Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Krakatau Steel

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang produksi baja. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 17 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Krakatau Steel
Untuk kegunaan lain, lihat Krakatau (disambiguasi).
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
Kantor pusat Krakatau Steel.
Jenis perusahaan
Badan Usaha Milik Negara
Kode emitenBEI: KRAS
IndustriManufaktur Baja
Didirikan31 Agustus 1970
Kantor pusatJl. Industri No.5,
Cilegon, Banten
Tokoh kunci
  • Muhamad Akbar
    (Direktur Utama)
  • Hendro Martowardojo
    (Komisaris Utama)
Produk
  • Baja Lembaran Panas,
  • Baja Lembaran Dingin,
  • Batang Kawat
Jasa
  • Rekayasa & Konstruksi
  • Pemeliharaan Mesin
  • Konsultasi Teknis
  • Penyediaan Infrastruktur-Suprastruktur
PendapatanKenaikan Rp30 Triliun (November 2021)
Laba operasi
Kenaikan Rp2,2 Triliun (November 2021)
Laba bersih
Kenaikan Rp1,06 Triliun (November 2021)
Pemilik
  • Danantara Asset Management (79%)
  • BP BUMN (1%) Publik (20%)
Anak usaha
  • PT Krakatau Baja Konstruksi (sub-holding)
  • PT Krakatau Sarana Infrastruktur (sub-holding)
Situs webwww.krakatausteel.com

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia[1] yang bergerak di bidang produksi baja. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.

Perusahaan yang berkantor pusat di Cilegon, Banten ini mulanya dibentuk sebagai wujud pelaksanaan Proyek Baja Trikora yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960 untuk memiliki pabrik baja yang mampu mendukung perkembangan industri nasional yang mandiri, bernilai tambah tinggi, dan berpengaruh bagi pembangunan ekonomi nasional.

Ketika dibentuk pada tanggal 20 Mei 1962, perusahaan yang dulunya bernama Cilegon Steel Mill ini resmi berdiri dengan kerja sama Tjazpromexport dari Uni Soviet. Namun, terjadinya gejolak politik dan ekonomi yang parah, mengakibatkan pembangunan pabrik sempat terhenti.

Barulah memasuki awal 1970-an, unit pabrik dilanjutkan pembangunannya dan dioperasikan secara resmi pada tanggal 31 Agustus 1970 dengan nama Krakatau Steel. Selama dekade pertama perusahaan berdiri, Krakatau Steel telah melakukan gerak cepat dalam pembangunan kawasan operasi terpadu produksi baja di Cilegon dengan berbagai peresmian operasional perdana yang disaksikan dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto dari pusat pengolahan air terpadu, pelabuhan Cigading, PLTU Cilegon 400 MW serta pabrik baja terpadu yang meliputi 4 produk baja utama.

Sejarah

Era Hindia Belanda dan Jepang

Jauh sebelum gagasan industri baja nasional muncul, cikal bakal pengolahan bijih besi telah lahir sejak tahun 1861. Kala itu, pemerintah kolonial Hindia Belanda membangun tanur di Lampung. Pembangunan Tanur di Lampung berfungsi untuk mengolah hasil tambang bijih besi berbahan bakar batu bara. Meski berukuran kecil, industri pengolahan tersebut mampu menghasilkan baja kasar yang berfungsi untuk membuat suku cadang pabrik gula, pabrik karet, dan peralatan pertanian. Namun, industri pengolahan bijih besi tersebut terpaksa tutup lantaran pengelolaannya yang tidak profesional. Pada masa pendudukan Jepang, sebuah tanur pernah dibangun di Kalimantan Selatan dengan bahan bakar batu bara. Namun, banyaknya gejolak perang dan revolusi fisik mengakibatkan perintisan industri baja sempat terhenti.

