Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiKonferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025
Artikel Wikipedia

Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025

Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025 adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. KTT ini diselenggarakan pada 15 Agustus 2025 di Pangkalan Gabungan Elmendorf–Richardson di Anchorage, Alaska. Topik utama yang dibahas adalah Perang Rusia–Ukraina yang masih berlanjut dengan Trump ingin mengakhiri perang. KTT ini berakhir tanpa kesepakatan yang akan diumumkan, tetapi Trump kemudian mengisyaratkan bahwa menurut pandangannya, tanggung jawab sekarang ada di tangan Ukraina untuk menyerahkan wilayahnya agar perang berakhir.

pertemuan antara Donald Trump dan Vladimir Putin di Anchorage, Alaska pada 15 Agustus 2025
Diperbarui 20 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025
Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025
2025 Russia–United States Summit
Саммит Россия — США на Аляске
Vladimir Putin dan Donald Trump selama KTT
Tuan rumah United States
Tanggal15 Agustus 2025
TempatPangkalan Gabungan Elmendorf–Richardson
KotaAnchorage, Alaska
Peserta
  • Amerika Serikat Donald Trump
  • Amerika Serikat Marco Rubio
  • Amerika Serikat Steve Witkoff
  • Rusia Vladimir Putin
  • Rusia Sergey Lavrov
  • Rusia Yuri Ushakov
Sebelumnya2021
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat

Kepresidenan
  • Transisi
  • Pelantikan
  • Garis waktu
  • Keputusan eksekutif
    • proklamasi
    • pengampunan
  • Perjalanan
    • 2017
    • 2018
    • 2019
    • internasional
  • KTT
    • Riyadh
    • Singapura
    • Helsinki
    • Hanoi
    • DMZ
  • Penutupan
    • Jan 2018
    • 2018–2019
  • Jajak pendapat
  • Unjuk rasa
    • Foto di St. John
  • Pandemi COVID-19 di Gedung Putih

Proses pemakzulan
  • Upaya pemakzulan
  • Kontroversi Trump–Ukraina

Pengangkatan pejabat
  • Kabinet
    • susunan
  • Duta Besar
  • Hakim federal
    • Gorsuch
    • Kavanaugh
    • Calon Hakim Agung
  • Jaksa A.S.
  • Pemecatan
    • Comey

Kebijakan
  • Ekonomi
    • pemotongan pajak
    • tarif
    • perang dagang Tiongkok
    • infrastruktur
  • Lingkungan
    • Perjanjian Paris
  • Kebijakan luar negeri
    • Perjanjian Iran
    • Yerusalem
    • Golan
  • Imigrasi
    • larangan perjalanan
    • tembok
    • pemisahan keluarga
    • penahanan migran
    • kedaruratan nasional
  • Isu sosial
    • ganja
  • Luar angkasa

Kampanye presiden
  • 2000
    • pemilihan pendahuluan
  • 2016
    • pemilihan umum
    • pemilihan pendahuluan
    • dukungan
    • rapat umum
    • konvensi
    • debat
    • Never Trump
      • tokoh
    • tuduhan pelecehan seksual
      • rekaman Access Hollywood
    • tuduhan penyadapan
    • Spygate
  • 2020
    • pemilihan umum
    • pemilihan pendahuluan
    • dukungan
  • 2024
    • pemilihan umum
    • percobaan pembunuhan

Kontroversi Rusia
  • Proyek bisnis di Rusia
  • Campur tangan pemilu
    • garis waktu
  • Hubungan kenalan dengan pejabat Rusia
  • Dokumen Steele
  • Pertemuan Trump Tower
  • Pengungkapan informasi rahasia
  • Penyelidikan Penasihat Khusus
    • Crossfire Hurricane
    • Transisi
    • 2017
    • 2018
    • 2019
    • dakwaan
    • Laporan Mueller
    • Surat Barr

Bisnis dan pribadi
  • Karier bisnis
    • The Trump Organization
    • The Apprentice
    • kekayaan
    • imbal pajak
  • Buku
  • Eponim
  • Keluarga
  • Yayasan
  • Golf
  • Penghargaan
  • Urusan hukum
    • Stormy Daniels
    • Dakwaan New York
  • Julukan
  • Pandangan ras
  • Kediaman
  • Media sosial
  • Kebenaran

Donald Trump's signature

  • l
  • b
  • s
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Vladimir Putin

Personal
  • Putinisme
  • Keluarga
  • Meja pertemuan
  • Citra publik

Perdana Menteri Rusia
  • Masa pemerintahan
  • Kabinet
    • I
    • II
  • Perjalanan internasional

Presiden Rusia
  • Kepresidenan
  • Pelantikan
    • Ke-1
    • Ke-2
    • Ke-3
    • Ke-4
    • Ke-5
  • Kunjungan internasional
  • Kelompok politik
  • Oposisi
  • Pidato
    • München 2007
    • Krimea 2014
    • Valdai 2014
    • Pandemi COVID-19
    • Majelis Federal 2020
    • Donetsk dan Luhansk 2022
    • Ukraina 2022
    • Moskow 2022
  • KTT
    • Ljubljana
    • Bratislava
    • Helsinki
    • Jenewa
    • Alaska

Kebijakan
  • Kebijakan Dalam Negeri
    • undang-undang dan program
    • reformasi militer
    • reformasi konstitusional
    • juara nasional
    • proyek prioritas
    • dana stabilisasi
  • Hukum Organisasi yang Tidak Diinginkan
  • Kebijakan Luar Negeri
    • Aneksasi Krimea 2014
    • Perang di Donbas 2014
    • Intervensi di Suriah 2015
    • Invasi Ukraina 2022
    • Aneksasi empat wilayah Ukraina 2022
  • Rencana Putin

Pemilu
  • Sejarah Pemilu
  • 2000
    • kampanye
  • 2004
    • kampanye
  • 2012
    • kampanye
  • 2018
    • kampanye
    • PutinTeam
  • 2024
    • kampanye


Vladimir Putin's signature

  • l
  • b
  • s

Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025 (juga dikenal sebagai Alaska 2025 atau Konferensi Tingkat Tinggi Trump–Putin) adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. KTT ini diselenggarakan pada 15 Agustus 2025 di Pangkalan Gabungan Elmendorf–Richardson di Anchorage, Alaska.[1] Topik utama yang dibahas adalah Perang Rusia–Ukraina yang masih berlanjut dengan Trump ingin mengakhiri perang.[2][3] KTT ini berakhir tanpa kesepakatan yang akan diumumkan, tetapi Trump kemudian mengisyaratkan bahwa menurut pandangannya, tanggung jawab sekarang ada di tangan Ukraina untuk menyerahkan wilayahnya agar perang berakhir.[4]

Ini adalah pertama kalinya Putin diundang ke negara barat sejak ia memerintahkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. Putin menghadapi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (di mana Amerika Serikat tidak lagi menjadi anggota aktif)[5] karena diduga[6] melakukan kejahatan perang. Ini juga pertama kalinya kunjungan presiden Rusia ke Amerika Serikat dilakukan di pangkalan militer AS.[7] Ini adalah pertemuan pertama antara Trump dan Putin sejak Trump terpilih kembali pada tahun 2024, yang pertama di antara mereka sebagai presiden yang sedang menjabat sejak pertemuan terakhir mereka pada tahun 2019 di Osaka, pertemuan puncak pertama mereka sejak KTT Helsinki 2018, dan pertemuan pertama antara presiden kedua negara sejak invasi Rusia ke Ukraina, yang terjadi delapan bulan setelah KTT Rusia–Amerika Serikat 2021 antara Joe Biden dan Putin.[8] Ini adalah kunjungan pertama Putin ke Amerika Serikat sejak tahun 2015 ketika ia menghadiri sidang ke-70 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City.[7] Ini juga merupakan pertemuan pertama yang diselenggarakan AS antara presiden Rusia dan Amerika Serikat sejak tahun 2007, ketika Putin bertemu dengan George W. Bush di Maine.[9][10][11]

Latar belakang

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump di KTT G20 di Osaka, 2019

Pada Februari 2022, Putin memerintahkan invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, yang memicu perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Selama pemilihan presiden 2024, Donald Trump, yang saat itu masih menjadi calon presiden, berkampanye dengan janji untuk mengakhiri perang di hari pertamanya menjabat. Trump bahkan berjanji bahwa ia akan mencoba mencari perdamaian sebelum dipilih kembali atau disumpah kembali menjadi presiden.[12] Trump menjadi presiden pada Januari 2025. Pada 12 Februari 2025, ia melakukan panggilan telepon mendadak dengan Putin yang menghasilkan negosiasi antara Rusia dan AS untuk pertama kalinya sejak invasi.[13] Akhir bulan itu, Sekretaris Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mulai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Arab Saudi.[14] Selama beberapa bulan berikutnya, Trump terus berkomunikasi dengan Putin melalui panggilan telepon dan postingan Truth Social.[15][16]

Trump berulang kali mengancam Putin bahwa ia akan menangguhkan sanksi ekonomi yang sudah diterapkan terhadap Rusia jika Rusia tidak berhenti menyerang Ukraina. Putin berulang kali menghiraukan ancaman tersebut dan Trump tidak menindaklanjutinya.[17][18]

Pada 8 Mei, Trump mengancam bahwa Amerika Serikat akan menerapkan sanksi lanjutan terhadap Rusia jika mereka tidak memberlakukan gencatan senjata selama 30 hari tanpa syarat.[19] Rusia menolak untuk memberlakukan gencatan senjata dan melanjutkan serangan ke Ukraina.[20]

Presiden Putin dan Volodymyr Zelenskyy direncanakan akan bertemu untuk melakukan negosiasi di Istanbul pada 15 Mei 2025, dan Trump menyatakan bahwa dirinya akan kemungkinan hadir. Namun, Putin tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Trump kemudian memberi alasan mengenai ketidakhadiran Putin, berkata bahwa satu-satu alasan mengapa Putin tidak hadir adalah karena Trump tidak hadir, dan perundingan perdamaian dapat terwujud jika Putin dan Trump bertemu.[18]

Pada tanggal 28 Mei, Trump mengatakan dia akan tahu dalam waktu dua minggu apakah Putin serius ingin mengakhiri perang atau hanya "menuntun kita".[2][21] Pada bulan Mei, Juni dan Juli, serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia terhadap Ukraina meningkat drastis.[22] Trump berkata kepada wartawan "Saya pulang, saya berkata kepada ibu negara: 'Kamu tau, saya sedang berbicara dengan Vladimir hari ini. Kita memiliki percakapan yang indah.' Dan ia berkata: 'Oh ya? Satu kota [Ukraina] barusan saja diserang.'"[23] Setelah Trump mengancam akan mengeluarkan sanksi dan mengkritik Putin di Truth Social, termasuk ungkapan "Vladimir, STOP!",[24][25] Kremlin Moskow mendeskripsikan ancaman dan kritikan Trump di Truth Social sebagai "emosional".[26]

Pada 14 Juli 2025, Trump setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menerapkan penambahan sanksi ekonomi kepada Rusia dan menetapkan tarif 100% terhadap produk buatan negara-negara yang membeli minyak bumi Rusia jika Putin tidak menghentikan perang dalam waktu 50 hari.[27] Kemudian pada 28 Juli saat bertemu dengan Perdana Menteri Britania Raya Keir Starmer, Trump mengumumkan bahwa batas waktu tersebut akan dimajukan menjadi 10 sampai 12 hari dengan alasan kurangnya perkembangan.[28][29] Dua hari sebelum jatuh tempo, utusan khusus Steve Witkoff bertemu dengan Putin di Moskow pada 6 Agustus.[30] Setelah pertemuan Putin dan Witkoff, Trump menyatakan bahwa ada "kesempatan baik" bahwa pertemuan dengan Putin akan dilakukan "segera mungkin".[31] Pada hari jatuh tempo yang tertanggal 8 Agustus, Trump tidak menerapkan sanksi dan malah mengumumkan bahwa ia akan menjamu Putin di Alaska pada 15 Agustus.[32]

