Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPartai Penegak Demokrasi Indonesia
Artikel Wikipedia

Partai Penegak Demokrasi Indonesia

Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), yang sekarang dikenal sebagai Partai Demokrasi Rakyat Indonesia (PDRI), adalah sebuah partai politik di Indonesia. Partai ini adalah salah satu dari dua partai politik yang meneruskan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dari masa Orde Baru, yang lainnya adalah Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P).

partai politik
Diperbarui 14 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Partai Penegak Demokrasi Indonesia
partai politik di IndonesiaTemplat:SHORTDESC:partai politik di Indonesia
Partai Penegak Demokrasi Indonesia
Ketua umumMentik Budiwiyono[1]
Sekretaris Jenderal-
Dibentuk10 Januari 1973 (klaim PDI);
10 Januari 2003 (sebagai PPDI);
28 November 2020 (sebagai PDRI)
Didahului olehPartai Demokrasi Indonesia (PDI)
Digabungkan denganHanura
Diteruskan olehPDRI (Partai Demokrasi Rakyat Indonesia)
Kantor pusatDKI Jakarta
IdeologiPancasila
Nasionalisme Indonesia
Marhaenisme
Soekarnoisme
Posisi politikTengah ke Kiri-Tengah
Kursi di DPR-
  • Politik Indonesia
  • Partai politik
  • Pemilihan umum

Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), yang sekarang dikenal sebagai Partai Demokrasi Rakyat Indonesia (PDRI), adalah sebuah partai politik di Indonesia. Partai ini adalah salah satu dari dua partai politik yang meneruskan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dari masa Orde Baru, yang lainnya adalah Partai Demokrasi Indonesia – Perjuangan (PDI-P).[1]

Pada tahun 1990-an, PDI mengalami perpecahan internal yang signifikan antara dua faksi: satu dipimpin oleh Soerjadi, yang mendapat dukungan dari pemerintah, dan yang lainnya yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri. Setelah runtuhnya rezim Soeharto, Megawati Soekarnoputri mendirikan partai baru, yaitu PDI-P.[2][3]

Dalam Pemilihan Umum tahun 1999, PDI yang sekarang dipimpin Budi Hardjono[3] mengalami kekalahan elektoral yang signifikan jika dibandingkan dengan PDI-P yang dipimpin oleh Megawati. PDI-P berhasil mendapatkan jumlah kursi terbanyak di DPR setelah pemilu, menjadikannya partai politik dominan. Setelah kekalahan elektoral ini, PDI harus mengubah nama aslinya karena gagal memenuhi ambang parlemen, akhirnya menjadi Partai Penegak Demokrasi Indonesia pada tanggal 10 Januari 2003.[4][1][2][3]

Pemilu 2004

Dalam pemilu 2004, PPDI berpartisipasi dengan nomor urut 11,[5] hanya meraih 856.221 suara, atau 0,75% dari total suara, dan juga hanya memperoleh 1 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.[6] PPDI juga bergabung dalam Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi.[7]

Pemilu 2009

PPDI terbelah akibat ketidaksetujuan terkait penggabungan dengan PDS. Konflik internal ini muncul dari rencana Mentik Budiwiyono untuk menggabungkan PPDI dengan PDS, sebuah langkah yang pada dasarnya akan membubarkan PPDI. Beberapa anggota partai, yang dipimpin oleh V. Joes Prananto, menentang keputusan ini, dengan alasan kurangnya kepatuhan terhadap konstitusi partai dan ketiadaan mekanisme yang tepat untuk penggabungan tersebut.[8]

Meskipun terdapat ketidaksepakatan, penggabungan tetap berjalan dengan partisipasi hanya beberapa pejabat partai, termasuk Mentik dan Sekretaris Jenderal Joseph Williem Wea. Sebagai respons, anggota partai yang berseberangan menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dari 16 hingga 18 November 2007. Hasilnya adalah pemilihan Endung Sutrisno sebagai Ketua dan V. Joes Prananto sebagai Sekretaris Jenderal.[8]

Konflik internal ini sangat mengurangi kemampuan partai untuk berpartisipasi dalam Pemilu Umum 2009. 33 dari 50 calon yang terdaftar di KPU dipecat. Hal ini mengurangi jumlah kandidat legislatif mereka, menjadikan mereka partai dengan jumlah kandidat paling sedikit dalam pemilu.[9]

Awalnya, Kementerian Hukum dan HAM mengakui faksi Mentik sebagai kepemimpinan sah partai. Namun, faksi Endung menggugat keputusan ini dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, menantang kewenangan Kementerian. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan mendukung faksi Endung. Namun, setelah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, Kementerian berhasil membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan mengonfirmasi keabsahan faksi Mentik. Sayangnya, pada saat itu, KPU sudah menyelesaikan daftar calon legislatif yang diajukan oleh faksi Endung, dengan argumen bahwa mereka diakui sebagai sah oleh Kementerian.[9]

