Tarokan adalah kecamatan di Kabupaten Kediri yang terletak di barat dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk. Tarokan merupakan pemekaran dari Kecamatan Grogol pada tahun 1982 dengan pusat kecamatan berada di Desa Tarokan. Tarokan dilalui jalan provinsi penghubung Kota Kediri dengan Nganjuk. Wilayah Tarokan memanjang dari timur laut hingga ke barat daya. Wilayah timur berupa dataran rendah yang didominasi persawahan sedangkan wilayah baratnya didominasi perbukitan yang merupakan bagian dari lereng Gunung Wilis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tarokan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Kediri | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Drs. Suharsono M.Pd. | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 65.620 jiwa | ||||
| Kode pos | 64152 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.06.20 | ||||
| Kode BPS | 3506230 | ||||
| Luas | 49,61 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 10 | ||||
| |||||
Tarokan adalah kecamatan di Kabupaten Kediri yang terletak di barat dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Nganjuk. Tarokan merupakan pemekaran dari Kecamatan Grogol pada tahun 1982 dengan pusat kecamatan berada di Desa Tarokan.[1] Tarokan dilalui jalan provinsi penghubung Kota Kediri dengan Nganjuk. Wilayah Tarokan memanjang dari timur laut hingga ke barat daya. Wilayah timur berupa dataran rendah yang didominasi persawahan sedangkan wilayah baratnya didominasi perbukitan yang merupakan bagian dari lereng Gunung Wilis.[2]
Tarokan terdapat proyek pembangunan skala besar yang diresmikan pada beberapa tahun terakhir seperti Bandar Udara Dhoho yang dibangun PT Gudang Garam dan Stadion Gelora Daha Jayati.[3] Salah satu kuliner khas kecamatan ini adalah "kerupuk lamuk" yang terbuat dari limbah produksi tepung tapioka.[4]

Tarokan memiliki wilayah yang memanjang dari timur laut hingga barat daya. Bagian timur laut Tarokan (seperti Desa Jati, Cengkok, dan Blimbing) geografinya menjorok ke wilayah Kabupaten Nganjuk sehingga berbatasan dengan Nganjuk dari tiga sisi sekaligus yaitu utara, timur, dan barat. Sedangkan bagian barat daya Tarokan (terdiri dari beberapa dusun di Desa Tarokan dan Bulusari) tergolong dalam kawasan lereng Gunung Wilis dengan geografi perbukitan. Luas wilayah Kecamatan Tarokan adalah 49,61 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 65.620 jiwa.
Batas wilayah kecamatan ini adalah:
| Utara | |
| Timur | Kecamatan Grogol dan |
| Selatan | Kecamatan Grogol |
| Barat |
Kecamatan Tarokan terdiri dari 10 desa. Desa-desa tersebut dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh, yakni sebagai berikut:[5]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun atau Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Blimbing | Blimbing, Baran, Bulak, Nglawak, Tegalsari | [5] |
| 2 | Bulusari | Bulusari Utara, Bulusari Selatan, Gunung Butak, Pojok, Sawur, Selang, Sumberdawung | [5] |
| 3 | Cengkok | Cengkok, Beji, Kedungdowo, Sambijajar | [5] |
| 4 | Jati | Jati (Jati Kapur), Krapyak, Manyaran, Pule, Tegalrejo | [6] |
| 5 | Kaliboto | Kaliboto, Kepuhrejo, Pugeran, Rejomulyo, Sumberkepuh | [7] |
| 6 | Kalirong | Kalirong Utara, Kalirong Selatan, Becek, Josaren | [8] |
| 7 | Kedungsari | Kedungsari, Botosari, Kemiri, Sumbersari, Sumberwungu | [5] |
| 8 | Kerep | Kerep, Balongasem, Cabak | [9] |
| 9 | Sumberduren | Sumberduren, Brambang, Templek | [5] |
| 10 | Tarokan | Tarokan, Bukaan, Gebangkerep, Geneng, Guworejo, Jegles, Karanglo, Magersari, Pilangbangu, Sagi, Sukorejo, Sumberpring, Sumberyuyu, Wates | [5][10] |


Kerupuk lamuk atau emplek-emplek lamuk adalah kerupuk renyah berbahan dasar singkong yang diproduksi di berbagai desa di Tarokan seperti Kalirong dan Bulusari. Jajanan ini terbuat dari limbah pembuatan tepung tapioka yang dibuat dari sari ketela. Limbah ini berupa endapan yang umumnya dibuang oleh produsen tepung. Endapan ini dapat diolah menjadi kerupuk, tetapi berbeda dari kerupuk pada umumnya, krupuk lamuk ditambahkan bumbu-bumbu seperti udang rebon, cabai, bawang merah, bawang putih, serta penyedap rasa. Kerupuk lamuk memiliki aroma khas dengan rasa asli yang kecut, tetapi rasanya menjadi lezat apabila diolah dengan bumbu-bumbu di atas.[11]