Pengumuman Donald Trump di Truth Social

Tidak lama sebelum pertemuan di Alaska, Trump mengancam bahwa ada "konsekuensi berat" untuk Rusia jika Putin tidak menyetujui mosi gencatan senjata.[33]

Situasi perang di Ukraina

Sejak September 2022, Rusia telah menguasai empat oblast dari Ukraina ditambah Krimea pada 2014. Sebelum KTT ini diselenggarakan, Rusia memiliki 88% wilayah Donbas (75% wilayah Donetsk dan 100% wilayah Luhansk) dan 74% wilayah Kherson dan Zaporizhzhia dan beberapa kantong wilayah di oblast lain seperti di Kharkiv dan Sumy.[34] Rusia juga mendapatkan wilayah yang kecil dari serangan Pokrovsk di wilayah Donbas.[35]

Tensi nuklir

Pada 31 Juli 2025, mantan Presiden Rusia dan Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia Dmitry Medvedev membuat sebuah postingan Telegram yang memeringati Donald Trump mengenai ancaman "Tangan Maut", merujuk pada mekanisme peluncuran nuklir otomatis Soviet. Medvedev awalnya mengecam ultimatum Trump mengenai sanksi dalam waktu 50 hari yang kemudian dimajukan menjadi 10-12 hari, memanggilnya sebagai ancaman perang dan mengingatkan bahwa "Rusia bukanlah Israel atau bahkan Iran dan setiap ultimatum baru adalah ancaman perang" serta memeringati Trump bahwa "janganlah bersikap seperti Sleepy Joe".[36] Pada 1 Agustus, Trump mengumumkan bahwa ia telah menempatkan dua kapal selam nuklir dekat perairan Rusia sebagai bentuk tanggapan ancaman dan membalikkan ancaman kepada Medvedev dengan berkata "Kata-kata sangat penting, dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, saya harap ini bukan salah satu contohnya".[37] Berdasarkan protokol militer, Trump tidak memberitahukan apakah kedua kapal selam tersebut disenjatai secara nuklir.[37]

Pada 4 Agustus, Rusia mengumumkan bahwa mereka tidak lagi terikat dengan Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (Trakat INF) yang Amerika sendiri telah menarik diri pada 2019.[38] Pada hari berikutnya, sebuah pesawat "pengendus nuklir" Boeing WC-135R Constant Phoenix terbang dekat Semenanjung Kola. Para analis mengatakan penerbangan itu dapat mengindikasikan uji coba mendatang rudal jelajah bertenaga nuklir 9M730 Burevestnik, yang sebelumnya diuji di Oblast Arkhangelsk.[39]

Sebelum pertemuan

Presiden Donald Trump menyatakan pada 7 Agustus 2025 bahwa Vladimir Putin tidak harus bertemu dengan Volodymyr Zelenskyy, Presiden Ukraina.[40] Trump juga berkata bahwa kedua pihak harus mengalah dan membuat konsesi. Sumber dari Kremlin Moskow menyatakan bahwa perang bisa dihentikan jika Ukraina Timur diberikan kepada Rusia.[41]

Pada 8 Agustus di Truth Social, Trump mengumumkan bahwa ia berencana untuk bertemu Putin di Alaska.[2] Ajudan Kremlin Yuri Ushakov kemudian mengonfirmasi pembicaraan tersebut, sambil merenungkan bahwa Alaska "cukup logis" untuk sebuah tempat.[42] Alaska mungkin dipilih karena lokasinya di antara kedua ibu kota, kurangnya partisipasi AS dalam Statuta Roma untuk melaksanakan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional terhadap Putin, serta karena signifikansi historisnya, termasuk bekas kolonisasi Rusia, komunitas Ortodoks Rusia modern, dan penggunaan militer saat Perang Dingin.[43]

Pada 14 Agustus, Ushakov mengumumkan bahwa delegasi Rusia akan terdiri dari dirinya, Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Menteri Pertahanan Andrey Belousov, Menteri Keuangan Anton Siluanov dan Utusan Khusus Presiden untuk Investasi Asing dan Kerja Sama Ekonomi Kirill Dmitriev.[44]

Menjelang pertemuan puncak tersebut, Putin menyarankan negosiasi dapat mencakup perjanjian senjata nuklir, seperti pembaruan New START yang berakhir pada Februari 2026.[45][46]

Beberapa ratusan orang menyelenggarakan unjuk rasa pro-Ukraina.[47][48] Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov datang ke penginapan delegasi Rusia mengenakan kaus yang bertulis CCCP (USSR) di bawah rompi cuaca dinginnya. The Guardian melaporkan bahwa kaus yang dipakai Lavrov adalah bentuk "tindakan hastuan yang tidak begitu halus".[49][50] Lavrov menyatakan bahwa Rusia akan memberikan pesan yang jelas untuk negara Barat dan mereka akan memberikan pondasi argumen yang jelas atas tindakan mereka.[51]

Pertemuan Trump–Putin

Persiapan

Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah Steve Witkoff mengunjungi Moskow untuk bertemu dengan Vladimir Putin pada 6 Agustus dan kedua pihak memiliki pertemuan yang "sangat produktif".[52] Karena pertemuan ini, kedua pemimpin sepakat untuk bertemu dengan Trump mengumumkan pada 8 Agustus bahwa akan ada konferensi tingkat tinggi antar keduanya pada 15 Agustus 2025, menyebabkan kedua pihak hanya memiliki seminggu untuk menyelesaikan masalah diplomatik dan logistik.[53] Kedua pihak memutuskan untuk memilih Alaska sebagai tempat pertemuan karena alasan yang praktis secara logistik dan wilayah tersebut memiliki signifikasi simbolis dengan memiliki sejarah yang melibatkan kedua negara (Alaska merupakan koloni Rusia sampai 1867). Ajudan presiden Yuri Ushakov menyetujui keputusan ini sebagai keputusan logis, menyebut bahwa Amerika Serikat dan Rusia merupakan tetangga yang dekat dan mengharapkan bahwa pertemuan berikutnya dapat dilakukan di wilayah Rusia.[54] Gubernur Alaska Mike Dunleavy menyatakan bahwa Alaska adalah tempat yang strategis sebagai penjaga perbatasan Amerika Serikat dan bertetangga langsung dengan Rusia sebagai satu-satunya negara bagian AS yang dekat di Lingkar Arktik, maka layak dijadikan tempat pertemuan antar kedua pemimpin.[55] Kedua pihak memutuskan untuk mengadakan pertemuan puncak di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson dekat Anchorage.[1] Pangkalan ini, yang dibentuk pada tahun 2010 dengan menggabungkan Pangkalan Angkatan Udara Elmendorf dan Fort Richardson, belum pernah menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Rusia sebelumnya, yang menekankan keunikan dari acara tersebut.[56][57]

Selain alasan logistik dan diplomatik, masalah keamanan juga menjadi tantangan dalam konferensi ini. United States Secret Service yang bertugas untuk mengamankan presiden dan tokoh pemerintah lainnya dihadapi masalah sumber daya manusia. Saat Trump mengumumkan tempat pertemuannya, hanya ada 1 agen yang ditugaskan ke Alaska.[53] Selain itu, masalah akomodasi penginapan bagi kedua delegasi juga dipermasalahkan karena kekurangan ruangan penginapan. Beberapa jurnalis dan anggota delegasi ditempatkan dalam sebuah asrama milik Universitas Alaska Anchorage.[58][59] Selain itu, USSS juga harus melakukan pengamanan menjelang Sidang Umum PBB di New York dan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance di Britania Raya.[53]

Kemudian, menit-menit pertemuan antar kedua pemimpin juga disusun. Direncanakan bahwa pertemuan ini akan dimulai pada jam 11:30 Waktu Standar Alaska dengan percakapan empat mata antar presiden dengan hanya hadir penerjemah. Kemudian, pembicaraan lima lawan lima dan sarapan pagi dalam format yang diperluas direncanakan.[53][59][60] Pertemuan itu akan diakhiri dengan konferensi pers bersama, meski Trump belum mengonfirmasi partisipasinya sebelumnya.[57] Tercatat bahwa rencana latihan militer AS di pangkalan tersebut telah dibatalkan selama KTT berlangsung, dan personel telah dikirim untuk memastikan keamanan acara tersebut.[60]

Kedatangan Delegasi

Tibanya Putin di Alaska

Di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, sebuah karpet merah yang disusun secara huruf L disiapkan untuk kedua pemimpin untuk berjalan ke platform yang diberi label "ALASKA 2025" dengan empat jet tempur F-22 Raptor berbaris di sampingnya.[61][62] Keempat F-22 Raptor tersebut diparkirkan untuk menunjukkan kekuatan militer Amerika Serikat.[62] Presiden Trump tiba di Elmendorf menumpangi Air Force One pada pukul 10:22 pagi AKDT.[63] Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengumumkan bahwa pertemuan tatap muka antara Trump dan Putin telah ditiadakan dan akan diganti dengan pertemuan enam orang dengan Steve Witkoff dan Marco Rubio di sisi Trump sementara Putin ditemani oleh Sergey Lavrov dan Yuri Ushakov.[61] Atas permintaan Rusia, Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Ukraina Keith Kellogg tidak disertakan dalam pertemuan ini karena Moskow memandang Kellogg "terlalu pro-Ukraina".[64] Presiden Trump kemudian bertemu dengan Gubernur Alaska Mike Dunleavy dan beberapa Senator Amerika Serikat.[61]

Trump dan Putin berjabat tangan di panggung
Aksi flypast oleh pesawat pengebom B-2 Spirit dan 4 F-35 Lightning II saat KTT Trump-Putin

Presiden Putin terbang ke Alaska dari Magadan menumpangi sebuah Ilyushin Il-96. Putin sebelumnya memiliki agenda pertemuan dengan pemerintahan daerah untuk menelusuri perkembangan wilayah Timur Jauh Rusia.[65] Pesawatnya mendarat di Alaska pada jam 10:55 pagi waktu setempat.[61][66] Upacara penyambutan diselenggarakan dengan memperhatikan protokol secara ketat. Kedua pemimpin keluar dari pesawat mereka pada sekitar jam 11:08 pagi dan berjalan diatas karpet yang disiapkan, dengan Trump menepuk tangan untuk Putin saat keduanya mulai mendekat.[67] Kedua pemimpin kemudian berjabat tangan di karpet merah dan berpose di panggung ALASKA 2025 untuk fotografer pers sebelum berjabat tangan lagi. Mereka kemudian menaiki mobil kepresidenan untuk perjalanan menuju tempat pertemuan.[61] Putin kemudian mengungkapkan bahwa kalimat pertamanya kepada Trump adalah, "Selamat siang, wahai tetangga, sangat senang melihat anda sehat dan melihat anda masih hidup" dalam referensi bahwa Trump selamat dalam upaya pembunuhannya selama kampanye presiden 2024.[67] Saat kedua pemimpin mengambil tempat, keduanya menyaksikan sebuah aksi flypast oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, yang terdiri dari sebuah pesawat pengebom Northrop Grumman B-2 Spirit ditemani empat pesawat Lockheed Martin F-35 Lightning II.[68] Trump kemudian menunjukkan pesawat-pesawat tersebut kepada Putin dan berkata, "Ini untuk anda".[67]

Setelah itu, dua jurnalis mulai membombardir pertanyaan kepada Presiden Putin saat kedua pemimpin akan turun panggung. Kedua jurnalis menanyakan "Presiden Putin, apakah anda akan menyetujui gencatan senjata?", "Pak Putin, apakah anda meremehkan Ukraina?", "Bapak Presiden, apa pesan anda untuk Vladimir Putin?" dan "Presiden Putin, bagaimana Amerika Serikat bisa memercayai anda?". Saat jurnalis tersebut menanyakan kepada Putin apakah ia akan berhenti membunuh warga sipil, Putin mengayunkan tangan membuat gestur yang mengisyaratkan bahwa ia tidak mendengarkannya.[69]

