Papar adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kediri yang terletak di timur Sungai Brantas. Pada zaman kolonial Belanda hingga awal kemerdekaan, Papar merupakan pusat dari Kawedanan Papar yang mencakup Kediri bagian utara yaitu Papar, Purwoasri, Plemahan, Kunjang, Pagu, dan Kayen Kidul. Papar memiliki lokasi yang strategis karena merupakan persimpangan jalan raya yang ramai, dari arah selatan ke utara terdapat jalan nasional penghubung Kota Kediri dengan Kertosono sedangkan dari barat ke timur terdapat Jalan Raya Papar-Pare yang juga terhubung dengan Kabupaten Nganjuk melalui Jembatan Kelutan-Papar di Sungai Brantas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Papar | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Kediri | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Andrea Rangga Primansya, S.STP, MM. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 55.139 jiwa | ||||
| Kode pos | 64153 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.06.14 | ||||
| Kode BPS | 3506180 | ||||
| Luas | 40,16 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 17 | ||||
| |||||
Papar adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Kediri yang terletak di timur Sungai Brantas. Pada zaman kolonial Belanda hingga awal kemerdekaan, Papar merupakan pusat dari Kawedanan Papar yang mencakup Kediri bagian utara yaitu Papar, Purwoasri, Plemahan, Kunjang, Pagu, dan Kayen Kidul.[1] Papar memiliki lokasi yang strategis karena merupakan persimpangan jalan raya yang ramai, dari arah selatan ke utara terdapat jalan nasional penghubung Kota Kediri dengan Kertosono sedangkan dari barat ke timur terdapat Jalan Raya Papar-Pare yang juga terhubung dengan Kabupaten Nganjuk melalui Jembatan Kelutan-Papar di Sungai Brantas.[2][3][4]
Kecamatan ini terdapat salah satu stasiun penting di Kabupaten Kediri yaitu Stasiun Papar yang tidak hanya melayani naik turun penumpang kereta commuter saja, tetapi juga kereta lintas provinsi. Kereta yang berhenti di stasiun ini terdiri dari Commuter Line Dhoho, Brantas, dan Kahuripan.[5]

Papar adalah kecamatan dengan geografi dataran rendah yang didominasi oleh persawahan. Papar terletak di tepi timur Sungai Brantas dan terhubung ke Nganjuk di seberang sungai dengan adanya Jembatan Kelutan-Papar. Batas wilayah Kecamatan Papar adalah sebagai berikut:[6]
| Utara | Kecamatan Purwoasri |
| Timur | Kecamatan Plemahan dan Kecamatan Kayen Kidul |
| Selatan | Kecamatan Gampengrejo dan Kecamatan Kayen Kidul |
| Barat | Sungai Brantas dan |

Pada zaman kolonial, Papar adalah sebuah distrik yang mencakup beberapa kecamatan di Kediri bagian utara yaitu Kecamatan Papar, Purwoasri, Plemahan, Kunjang, Pagu, dan Kayen Kidul. Menurut peta Karesidenan Kediri zaman Belanda tahun 1855, saat itu distrik Papar belum menjadi bagian dari Kediri dan merupakan bagian dari Regentschap Berbek (sekarang Kabupaten Nganjuk) yang mencakup distrik Berbek, Godean, Siwalan, Ngandjoek, Gemenggeng, Kertosono, Lengkong, dan Waroedjayeng. Kemudian tahun-tahun selanjutnya, wilayah di Karesidenan Kediri ditata ulang sehingga di sekitar tahun 1900-an, Distrik Papar telah dimasukkan ke wilayah Kabupaten Kediri.[7][8]
Sekitar tahun 1890-an, Stasiun Papar sudah aktif digunakan Belanda untuk mengangkut penumpang dan komoditas tebu yang saat itu sedang gencar ditanam di Kediri melalui sistem tanam paksa. Stasiun Papar melayani jalur trem yang menghubungkan Pelem di Pare dengan Papar. Rute ini dikelola oleh perusahaan bernama Kediri Stoomtram Maatschappij. Sekarang jalur ini sudah tidak beroperasi dan terbengkalai.[9][10] Salah satu pabrik besar di Papar pada zaman kolonial adalah Pabrik Gula Minggiran di Desa Minggiran. Lahan perusahaan ini sekarang dibangun menjadi SMPN 2 Papar.[11]
Kecamatan Papar terdiri dari 17 desa. Desa-desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[12]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Dawuhan Kidul | Dawuhan Kidul, Kalangbong, Kregan | [12] |
| 2 | Jambangan | Jambangan, Plosokuning | [12] |
| 3 | Janti | Janti, Pesantren, Plosokerep (Krusukan), Plosorejo | [12] |
| 4 | Kedungmalang | Kedungmalang, Sukodono | [12] |
| 5 | Kepuh | Kepuh, Glagahan, Jatiringin, Sono | [12] |
| 6 | Kwaron | Kwaron | [12] |
| 7 | Maduretno | Maduretno, Cengkirejo, Slambur Kidul | [12] |
| 8 | Minggiran | Minggiran, Morangan, Morangan Wetan, Rejowinangun | [12] |
| 9 | Ngampel | Ngampel, Bajulan, Gampengrejo, Gondang, Karanglo, Kunen, Mediunan, Ngemplak, Pathi, Ploso, Tlanak | [12] |
| 10 | Papar | Papar Krajan, Papar Selatan, Papar Utara, Brubus, Bulurejo, Jenggotan, Pulosari, Tawangrejo | [12] |
| 11 | Pehkulon | Pehkulon, Kemiri | [12] |
| 12 | Pehwetan | Pehwetan, Gondang, Jeblok, Karangdowo | [12] |
| 13 | Puhjajar | Puhjajar, Santren | [12] |
| 14 | Purwotengah | Gendis, Nglerep Kulon, Nglerep Wetan, Tundan, Wonosari | [12] |
| 15 | Srikaton | Srikaton, Kedung Cangkring, Ngampel Kurung, Slambur Lor | [12] |
| 16 | Sukomoro | Sukomoro, Boro | [12] |
| 17 | Tanon | Tanon Selatan, Tanon Utara, Gropyok, Njalon, Patuk, Payak, Plasiunan | [12][13] |