Diberdayakan oleh kemenangan Kementerian, faksi Mentik mengambil tindakan drastis dengan mengeluarkan anggota yang tidak berpihak pada mereka. Ini berlaku tidak hanya pada tingkat nasional (DPR), tetapi juga pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota (DPRD).[9]

Berpartisipasi dengan nomor urut 19,[10] PPDI menghadapi hasil yang lebih buruk dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Mereka hanya berhasil meraih 137.727 suara, setara dengan 0,13% dari total suara, dan juga kehilangan satu kursinya di DPR.[11]

Setelah penampilan yang kurang memuaskan, PPDI bersama dengan 11 partai politik lainnya mendirikan partai baru, yaitu Partai Persatuan Nasional. Daftar partai politik yang terlibat dalam penggabungan ini mencakup:[12]

  1. Partai Persatuan Daerah (PPD),
  2. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP),
  3. Partai Patriot,
  4. Partai Nasional Benteng Kemerdekaan (PNBK) Indonesia,
  5. Partai Pelopor,
  6. Partai Matahari Bangsa (PMB),
  7. Partai Indonesia Sejahtera (PIS),
  8. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI),
  9. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI),
  10. Partai Pemuda Indonesia (PPI),
  11. Partai Kedaulatan, dan
  12. Partai Merdeka.

Pemilu 2014

Dalam proses seleksi partai politik peserta pemilihan umum legistatif 2014 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum, Partai Penegak Demokrasi Indonesia lolos dalam tahap verifikasi awal namun kemudian mengalami kendala dalam tahap verifikasi administrasi.[13] Pada tanggal 10 Maret 2013, Partai Penegak Demokrasi Indonesia bersama sembilan partai nonparlemen lainnya menyatakan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat.[14]