Keduanya berangkat menuju ke lokasi konferensi tingkat tinggi bersama dengan Rossiya-24 meliputi bahwa Trump mengundang Putin untuk menumpangi mobil kepresidenannya, The Beast, menolak iringan mobil terpisah.[70] Putin setuju, meninggalkan mobil limosin Aurus Senat yang disiapkan sebelumnya.[66] Perjalanan ini berlangsung selama 10 menit tanpa penerjemah karena kemampuan bahasa Inggris Presiden Putin dan kedua pemimpin tertampak saling senyum.[67] Tindakan Trump dinilai sebagai bentuk kepercayaan yang simbolis; Pada 2018, penasihatnya menyarankan Trump untuk tidak memberikan keistimewaan ini kepada Kim Jong-un.[61]

Pertemuan bilateral

Pertemuan bilateral dimulai pada perkiraan jam 11:32 waktu setempat dan berakhir pada jam 14:18.[61] Sebuah konferensi pers diadakan pada pukul sekitar 14:58.[61] Pertemuan ini dilakukan dalam sebuah fasilitas sementara di Bandar Udara Internasional Ted Stevens Anchorage.[71] Sebelum pertemuan dimulai, kedua pemimpin berfoto di panggung yang disediakan. Pertemuan ini mengangkat tema Pursuing Peace (Indonesia: Mengejar perdamaian) yang ditulis di spanduk dibelakang kedua pemimpin.[72] Seorang jurnalis kemudian bertanya kepada Presiden Putin dengan bahasa Rusia, menanyakan apakah Putin bersedia untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Putin hanya memberi jawaban setengah.[73]

Topik utama yang diangkat adalah Invasi Ukraina oleh Rusia. Putin mengulangi tesisnya bahwa invasi tersebut ada hubungannya dengan “ancaman mendasar” terhadap keamanan Rusia dan bahwa untuk menyelesaikan konflik tersebut, perlu “menghilangkan akar penyebab krisis”.[74] Trump fokus pada masalah “jaminan keamanan untuk Ukraina” dan menegaskan bahwa ia telah berdiskusi dengan Putin tentang parameter kemungkinan “kesepakatan” antara Moskow dan Kiev. Menurutnya, ia merekomendasikan agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyetujuinya, karena “Rusia adalah negara yang sangat kuat, sedangkan Ukraina bukan”.[74][75] Walaupun Trump sendiri menyatakan bahwa pembicaraan berlangsung hangat dan produktif, dan berkemungkinan besar dapat menghasilkan sebuah kesepakatan, tidak ada kesepakatan gencatan senjata dibuat selama pertemuan ini.[72] Putin juga menyatakan bahwa ia bersedia untuk berbicara dengan Zelenskyy tetapi maklumat Presiden Ukraina pada 2022 yang menutup segala bentuk negosiasi menjadi alasan kenapa Putin tidak menghubungi Zelenskyy.[76]

Saat bersamaan, Putin setuju bahwa hasil pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2020 telah dimanipulasi untuk menguntungkan Joe Biden dan kecurangan ini terkait dengan pemungutan suara melalui pos.[67] Putin memuji Trump sebagai orang yang "pintar dan pragmatis" dan keduanya memiliki pemikiran bisnis, pragmatis tetapi saling percaya. Ia menyayangkan bahwa rasa kepercayaan tersebut dihancurkan karena kecurangan Partai Demokrat dan mengaku bahwa bila Trump masih presiden, ia tidak akan melakukan invasi.[76]

Dalam konferensi pers pertemuan bilateral mereka, Trump mengatakan pembicaraan itu "sangat konstruktif" dan kedua belah pihak telah mencapai "konsensus awal" mengenai beberapa isu, tetapi tidak mengungkapkan detail spesifiknya. Ia menekankan bahwa ia "berharap melihat gencatan senjata hari ini" dan memperingatkan bahwa "jika gencatan senjata tidak tercapai dalam jangka pendek, Amerika Serikat akan mengevaluasi kembali pilihan kebijakannya."[77][78] Sementara Putin menekankan bahwa Rusia "bersedia melanjutkan dialog", tetapi pada saat yang sama menuduh sanksi Barat sebagai hambatan utama yang "merusak upaya perdamaian". Ia mengatakan bahwa komunikasinya dengan Trump "terus terang dan langsung" dan memuji pihak AS karena menunjukkan kesediaannya untuk mendorong negosiasi.[79][80] KTT tersebut tidak menghasilkan gencatan senjata atau perjanjian damai, dan perang di Ukraina terus berlanjut. Amerika Serikat dan Rusia hanya sepakat untuk tetap membuka jalur diplomatik dan mendorong keterlibatan militer untuk menghindari salah perhitungan. KTT tersebut dipandang oleh dunia luar sebagai pertemuan perundingan yang "lebih bersifat simbolis daripada substansial."[81][82]

Di hadapan jurnalis yang sedang membombardir pertanyaan kepada kedua pemimpin, Vladimir Putin tertangkap kamera sedang melakukan beberapa ekspresi wajah, termasuk serangkaian ekspresi bingung. Momen ini diabadikan sebagai meme internet yang viral yang menggambarkan kebingungan dalam menghadapi situasi yang sangat "membagongkan".[83][84][85]

Dalam pertemuan tersebut, Trump memberikan hadiah cendera mata berupa sebuah patung elang botak, simbol nasional Amerika Serikat, kepada Putin.[86] Trump menyebut pembicaraan tersebut “sangat produktif” dan hubungannya dengan Putin “luar biasa”, dan menilai hasil pertemuan tersebut “10 dari 10”.[64] Sebuah acara makan siang bersama juga dibatalkan.[86] Rincian mengenai rencana makan siang tersebut dibocorkan kepada National Public Radio setelah dokumen yang diduga berasal dari Kepala Protokoler Amerika Serikat ditemukan di sebuah mesin cetak hotel oleh seorang pengunjung.[86]

Konferensi pers

Konferensi pers KTT Trump-Putin
Trump dan Putin setelah konferensi pers

Setelah pertemuan tersebut, kedua pemimpin memberikan keterangan dalam konferensi pers bersama. Konferensi pers ini berlangsung selama 12 menit tanpa sesi pertanyaan dari para jurnalis.[61][87]

Putin memulai sesi konferensi pers dengan mengakui bahwa hubungan Amerika Serikat dengan Rusia telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir dan pertemuan antara kedua negara sudah lama tertunda.[61] Menurutnya, negosiasi dengan kedua pihak berlangsung "secara terhormat, konstruktif dan saling menghormati". Sebagian besar ia katakan dalam konferensi pers tersebut adalah mengenai sejarah hubungan kedua negara, apalagi pada saat Perang Dunia II di mana keduanya bersekutu, sebelum meratapi konflik Rusia dengan "negara saudara" dan mengakui bahwa konflik tersebut adalah "sebuah tragedi bagi kami, sebuah luka yang mengerikan".[88] Secara insidental, Putin menyatakan bahwa sejak Trump dipilih kembali, hubungan perdagangan antar kedua negara mulai terjalin kembali walaupun secara simbolis.[89] Putin menyatakan bahwa ia dan Trump memiliki hubungan kerja yang baik, dan juga antar pejabat masing-masing. Putin juga mengakui perlunya, pandangan yang dianut oleh Presiden Trump, untuk menjamin keamanan Ukraina serta menyatakan bahwa invasi tersebut tidak akan terjadi apabila Trump dipilih kembali menjadi presiden.[90] Namun, ia berharap untuk “menghilangkan” akar penyebab konflik tersebut[91] dan berharap bahwa "Eropa tidak akan mencoba merusak kemajuan yang diharapkan melalui provokasi atau intrik di balik layar.”[92] Ia menutup dengan memberi amanat bahwa pada kontak terakhir dengan pemerintahan Biden, situasinya tidak boleh dibawa ke titik yang tidak bisa kembali lagi, ketika sudah terjadi permusuhan dan menerimanya secara langsung pada saat itu, dan memandang bahwa tindakan Biden merupakan kesalahan besar.[89]

Trump kemudian berbicara di konferensi pers.[89] Ia menyatakan bahwa ia memang memiliki konferensi yang baik dengan Putin dan ada banyak poin yang mereka sepakati dengan sebagian besar dari poin tersebut, menurutnya, adalah beberapa poin besar yang belum mereka capai, tetapi mereka telah mencapai beberapa kemajuan tetapi belum ada kesepakatan yang konkret.[89] Ia menambahkan bahwa hasil pertemuan ini akan disampaikan ke NATO dan juga Volodymyr Zelenskyy dan ia berkata bahwa "alhasil itu terserah mereka".[89] Trump memamerkan bahwa ia sebenarnya punya hubungan kerja yang luar biasa dengan Putin tetapi Partai Demokrat menghancurkan itu dengan menebarkan hoaks Rusia.[61] Lalu, ia menyatakan bahwa masih banyak masalah yang perlu diatasi namun optimis bahwa dalam suatu saat sebuah kesepakatan dapat terbentuk.[89] Kemudian, Trump berterima kasih kepada Putin dan jajaran delegasinya dan berharap bahwa mereka dapat bertemu kembali secara lebih produktif.[89] Putin kemudian membalikkan terima kasih tersebut dengan tawaran pertemuan di Moskow secara bahasa Inggris.[93] Trump bercanda kepada Putin bahwa ia akan kena masalah di dalam negeri jika menerima itu tetapi ia menyatakan pertemuan tersebut kemungkinan bisa terwujud.[89]

Pasca pertemuan

Setelah pertemuan dengan Trump, Putin kemudian mengunjungi Kuburan Nasional Fort Richardson yang terletak di sekitar pangkalan militer tersebut. Di antara mereka yang dikubur ada beberapa jasad pilot Uni Soviet yang gugur dalam Perang Dunia II saat mengantarkan pesawat dan persediaan militer Amerika Serikat menuju ke Rusia dibawah program Lend-Lease.[94][95] Putin mengungkapkan bahwa ia mengunjungi monumen yang serupa di Magadan sebelum terbang ke Alaska.[96] Putin juga berbincang dengan uskup agung Keuskupan Alaska dari Gereja Ortodoks Amerika.[97]

Delegasi

Delegasi Amerika Serikat pada konferensi pers bersama

Amerika Serikat

  • Donald Trump, Presiden Amerika Serikat
  • Marco Rubio, Sekretaris Luar Negeri Amerika Serikat
  • Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Howard Lutnick, Menteri Perdagangan Amerika Serikat
  • Pete Hegseth, Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat
  • John Ratcliffe, Direktur Central Intelligence Agency
  • Marsekal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat
  • Steve Witkoff, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Timur Tengah
  • Susie Wiles, Kepala Staf Gedung Putih
  • Dan Scavino, Wakil Kepala Staf Gedung Putih

Rusia

  • Vladimir Putin, Presiden Rusia
  • Sergey Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia
  • Andrey Belousov, Menteri Pertahanan Rusia
  • RusiaAnton Siluanov, Menteri Keuangan Rusia
  • RusiaYuri Ushakov, Ajudan Presiden Rusia untuk Kebijakan Luar Negeri
  • RusiaKirill Dmitriev, Utusan Khusus Presiden untuk Investasi Asing dan Kerja Sama Ekonomi

Tawaran Rusia

Reuters melaporkan bahwa tuntutan Rusia adalah sebagai berikut:[98]

  • Wilayah
    • Penarikan pasukan Ukraina dari Oblast Donetsk (~6,600 sq km)
    • Membekukan garis depan di Oblast Kherson dan Zaporizhzhia
    • Penarikan pasukan Rusia dari Oblast Kharkiv dan Sumy (~400 km persegi)
  • Diplomatik
    • Pelarangan Ukraina dari NATO
    • Pengakuan aneksasi Krimea (tidak diketahui apakah Eropa diperlukan)
    • Pencabutan sebagian sanksi ekonomi (tidak diketahui apakah Eropa diperlukan)
  • Lain-lain
    • Status resmi Bahasa Rusia di Ukraina
    • Hak untuk Gereja Ortodoks Rusia untuk beroperasi di Ukraina

