Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Ambang batas parlemen

Ambang batas parlemen adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Ketentuan ini pertama kali diterapkan pada Pemilu 2009. Threshold merupakan persyaratan minimal dukungan yang harus diperoleh partai politik untuk mendapatkan perwakilan yang biasanya dilihat dari presentase perolehan suara di pemilu. Menurut Kacung Marijan, yang dimaksud ambang batas parlemen adalah batas minimal suatu partai atau orang untuk memperoleh kursi (wakil) di parlemen. Maksudnya, agar orang atau partai itu mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil karena mendapat kekuatan memadai di lembaga perwakilan. Pernyataan tersebut juga disetujui oleh Hanta Yuda yang mengatakan bahwa, dalam logika politik pemerintahan, sebenarnya bukan jumlah partai politik peserta pemilu yang harus dibatasi, tetapi jumlah ideal kekuatan partai politik yang perlu diberdayakan atau dirampingkan di parlemen.

Wikipedia article
Diperbarui 24 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bagian Seri politik
Sistem pemilihan
Ballot box
Pluralitas/mayoritas

  • Pluralitas
  • Pemenang undi terbanyak
  • Suara tunggal yang tidak dapat dialihkan
  • Pemilihan terbatas
  • Kemajemukan besar (pemilihan blok)
  • Tiket umum

  • Sistem banyak putaran
  • Dua putaran
  • Surat suara lengkap

  • Sistem peringkat / preferensial
  • Putaran instan (pemilihan alternatif)
    • Pilih kontingen
    • Metode Coombs
  • Metode Condorcet (Copeland, Dodgson, Kemeny–Young, Minimax, Nanson, Pasangan berperingkat, Schulze, Alternatif Smith)
  • Sistem posisional (Hitung Borda, Metode Nauru/Dowdall, Eurovision Song Contest)
  • Pemilihan Bucklin
    • Sistem pemilihan awal Oklahoma
  • Pemilihan blok preferensial

  • Sistem kardinal / kelas
  • Pemilihan nilai
  • Pemilihan persetujuan (unified primary)
    • Pemilihan persetujuan kombinasi
  • Pertimbangan biasa
  • Satisfaction approval voting
  • Pertimbangan mayoritas
  • STAR voting
Perwakilan berimbang

  • Daftar partai
  • (Daftar terbuka, Daftar tertutup, Daftar lokal)
  • Rata-rata tertinggi (D'Hondt, Sainte-Laguë, Huntington–Hill)
  • Sisa terbesar (Hare, Droop, Imperiali, Hagenbach-Bischoff)
    Daftar peringkat partai PB Suara spare

  • Bentuk berimbang dari pemilihan peringkat
  • Suara tunggal yang dapat dialihkan (Gregory, Wright, CPO-STV, Schulze STV)

  • Bentuk berimbang dari pemilihan persetujuan
  • Pemilihan persetujuan berimbang
  • Pemilihan persetujuan berurutan

  • Pembagian biproporsional
  • Pemilihan mayoritas adil

  • Pemilihan tertimbang
  • Perwakilan langsung
  • Perwakilan Interaktif
  • Demokrasi cairan
Sistem campuran
  • Berimbang anggota campuran
  • Sistem penambahan anggota
  • Pemilihan paralel (mayoritas anggota campuran)
  • Scorporo
  • Mayoritas bonus
  • Pemilihan alternatif plus
  • Perwakilan anggota ganda
  • Perwakilan desa–kota
Sistem lain dan teori berhubungan
  • Pemilihan kumulatif
  • Pemilihan binomial
  • Pemilihan wakil
    • Pemilihan delegasi
  • Seleksi acak (Undian, Surat suara acak)

  • Perbandingan sistem pemilihan
  • Teori pilihan sosial
    • Arrow's theorem
    • Gibbard–Satterthwaite theorem
  • Teori pilihan publik
 Portal Politik
  • l
  • b
  • s
Bagian dari seri Politik
Pemilihan
Kotak suara
Jenis
  • Pemilihan sela
  • Korporat
  • Langsung / Tidak langsung
  • Terbuka / Tertutup
  • Jangka tetap
  • Umum
  • Lokal
  • Paruh waktu
  • Kemajemukan
  • Pendahuluan
  • Berimbang
  • Pelengseran
  • Awal
  • Undi
  • Sistem dua putaran
Istilah
  • Pemilih anonim
  • Alokasi kursi
  • Audit
  • Persaingan
  • Penetapan daerah pemilihan
  • Pemungutan suara silang
  • Kolese elektoral
  • Undang-undang pemilihan umum
  • Masa tenang kampanye
  • Pembatasan daerah pemilihan
  • Inisiatif rakyat
  • Psefologi
  • Pemungutan suara rahasia
  • Hak suara
  • Suara terbuang
Bagian penting
  • Partai politik
  • Pemungutan suara
  • Sistem pemilihan
Daftar
  • Menurut negara
  • Pemilihan tertutup
  • Pemilu terbaru
  • Pemilu berikutnya
  • Pemilu nasional dan lokal dalam tahun 2026
Artikel terkait
  • Keamanan siber pemilihan umum
  • Kecurangan pemilihan umum
  • Referendum (menurut negara)
  • Reformasi pemilihan umum
  • Ilmu pemilihan
 Portal Politik
  • l
  • b
  • s