Masa Orde Lama (1945-1966)

Baru pada tahun 1956, industri baja mulai mendapat perhatian dengan diperkuat adanya gagasan mendirikan industri baja nasional. Menteri Perindustrian dan Pertambangan, Chaerul Saleh bersama Djuanda dari Biro Perancang Negara (kini Bappenas), mulai menyusun cetak biru industri baja nasional. Indonesia yang sedang giat-giatnya melakukan pembangunan sangat membutuhkan keberadaan industri pengolahan bijih besi. Biro Perancang Negara menggandeng konsultan asing untuk merintis industri baja yang bernama Proyek Besi Baja Trikora.

Setelah studi kelayakan selesai disusun, Cilegon dipilih sebagai tempat pengolahan dan produksi hasil olahan bijih besi karena memiliki kelebihan seperti, lahan luas yang tidak mengalihfungsikan lahan pertanian, terdapat sumber air yang melimpah, aksesnya yang terjangkau dari berbagai pulau untuk mendatangkan besi tua melalui pelabuhan Merak. Penandatanganan kerja sama pembangunan dengan Tjazpromexport (All Union Export-Import Corporation) dari Uni Soviet pada 7 Juni 1960 berlanjut dengan peletakan batu pertama pada 20 Mei 1962. Sekali lagi, pembangunan ini kembali terhenti karena gonjang-ganjing politik G30S/PKI.

Pembangunan

Setelah vakum selama lima tahun, Proyek Besi Baja Trikora dilanjutkan lewat Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35, 31 Agustus 1970 dengan didirikannya PT Krakatau Steel (Persero). Pendirian Krakatau Steel disahkan dengan Akta Notaris Tan Thong Kie Nomor 34, pada tanggal 23 Oktober 1971 di Jakarta.

Sejak saat itu, Krakatau Steel mulai mengejar ketertinggalannya dengan mempercepat pembangunan industri baja terpadu di Indonesia. Gerak maju dan usaha keras itu dapat dilihat dari serangkaian peresmian unit-unit pabrik dan sarana pendukungnya. Pada tahun 1977, peresmian perdana oleh Presiden Soeharto atas sejumlah pabrik seperti pabrik Besi Beton, pabrik Besi Profil dan Pelabuhan Cigading. Dua tahun kemudian, 1979, secara resmi pembangunan pabrik Besi Spons, pabrik Billet Baja, pabrik Batang Kawat, Pembangkit Listrik Tenaga Uap 400 MW, pusat pengolahan air dan PT KHI Pipe selesai dan beroperasi penuh. Pada tahun 1983 pembangunan pabrik Baja Slab, pabrik Baja Lembaran Panas (Hot Rolled Coiled) dan pabrik Besi Spons selesai dibangun dan resmi dioperasikan. Hingga pada 1993, masih ada peresmian perluasan dan modernisasi.

Identitas Baru

Sejak 28 Agustus 2020, Krakatau Steel resmi meluncurkan identitas baru mulai dari logo hingga nilai-nilai perusahaan. Terhitung sejak kuartal pertama 2020, Krakatau Steel kembali meraih laba setelah 8 tahun terakhir. Nilai positif ini yang menjadi cikal bakal perubahan identitas Krakatau Steel yang semula dominan warna merah menjadi warna biru yang mengasosiasikan keberhasilan restrukturisasi dan transformasi yang telah dilakukan sejak tahun 2019 sehingga membukukan keuntungan setelah 8 tahun terakhir. Pendapatan dari PT. Krakatau Steel (KRAS) pada tahun 2021 meningkat 5,7 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan yang diraih produsen baja plat merah ini sebesar Rp 312 miliar sepanjang tahun 2021. Hal ini menurut banyak pihak hasil dari program hilirisasi yang dilakukan oleh perusahaan, selain tentu dengan adanya perbaikan manajemen yang terjadi di perusahaan yang terletak di Kota Cilegon ini.[2] Dengan semangat yang baru, Krakatau Steel akan terus berusaha dalam mendorong kemajuan para partner dengan pemanfaatan segala aset agar dapat digunakan sebagai sumber kebaikan bersama. Krakatau Steel adalah group of companies yang turut mendukung pertumbuhan dan keberlangsungan industri dan infrastruktur nasional dengan menjadi perusahaan terpercaya dan kredibel.