Dampak

Demonstran pro-Ukraina di depan Gedung Putih sebelum pertemuan bilateral Trump-Zelenskyy

Setelah pertemuan tersebut, Trump dan Rubio menyangkal kemungkinan peningkatan sanksi terhadap Rusia.[99] Pada 17 Agustus 2025, Trump berkata bahwa tanggung jawab perdamaian di Ukraina berada di tangan Volodymyr Zelenskyy sembari menyatakan bahwa Ukraina tidak boleh masuk ke Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau mencoba merebut Krimea kembali.[100] Ini kemudian disusul oleh pertemuan Trump dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Perdana Menteri Britania Raya Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Presiden Zelenskyy pada 18 Agustus, di mana BBC menggambarkan pertemuan ini seperti rapat perang.[101]

Steve Witkoff menyatakan bahwa Putin menyetujui bahwa AS dapat memberikan perlindungan ala NATO kepada Ukraina. Presiden Ukraina Zelenskyy menyambut baik janji Amerika Serikat untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina.[102] Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuntut agar Rusia dimasukkan dalam jaminan keamanan pada masa depan, yang menurut Financial Times akan memberikan hak veto yang efektif atas pertahanan Ukraina.[103] Saat pertemuan tersebut, Putin berulang kali menyatakan bahwa perang tersebut dapat diselesaikan bila Donbas diserahkan kepada Rusia, tetapi Ukraina menolak ajakan tersebut.[102]

Hubungan Amerika Serikat dengan Rusia setelah pertemuan ini menunjukkan tanda-tanda pembaruan setelah Trump dan Putin bertemu di Alaska dan menyatakan ketertarikan untuk kembali menjalin hubungan kerja sama. Menurut sebuah laporan liputan The Wall Street Journal, ExxonMobil dan Rosneft mengadakan "pertemuan rahasia" untuk memulai kembali operasi bersama di Sakhalin-1, terikat dengan perjanjian perdamaian di Ukraina. CEO ExxonMobil Darren Woods telah mengadakan pertemuan langsung dengan Trump di Gedung Putih dan menerima sebuah "pengarahan simpatis" mengenai kembalinya ExxonMobil di Rusia.[104]

Pertemuan Trump-Zelensky

Trump, JD Vance dan Zelenskyy di Kantor Oval, 18 Agustus 2025

Pada 18 Agustus 2025, Trump dan Zelensky melakukan pertemuan bilateral sebelum pertemuan dengan pemimpin Eropa lainnya. Sebelum itu, pemimpin Eropa berkumpul di Kedutaan Besar Ukraina untuk bertemu dengan Zelenskyy.[105] Tidak seperti pertemuan sebelumnya yang berakhir buruk bagi Zelenskyy, pertemuan berlangsung lebih hangat dengan reporter yang sebelumnya mencemoohnya karena pakaian perangnya berbalik memuji jas Zelenskyy dan Zelenskyy memberikan terima kasih kepada Trump atas upaya pendekatan pribadinya dalam mengakhiri perang.[106]

Pertemuan Trump-Eropa

Anggota Uni Eropa, NATO, dan Zelenskyy di Gedung Putih, 18 Agustus 2025
Artikel utama: Pertemuan krisis Gedung Putih-Eropa pada bulan Agustus 2025

Setelah pertemuan dengan Zelenskyy, rombongan delegasi pemimpin Eropa mendatangi Gedung Putih dan bertemu dengan Donald Trump untuk membahas mengenai jaminan keamanan bagi Ukraina.[107][108] Pemimpin Eropa meminta agar jaminan keamanan di Ukraina dipersamakan dengan klausul Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara.[109] Dalam pertemuan tersebut, Trump menjeda pertemuan itu untuk sementara untuk menghubungi Vladimir Putin[110] dan Trump mengakui pentingnya jaminan keamanan bagi Ukraina, memberikan indikasi bahwa Amerika Serikat akan terlibat dalam proses perdamaian.[111][112]

Trump pada awalnya memberikan indikasi bahwa gencatan senjata tidak begitu diperlukan untuk mencapai sebuah kesepakatan damai namun hal ini dibantah secara keras oleh Friedrich Merz yang merasa bahwa pertemuan berikutnya tidak bisa dilakukan tanpa gencatan senjata.[112] Namun, Trump juga merasa bahwa Putin tidak mau membuat kesepakatan dan meminta agar kedua sisi yang berperang untuk mengalah.[113]

Analisis

Pertemuan tanpa keputusan konkret

BBC melaporkan bahwa pertemuan tersebut diakhiri dengan lebih banyak pertanyaan dibandingkan jawaban dan mengamati bahwa pertemuan tersebut tidak menghasilkan keputusan apapun.[114] Dalam pidato terakhirnya kepada pers internasional, Putin tidak membuat “janji, tidak ada konsesi, dan tidak ada kompromi”.[114] Dalam konferensi pers tersebut, kedua kepala negara tidak menjawab pertanyaan wartawan dan USA Today mencatat mengenai Trump bahwa "untuk seorang presiden yang sangat aktif di televisi dan secara rutin menjawab pertanyaan wartawan, keluarnya Trump yang tergesa-gesa setelah pertemuan tersebut merupakan hal yang tidak biasa."[115][116] Presiden Amerika juga mengakui situasi tersebut dengan mengelak setelah intervensi Putin bahwa para pihak telah "menyepakati banyak poin" tanpa merinci poin mana saja atau mengumumkan langkah konkret apa pun. Ia akhirnya harus mengakui bahwa tidak ada kesepakatan: "Kita belum sampai di sana. Tapi kita punya peluang yang sangat besar untuk sampai di sana."[114]

Sebaliknya, Putin, pada bagiannya, menyiratkan bahwa sudah ada kesepakatan, menyatakan kepada pers bahwa "keamanan Ukraina harus dijamin" dan bahwa ia ingin "berharap bahwa kesepakatan yang telah kita capai bersama akan membantu kita bergerak lebih dekat ke tujuan ini dan membuka jalan menuju perdamaian di Ukraina", tetapi tidak menjelaskan pernyataannya.[115]

Keesokan harinya, 16 Agustus, Trump mengumumkan di media sosial bahwa "telah diputuskan dengan suara bulat bahwa cara terbaik untuk mengakhiri perang mengerikan antara Rusia dan Ukraina adalah melalui perjanjian damai langsung, yang akan mengakhiri perang, bukan sekadar perjanjian gencatan senjata, yang seringkali tidak berlaku," yang oleh CNN disebut sebagai "akhir yang tidak meyakinkan dari sebuah pertemuan puncak yang spektakuler."[116]

Kembalinya Putin di geopolitik internasional

Pertemuan ini mengembalikan perawakan Vladimir Putin di tatanan dunia[117][118] dengan The Guardian menggambarkan KTT ini sebagai sebuah hadiah bagi Putin.[119] BBC mengamati sambutan Trump "merupakan momen luar biasa bagi Putin, seorang pemimpin yang ditolak oleh sebagian besar negara Barat sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022. Sejak saat itu, perjalanan internasionalnya sebagian besar terbatas pada negara-negara yang bersahabat dengan Federasi Rusia, seperti Korea Utara dan Belarus. Fakta bahwa KTT Alaska berlangsung saja sudah merupakan kemenangan bagi Putin. Namun, sambutan ini pasti telah melampaui impian terliar Kremlin. Hanya dalam enam bulan, Putin telah berubah dari seorang paria di Barat menjadi tamu terhormat di tanah Amerika, disambut sebagai mitra dan sahabat."[120]

Menurut The Atlantic: "Keberhasilan pertemuan puncak itu dianggap oleh banyak orang sebagai kemenangan bagi Putin, yang, setelah bertahun-tahun menjadi paria internasional, akhirnya diizinkan berfoto dengan seorang presiden AS di tanah Amerika ... Dan ia disambut dengan sambutan yang berlebihan dan diatur sedemikian rupa, termasuk karpet merah sungguhan untuk seorang pria yang dituduh melakukan kejahatan perang."[121] Bagi CNN, pertemuan puncak tersebut menunjukkan "kembalinya Putin ke kancah diplomatik dengan cara yang menentukan." Media Amerika tersebut menunjukkan bahwa "senyum Putin saat ia melihat keluar jendela limusin Trump menunjukkan segalanya: setelah bertahun-tahun terisolasi di Barat, ia kembali ke negara paling kuat di dunia" dan menyimpulkan bahwa Trump, dengan memutuskan "untuk menyambutnya, lebih berperan dalam mengikis upaya pengucilan diplomatik daripada yang dapat dilakukan oleh pemimpin mana pun."[116]

Bagi New York Times, KTT tersebut merupakan "kemenangan besar" bagi Putin. Pertemuan tersebut membawanya "keluar dari isolasi diplomatiknya dari Barat, dan para pemimpin Ukraina dan Eropa khawatir hal itu akan memberinya kesempatan untuk memengaruhi presiden Amerika."[122] Situasi ini juga mendorong pemerintahan Trump untuk membela diri dari rasa puas diri terhadap Putin, pada hari-hari setelah pertemuan puncak, sementara diplomat Eropa percaya bahwa telah terjadi "perubahan total Donald Trump oleh Vladimir Putin".[123]

Delegasi Rusia termasuk kepala Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, yang telah bertemu dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, di Washington pada bulan April. Putin memanfaatkan konferensi pers tersebut untuk menyatakan bahwa "terdapat potensi yang sangat besar untuk investasi dan kerja sama bisnis AS-Rusia" dan bahwa kedua negara "memiliki banyak hal untuk ditawarkan satu sama lain dalam hal perdagangan, digital, teknologi tinggi, dan eksplorasi ruang angkasa. Kami melihat bahwa kerja sama di Arktik juga sangat memungkinkan." Trump menanggapi dengan menyebut "perwakilan dagang Rusia yang hebat" dan menyatakan bahwa "semua orang ingin berbisnis dengan kami."[115]

Analisis lain

John Bolton, seorang mantan penasihat keamanan nasional Trump, berkata kepada The Atlantic bahwa "Trump tidak kalah, namun Putin sudah jelas menang. Putin mendapatkan apapun yang ia bisa harapkan, tetapi ia masih belum bebas secara penuh".[121]

Analis geopolitik Tiongkok menyatakan bahwa Tiongkok dan tidak secara langsung, Xi Jinping, akan berkemungkinan menghadapi tekanan geopolitik yang lebih besar jika Amerika Serikat dan Uni Eropa memberikan jaminan keamanan ke Ukraina ala Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara.[124]

Reaksi

Amerika Serikat

Respon dari kedua belah pihak beragam di Amerika Serikat, dengan politikus Partai Republik Amerika Serikat memberikan pujian kepada Trump atas sikap tegasnya dan upayanya dalam mencapai perdamaian, bahkan 1 politikus Republik, anggota DPR Andy Ogles (R-TN) menyatakan bahwa pertemuan tersebut layak diberikan Penghargaan Nobel Perdamaian. Sementara itu, Partai Demokrat Amerika Serikat mengkritik Trump karena konferensi tingkat tinggi tersebut terlalu bersahabat bagi Putin.[125]

Reaksi antar anggota DPR dan Senat AS beraneka ragam dalam mengomentari konferensi antar Trump dan Putin ini. Anggota DPR Brian Fitzpatrick (R-PA) dan Senator Lindsey Graham (R-SC) menyatakan bahwa pertemuan antar Trump, Putin dan Zelenskyy mungkin dapat terwujud tetapi perang harus diakhiri dengan hasil yang terhormat bagi rakyat Ukraina.[126] Senator Jack Reed (D-RI) menyatakan bahwa ia mendukung langkah diplomasi aktif tetapi memberi nasihat bahwa Trump harus bijak dan bertanggung jawab dalam merundingkan perdamaian atau kesalahannya akan mengancam keamanan Amerika, Eropa dan Ukraina.[126] Anggota DPR Brian Mast (R-FL) menyatakan bahwa aksi flypast pesawat pembom B-2 Spirit adalah manifestasi Trump sedang memojokkan Putin dan memberi tekanan, sementara anggota DPR Eric Swalwell (D-CA) mengejek KTT tersebut sebagai "sesi Trump mencium bokong Putin".[125] Senator Ted Cruz (R-TX) menyatakan bahwa Trump bekerja nyata dibandingkan Joe Biden yang menghamburkan hadiah kepada Putin dan memberi kesempatan kepada Putin untuk menyerang,[125] sementara Senator Mark Warner (D-VA) menyatakan kekecewaannya bahwa apa yang terjadi di Alaska merupakan sebuah krisis kepercayaan bagi Ukraina dan Eropa dan mereka tidak akan memercayai Amerika Serikat.[127]

