Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Korupsi di Chili

Korupsi di Chili merupakan masalah yang relatif terkendali dibandingkan dengan banyak negara lain di Amerika Latin, namun tetap menjadi perhatian publik dan media. Meskipun negara ini secara umum dipandang memiliki institusi yang kuat dan tingkat korupsi yang rendah, beberapa skandal besar dalam dua dekade terakhir telah menimbulkan kekhawatiran tentang integritas politik dan transparansi dalam sektor publik maupun swasta.

kejahatan di Chili
Diperbarui 19 Juni 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Korupsi di Chili
Unjuk rasa terkait korupsi di Santiago, Chili pada 2019.

Korupsi di Chili merupakan masalah yang relatif terkendali dibandingkan dengan banyak negara lain di Amerika Latin, namun tetap menjadi perhatian publik dan media. Meskipun negara ini secara umum dipandang memiliki institusi yang kuat dan tingkat korupsi yang rendah, beberapa skandal besar dalam dua dekade terakhir telah menimbulkan kekhawatiran tentang integritas politik dan transparansi dalam sektor publik maupun swasta.

Dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024 oleh Transparency International, Chili menempati peringkat ke-32 dari 180 negara, di mana negara yang menempati peringkat pertama dipersepsikan memiliki sektor publik paling jujur.[1] Di kawasan Amerika, Chili berada di peringkat ke-6, di bawah Uruguay, Kanada, Barbados, Bahama, dan Amerika Serikat.[2] Dalam indeks tersebut, Chili memperoleh skor 63 dalam skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih").[3] Sebagai perbandingan regional di kawasan Amerika, skor tertinggi adalah 76, skor rata-rata 42, dan skor terendah 10.[2] Untuk perbandingan global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata 43, dan skor terburuk 8 (peringkat 180).[1]

Menurut studi tahun 2021, wilayah Ñuble, Los Lagos, dan Aysén di Chili merupakan daerah yang paling rentan terhadap nepotisme dan penguasaan kekuasaan oleh elite.[4]

Dinamika

Pada Oktober 2006, terungkap bahwa 90% dari proyek-proyek Chiledeportes, organisasi olahraga milik pemerintah, mengalami berbagai penyimpangan, seperti inisiatif yang tidak pernah dijalankan atau penggunaan identitas palsu dan fiktif. Penyelidikan atas kasus ini mengarah pada penangkapan Juan Michel, seorang tokoh terkemuka dari Partai Kristen Demokrat. Selanjutnya, ditemukan bahwa sebagian besar dana yang dialokasikan untuk cabang Chiledeportes di Region Valparaíso digunakan untuk mendanai kampanye politik anggota koalisi Concertación, terutama kampanye anggota Partai untuk Demokrasi, Laura Soto dan Rodrigo González Torres. Akibat penyalahgunaan dana publik ini, dua puluh orang ditangkap.[5][6]

Tak lama kemudian, Senator Guido Girardi dari Partai untuk Demokrasi terungkap menggunakan faktur palsu dari perusahaan fiktif bernama Publicam untuk membenarkan pengeluaran kampanyenya kepada Servicio de Impuestos Internos (Layanan Pajak Internal). Beberapa anggota tim kampanye Girardi, termasuk pengacaranya, Dante Leoz, ditangkap dan didakwa melakukan penipuan keuangan.[7]

Krisis politik di Chili semakin parah setelah tokoh-tokoh penting dari koalisi Concertación mengakui penyalahgunaan dana publik. Edgardo Boeninger menyatakan bahwa sejak awal, koalisi menganggap sah menggunakan uang negara karena dana swasta lebih banyak mendukung partai sayap kanan. Pernyataan ini didukung oleh Jorge Schaulsohn, yang mengungkap bahwa seluruh partai dalam koalisi menerima dana pemerintah, bahkan untuk membiayai kampanye. Ia menuduh adanya "ideologi korupsi" dalam pemerintahan.[8] Gonzalo Martner dari Partai Sosialis turut mengonfirmasi bahwa dana publik memang digunakan untuk kegiatan partai politik Concertación.[9]