Peralihan pemegang saham negara

Pada bulan Maret 2025, pemerintah menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Biro Klasifikasi Indonesia, yang kemudian menjadi Danantara Asset Management, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding operasional di internal Danantara.[3]

Pada 6 Januari 2026, dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN melalui Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara Republik Indonesia Berupa Saham Seri B pada BUMN Kepada Badan Pengaturan BUMN, sekaligus mengalihkan fungsi pengelolaan negara dari Kementerian BUMN kepada BP BUMN, Krakatau Steel mengalihkan 154.771.174 lembar saham Seri B atau setara 0,99% yang sebelumnya dimiliki oleh Danantara Asset Management kepada BP BUMN, yang kemudian dijadikan sebagai saham Seri A Dwiwarna.[4] Dengan pengalihan kepemilikan saham Seri B tersebut, porsi kepemilikan saham Danantara Asset Management terhadap Krakatau Steel berkurang menjadi 79%, kendati tidak memengaruhi komposisi kepemilikan saham Negara Republik Indonesia secara keseluruhan.[5]

Mitra dan Anak Usaha

Mitra

  • Nippon Steel (Jepang)
  • Pohang Iron & Steel Corporation (Korea Selatan)

Anak Usaha

Salah satu gedung kantor Krakatau Steel, di Jakarta.

Pada 10 November 2010, di tengah kondisi pasar yang masih bergejolak, PT Krakatau Steel (Persero) berhasil menjadi perusahaan terbuka dengan melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 2011, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp17,9 triliun dan laba bersih Rp1.02 triliun. Pada tahun 2011, Perseroan dan anak perusahaan dengan aset senilai Rp21,5 triliun memiliki 8.023 orang karyawan.

Pada 26 November 2014, Krakatau Steel meresmikan pabrik pipa baja kedua milik anak perusahaannya PT KHI Pipe Industry di Cilegon, Banten,[6]. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, PT KHI bakal menjadi produsen pipa baja terbesar di Indonesia, pabrik ini fokus membuat pipa baja untuk sektor industri minyak dan gas (migas)

Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur

Krakatau Sarana Infrastruktur merupakan subholding yang dibentuk oleh Krakatau Steel dan resmi berdiri pada tanggal 30 Juni 2021. Krakatau Sarana Infrastruktur ini merupakan anak usaha Krakatau Steel yang terdiri dari PT Krakatau Sarana Properti (KSP), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). Krakatau Sarana Infrastruktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area bisnis utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan air industri, penyediaan kebutuhan energi, dan kepelabuhan yang disebut dengan Empat Area Bisnis Krakatau Sarana Infrastruktur.

Subholding ini memiliki lahan industri seluas 3.250 hektar, kapasitas air industri sebesar 3.000 liter per detik untuk kebutuhan Kota Cilegon, dan kapasitas 1.600 liter per detik untuk kebutuhan di luar Cilegon. Kapasitas energi listrik sebesar 120 MW3 dan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya untuk peningkatan kebutuhan ke depan. Serta fasilitas kepelabuhan yang terdiri dari 17 jetty dengan kapasitas 25 juta ton, kedalaman pelabuhan yang mencapai 21 meter, serta 280.000 ton kapasitas gudang pelabuhan..

Subholding Krakatau Baja Konstruksi

PT Krakatau Baja Konstruksi didirikan pada tahun 1992. Saat ini telah menjadi produsen baja terkemuka di Indonesia. PT Krakatau Baja Konstruksi memproduksi produk berkualitas tinggi seperti Deformed Bar, Plain Bar, Equal Angle, Channel, Wide Flange, H Beam and I Beam. Sebagai anak perusahaan PT Krakatau Steel, dengan kepemilikan saham 99.9997% oleh PT Krakatau Steel dan 0.0003% oleh PT Krakatau Engineering.