Gubernur Alaska Mike Dunleavy (R) menyatakan bahwa konferensi kedua pemimpin tersebut merupakan "sebuah hari bersejarah untuk Alaska".[128] Dunleavy juga menyangkal laporan dari sebuah tabloid Britania Raya bahwa sumber daya mineral Alaska akan dijual ke Rusia sebagai sebuah berita bohong.[129] Dunleavy mendeskripsikan harapannya bahwa suatu saat perang di Ukraina akan berakhir, mendoakan bahwa kedua presiden dapat mencapai titik temu. Namun, Dunleavy juga menegaskan bahwa Presiden Zelenskyy juga harus dilibatkan.[130] Senator Dan Sullivan (R-AK) menyatakan bahwa pertemuan di Alaska adalah sebuah pengingat bagi Rusia bahwa Amerika Serikat juga bisa menjadi negosiator handal.[129] Senator Lisa Murkowski (R-AK) memandang bahwa perjalanan perdamaian di Ukraina masih berlanjut dan ia hanya merasa optimis secara hati-hati dan meminta Trump agar Ukraina dilibatkan.[128][129] Anggota DPR Nick Begich III (R-AK) memberi ucapan terima kasih kepada tindakan tegas Trump untuk mengejar perdamaian di Ukraina serta memilih Alaska sebagai tempat pertemuan antar kedua pemimpin.[128]

Rusia

Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa pertemuan tersebut sangat sebagai "tepat waktu", "bermanfaat", "tulus", dan "bernilai".[131] Pejabat Direktur ISCRAN Natalia Tsvetkova mengambarkan persamaan KTT tersebut dengan pertemuan yang diselenggarakan di Reykjavík pada 1986 antara Ronald Reagan dan Mikhail Gorbachev, menggaris besarkan bahwa hubungan pribadi kedua pemimpin dan kemungkinan peran pertemuan ini dalam mempersiapkan perjanjian pengendalian senjata pada masa depan (sehubungan dengan berakhirnya New START pada tahun 2026), serta dalam mengembangkan kerja sama ekonomi.[132] Mantan Presiden Dmitry Medvedev menulis di Telegram menyatakan bahwa KTT tersebut adalah kesuksesan bagi Rusia dan membuktikan bahwa negosiasi bisa dilakukan tanpa prasyarat.[133]

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa "media Barat hampir kehilangan akal sehatnya" beberapa lama saat Putin mendarat di Alaska. Zakharova menambahkan bahwa "selama tiga tahun mereka memberi tahu semua orang bahwa Rusia terisolasi dan hari ini mereka melihat karpet merah yang indah digelar untuk presiden Rusia di AS".[133]

Ukraina

Setelah menerima percakapan telefon dengan Donald Trump mengenai KTT tersebut, Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa ia akan terbang ke Washington, D.C. pada hari senin untuk mendiskusikan posisi Ukraina dan bahwa ia "bersyukur atas undangan tersebut", sembari menekankan perlunya pertemuan bilateral dengan presiden Rusia, sebelum menegaskan kembali bahwa "penting bagi Eropa untuk terlibat di setiap tahap guna memberikan jaminan keamanan yang andal, bersama Amerika Serikat". Ia menambahkan bahwa "penting bagi kekuatan Amerika untuk memengaruhi perkembangan situasi."[134]

Uni Eropa

Pada 11 Agustus, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Kaja Kallas menyatakan keprihatinan terhadap KTT tersebut, menggarisbesarkan bahwa setiap perjanjian perdamaian harus dibuat dengan mempertimbangkan kepentingan Ukraina dan Eropa.[54] Kallas juga menyatakan bahwa Putin telah mendapatkan apa yang ia rencanakan dalam KTT tersebut, yakni sanksi ekonomi baru dan kehadiran Putin yang dipuji.[135] Kallas juga menyatakan bahwa Eropa menyambut baik upaya Presiden Trump dalam mencari solusi damai tetapi ia juga menyatakan bahwa Putin "sedang ketawa, tidak menghentikan pembunuhan, malah menambahnya", memeringati bahwa Putin bukan tipe yang akan memegang janjinya.[136]

Pada 16 Agustus, Dewan Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa mereka akan siap bekerja sama dengan Presiden Trump untuk mewujudkan sebuah KTT trilateral antara Trump, Putin, dan Zelenskyy, tetapi menegaskan bahwa pergantian wilayah adalah urusan Ukraina sendiri.[137] Pernyataan ini dikeluarkan oleh Presiden Dewan Eropa António Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Britania Raya Keir Starmer, Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Perdana Menteri Polandia Donald Tusk.[137] Tidak lama kemudian, Kaja Kallas mengingat bahwa Rusia tidak memiliki niat untuk “mengakhiri perangnya dalam waktu dekat” dan bahwa hanya Amerika Serikat “yang memiliki kekuatan untuk memaksa Rusia bernegosiasi secara serius”.[138]

Reaksi lain

  •  Britania Raya - Perdana Menteri Keir Starmer berterima kasih kepada Presiden Trump karena "membawa kita lebih dekat dari sebelumnya untuk mengakhiri perang ilegal Rusia di Ukraina".[139]
  •  Ceko - Menteri Luar Negeri Jan Lipavsky, mengomentari hasil pertemuan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap upaya diplomatik Presiden AS Donald Trump, tetapi mempertanyakan minat Kremlin untuk mencapai kesepakatan damai. Ia mencatat bahwa "jika Putin benar-benar menginginkan perdamaian, ia tidak akan melanjutkan serangannya terhadap Ukraina pada hari perundingan."[140] Perdana Menteri Petr Fiala menyatakan bahwa hasil KTT di Alaska menegaskan bahwa sementara AS dan sekutunya sedang mencari jalan menuju perdamaian, "Putin masih hanya tertarik pada perolehan wilayah seluas-luasnya dan pemulihan kekaisaran Soviet."[141]
  •  Denmark - Perdana Menteri Mette Frederiksen menyerukan kehati-hatian dan menggambarkan situasi sebagai "tidak pasti" setelah pertemuan puncak antara Donald Trump dan Vladimir Putin di Alaska.[142] Kantor Perdana Menteri Denmark pada 16 Agustus 2025 mengunggah pernyataan bersama dengan Norwegia, Swedia, Finlandia, Islandia, Latvia, Lituania dan Estonia menyatakan mereka akan mendukung Ukraina dan inisiatif Trump dalam upaya perdamaian, tetapi memeringatkan bahwa Putin tidak bisa dipercaya.[143]
  •  Estonia - Perdana Menteri Kristen Michal di Twitter mengunggah pernyataan bersama dengan negara Baltik dan Nordik dan menyatakan bahwa Putin tidak bisa dipercaya dan hanya rakyat Ukraina yang berhak menentukan masa depan mereka.[144]
  •  Hungaria - Perdana Menteri Viktor Orbán menulis di Facebook bahwa "Selama bertahun-tahun kita telah menyaksikan dua kekuatan nuklir terbesar mengungkap kerangka kerja mereka dan saling melempar pesan yang tidak bersahabat. Itu kini telah berakhir. Hari ini dunia adalah tempat yang lebih aman daripada kemarin".[145]
  •  India - Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal menyatakan bahwa India menyambut hasil KTT tersebut dan memuji kepemimpinan Trump dan Putin. India juga menghargai kemajuan yang telah dilakukan dalam upaya menghentikan perang di Ukraina.[145]
  •  Italia - Perdana Menteri Giorgia Meloni menyatakan bahwa "secercah harapan akhirnya terbuka untuk membahas perdamaian di Ukraina. Italia akan melakukan bagiannya, bersama dengan sekutu Baratnya."[141]
  •  Jerman - Kanselir Friedrich Merz menulis di Twitter bahwa Jerman akan membela kepentingan Ukraina sembari bekerja untuk mencari solusi damai demi kepentingan keamanan Ukraina dan Eropa secara umum.[141] Menteri Luar Negeri Johann Wadephul menyatakan bahwa Rusia harus melakukan gencatan senjata sesingkat-singkatnya sebagai syarat untuk perundingan lebih lanjut.[146]
  •  Kanada - Perdana Menteri Mark Carney mengucapkan terima kasih kepada Trump atas kepemimpinannya dalam upaya menghentikan perang haram Rusia terhadap Ukraina.[147] Carney menekankan bahwa jaminan keamanan yang kuat dan kredibel sangat penting bagi perdamaian yang adil dan langgeng.[147]
  •  Lituania - Menteri Pertahanan Dovilė Šakalienė mencirikan pernyataan pemimpin Rusia tersebut sebagai contoh "gaslighting" dan ancaman terselubung, merujuk pada peringatannya kepada Ukraina dan Eropa tentang tidak dapat diterimanya "sabotase" terhadap kesepakatan yang dicapai di pertemuan tersebut.[140]
  •  Norwegia - Berbicara di hadapan jurnalis, Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide menyatakan bahwa secara jelas Barat harus tetap menekan Rusia, bahkan melakukannya secara lebih intensif supaya memberikan pesan yang jelas bahwa Rusia harus menanggung dosanya. Eide juga menyerukan persatuan, menyatakan bahwa Putin sedang mencoba memecah belah Trump dan para sekutu Eropa.[141]
  •  Polandia - Perdana Menteri Donald Tusk menyerukan agar Dunia Barat tetap bersatu saat memasuki momen yang menentukan masa depan Ukraina dan Eropa dan menyatakan bahwa Rusia hanya menghormati yang kuat dan Putin sekali lagi telah menunjukkan kelicikannya.[141]
  •  Prancis - Presiden Emmanuel Macron secara terpisah dari pernyataannya bersama Uni Eropa mengingatkan kembali “kecenderungan Rusia yang sudah mapan untuk tidak menepati komitmennya sendiri".[148] Macron berkata bahwa ia akan bekerja lebih mendalam dengan pemerintah Trump dan Prancis akan tetap mendukung posisi Ukraina.[141]
  •  Rumania - Menteri Luar Negeri Toiu Oana menulis di Twitter bahwa solidaritas Eropa dan persatuan trans-Atlantik akan membangun kembali perdamaian di Ukraina dan menyatakan bahwa Rumania ingin terlibat dalam upaya bersama tersebut, memandang bahwa keamanan di Laut Hitam sangat penting.[141]
  •  Slowakia - Dalam pernyataan terekam, Perdana Menteri Robert Fico menyatakan bahwa "Hari-hari mendatang akan menunjukkan apakah para pemain besar di Uni Eropa akan mendukung proses ini... atau apakah strategi Eropa yang gagal untuk melemahkan Rusia melalui konflik ini dengan segala macam bantuan keuangan, politik, atau militer yang luar biasa kepada Kyiv akan terus berlanjut."[141]
  •  Swedia - Perdana Menteri Ulf Kristersson menyatakan bahwa "perdamaian yang buruk, dengan syarat-syarat Rusia, akan berarti bahwa Rusia dapat mengancam lebih banyak negara Eropa. Oleh karena itu, sangat penting bahwa Eropa yang bersatu terus memberikan semua dukungan yang dibutuhkan Ukraina untuk menghindari kekalahan dalam perang."[141] Pada 16 Agustus 2025, Kristersson menambahkan bahwa Putin "tidak bisa dipercaya".[149]
  •  Tiongkok - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning memberikan pernyataan pemerintah Tiongkok bahwa mereka "menyambut baik semua upaya untuk menemukan solusi damai atas krisis ini dan kontak antara AS dan Rusia"[102]
  •  Turkiye - Presiden Recep Tayyip Erdoğan menyatakan bahwa ia telah mengikuti perkembangan terkait proses perdamaian dengan seksama, menekankan bahwa sejak awal perang (Ukraina), Turki telah dengan tulus berusaha untuk mencapai perdamaian yang adil, dan dalam hal ini, mendukung pendekatan yang bertujuan untuk membangun perdamaian abadi dengan partisipasi semua pihak.[150]

