Sebelum Perang Enam Hari dan Perang Yom Kippur, terdapat 312 kawasan permukiman, termasuk 2 kota, 163 desa, dan 108 lahan pertanian di Dataran Tinggi Golan. Pada tahun 1966, jumlah penduduk Suriah di Dataran Tinggi Golan diperkirakan sebanyak 147.613 jiwa. Israel menduduki sekitar 70% Dataran Tinggi Golan menjelang berakhirnya Perang Enam Hari. Banyak penduduk yang mengungsi saat perang berkecamuk atau diusir oleh tentara Israel. Sejumlah penduduk dievakuasi oleh tentara Suriah. Garis gencatan senjata ditetapkan dan sebagian besar Dataran Tinggi Golan dikuasai oleh militer Israel, termasuk kota Quneitra, 139 desa, dan 61 lahan pertanian. Sensus Penduduk 1967 yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel hanya mencantumkan delapan permukiman, termasuk Quneitra. Salah satu desa berpenghuni yang tersisa, Shayta, dihancurkan separuhnya pada tahun 1967 dan digantikan oleh pos militer. Pada tahun 1971–72, desa ini dihancurkan sepenuhnya dan penduduknya dipindahkan ke Mas'ade, desa berpenghuni lain yang dikuasai Israel.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia



Sebelum Perang Enam Hari dan Perang Yom Kippur, terdapat 312 kawasan permukiman, termasuk 2 kota, 163 desa, dan 108 lahan pertanian di Dataran Tinggi Golan.[1] Pada tahun 1966, jumlah penduduk Suriah di Dataran Tinggi Golan diperkirakan sebanyak 147.613 jiwa.[2] Israel menduduki sekitar 70% Dataran Tinggi Golan menjelang berakhirnya Perang Enam Hari.[3] Banyak penduduk yang mengungsi saat perang berkecamuk[4] atau diusir oleh tentara Israel.[5][6] Sejumlah penduduk dievakuasi oleh tentara Suriah.[5] Garis gencatan senjata ditetapkan dan sebagian besar Dataran Tinggi Golan dikuasai oleh militer Israel, termasuk kota Quneitra, 139 desa, dan 61 lahan pertanian.[1] Sensus Penduduk 1967 yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel hanya mencantumkan delapan permukiman, termasuk Quneitra.[1] Salah satu desa berpenghuni yang tersisa, Shayta, dihancurkan separuhnya pada tahun 1967 dan digantikan oleh pos militer.[7] Pada tahun 1971–72, desa ini dihancurkan sepenuhnya dan penduduknya dipindahkan ke Mas'ade, desa berpenghuni lain yang dikuasai Israel.[7][8]
Kepala Survei dan Pengawasan Penghancuran Dataran Tinggi Golan Israel mengusulkan penghancuran 127 desa kosong, 90 di antaranya langsung dihancurkan setelah 15 Mei 1968.[9][10] Penghancuran dilakukan oleh kontraktor yang dipekerjakan pemerintah Israel.[6][10][11][12][13][14] Setelah hancur, tanahnya dibagi-bagi ke pemukim Israel.[15] Pemerintah waktu itu berencana melestarikan bangunan bersejarah dan bangunan yang berguna untuk keperluan pemukim Israel.[10]
Usai Perang Yom Kippur 1973, sebagian Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel dikembalikan ke Suriah, termasuk Quneitra, daerah rebutan saat perang. Menurut Komite Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, militer Israel sengaja menghancurkan kota ini sebelum menarik diri pada tahun 1974.[16]
DesaDaftar sesuai urutan abjad; semua penggalan nama diseragamkan, termasuk artikel (al-, as-,...), tetapi diakritiknya dihapus (contohnya, ‘A ditulis dengan A biasa). Beberapa nama muncul dua kali dalam berbagai variasi ejaan dari sumber yang berbeda.
|
Lahan pertanianDaftar sesuai urutan abjad; semua penggalan nama diseragamkan, termasuk artikel (al-, as-,...), tetapi diakritiknya dihapus (contohnya, ‘A ditulis dengan A biasa).
|