Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Parasamya Purnakarya Nugraha

Parasamya Purnakarya Nugraha adalah tanda kehormatan yang diberikan kepada sebuah institusi pemerintah atau organisasi yang menunjukkan karya tertinggi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Tanda kehormatan ini didirikan pada tahun 1973.

tanda kehormatan institusi pemerintahan di Indonesia
Diperbarui 30 Desember 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Parasamya Purnakarya Nugraha
AwardTemplat:SHORTDESC:Award
Parasamya Purnakarya Nugraha
TipeSamkaryanugraha
Negara Indonesia
Dipersembahkan olehPresiden Indonesia
SyaratInstitusi pemerintah atau organisasi
StatusMasih dianugerahkan
Didirikan1973
Keutamaan
Setara
  • Samkaryanugraha
  • Nugraha Sakanti

Parasamya Purnakarya Nugraha adalah tanda kehormatan yang diberikan kepada sebuah institusi pemerintah atau organisasi yang menunjukkan karya tertinggi pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.[1] Tanda kehormatan ini didirikan pada tahun 1973.[2]

Bentuk

Parasamya Purnakarya Nugraha berbentuk trofi (piala), berbeda dari Samkaryanugraha lainnya. Trofi ini terbuat dari kayu, tembaga, atau fiber yang dilapisi warna bening, putih, kuning keemasan, merah, hijau, dan hitam. Trofi ini melambangkan tujuan negara dan tujuan adanya otonomi daerah.[3]

Trofi tanda kehormatan ini disangga oleh beberapa bangun yang bertingkat. Tingkat paling bawah berbentuk persegi empat sebagai dasar atau fondasi melambangkan titik awal visi misi otonomi daerah. Tingkat keduanya berbentuk lima anak tangga berbentuk lingkaran. Tingkat teratas atau yang persis di bawah trofi berbentuk bunga melati dengan kelopak berjumlah delapan.[3]

Badan trofi berada di tengah-tengah bunga melati berbentuk pilar dengan empat sisi. Pada tiga sisinya berbentuk 17 guratan/garis melambangkan tanggal Hari Kemerdekaan Indonesia. Pada sisi depannya terdapat 34 garis pada pinggir kiri dan kanannya (17 garis di masing-masing sisinya) melambangkan 34 urusan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan otonomi daerah. Di sisi depan tersebut terdapat Garuda Pancasila yang di bawahnya terdapat sebuah persegi. Persegi tersebut berisikan sebuah patra bintang bersudut lima yang dikelilingi padi dan kapas. Di bawah patra tersebut terdapat persegi lagi yang lebih kecil berisi pernyataan pemberian tanda kehormatan.[3]

Tepat di atas badan trofi terdapat leher trofi yang berbentuk 5 persegi dengan 4 garis melambangkan penyaring pelaksanaan pemerintahan daerah dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.[3]

Di atas leher trofi terdapat kepala trofi yang terdiri atas dua bangun. Bangun pertama berbentuk piring sajian melambangkan pemerintah daerah siap menerima kritik dan saran dari dalam maupun luar. Bangun kedua berada di atas piring sajian berbentuk belahan bintang buah belimbing sebagai simbol kejayaan, kesejahteraan, kemakmuran, kemenangan yang bersih, dan keteladanan bagi pemerintah daerah yang lain.[3]

Bekas

Bentuk usang

Sama seperti tanda kehormatan Samkaryanugraha lainnya, dahulu Parasamya Purnakarya Nugraha terdiri atas bentuk ular-ular dan patra. Ular-ular tersebut dapat disertakan dalam upacara nasional dan upacara resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah penerima. Patra dari Parasamya Purnakarya Nugraha ditempatkan pada tempat terhormat di gedung/kantor kepala daerah.[2]

Ular-ular Parasamnya Purnakarya Nugraha berwarna dasar hijau yang terbuat dari kain beludru. Di ketiga sisi ular-ularnya terdapat jumbai berwarna kuning emas. Tulisan dan lambang-lambang yang berada di dalam ular-ular juga berwarna kuning emas. Pada bagian depan dan belakangnya terdapat lambang Garuda Pancasila, setangkai padi yang terdiri atas 45 butir memanjang di bagian atasnya, dan setangkai kapas yang terdiri atas 17 buah di bagian bawahnya. Di bagian depan ular-ular berisi nama institusi penerima, tanggal penganugerahan, pesan dan amanat, serta tanda tangan Presiden. Sementara itu, pada bagian belakangnya berisi motto/slogan pengabdian institusi penerima.[2]

Ular-ular tanda kehormatan ini diikatkan/dilekatkan pada tiang yang terdiri atas dua bagian, yaitu kepala (mustaka) tiang dan tiang itu sendiri. Kepala (mustaka) tiang terbuat dari logam kuning emas berbentuk kelopak dan kuncup dari bunga teratai yang akan mekar. Bentuk tersebut terdiri atas 5 kelopak dan 5 kuncup. Sementara itu, tiangnya berbentuk bulat memanjang yang terbuat dari kayu.[2]

Patra Parasamya Purnakarya Nugraha berbentuk segi lima yang berwarna kuning emas. Tepat di tengah patra terdapat lambang Garuda Pancasila yang di kanan kirinya dikelilingi setangkai padi dan kapas. Setangkai padinya terdiri atas 17 butir padi dan setangkai kapasnya terdiri atas 8 bunga kapas. Pada patra tersebut juga terdapat tulisan melingkar dengan teks "PARASAMYA" di atasnya dan "PURNAKARYA NUGRAHA" di bawahnya.[2]

