Korupsi di Chili merupakan masalah yang relatif terkendali dibandingkan dengan banyak negara lain di Amerika Latin, namun tetap menjadi perhatian publik dan media. Meskipun negara ini secara umum dipandang memiliki institusi yang kuat dan tingkat korupsi yang rendah, beberapa skandal besar dalam dua dekade terakhir telah menimbulkan kekhawatiran tentang integritas politik dan transparansi dalam sektor publik maupun swasta.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Korupsi di Chili merupakan masalah yang relatif terkendali dibandingkan dengan banyak negara lain di Amerika Latin, namun tetap menjadi perhatian publik dan media. Meskipun negara ini secara umum dipandang memiliki institusi yang kuat dan tingkat korupsi yang rendah, beberapa skandal besar dalam dua dekade terakhir telah menimbulkan kekhawatiran tentang integritas politik dan transparansi dalam sektor publik maupun swasta.
Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 oleh Transparency International, Chili menempati peringkat ke-32 dari 180 negara, di mana negara yang menempati peringkat pertama dipersepsikan memiliki sektor publik paling jujur.[1] Di kawasan Amerika, Chili berada di peringkat ke-6, di bawah Uruguay, Kanada, Barbados, Bahama, dan Amerika Serikat.[2] Dalam indeks tersebut, Chili memperoleh skor 63 dalam skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih").[3] Sebagai perbandingan regional di kawasan Amerika, skor tertinggi adalah 76, skor rata-rata 42, dan skor terendah 10.[2] Untuk perbandingan global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata 43, dan skor terburuk 8 (peringkat 180).[1]
Menurut studi tahun 2021, wilayah Ñuble, Los Lagos, dan Aysén di Chili merupakan daerah yang paling rentan terhadap nepotisme dan penguasaan kekuasaan oleh elite.[4]
Pada Oktober 2006, terungkap bahwa 90% dari proyek-proyek Chiledeportes, organisasi olahraga milik pemerintah, mengalami berbagai penyimpangan, seperti inisiatif yang tidak pernah dijalankan atau penggunaan identitas palsu dan fiktif. Penyelidikan atas kasus ini mengarah pada penangkapan Juan Michel, seorang tokoh terkemuka dari Partai Kristen Demokrat. Selanjutnya, ditemukan bahwa sebagian besar dana yang dialokasikan untuk cabang Chiledeportes di Region Valparaíso digunakan untuk mendanai kampanye politik anggota koalisi Concertación, terutama kampanye anggota Partai untuk Demokrasi, Laura Soto dan Rodrigo González Torres. Akibat penyalahgunaan dana publik ini, dua puluh orang ditangkap.[5][6]
Tak lama kemudian, Senator Guido Girardi dari Partai untuk Demokrasi terungkap menggunakan faktur palsu dari perusahaan fiktif bernama Publicam untuk membenarkan pengeluaran kampanyenya kepada Servicio de Impuestos Internos (Layanan Pajak Internal). Beberapa anggota tim kampanye Girardi, termasuk pengacaranya, Dante Leoz, ditangkap dan didakwa melakukan penipuan keuangan.[7]
Krisis politik di Chili semakin parah setelah tokoh-tokoh penting dari koalisi Concertación mengakui penyalahgunaan dana publik. Edgardo Boeninger menyatakan bahwa sejak awal, koalisi menganggap sah menggunakan uang negara karena dana swasta lebih banyak mendukung partai sayap kanan. Pernyataan ini didukung oleh Jorge Schaulsohn, yang mengungkap bahwa seluruh partai dalam koalisi menerima dana pemerintah, bahkan untuk membiayai kampanye. Ia menuduh adanya "ideologi korupsi" dalam pemerintahan.[8] Gonzalo Martner dari Partai Sosialis turut mengonfirmasi bahwa dana publik memang digunakan untuk kegiatan partai politik Concertación.[9]
Meskipun semua partai membantah menerima dana publik, hanya Partai untuk Demokrasi (PPD) yang mengambil tindakan terhadap pengungkap fakta, Jorge Schaulsohn, yang dipecat pada Desember 2006 setelah menulis laporan soal korupsi dalam koalisi Concertación, tanpa memberikan bukti konkret. Pemecatan ini memicu kritik keras, bahkan dibandingkan dengan "pembersihan ala Stalin." Banyak yang mempertanyakan mengapa Schaulsohn dihukum, sementara politisi lain yang sedang diselidiki, seperti Guido Girardi, tidak dikenai sanksi.[10]
Senator Fernando Flores menentang keputusan tersebut dan akhirnya keluar dari PPD. Ia mendirikan organisasi politik Chile Primero, yang dilihat sebagai langkah awal membentuk partai baru.[11] Flores secara resmi mengundurkan diri dari partai pada 9 Januari 2006.[12]