Referensi

  1. ↑ krakatausteel Diarsipkan 2016-12-19 di Wayback Machine., (Kaunduh 14/2/13).
  2. ↑ "Website Resmi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk".
  3. ↑ "Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan RI. Diakses tanggal 14 April 2025.
  4. ↑ Lidyana, Vadhia (8 Januari 2026). "Semen Indonesia-Krakatau Steel Alihkan Saham Seri B Danantara ke BP BUMN". IDN Times. Diakses tanggal 19 Januari 2026.
  5. ↑ "Laporan Informasi atau Fakta Material Pengalihan Sebagaian Saham Seri B Milik PT Danantara Asset Management (Persero) di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Kepada Negara Republik Indonesia Melalui Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara" (PDF). PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. 6 Januari 2026. Diakses tanggal 18 Januari 2026.
  6. ↑ Artikel:"Pabrik Baru Diresmikan, Krakatau Steel Dapat Pesanan 2.700 Pipa dari Pertamina" di detik.com

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Steel
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Bandar Samudra
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Engineering
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Baja Konstruksi
  • (Indonesia) Situs web resmi PT KHI Pipe Industries
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Tirta Industri
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Information Technology
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Posco
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Sarana Infrastruktur
  • (Indonesia) Situs web resmi PT Krakatau Sarana Properti
  • l
  • b
  • s
Badan usaha milik negara
Biro Klasifikasi Indonesia
Energi dan sumber
daya mineral
  • MIND ID
  • Pertamina
  • Perusahaan Listrik Negara
Industri pengolahan
  • Bio Farma
  • Boma Bisma Indra
  • DEFEND ID
  • Dok & Perkapalan Kodja Bahari
  • Dok & Perkapalan Surabaya
  • Industri Kapal Indonesia
  • Industri Kereta Api
  • Industri Telekomunikasi Indonesia
  • Krakatau Steel
  • Primissima
  • Pupuk Indonesia
  • Semen Indonesia
  • Semen Kupang
Telekomunikasi
dan media
  • Produksi Film Negara
  • Telkom Indonesia
Jasa keuangan
  • Asabri
  • Bank Mandiri
  • Bank Negara Indonesia
  • Bank Rakyat Indonesia
  • Bank Tabungan Negara
  • Danareksa
  • Indonesia Financial Group
  • Reasuransi Indonesia Utama
  • Taspen
Konstruksi
  • Adhi Karya
  • Amarta Karya
  • Brantas Abipraya
  • Hutama Karya
  • PP Construction & Investment
  • Waskita Karya
  • Wijaya Karya
Aviasi dan pariwisata
  • Injourney
Pertanian
  • Agrinas Jaladri Nusantara
  • Agrinas Palma Nusantara
  • Agrinas Pangan Nusantara
  • ID FOOD
  • Perkebunan Nusantara
Transportasi
dan logistik
  • ASDP Indonesia Ferry
  • Garuda Indonesia
  • Jasa Marga
  • Kereta Api Indonesia
  • Pelayaran Nasional Indonesia
  • Pelindo
  • Persero Batam
  • Pos Indonesia
  • Varuna Tirta Prakasya
  • Daftar
  • Historis
  • Kategori

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Era Hindia Belanda dan Jepang
  3. Masa Orde Lama (1945-1966)
  4. Pembangunan
  5. Identitas Baru
  6. Peralihan pemegang saham negara
  7. Mitra dan Anak Usaha
  8. Mitra
  9. Anak Usaha
  10. Subholding Krakatau Sarana Infrastruktur
  11. Subholding Krakatau Baja Konstruksi
  12. Referensi
  13. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026