Lihat pula

  • Détente
  • Pertemuan Kantor Oval Donald Trump–Volodymyr Zelenskyy 2025
  • Pertemuan krisis Gedung Putih-Eropa pada bulan Agustus 2025
  • Negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina 2022

Referensi

  1. 1 2 Swapna, Brook; Ramaswamy, Venugopal; Vanden, Tom. "Trump-Putin meeting: Sprawling Army base that has hosted dignitaries is backdrop for talks". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  2. 1 2 3 Judd, Kevin Liptak, Kylie Atwood, Kristen Holmes, Adam Cancryn, Donald (2025-08-08). "Trump says he'll soon meet with Putin | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. ↑ "Vance and Lammy host Ukraine talks, as Zelensky warns against US-Russia summit without Kyiv". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-20.
  4. ↑ "Trump Backs Plan to Cede Land for Peace in Ukraine" (dalam bahasa Inggris). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-20.
  5. ↑ Department Of State. The Office of Electronic Information, Bureau of Public Affairs. "International Criminal Court: Letter to UN Secretary General Kofi Annan". 2001-2009.state.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  6. ↑ "Statement by Prosecutor Karim A. A. Khan KC on the issuance of arrest warrants against President Vladimir Putin and Ms Maria Lvova-Belova | International Criminal Court". www.icc-cpi.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  7. 1 2 McFall, Caitlin (2025-08-12). "Vladimir Putin to return to US for the first time in a decade". Fox News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  8. ↑ Burga, Solcyré (2025-08-09). "A Trump-Putin Summit Is Set. Here's What You Need to Know". TIME (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  9. ↑ Sauer, Pjotr; correspondent, Pjotr Sauer Russian affairs (2025-08-14). "Putin to offer financial incentives to Trump at Ukraine summit". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-20.
  10. ↑ Pilkington, Ed; Harding, Luke (2007-07-02). "Putin and Bush hold rapid meeting to mend relations". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-20.
  11. ↑ "Putin Visiting Bush In Maine - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 2007-07-02. Diakses tanggal 2025-08-20.
  12. ↑ Dale, Daniel (2025-04-25). "Fact check: It wasn't 'in jest.' Here are 53 times Trump said he'd end Ukraine war within 24 hours or before taking office | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  13. ↑ Kinnard, Meg (2025-04-19). "How Trump backed away from promising to end the Russia-Ukraine war in 24 hours". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  14. ↑ Lee, Matthew; Isachenkov, Vladimir (2025-02-18). "A deeper look at the talks between US and Russian officials as Trump suggests Ukraine is to blame". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  15. ↑ Liptak, Kevin (2025-06-04). "Trump says Putin told him in phone call he will respond to Ukraine's weekend drone attacks | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  16. ↑ "Trump says call with Putin yielded no progress on a Russia-Ukraine ceasefire". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-07-03. Diakses tanggal 2025-08-20.
  17. ↑ Blake, Aaron (2025-08-18). "Analysis: Trump's empty threats on Russia sanctions | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  18. 1 2 Lindstaedt, Natasha (2025-05-16). "Putin is testing how far he can push Trump by not turning up for Istanbul talks". The Conversation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  19. ↑ AFP (2025-05-09). "Trump Calls for 30-Day Ceasefire in Ukraine, Threatens Russia With Sanctions". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  20. ↑ Zhyhinas, -Dmytro; Zhyhinas, Associated Press Dmytro; Press, Associated (2025-05-12). "Russian drones attack Ukraine after Kremlin rejects 30-day ceasefire proposal". PBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  21. ↑ "Why Trump-Putin talks unlikely to bring rapid end to Ukraine war". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-07. Diakses tanggal 2025-08-20.
  22. ↑ "Russia's intensifying drone war is spreading fear and eroding Ukrainian morale". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-07-10. Diakses tanggal 2025-08-20.
  23. ↑ Barnes, Joe (2025-07-23). "Melania 'was quiet force behind Trump's Putin U-turn'". The Telegraph (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal 2025-08-20.
  24. ↑ Picheta, Rob (2025-04-24). "Trump writes 'Vladimir, STOP!' after Russia launches deadliest strikes on Kyiv since last summer". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  25. ↑ Harding, Luke (2025-04-24). "'Vladimir, stop!' Trump in rare rebuke to Putin as Kyiv attack toll rises to 12". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-20.
  26. ↑ "Kremlin calls Trump 'emotional' after US president says Putin is 'crazy'". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-05-26. Diakses tanggal 2025-08-20.
  27. ↑ "Trump threatens tariffs targeting Russia without deal to end Ukraine war in 50 days - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 2025-07-15. Diakses tanggal 2025-08-20.
  28. ↑ Macaskill, Andrew; Shalal, Andrea (2025-07-28). "Trump sets new deadline of 10 or 12 days for Russia to act on Ukraine". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  29. ↑ "Putin has 10-12 day deadline to reach Ukraine deal — Trump – DW – 07/28/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  30. ↑ Ewing, Giselle (2025-08-06). "Witkoff has 'highly productive' meeting with Putin ahead of Friday ceasefire deadline". Politico. Diakses tanggal 2025-08-20.
  31. ↑ Liptak, Anna Chernova, Svitlana Vlasova, Catherine Nicholls, Ivana Kottasová, Kylie Atwood, Kristen Holmes, Kevin (2025-08-06). "Trump says there's a 'good chance' he'll meet with Putin, but no 'breakthrough' in Witkoff's Moscow trip". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  32. ↑ "Instead of sanctions, Donald Trump announces a summit with Russia". The Economist. ISSN 0013-0613. Diakses tanggal 2025-08-20.
  33. ↑ "Trump Bows to Putin's Approach on Ukraine: No Cease-Fire, Deadlines or Sanctions" (dalam bahasa Inggris). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-20.
  34. ↑ Faulconbridge, Guy; Faulconbridge, Guy (2025-08-15). "How much territory does Russia control in Ukraine?". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  35. ↑ "Russia gains in east before Trump-Putin summit, Ukraine says holding off". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  36. ↑ Roth, Andrew (2025-08-02). "Trump moves nuclear submarines after ex-Russia president's menacing tweet". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-20.
  37. 1 2 Lukiv, Jaroslav (2025-08-01). "Trump moves nuclear submarines after ex-Russian president's comments". BBC (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-20.
  38. ↑ Williams, Heather (2025-08-13). "What Trump's Submarine Threat and Russia's INF Exit Really Mean". Nuclear Network (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  39. ↑ "US sends "nuke sniffer" toward Russia after nuclear warning issued". Newsweek (dalam bahasa Inggris). 2025-08-06. Diakses tanggal 2025-08-20.
  40. ↑ "Trump says Putin doesn't have to meet with Zelenskyy before their sit-down". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-08-07. Diakses tanggal 2025-08-20.
  41. ↑ Washington, Bojan Pancevski in Berlin and Alexander Ward and Robbie Gramer in. "Putin Tells U.S. He'll Halt War in Exchange for Eastern Ukraine". WSJ (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  42. ↑ Presse, AFP-Agence France. "Kremlin Confirms Putin-Trump Summit In Alaska". barrons (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-20.
  43. ↑ "Why Alaska was chosen to host the Putin-Trump summit – DW – 08/14/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  44. ↑ "Commentary by Aide to the President of Russia Yuryi Ushakov on the upcoming meeting between Vladimir Putin and Donald Trump". President of Russia (dalam bahasa Inggris). 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-08-20.
  45. ↑ "Putin praises Trump's 'energetic and sincere' peace efforts ahead of Alaska summit". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-08-20.
  46. ↑ "Opinion | Here's the Big Deal Trump and Putin Could Actually Reach in Alaska". POLITICO. 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-08-20.
  47. ↑ "Alaskans greet Putin with Ukrainian flags, protest 'war criminal hanging out here'". POLITICO (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  48. ↑ "Alaskans share anger and hope as Trump and Putin fly in". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  49. ↑ Sauer, Pjotr; reporter, Pjotr Sauer Russian affairs (2025-08-15). "USSR sweatshirt and chicken kyiv: Russia dials up trolling before Alaska summit". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-21.
  50. ↑ "Sergey Lavrov's Alaska outfit hints at Soviet nostalgia". POLITICO (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  51. ↑ Times, The Moscow (2025-08-15). "Russia Will Send 'Clear' Message to U.S. at Alaska Summit, FM Lavrov Says". The Moscow Times (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  52. ↑ "Witkoff has 'highly productive' meeting with Putin ahead of Friday ceasefire deadline". POLITICO. 2025-08-06. Diakses tanggal 2025-08-21.
  53. 1 2 3 4 "СМИ сообщили о сложностях при подготовке саммита Путина и Трампа". RIA Novosti (dalam bahasa Rusia). Moskow. 14 Agustus 2025.
  54. 1 2 "С какими картами на руках Россия и США подошли к саммиту на Аляске". РБК (dalam bahasa Rusia). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  55. ↑ "Alaska Governor weighs in ahead of Trump-Putin summit". Newsweek (dalam bahasa Inggris). 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-08-22.
  56. ↑ Делегация РФ станет первыми россиянами на военной базе в Анкоридже. Новости. Первый канал (dalam bahasa Rusia), diakses tanggal 2025-08-21
  57. 1 2 "Саммит на Аляске: что известно о встрече Путина и Трампа". Казинформ (dalam bahasa Rusia). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  58. ↑ "Как выглядит подготовка к саммиту на Аляске. Фото и видео". РБК (dalam bahasa Rusia). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  59. 1 2 "Встреча Путина и Трампа на Аляске. Онлайн". РБК (dalam bahasa Rusia). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  60. 1 2 "Переговоры Путина и Трампа на Аляске: дата и время, кто от России поедет, прогнозы политологов". Lenta.RU (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2025-08-21.
  61. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Iyer, Aditi Sangal, Tori B. Powell, Laura Sharman, Angus Watson, Sana Noor Haq, Christian Edwards, Sophie Tanno, Adrienne Vogt, Kevin Liptak, Michael Rios, Mitchell McCluskey, Kaanita (2025-08-15). "August 15, 2025: Trump-Putin summit ends without concrete deal | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  62. 1 2 "На Аляске завершились переговоры Трампа и Путина – DW – 16.08.2025". dw.com (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2025-08-21.
  63. ↑ "Putin says Alaska summit 'very useful' as Trump pivots on Ukraine ceasefire". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-21.
  64. 1 2 "Путин и Трамп рассказали о переговорах на Аляске. Онлайн исторического саммита". Газета.Ru (dalam bahasa Rusia). 2025-08-21. Diakses tanggal 2025-08-21.