Meskipun semua partai membantah menerima dana publik, hanya Partai untuk Demokrasi (PPD) yang mengambil tindakan terhadap pengungkap fakta, Jorge Schaulsohn, yang dipecat pada Desember 2006 setelah menulis laporan soal korupsi dalam koalisi Concertación, tanpa memberikan bukti konkret. Pemecatan ini memicu kritik keras, bahkan dibandingkan dengan "pembersihan ala Stalin." Banyak yang mempertanyakan mengapa Schaulsohn dihukum, sementara politisi lain yang sedang diselidiki, seperti Guido Girardi, tidak dikenai sanksi.[10]

Senator Fernando Flores menentang keputusan tersebut dan akhirnya keluar dari PPD. Ia mendirikan organisasi politik Chile Primero, yang dilihat sebagai langkah awal membentuk partai baru.[11] Flores secara resmi mengundurkan diri dari partai pada 9 Januari 2006.[12]

Referensi

  1. 1 2 "Corruption Perceptions Index 2024: Chile". Transparency.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 April 2025.
  2. 1 2 "CPI 2024 for the Americas: Corruption fuels environmental crime and impunity across the region". Transparency.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 April 2025.
  3. ↑ "The ABCs of the CPI: How the Corruption Perceptions Index is calculated". Transparency.org (dalam bahasa Inggris). 11 February 2025. Diakses tanggal 19 April 2025.
  4. ↑ Vega M., Nicolás Andrés. Measuring Nepotism and Overrepresentation in the Chilean Public Service: Analysis of Paucity and Diversity of Surnames (PDF) (M.Sc. thesis). Politecnico di Torino.
  5. ↑ "Manos largas y Chiledeportes acalambrado". El Mercurio. 2006-12-31.
  6. ↑ "Hija y yerno de diputada Laura Soto fueron formalizados por los "empleos brujos"". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-29. Diakses tanggal 2007-01-09.
  7. ↑ Torrealba, Francisco (2006-12-28). "La dispar doctrina disciplinaria que ha mostrado el TS". El Mercurio.
  8. ↑ "Sorpresivas declaraciones". El Mercurio. 2006-12-31.
  9. ↑ Campusano, Mauricio (2007-01-06). "Figuras oficialistas declararon por uso de gastos reservados". El Mercurio.
  10. ↑ Donoso, Mauricio; Díaz, Waldo (2006-12-29). "Ex-ministro Etcheberry renuncia al PPD tras expulsión de Schaulsohn". La Tercera. Diarsipkan dari asli tanggal 4 January 2007. Diakses tanggal 2007-01-07.
  11. ↑ Morales, Karina (2007-01-05). "Flores lanza "Chile Primero" y critica sutilmente expusión de Schaulsohn". El Mercurio Online. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 January 2007. Diakses tanggal 2007-01-09.
  12. ↑ Morales, Karina (2007-01-09). "El senador Fernando Flores presentó su renuncia al PPD". El Mercurio Online. Diakses tanggal 2007-01-09.
  • l
  • b
  • s
Korupsi di Amerika Selatan
Negara berdaulat
  • Argentina
  • Bolivia
  • Brasil
  • Chili
  • Ekuador
  • Guyana
  • Kolombia
  • Paraguay
  • Peru
  • Suriname
  • Trinidad dan Tobago
  • Uruguay
  • Venezuela
Dependensi dan
wilayah lain
  • Aruba
  • Bonaire
  • Curaçao
  • Kepulauan Falkland
  • Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan
  • Guyana Prancis

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Dinamika
  2. Referensi

Artikel Terkait

Jepang

negara di Asia Timur

Genosida dalam sejarah

Genosida secara luas dianggap sebagai lambang kejahatan manusia, dan telah disebut sebagai "kejahatan dari kejahatan". Gugus Tugas Ketidakstabilan Politik memperkirakan

Cecilia Bolocco

yang jahat dalam telenovela hit di Televisa Meksiko bertajuk Morelia yang disiarkan ke lebih dari 70 negara di seluruh Amerika, termasuk Chili dan Eropa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026