. Karena kurang berhati-hati, 2 butir telur pecah. Jika 2 butir telur diambil secara acak. Berapa peluang terambilnya salah satu telur yang pecah?
P = C 1 2 C 1 18 C 2 20 = 2 ! 1 ! 1 ! 18 ! 1 ! 17 ! 20 ! 2 ! 18 ! = 18 95 {\displaystyle P={\frac {C_{1}^{2}\,C_{1}^{18}}{C_{2}^{20}}}={\frac {{\frac {2!}{1!\,1!}}\,{\frac {18!}{1!\,17!}}}{\frac {20!}{2!\,18!}}}={\frac {18}{95}}} {\displaystyle P={\frac {C_{1}^{2}\,C_{1}^{18}}{C_{2}^{20}}}={\frac {{\frac {2!}{1!\,1!}}\,{\frac {18!}{1!\,17!}}}{\frac {20!}{2!\,18!}}}={\frac {18}{95}}}
  1. Dalam sebuah keranjang terdapat 7 bola merah, 5 bola biru dan 8 bola hitam. Jika diambil 3 bola secara acak dengan syarat bola yang diambil dikembalikan lagi ke dalam keranjang, berapa peluang bahwa bola yang terambil secara berturut-turut berwarna merah, hitam dan biru?
P = 7 20 8 20 5 20 = 7 200 {\displaystyle P={\frac {7}{20}}\,{\frac {8}{20}}\,{\frac {5}{20}}={\frac {7}{200}}} {\displaystyle P={\frac {7}{20}}\,{\frac {8}{20}}\,{\frac {5}{20}}={\frac {7}{200}}}
  1. Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 6 bola hijau dan 4 bola kuning. Jika diambil 3 bola secara acak tanpa pengembalian, berapakah peluang bola yang terambil secara berturut-turut adalah merah, hijau, kuning?
P = 5 15 6 14 4 13 = 4 91 {\displaystyle P={\frac {5}{15}}\,{\frac {6}{14}}\,{\frac {4}{13}}={\frac {4}{91}}} {\displaystyle P={\frac {5}{15}}\,{\frac {6}{14}}\,{\frac {4}{13}}={\frac {4}{91}}}
  1. Dua buah dadu dilempar undi bersama satu kali. Berapakah peluang muncul jumlah kedua mata dadu 4 atau 7?
P ( 4 ) = 3 6 2 = 3 36 {\displaystyle \mathrm {P} (4)={\frac {3}{6^{2}}}\,={\frac {3}{36}}\,} {\displaystyle \mathrm {P} (4)={\frac {3}{6^{2}}}\,={\frac {3}{36}}\,}
P ( 7 ) = 6 6 2 = 6 36 {\displaystyle \mathrm {P} (7)={\frac {6}{6^{2}}}\,={\frac {6}{36}}\,} {\displaystyle \mathrm {P} (7)={\frac {6}{6^{2}}}\,={\frac {6}{36}}\,}
P ( 4 ∪ 7 ) = P ( 4 ) + P ( 7 ) = 3 36 + 6 36 = 1 4 {\displaystyle \mathrm {P} (4\cup 7)=\mathrm {P} (4)+\mathrm {P} (7)={\frac {3}{36}}\,+{\frac {6}{36}}\,={\frac {1}{4}}} {\displaystyle \mathrm {P} (4\cup 7)=\mathrm {P} (4)+\mathrm {P} (7)={\frac {3}{36}}\,+{\frac {6}{36}}\,={\frac {1}{4}}}
  1. Satu set kartu dimainkan satu kali. Berapakah peluang muncul kartu bergambar?
P ( G a m b a r ) = 12 52 = 3 13 {\displaystyle \mathrm {P} (Gambar)={\frac {12}{52}}\,={\frac {3}{13}}\,} {\displaystyle \mathrm {P} (Gambar)={\frac {12}{52}}\,={\frac {3}{13}}\,}
  1. Dua koin dilempar satu kali. Berapakah peluang muncul koin bergambar?
P ( G a m b a r ) = 1 2 2 = 1 4 {\displaystyle \mathrm {P} (Gambar)={\frac {1}{2^{2}}}\,={\frac {1}{4}}\,} {\displaystyle \mathrm {P} (Gambar)={\frac {1}{2^{2}}}\,={\frac {1}{4}}\,}
  1. Ada sekelompok terdiri dari 3 anak. Berapakah peluang muncul lebih dari satu anak laki-laki?
P ( 2 L ∩ 1 P ) = 3 2 3 = 3 8 {\displaystyle \mathrm {P} (2L\cap 1P)={\frac {3}{2^{3}}}={\frac {3}{8}}} {\displaystyle \mathrm {P} (2L\cap 1P)={\frac {3}{2^{3}}}={\frac {3}{8}}}
P ( 3 L ) = 1 2 3 = 1 8 {\displaystyle \mathrm {P} (3L)={\frac {1}{2^{3}}}={\frac {1}{8}}} {\displaystyle \mathrm {P} (3L)={\frac {1}{2^{3}}}={\frac {1}{8}}}
P ( > 1 L ) = P ( 2 L ∩ 1 P ) + P ( 3 L ) = 3 8 + 1 8 = 1 2 {\displaystyle \mathrm {P} (>1L)=\mathrm {P} (2L\cap 1P)+\mathrm {P} (3L)={\frac {3}{8}}\,+{\frac {1}{8}}\,={\frac {1}{2}}} {\displaystyle \mathrm {P} (>1L)=\mathrm {P} (2L\cap 1P)+\mathrm {P} (3L)={\frac {3}{8}}\,+{\frac {1}{8}}\,={\frac {1}{2}}}