  65. ↑ "Путин прилетел на Аляску на встречу с Трампом". РБК (dalam bahasa Rusia). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  66. 1 2 "Путин прибыл на Аляску". РИА Новости (dalam bahasa Rusia). 20250815T2154. Diakses tanggal 2025-08-21.
  67. 1 2 3 4 5 Stallard, Katie (2025-08-16). "The great big anti-climax in Alaska". New Statesman (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-21.
  68. ↑ Flaherty, Anne; Faulders, Katherine; Smith, Cindy. "B-2 stealth bomber conducts flyover as Trump, Putin arrive at Alaska base". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  69. ↑ "Rencontre Trump-Poutine : les dessous du sommet en Alaska". Franceinfo (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  70. ↑ "Trump-Putin summit ends without a deal on Ukraine". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  71. ↑ Turlyun, Dmitriy (2025-08-15). "Alaska, once ruled by Russia, greets Trump-Putin summit with mix of hope and anger". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  72. 1 2 "Key moments in Alaska: A red carpet, an abrupt end and 'no deal' over Ukraine". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  73. ↑ "Sommet Trump-Poutine en Alaska : cinq points à retenir de la rencontre". BBC News Afrique (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  74. 1 2 "Главное о саммите Трамп-Путин: прогресс есть, сделки нет – DW – 16.08.2025". dw.com (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2025-08-21.
  75. ↑ "Атрибуты вместо смыслов. Каковы итоги встречи Трампа и Путина на Аляске". BBC News Русская служба (dalam bahasa Rusia). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  76. 1 2 "Putin echoes Trump's claims about Ukraine war and 2020 election". Los Angeles Times (dalam bahasa American English). 2025-01-24. Diakses tanggal 2025-08-21.
  77. ↑ "特朗普与普京峰会直播新闻:阿拉斯加会谈后并未达成乌克兰停火". Al Jazeera Chinese (dalam bahasa Simplified Chinese). Diakses tanggal 2025-08-26.
  78. ↑ Affairs, -Nick Schifrin Nick Schifrin Nick Schifrin is PBS NewsHour’s Foreign; coverage, Defense Correspondent He leads NewsHour’s daily foreign; invasion, including multiple trips to Ukraine since the full-scale; Award, has created weeklong series for the NewsHour from nearly a dozen countries The PBS NewsHour series “Inside Putin’s Russia” won a 2017 Peabody; Reporting, the National Press Club’s Edwin M. Hood Award for Diplomatic Correspondence In 2020 Schifrin received the American Academy of Diplomacy’s Arthur Ross Media Award for Distinguished; COVID-19, Analysis of Foreign Affairs He was a member of the NewsHour teams awarded a 2021 Peabody for coverage of; Afghanistan, a 2023 duPont Columbia Award for coverage of; NewsHour, Ukraine Prior to PBS; Turkish, Schifrin was Al Jazeera America's Middle East correspondent He led the channel’s coverage of the 2014 war in Gaza; reported on the Syrian war from Syria's (2025-08-15). "Trump meets Putin in Alaska with future of Ukraine war hanging in balance". PBS News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-26. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  79. ↑ "Highlights of Putin statement after summit with Trump". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  80. ↑ 劉耀洋, 成依華 (2025-08-16). "美俄元首會結束 特朗普:今次會面給滿分 普京冀終戰|最新". 香港01 (dalam bahasa Chinese (Hong Kong)). Diakses tanggal 2025-08-26.
  81. ↑ "特朗普暗示未在结束俄乌战争方面达成最终协议". www.zaobao.com.sg (dalam bahasa Simplified Chinese). Diakses tanggal 2025-08-26.
  82. ↑ "阿拉斯加「雙普會」無疾而終!川普與普京密談2.5小時,惜未達成任何協議". Yahoo News (dalam bahasa Tionghoa). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  83. ↑ "Putin goes viral for pulling strange facial expressions at Alaska summit". Yahoo News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  84. ↑ Ganguly, Sayan (2025-08-16). "Watch: Putin pulls a face at journalist's question in viral Alaska summit moment". India Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  85. ↑ "'Me pretending not to hear my coworkers': Putin becomes meme just minutes into high-stakes Alaska summit with Trump". Yahoo News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  86. 1 2 3 Eisner, Chiara (2025-08-16). "Government papers found in an Alaskan hotel reveal new details of Trump-Putin summit". NPR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  87. ↑ Kourdouli, Salomé. "Sommet Trump-Poutine : échec cuisant en Alaska". Libération (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-08-21.
  88. ↑ Morenets, Svitlana (2025-08-16). "Putin was the real winner of the Alaska summit". The Spectator (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-21.
  89. 1 2 3 4 5 6 7 8 "Here's the transcript of what Putin and Trump said in Alaska - CBS News". www.cbsnews.com (dalam bahasa American English). 2025-08-15. Diakses tanggal 2025-08-21.
  90. ↑ "Trump-Putin, tappeto rosso e strette di mano: ma l'accordo sull'Ucraina non c'è". La Stampa (dalam bahasa Italia). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  91. ↑ "Ukraine : ce qu'il faut retenir du sommet Trump-Poutine en Alaska". L'Express (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  92. ↑ "Après le sommet Trump-Poutine, aux Européens de jouer leur carte" (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-21.
  93. ↑ Walker, Josephine (2025-08-16). ""Next time in Moscow": Putin extends Trump invitation as summit ends". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  94. ↑ NACHRICHTEN, n-tv. "Putin ehrt sowjetische Piloten in Alaska". n-tv.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2025-08-29.
  95. ↑ Bengel, Alex; Peterson, Adrian (2025-08-16). "Putin references similar Fairbanks statue during Alaska summit commemorating WWII American-Russia cooperation". https://www.alaskasnewssource.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-29.
  96. ↑ "Putin arrives in Magadan before Alaska summit". TASS. Diakses tanggal 2025-08-29.
  97. ↑ Williams, Austin (2025-08-15). "Here's why Soviet pilots are buried at a US base in Alaska". FOX Local (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-29.
  98. ↑ Balmforth, Tom (2025-08-17). "Outline emerges of Putin's offer to end his war in Ukraine". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-20.
  99. ↑ Geman, Ben (2025-08-18). "The fading threat of new Trump oil sanctions". Axios (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  100. ↑ Yee, Curtis; Mcghee, Bernard; Petesch, Carley; Clark, Nell; Burdette, Sam. "Trump says he is setting up meeting for Zelenskyy and Putin to discuss Russia-Ukraine war". AP News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  101. ↑ "Zelensky says he is ready to meet Putin after Trump calls Russian leader". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-21.
  102. 1 2 3 Li, Yuchen (18 Agustus 2025). "Trump-Putin meeting in Alaska: How is China viewing it? – DW – 08/18/2025". Deustche Welle (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  103. ↑ "Client Challenge". www.ft.com. Diakses tanggal 2025-08-26.
  104. ↑ Eaton, Joe Wallace, Costas Paris, Alex Leary and Collin. "Exclusive | Exxon Held Secret Talks With Rosneft About Going Back to Russia". The Wall Street Journal (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-29. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  105. ↑ Rowlands, Nils Adler,Brian Osgood,Lyndal. "Trump-Zelenskyy meeting updates: US to arrange Russia-Ukraine summit". Al Jazeera (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  106. ↑ Hutzler, Alexandra (19 Agustus 2025). "Key takeaways from Trump and Zelenskyy's meeting, pivotal talks with European leaders". ABC News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-21.
  107. ↑ Suny, Ronald (August 19, 2025). "Alaska summit and its afterlife provides a glimpse into what peace looks like to Putin and Trump". The Conversation.
  108. ↑ Campbell, Lucy; Krupa, Jakub; Clinton, Jane; Fulton, Adam; Krupa, Lucy Campbell (now); Jakub; Fulton (earlier), Adam (August 18, 2025). "We need 'joint pressure' on Russia to end war, Zelenskyy says before Trump meeting, as European leaders arrive at White House – live". The Guardian. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  109. ↑ "At White House, Europeans make case they have role to play on Ukraine". Christian Science Monitor. ISSN 0882-7729. Diakses tanggal 2025-08-22.
  110. ↑ "Trump Pauses White House Meeting, Saying He's Going to Call Putin". The Wall Street Journal.
  111. ↑ "Trump rules out sending US troops to Ukraine as part of security guarantees". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-22.
  112. 1 2 "Trump-Zelensky: Four key takeaways from Ukraine talks in Washington". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-19. Diakses tanggal 2025-08-22.
  113. ↑ Shalal, Andrea; Heavey, Susan (2025-08-19). "Trump says Putin 'tired' of war, but possible he doesn't want to make a deal". Reuters (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  114. 1 2 3 "Trump and Putin Alaska summit: Five takeaways from the meeting". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-29.
  115. 1 2 3 Anderson, Francesca Chambers and Zac. "'No deal': Takeaways from Trump's Alaska summit with Putin". USA TODAY (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  116. 1 2 3 Liptak, Kevin (2025-08-16). "Takeaways from Trump and Putin's summit in Alaska | CNN Politics". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  117. ↑ "Trump's Alaska summit really was useless ... to everyone but Vladimir Putin". The Independent (dalam bahasa Inggris). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-22.
  118. ↑ jcookson (2025-08-16). "Experts react: Trump and Putin just left Alaska without a deal. Here's what that means for Russia's war on Ukraine". Atlantic Council (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  119. ↑ Editorial (2025-08-17). "The Guardian view on the Alaska summit: there must be no more gifts to Vladimir Putin". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-22.
  120. ↑ "Trump and Putin Alaska summit: Five takeaways from the meeting". www.bbc.com (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-22.
  121. 1 2 Lemire, Jonathan (2025-08-16). "Well, What Did You Think Would Happen?". The Atlantic (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  122. ↑ "Russia and Ukraine Agree: A Trump Summit Is a Big Win for Putin" (dalam bahasa Inggris). 2025-08-14. Diakses tanggal 2025-08-22.
  123. ↑ "Aux Etats-Unis, l'administration Trump se défend de toute complaisance envers Poutine" (dalam bahasa Prancis). 2025-08-18. Diakses tanggal 2025-08-22.
  124. ↑ "China to face greater pressure if US gives Ukraine Nato-style security: analysts". South China Morning Post (dalam bahasa Inggris). 2025-08-18. Diakses tanggal 2025-08-22.
  125. 1 2 3 Alec Schemmel, Peter Pinedo (2025-08-15). "GOP praises Trump's posture during Alaska summit, Dems cry foul over Trump's apparent coziness with Putin". Fox News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  126. 1 2 Timotija, Filip (16 Agustus 2025). "Trump-Putin summit receives mixed reactions from European leaders, US lawmakers". The Hill.
