Bintang Republik Indonesia Nararya adalah tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia kelas V. Kelas ini merupakan kelas terakhir dari Bintang Republik Indonesia. Sebagai kelas dari Bintang Republik Indonesia, bintang ini diberikan untuk menghargai mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bintang Republik Indonesia Nararya | |
|---|---|
| Dianugerahkan oleh Presiden Indonesia | |
| Tipe | Bintang Sipil |
| Dibentuk | 1959 |
| Negara | |
| Kelayakan | Sipil |
| Status | Masih dianugerahkan |
| Prioritas | |
| Tingkat lebih tinggi | Bintang Republik Indonesia Pratama |
| Tingkat lebih rendah | Bintang Mahaputera Adipurna |
1959–1972 1972–sekarang Pita tanda kehormatan | |
Bintang Republik Indonesia Nararya adalah tanda kehormatan Bintang Republik Indonesia kelas V. Kelas ini merupakan kelas terakhir dari Bintang Republik Indonesia. Sebagai kelas dari Bintang Republik Indonesia, bintang ini diberikan untuk menghargai mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.[1]
Bintang ini diberikan dalam bentuk selempang yang digunakan dengan cara diselempangkan dari pundak kanan ke pinggang kiri sehingga bintang terletak di pinggang kiri. Penerima penghargaan juga mendapatkan patra yang dipakai di dada kiri pada saku di bawah kancing baju, miniatur yang dipakai pada lidah baju, dan piagam sebagai tanda pemberian bintang ini.[2][3]
Sebelum 1972, Bintang Republik Indonesia Nararya diberikan dalam bentuk lencana yang dipakai dengan cara digantungkan di dada kiri di atas saku baju. Bintang ini tidak dilengkapi dengan patra bintang saat itu. Lajur-lajur pita yang ada berwarna dasar kuning dengan satu lajur merah di masing-masing pinggirnya.[4][5]
Sampai saat ini, belum ada penerima tanda penghargaan ini.[6]