Rujukan

  1. 1 2 3 Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Suryadinata, Leo (2005). Emerging Democracy in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. hlm. 26. ISBN 981-230-323-5.
  2. 1 2 "Partai Penegak Demokrasi Indonesia (19)". detik.com. Diakses tanggal 2023-10-21.
  3. 1 2 3 "Akhir dari tanduk Partai Demokrasi Indonesia". SINDOnews.com Nasional. Diakses tanggal 2023-10-21.
  4. ↑ Setiawan, Bambang; Bestian, Nainggolan, ed. (2004). Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004–2009. Jakarta: Kompas. hlm. 213. ISBN 979-709-121-X.
  5. ↑ "Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2004 Diumumkan". liputan6.com. 9 Desember 2003. Diakses tanggal 2023-10-21.
  6. ↑ "Hasil Pemilu 2004, Perolehan Suara Parpol dan Kursi DPR Halaman all". Kompas.com. 29 Juni 2022. Diakses tanggal 2023-10-21.
  7. ↑ "Sepuluh Fraksi DPR Disahkan". liputan6.com. 2 Oktober 2004. Diakses tanggal 2023-10-21.
  8. 1 2 "Partai berpengurus ganda saling klaim di KPU". Okezone. 12 Agustus 2017.
  9. 1 2 3 "Nasib Parpol Eks PDI Soerjadi, Separuh Calegnya Dipecat". detik.com. Diakses tanggal 2023-10-21.
  10. ↑ KPU tetapkan nomor urut parpol peserta Pemilu 2009.
  11. ↑ "Hasil Pemilu dan Pilpres 2009 Halaman all". Kompas.com. 25 Mei 2022. Diakses tanggal 2023-10-21.
  12. ↑ "Partai Gurem Ingin Bersatu". jpnn.com
  13. ↑ "16 Parpol Lolos Verifikasi Adminitrasi". KPU RI. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-05. Diakses tanggal 2013-03-10.
  14. ↑ Sepuluh Parpol Tak Lolos Verifikasi Gabung ke Hanura. Kompas.com
  • l
  • b
  • s
Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 2009
Nasional
  • Partai Amanat Nasional
  • Partai Barisan Nasional
  • Partai Bintang Reformasi
  • Partai Bulan Bintang
  • Partai Buruh
  • Partai Damai Sejahtera
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  • Partai Demokrasi Kebangsaan
  • Partai Demokrasi Pembaruan
  • Partai Demokrat
  • Partai Gerakan Indonesia Raya
  • Partai Golongan Karya
  • Partai Hati Nurani Rakyat
  • Partai Indonesia Sejahtera
  • Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  • Partai Karya Peduli Bangsa
  • Partai Karya Perjuangan
  • Partai Keadilan dan Persatuan
  • Partai Keadilan Sejahtera
  • Partai Kebangkitan Bangsa
  • Partai Kebangkitan Nasional Ulama
  • Partai Kedaulatan
  • Partai Matahari Bangsa
  • Partai Merdeka
  • Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  • Partai Patriot
  • Partai Peduli Rakyat Nasional
  • Partai Pelopor
  • Partai Pemuda Indonesia
  • Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  • Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
  • Partai Perjuangan Indonesia Baru
  • Partai Persatuan Daerah
  • Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
  • Partai Persatuan Pembangunan
  • Partai Republika Nusantara
  • Partai Sarikat Indonesia
Lokal Aceh
  • Partai Aceh
  • Partai Aceh Aman Seujahtra
  • Partai Bersatu Aceh
  • Partai Darul Aceh
  • Partai Rakyat Aceh
  • Partai SIRA
Keterangan: Tebal - mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat sesuai dengan ketentuan ambang batas parlemen.
  • l
  • b
  • s
Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 2004
  • Partai Amanat Nasional
  • Partai Bintang Reformasi
  • Partai Bulan Bintang
  • Partai Buruh Sosial Demokrat
  • Partai Damai Sejahtera
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  • Partai Demokrat
  • Partai Golongan Karya
  • Partai Karya Peduli Bangsa
  • Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
  • Partai Keadilan Sejahtera
  • Partai Kebangkitan Bangsa
  • Partai Perhimpunan Indonesia Baru
  • Partai Merdeka
  • Partai Nasional Banteng Kemerdekaan
  • Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  • Partai Patriot Pancasila
  • Partai Pelopor
  • Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  • Partai Persatuan Daerah
  • Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan
  • Partai Persatuan Pembangunan
  • Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
  • Partai Sarikat Indonesia
  • l
  • b
  • s
Bekas partai politik di Indonesia
Partai didirikan masa pra-kemerdekaan
  • Chung Hwa Hui
  • Gerakan Rakyat Indonesia
  • Indische Partij
  • Insulinde
  • Paguyuban Pasundan
  • Partai Fasis Indonesia
  • Partai Indonesia
  • Partai Indonesia Raya
  • Partai Islam Indonesia
  • Partai Katolik
  • Partai Komunis Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia
  • Partai Tionghoa Indonesia
Partai didirikan masa Orde Lama dan Baru
  • Masyumi
  • Nahdlatul Ulama
  • Partai Persatuan Indonesia Raya
  • Partai Buruh Indonesia
  • Partai Angkatan Komunis Muda
  • Partai Tani Indonesia
  • Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia
  • Gerakan Pilihan Sunda
  • Partai Kebangsaan Indonesia
  • Partai Kebangsaan Indonesia Wanita
  • Persatuan Rakjat Desa
  • Partai Rakyat Indonesia Merdeka
  • Partai Kristen Indonesia
  • Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  • Partai Sosialis Indonesia
  • Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  • Persatuan Tarbiyah Islamiyah
  • Partai Rakyat Nasional
  • Partai Demokrasi Indonesia
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba)
  • Partai Persatuan Dayak
  • Partai Rakyat Sosialis
  • Partai Demokrat Tionghoa Indonesia
Partai didirikan masa Reformasi
  • Partai Abul Yatama
  • Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  • Partai Bintang Reformasi
  • Partai Buruh (1998)
  • Partai Cinta Damai
  • Partai Damai Sejahtera
  • Partai Daulat Rakyat
  • Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  • Partai Indonesia Baru
  • Partai Islam Demokrat
  • Partai Katolik Demokrat
  • Partai Keadilan Sejahtera
  • Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  • Partai Kebangkitan Ummat
  • Partai Kebangsaan Merdeka
  • Partai Kristen Nasional Indonesia
  • Partai Masyumi Baru
  • Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba baru)
  • Partai Nasional Bangsa Indonesia
  • Partai Nasional Demokrat
  • Partai Nasional Indonesia (PNI–Supeni)
  • Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
  • Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen
  • Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  • Partai Pekerja Indonesia
  • Partai Pelopor
  • Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  • Partai Perjuangan Indonesia Baru
  • Partai Persatuan
  • Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
  • Partai Pilihan Rakyat
  • Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  • Partai Rakyat Demokratik
  • Partai Rakyat Indonesia
  • Partai Sarikat Indonesia
  • Partai Solidaritas Pekerja
  • Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  • Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia (baru)
  • Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 (baru)
  • Partai Ummat Islam
  • Partai Umat Muslimin Indonesia
  • Partai Uni Demokrasi Indonesia
  • Daftar partai
  • Politik Indonesia
  • Portal Portal:Politik

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pemilu 2004
  2. Pemilu 2009
  3. Pemilu 2014
  4. Rujukan

Artikel Terkait

Daftar partai politik di Indonesia

artikel daftar Wikipedia

Partai politik

organisasi sosial politik yang mengoordinasikan kader-kadernya untuk bersaing dalam pemilihan umum

Politik

praktik dan teori memengaruhi orang lain, seperti dalam pemerintahan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026