Korupsi di Kolombia merupakan masalah yang meluas di semua tingkat pemerintahan, serta di angkatan bersenjata dan kepolisian. Budaya dan kesadaran umum tentang korupsi ini merasuki masyarakat secara keseluruhan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Korupsi di Kolombia merupakan masalah yang meluas di semua tingkat pemerintahan, serta di angkatan bersenjata dan kepolisian. Budaya dan kesadaran umum tentang korupsi ini merasuki masyarakat secara keseluruhan.
Survei Barometer Korupsi Global tahun 2010 menemukan bahwa lembaga yang dianggap paling korup adalah partai politik dan parlemen, diikuti oleh kepolisian dan pejabat publik, yudikatif, dan militer.[1]
Indeks Persepsi Korupsi Transparency International 2024, berdasarkan persepsi para ahli dan pelaku bisnis terhadap korupsi di sektor publik, memberikan skor 39 untuk Kolombia dalam skala 0 ("sangat korup") hingga 100 ("sangat bersih"). Jika diurutkan berdasarkan skor, Kolombia menempati peringkat ke-92 dari 180 negara dalam indeks tersebut, di mana negara peringkat pertama dianggap memiliki sektor publik paling jujur.[2] Sebagai perbandingan dengan skor regional, skor tertinggi di antara negara-negara Amerika adalah 76, skor rata-rata 42, dan skor terendah 10.[3] Untuk perbandingan skor global, skor terbaik adalah 90 (peringkat 1), skor rata-rata 43, dan skor terburuk 8 (peringkat 180).[4]
Pemerintah Kolombia terus mengambil langkah untuk mengukur dan mengurangi tingkat korupsi di semua tingkatan melalui kebijakan anti-korupsi. Inisiatif juga telah dipimpin oleh sektor swasta demi memfasilitasi dan mendorong aktivitas bisnis.[5]
Antara tahun 1989 dan 1999, korupsi di Kolombia diperkirakan telah merugikan negara sebesar 1% dari PDB-nya setiap tahun.[6] Selain biaya ekonomi akibat korupsi, aspek-aspek lain dari masyarakat Kolombia juga terkena dampaknya, seperti hilangnya kredibilitas politikus dan pemerintah Kolombia, serta demoralisasi dan kurangnya minat masyarakat pada umumnya dalam partisipasi politik.
Studi terbaru tentang perilaku kriminal di negara tersebut menunjukkan bahwa meskipun tingkat kejahatan tumbuh sekitar 39,7% setiap tahunnya, perilaku kriminal oleh pejabat di pemerintahan daerah dan nasional tumbuh 164,1%, dan meskipun terjadi peningkatan ini, hanya sedikit yang dihukum. Tingkat korupsi administratif sangat tinggi sehingga pada tahun 2011, laporan media tentang kejahatan semacam itu menutupi berita tentang terorisme atau konflik bersenjata.[7]
Sebuah studi tahun 2005 yang dipublikasikan oleh Transparency for Colombia menilai indeks integritas pemerintah, dewan, dan badan pengawas di tingkat departemen dan menyimpulkan bahwa tidak ada satu pun dari instansi tersebut yang mencapai tingkat integritas yang memadai. Sebanyak 51% rentan terhadap tingkat korupsi yang tinggi atau sangat tinggi.[8]
Korupsi modern di Kolombia sebagian besar terjadi pada level bisnis antara politikus dan pejabat dengan kontraktor dan perusahaan swasta. Kurangnya perilaku etis di antara individu atau organisasi swasta, serta politikus, telah menghasilkan budaya yang dikenal di Kolombia sebagai "serrucho" (gergaji), di mana hampir menjadi norma bagi individu untuk menyuap politikus agar mendapatkan kontrak dan bagi politikus untuk menambahkan komisi dan biaya ekstra demi keuntungan pribadi mereka. Sumber korupsi lain berasal dari privatisasi institusi milik pemerintah, di mana keuntungan digunakan oleh individu untuk memperkaya diri sendiri.[9]
Menurut studi dari Universidad Externado de Colombia, korupsi merupakan salah satu faktor utama yang menyulitkan kegiatan bisnis di Kolombia. Sebanyak 91% pengusaha menganggap bahwa beberapa pemilik bisnis membayar suap. Sebanyak 16,92% mengatakan bahwa seorang pengusaha akan menawarkan suap, dan dari 28,4% pengusaha yang diminta uang atau fasilitas oleh pejabat pemerintah, hanya 8,52% yang melaporkannya secara efektif kepada pihak berwenang.[10][11]