Ambang batas parlemen (bahasa Inggris: parliamentary threshold) adalah ambang batas perolehan suara minimal partai politik dalam pemilihan umum untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Ketentuan ini pertama kali diterapkan pada Pemilu 2009. Threshold merupakan persyaratan minimal dukungan yang harus diperoleh partai politik untuk mendapatkan perwakilan yang biasanya dilihat dari presentase perolehan suara di pemilu.[1] Menurut Kacung Marijan, yang dimaksud ambang batas parlemen adalah batas minimal suatu partai atau orang untuk memperoleh kursi (wakil) di parlemen. Maksudnya, agar orang atau partai itu mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil karena mendapat kekuatan memadai di lembaga perwakilan (di Indonesia dikenal dengan istilah parliementary threshold).[2] Pernyataan tersebut juga disetujui oleh Hanta Yuda yang mengatakan bahwa, dalam logika politik pemerintahan, sebenarnya bukan jumlah partai politik peserta pemilu yang harus dibatasi, tetapi jumlah ideal kekuatan partai politik yang perlu diberdayakan atau dirampingkan di parlemen.

Alasan

Pendukung aturan ambang batas parlemen berpendapat bahwa adanya batas minimal mencegah kelompok-kelompok kecil dan radikal di parlemen. Hal ini dianggap baik karena akan menyederhanakan parlemen, serta membantu terbentuknya pemerintahan dan parlemen yang stabil. Para kritik sistem ini berpendapat bahwa sistem ini cenderung meniadakan wakil rakyat untuk para pendukung partai kecil.[3]

Ambang batas di berbagai negara

Indonesia

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 berdasarkan Pasal 202 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 2,5% dari jumlah suara sah secara nasional dan hanya diterapkan dalam penentuan perolehan kursi DPR dan tidak berlaku untuk DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota. Ketentuan ini diterapkan pada Pemilu 2009.

Pada Pemilu 2014 dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 3,5% dan berlaku nasional untuk semua anggota DPR dan DPRD.[4] Setelah digugat oleh 14 partai politik, Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas 3,5% tersebut hanya berlaku untuk DPR dan ditiadakan untuk DPRD.[5][6] Ketentuan ini direncanakan akan diterapkan sejak Pemilu 2014.

Pemilu 2019 dan 2024 dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun Tahun 2017, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 4% dan berlaku nasional untuk semua anggota DPR.[7][8][9]

Lihat pula

  • Ambang batas presiden
  • Suara Terbuang

Referensi

  1. ↑ Yuda AR, Hanta, Presidensialisme Setengah Hati Dari Dilema Ke Kompromi, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.
  2. ↑ Al-Arif, M. Yasin (22 April 2015). "Anomali Sistem Pemerintahan Presidensial Pasca Amendemen UUD 1945" (PDF). Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM No. 2. 22: 238–254. Diakses tanggal 22 April 2015.
  3. ↑ Yuda A.R., Hanta (3 Agustus 2010). "The problem of presidential-multiparty system". The Jakarta Post. Diakses tanggal 3 Agustus 2010.
  4. ↑ "Voting DPR Putuskan PT Pemilu 3,5 Persen Skala Nasional". detikcom. 12 April 2012. Diakses tanggal 12 April 2012.
  5. ↑ "MK Kabulkan Permohonan 14 Parpol". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-02. Diakses tanggal 2012-10-28.
  6. ↑ "Kalangan DPR Hormati Keputusan MK Soal PT Pemilu 2014". detikcom. 29 Agustus 2012. Diakses tanggal 29 Agustus 2012.
  7. ↑ Setiawan, Sakina Rakhma Diah (12 Mei 2018). Aziza, Kurnia Sari (ed.). "Perludem: Ambang Batas Parlemen 4 Persen, Persaingan Parpol Semakin Sengit". Kompas.com. Diakses tanggal 12 Mei 2018.
  8. ↑ Rosyidi, Ahmad Lathif (20 Juni 2022). Futhuhin, Achmad Ali (ed.). "Yang Lolos Partai Akar Rumput". Rakyat Merdeka. Diakses tanggal 20 Juni 2022.
  9. ↑ Gitiyarko, Vincentius (2024-02-19). "Suara Terbuang Terpapas Ambang Batas Parlemen". kompas.id. Diakses tanggal 2024-02-19.


Ikon rintisan

Artikel bertopik politik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Alasan
  2. Ambang batas di berbagai negara
  3. Indonesia
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Tsamara Amany

politikus Indonesia

Choky Sitohang

pemeran laki-laki asal Indonesia

Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024

Pemilihan Umum Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026