Prayojana Kriya Pata

Artikel utama: Prayojana Kriya Pata Parasamya Purnakarya Nugraha

Prayojana Kriya Pata merupakan kategori di bawah Parasamya Purnakarya Nugraha yang ditetapkan pada tahun 1979. Bentuk ini diberikan sebagai penghargaan kepada provinsi (daerah tingkat I) yang pada periode penilaian Parasamya Purnakarya Nugraha tetap berada pada urutan tiga daerah terbaik yang pada periode sebelumnya telah berhasil mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha.[4]

Lihat pula

  • Daftar tanda kehormatan di Indonesia

Referensi

  1. ↑ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-06-13. Diakses tanggal 2021-04-20.
  2. 1 2 3 4 5 "Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1973 tentang Tanda Kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha" (PDF). Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional. Diakses tanggal 2021-05-27.
  3. 1 2 3 4 5 Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Lampiran III Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010" (PDF). JDIH Kementerian Sekretariat Negara. Diakses tanggal 2021-04-20.
  4. ↑ Sekretariat Negara Republik Indonesia. "Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1979 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1973 tentang Tanda Kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha" (PDF). JDIH BPK RI. Diakses tanggal 2021-05-14.
  • l
  • b
  • s
Indonesia Tanda jasa dan tanda kehormatan di Indonesia
Tanda jasa
  • Medali Kepeloporan
  • Medali Kejayaan
  • Medali Perdamaian
Tanda kehormatan
Bintang
Sipil
Seluruh bidang
  • Bintang Republik Indonesia
  • Bintang Mahaputera
Bidang tertentu
  • Bintang Jasa
  • Bintang Kemanusiaan
  • Bintang Penegak Demokrasi
  • Bintang Budaya Parama Dharma
  • Bintang Bhayangkara
Militer
  • Bintang Gerilya
  • Bintang Sakti
  • Bintang Dharma
  • Bintang Yudha Dharma
  • Bintang Kartika Eka Pakçi
  • Bintang Jalasena
  • Bintang Swa Bhuwana Paksa
Satyalancana
Sipil
Umum
  • Satyalancana Perintis Kemerdekaan
  • Satyalancana Pembangunan
  • Satyalancana Wira Karya
  • Satyalancana Kebaktian Sosial
  • Satyalancana Kebudayaan
  • Satyalancana Pendidikan
  • Satyalancana Karya Satya
    • 30 tahun
    • 20 tahun
    • 10 tahun
  • Satyalancana Dharma Olahraga
  • Satyalancana Dharma Pemuda
  • Satyalancana Kepariwisataan
  • Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha
Kepolisian
  • Satyalancana Pengabdian
  • Satyalancana Bhakti Pendidikan
  • Satyalancana Jana Utama
  • Satyalancana Ksatria Bhayangkara
  • Satyalancana Karya Bhakti
  • Satyalancana Operasi Kepolisian
  • Satyalancana Bhakti Buana
  • Satyalancana Bhakti Nusa
  • Satyalancana Bhakti Purna
Militer
  • Satyalancana Bhakti
  • Satyalancana Teladan
  • Satyalancana Kesetiaan
  • Satyalancana Santi Dharma
  • Satyalancana Dwidya Sistha
  • Satyalancana Dharma Nusa
  • Satyalancana Dharma Bantala
  • Satyalancana Dharma Samudra
  • Satyalancana Dharma Dirgantara
  • Satyalancana Wira Nusa
  • Satyalancana Wira Dharma
  • Satyalancana Wira Siaga
  • Satyalancana Ksatria Yudha
Samkaryanugraha
  • Samkaryanugraha
  • Parasamya Purnakarya Nugraha
  • Nugraha Sakanti
Bekas tanda kehormatan
Bintang
  • Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia
  • Bintang Garuda
Satyalancana
Sipil
  • Satyalancana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan
  • Satyalancana Keamanan
  • Satyalancana Pepera
  • Satyalancana Karya Satya1
    • Kelas I Kelas II Kelas III Kelas IV Kelas V
  • Satyalancana Prasetya Pancawarsa3
  • Satyalancana Ksatriya Tamtama2
Militer
  • Satyalancana Peristiwa
    • Aksi Militer I
    • Aksi Militer II
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer
  • Satyalancana Penegak
  • Satyalancana Seroja
  • Satyalancana Saptamarga
  • Satyalancana Satya Dharma
  • Satyalancana Jasadharma Angkatan Laut
  • Satyalancana Yuda Tama ALRI
  • Satyalancana Yuda Tama KKO ALRI
Samkaryanugraha
  • Parasamya Purnakarya Nugraha
    • Prayojana Kriya Pata
  • Nugraha Sakanti1
    • Jana Utama
    • Ksatria Tamtama
    • Karya Bhakti
  • 1Diubah sistem kelasnya
  • 2Diubah namanya
  • 3Diubah sistem kelas dan namanya
Tanda kehormatan lainnya
Legiun Veteran
  • Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia
  • Satyalancana Legiun Veteran Republik Indonesia
Gerakan Pramuka
  • Lencana Tunas Kencana
  • Lencana Melati
  • Lencana Darma Bakti
  • Lencana Teladan
  • Lencana Wiratama
  • Lencana Karya Bakti
  • Lencana Satyawira
    • Utama
    • Madya
    • Pratama
  • Lencana Pancawarsa
    • Utama
    • I–IX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Bentuk
  2. Bekas
  3. Bentuk usang
  4. Prayojana Kriya Pata
  5. Lihat pula
  6. Referensi

Artikel Terkait

Daftar tanda kehormatan Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Sejarah Indonesia

aspek sejarah

Prabowo Subianto

Presiden Indonesia ke-8 (sejak 2024)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026