Lihat pula

  • Teori peluang

Referensi

  1. ↑ (Inggris). A First Course in Probability - Sheldon Ross 1976
  2. 1 2 Supriyati, Ratih Dwi (2019). "E-modul matematika kelas XII: peluang kejadian majemuk". repositori.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-12-06.
  • l
  • b
  • s
Matematika (Bidang matematika)
Fondasi
  • Filsafat matematika
  • Logika matematika
  • Teori himpunan
  • Teori informasi
  • Teori kategori
  • Teori tipe
Aljabar
  • Abstrak
  • Elementer
  • Homologis
  • Komutatif
  • Linear
  • Multilinear
  • Universal
  • Teori grup
  • Teori representasi
Analisis
  • Kalkulus
  • Analisis fungsional
  • Analisis harmonik
  • Analisis kompleks
  • Analisis real
  • Persamaan diferensial
  • Teori ukuran
  • Teori sistem dinamis
Diskret
  • Kombinatorika
  • Teori graf
  • Teori order
Geometri
  • Aljabar
  • Analitis
  • Diferensial
  • Diskrit
  • Euklides
  • Hingga
  • Trigonometri
Komputasi
  • Analisis numerik (Topik)
  • Ilmu komputer
  • Komputasi simbolik
  • Teori komputasi
  • Teori kompleksitas komputasi
  • Optimisasi matematika
Teori bilangan
  • Aritmetika
  • Geometri Diophantine
  • Teori bilangan aljabar
  • Teori bilangan analitis
Topologi
  • Teori homotopi
  • Aljabar
  • Diferensial
  • Geometris
  • Umum
Terapan
  • Matematika biologi
  • Matematika ekonomi
  • Matematika keuangan
  • Fisika matematis
  • Kimia matematika
  • Psikologi matematis
  • Statistika
  • Statistika matematika
  • Teori peluang
  • Ilmu sistem (Teori kendali, Teori permainan, Riset operasi)
Divisi
  • Matematika murni
  • Matematika terapan
  • Matematika diskret
  • Matematika komputasi
Topik terkait
  • Matematika dan seni
  • Matematika rekreasi
  • Pendidikan matematika
  • Sejarah matematika
  • Category Kategori
  • Portal Portal matematika
  • Kerangka
  • Daftar
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Konsep Peluang
  2. Peluang Komplemen
  3. Kejadian saling bebas
  4. Kejadian majemuk dan bersyarat
  5. Kejadian majemuk
  6. Kejadian bersyarat
  7. Frekuensi harapan
  8. Lihat pula
  9. Referensi

Artikel Terkait

Matematika

kajian struktur objek abstrak seperti angka, ruang, fungsi dan hubungan

Permainan kasino

jenis permainan kasino

Sejarah matematika

Asal Muasal Ilmu Matematika.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026