  127. ↑ Kelly, Brigette (2025-08-18). "Local lawmakers react to Alaska summit with Putin, express mixed feelings". WSET (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  128. 1 2 3 Smith, Corinne; August 15, Alaska Beacon; 2025. "Alaska state officials express hope about Trump-Putin summit". Alaska Beacon (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  129. 1 2 3 News, N. B. C. (2025-08-16). "Alaska lawmakers react to Trump-Putin summit". KYMA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  130. ↑ Samsel, Stephanie (2025-08-14). "Alaska governor hopes for end to Ukraine war as state prepares for historic Trump-Putin summit". Fox News (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  131. ↑ LIBERATION. "Sommet en Alaska : Zelensky, l'UE, Trump, Poutine… les réactions après la réunion d'Anchorage". Libération (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 2025-08-26.
  132. ↑ "Как эксперты оценивают итоги саммита Путина и Трампа на Аляске". РБК (dalam bahasa Rusia). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  133. 1 2 Sauer, Pjotr; reporter, Pjotr Sauer Russian affairs (2025-08-16). "Russia jubilant after Trump summit as Putin reportedly demands Donetsk and Luhansk". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-08-26.
  134. ↑ "La première réaction de Zelensky après le sommet Trump-Poutine". Le HuffPost (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  135. ↑ "BBC News | Русская служба". Telegram. Diakses tanggal 2025-08-29.
  136. ↑ Timotija, Filip (2025-08-22). "EU's top diplomat: Putin 'laughing' at Trump's Russia-Ukraine peace efforts". The Hill (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-29.
  137. 1 2 kosta_eu (2025-08-16). "European leaders pledge to back Ukraine in joint statement on Trump-Putin summit". EU NEIGHBOURS east (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-29.
  138. ↑ "Méfiance, espoir… Les réactions contrastées des leaders européens au sommet Trump-Poutine". Ouest-France.fr (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-29.
  139. ↑ "Le sommet Trump-Poutine, "un cirque" pas totalement inutile". Courrier international (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  140. 1 2 "Дві перемоги Путіна на Алясці - ЗМІ". BBC News Україна (dalam bahasa Ukraina). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  141. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "World leaders react to Trump-Putin summit reaching no deal on Ukraine". Reuters (dalam bahasa Inggris). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  142. ↑ "Denmark makes sobering comment on Putin-Trump meeting". Fakti.bg - Да извадим фактите наяве (dalam bahasa Bulgaria). Diakses tanggal 2025-08-26.
  143. ↑ "Nordic, Baltic leaders pledge 'steadfast' support for Ukraine – DW – 08/16/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  144. ↑ ERR, ERR News | (2025-08-17). "Baltics, Nordics say 'Putin cannot be trusted' after Alaska summit". ERR (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  145. 1 2 Sorongan, Tommy Patrio. "Usai Bertemu Putin, Ini Ucapan Trump & Respons Zelensky-Pemimpin Dunia". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2025-08-26.
  146. ↑ "Ukraine: European leaders react to Trump-Putin summit – DW – 08/17/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  147. 1 2 "Canada's Carney hails Trump's leadership after Alaska summit – DW – 08/16/2025". dw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-26.
  148. ↑ "Après le sommet Trump-Poutine, la «coalition des volontaires» pour l'Ukraine se remobilise". RFI (dalam bahasa Prancis). 2025-08-16. Diakses tanggal 2025-08-26.
  149. ↑ Johnston, Geoffrey P. (21 Agustus 2025). "Ukraine's allies know Trump and Putin can't be trusted". The Whig.
  150. ↑ "Turkish, Russian presidents discuss outcome of Alaska summit". Anadolu Agency. Diakses tanggal 2025-08-26.
  • l
  • b
  • s
Invasi Rusia ke Ukraina
Bagian dari Perang Rusia-Ukraina
Ikhtisar
Pendahuluan
  • Reaksi
  • Disinformasi
    • Teori konspirasi senjata biologis Ukraina
    • Ukraina dan senjata pemusnah massal
  • Konferensi tingkat tinggi Rusia–Amerika Serikat 2021
  • Insiden Laut Hitam 2021
  • Krisis perbatasan Belarus–Uni Eropa 2021–2022
  • "Tentang Persatuan Sejarah Rusia dan Ukraina"
  • Platform Krimea
  • Zapad 2021
  • Serangan siber Ukraina
  • Pengeboman taman kanak-kanak Stanytsia Luhanska
  • Pakta trilateral Inggris–Polandia–Ukraina
Latar belakang
  • Pembubaran Uni Soviet
  • Kerusuhan pro-Rusia di Ukraina 2014
    • Sejarah
  • Aneksasi Krimea
  • Perang di Donbas
    • Perjanjian Minsk
    • Situasi kemanusiaan
  • Pengakuan terhadap Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk
  • Putinisme
    • Novorossiya
    • Rashisme
    • Iredentisme Rusia
    • Imperialisme Rusia
Hubungan
Luar negeri
  • Rusia–Ukraina
  • Belarus–Ukraina
  • Belarus–Rusia
  • Rusia-Amerika Serikat
  • NATO–Rusia
  • NATO–Ukraina
    • Perluasan NATO
  • Rusia–Tiongkok
  • Belarus–Tiongkok
  • Rusia–Iran
  • Konferensi Pemulihan Ukraina 2022
  • Pertemuan Pangkalan Udara Ramstein
  • Kelompok Konsultatif Pertahanan Ukraina
  • Surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional untuk Putin dan Lvova-Belova
    • Kunjungan Xi Jinping ke Rusia
  • Pertemuan Donald Trump–Volodymyr Zelenskyy di Kantor Oval
  • Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025
  • Operasi Interflex
  • Operasi Orbital
Tokoh kunci
Ukraina
  • Oleksii Reznikov
  • Volodymyr Zelenskyy
  • Valerii Zaluzhnyi
  • Denys Monastyrsky
  • Oleksiy Danilov
  • Serhiy Shaptala
  • Ruslan Khomchak
  • Oleksandr Syrskyi
  • Vitali Klitschko
Rusia
  • Vladimir Putin
  • Mikhail Mishustin
  • Sergei Shoigu
  • Valery Gerasimov
  • Sergey Naryshkin
  • Ramzan Kadyrov
  • Sergey Lavrov
  • Aleksandr Dvornikov
Lainnya
  • Donald Trump
  • Alexander Lukashenko
  • Denis Pushilin
  • Leonid Pasechnik
Operasi militer
Ukraina
selatan
  • Kampanye Pulau Ostriv Zmiinyi
  • Pengeboman Odesa
  • Pengepungan Mariupol
  • Pertempuran Kherson
  • Pertempuran Melitopol
  • Pertempuran Mykolaiv
  • Pertempuran Enerhodar
  • Pertempuran Voznesensk
  • Pertempuran Huliaipole
  • Pertempuran Davydiv Brid
  • Serangan balasan Kherson
    • Pembebasan Kherson
  • Kampanye Dnieper
    • Kebobolan Bendungan Kakhovka
Ukraina
timur
  • Avdiivka
  • Mariupol
  • Marinka
  • Volnovakha
  • Izium
  • Pertempuran Rubizhne
  • Pertempuran Popasna
  • Pertempuran Dovhenke
  • Pertempuran Donbas
    • Pertempuran Kreminna
    • Pertempuran Siverskyi Donets
    • Pertempuran Sievierodonetsk
    • Pertempuran Bilohorivka
    • Pertempuran Toshkivka
    • Pertempuran Lyman I
    • Pertempuran Sviatohirsk
    • Pertempuran Bohorodychne dan Krasnopillia
    • Pertempuran Lysychansk
    • Pertempuran Siversk
    • Pertempuran Pisky
    • Pertempuran Bakhmut
    • Pertempuran Soledar
    • Pertempuran Pervomaiske and Vodiane
    • Pertempuran Vuhledar
  • Pertempuran Kharkiv
  • Serangan balasan Kharkiv
    • Pertempuran Balakliia
    • Pertempuran Kupiansk
    • Pertempuran Lyman II
    • Pertempuran garis Svatove–Kreminna
Ukraina
utara
  • Pertempuran Hlukhiv
  • Pertempuran Konotop
  • Pertempuran Sumy
  • Pertempuran Trostianets
  • Pengepungan Chernihiv
  • Pertempuran Okhtyrka
  • Pertempuran Lebedyn
  • Pertempuran Bandara Antonov
  • Pendudukan Chornobyl
  • Pertempuran Ivankiv
  • Pertempuran Kyiv
  • Pertempuran Hostomel
  • Pertempuran Vasylkiv
  • Pertempuran Bucha
  • Pertempuran Irpin
  • Pertempuran Makariv
  • Konvoi Rusia menuju Kyiv
  • Pertempuran Moshchun
  • Pertempuran Brovary
  • Pertempuran Slavutich
Serangan
militer
  • Serangan pangkalan udara Chuhuiv
  • Serangan pangkalan udara Millerovo
  • Serangan Chornobaivka
  • Serangan pangkalan militer Yavoriv
  • Serangan pelabuhan Berdiansk
  • Tenggelamnya Moskva
  • Serangan udara barak Desna
  • Serangan Nova Kakhovka
  • Serangan Krimea
    • Ledakan Novofedorivka
    • Serangan pangkalan laut Sevastopol
  • Serangan pangkalan udara Dyagilevo dan Engels
  • Penembakan markas militer Makiivka
  • Serangan pangkalan udara Machulishchy
  • Serangan Kursk 2024
    • Pendudukan Ukraina di Oblast Kursk
  • Operasi Spiderweb
Perlawanan
Perlawanan Ukraina
  • Tentara partisan Berdiansk
  • Gerakan pita kuning
Rusia dan Belarus
  • Pengeboman Sankt-Peterburg 2023
  • Deklarasi Irpin
Pendudukan Rusia
  • Krimea
  • Oblast Donetsk
  • Oblast Kharkiv
  • Oblast Kherson
  • Oblast Luhansk
  • Oblast Mykolaiv
  • Oblast Zaporizhzhia
  • Oblast Chernihiv
  • Oblast Dnipropetrovsk
  • Oblast Kyiv
  • Oblast Odesa
  • Oblast Sumy
  • Oblast Zhytomyr
Kejahatan perang
Serangan sipil
  • Pendudukan Rusia atas Krimea
  • Pembantaian Bucha
  • Pengeboman Borodianka
  • Penculikan anak-anak pada invasi Ukraina oleh Rusia
  • Ranjau darat di Ukraina
  • Serangan Rusia terhadap infrastruktur Ukraina
Reaksi
Publik
  • Protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina 2022
  • Protes antiperang di Rusia
  • Perlawanan Antiperang oleh Feminis
  • Sanksi internasional
Terkait
  • Percobaan pembunuhan Volodymyr Zelenskyy
  • Pembunuhan Darya Dugina
  • Ledakan Jembatan Krimea 2022
  • Pembunuhan Vladlen Tatarsky
  • Pemberontakan Grup Wagner
  • Ancaman nuklir selama invasi Rusia ke Ukraina
  • Kecelakaan pesawat Grup Wagner 2023
  • Serangan di Rusia
  • Kematian Alexei Navalny
  • The Vladimir Putin Interview
  • Krisis ekonomi Jerman (2022-sekarang)
  • Pencitraan Soviet pada Perang Rusia-Ukraina
  • Category Kategori
  • l
  • b
  • s
Donald Trump
  • Presiden Amerika Serikat ke-45 (2017–2021)
  • Pemilik The Trump Organization (Ketua/Presiden 1971–2017)
  • Produser eksekutif The Apprentice (pembawa acara 2004–2015)
Kepresidenan
  • Transisi
  • Pelantikan 2017
  • Garis waktu
  • 100 hari pertama
  • Kunjungan kenegaraan
  • Kabinet
  • Calon Hakim Agung
  • Pengangkatan jabatan
Donald Trump
Kehidupan dan politik
  • Kehidupan awal
  • Karier bisnis
    • permasalahan hukum
  • The Apprentice
  • WrestleMania 23
  • Pandangan politik
    • Ekonomi
  • America First
  • Rencana perdamaian
  • Pseudonim
Buku
  • Trump: The Art of the Deal (1987)
  • Trump: Surviving at the Top (1990)
  • The America We Deserve (2000)
  • Crippled America (2015)
Pidato
  • Pelantikan (2017)
Pemilihan umum
  • Kampanye presiden 2000
  • Kampanye presiden 2016
    • Pemilihan pendahuluan Republik
    • "Make America Great Again"
    • dukungan pendahuluan
    • Konvensi Nasional Republik
    • dukungan pemilu
    • debat pemilu
    • penolakan Republik
  • Pemilihan presiden 2016
    • reaksi internasional
  • Kampanye presiden 2020
Keluarga
  • Melania Trump (istri)
  • Ivana Trump (istri pertama)
  • Donald Trump Jr. (putra)
  • Ivanka Trump (putri, istri Jared Kushner)
  • Eric Trump (putra)
  • Marla Maples (istri kedua)
  • Tiffany Trump (putri)
  • Fred Trump (bapak)
  • Mary Anne MacLeod Trump (ibu)
  • Maryanne Trump Barry (adik)
  • John G. Trump (paman)
  • Frederick Trump (kakek)
  • Elizabeth Christ Trump (nenek)
Terkait
  • Budaya masyarakat
    • filmografi
    • dalam musik
    • Ucapan
  • Trump Tower
  • Mar-a-Lago
  • Dakwaan
  • ← Barack Obama
  • Joe Biden →

  • Wikipedia book Buku
  • Category Kategori
  • Portal Portal

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Situasi perang di Ukraina
  3. Tensi nuklir
  4. Sebelum pertemuan
  5. Pertemuan Trump–Putin
  6. Persiapan
  7. Kedatangan Delegasi
  8. Pertemuan bilateral
  9. Konferensi pers
  10. Pasca pertemuan
  11. Delegasi
  12. Amerika Serikat
  13. Rusia
  14. Tawaran Rusia
  15. Dampak
  16. Pertemuan Trump-Zelensky

Artikel Terkait

Jeffrey Epstein

Pelaku kejahatan seksual dan pemodal Amerika (1953–2019)

2025

tahun kalender

2020-an

dasawarsa pada Milenium ke-3 dan Abad ke-21 yang dimulai dari tanggal 1 Januari 2020 hingga tanggal 31 Desember 2029.

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026