Grup Kontak Pertahanan Ukraina atau Kelompok Konsultatif Pertahanan Ukraina adalah aliansi yang terdiri dari 54 negara untuk mendukung pertahanan negara Ukraina, dalam menanggapi invasi yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina pada 2022. Aliansi ini berperan dalam mengidentifikasi, sinkronisasi dan memastikan penyampaian kemampuan militer yang diperlukan Ukraina dalam mempertahankan tanah airnya terhadap agresi Rusia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kelompok Konsultatif Pertahanan Ukraina Група Рамштайнуcode: uk is deprecated Kelompok Ramstein | |
|---|---|
| 26 April 2022 (2022-04-26) (dibentuk)–sekarang(aktif) | |
Negara anggota dan penyedia bantuan militer Ukraina lainnya,
Pemberi bantuan non-anggota non-anggota NATO Ukraina | |
| Tipe | Koalisi bantuan militer multinasional |
| Keanggotaan | Peserta:
|
| Pemimpin | |
| Lloyd Austin (hingga Januari 2025) | |
| John Healey (per Februari 2025)[c] | |
• Menteri Pertahanan Federal Jerman | Boris Pistorius (per April 2025)[d] |
| Pendirian | 26 April 2022 (26 April 2022), (Pertemuan Ramstein 2022) |
| Era Sejarah | Invasi Ukraina oleh Rusia (berlangsung selama 1520 hari) |
| 24 April 2022 (2022-04-24) (Kunjungan Menlu AS ke Kyiv)[e] | |
• Operasi Interflex • Bantuan Uni Eropa untuk Dukungan Ukraina • Kelompok Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina | 9 Juli 2022 (2022-07-09) (dimulai, Operasi Unifier) 17 Oktober 2022 (2022-10-17) (dibentuk) 4 November 2022 (2022-11-04) (dibentuk) |
| 14 Februari 2023 (2023-02-14) (diikuti oleh 54 negara)[f] 12 Juli 2023 (2023-07-12) (perdana)[g] | |
| 6 September 2024 (2024-09-06)/ 9 Januari 2025 (2025-01-09) (dua pertemuan terakhir diketuai oleh Menhan AS)[h] | |
• Periode kedua Donald Trump | 20 Januari 2025 (2025-01-20) 459 hari→ 20 Januari 2029 (2029-1-20)−2 tahun, 8 bulan dan 29 hari |
• Pembicaraan Donald Trump dengan Vladimir Putin 2025 • Pertemuan Trump dan Zelenskyy 2025, (Kantor Oval) | 12 Februari 2025 (2025-02-12) 28 Februari 2025 (2025-02-28) |
| Sekarang bagian dari |
|
Catatan
| |
Grup Kontak Pertahanan Ukraina atau Kelompok Konsultatif Pertahanan Ukraina adalah aliansi yang terdiri dari 54 negara untuk mendukung pertahanan negara Ukraina, dalam menanggapi invasi yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina pada 2022. Aliansi ini berperan dalam mengidentifikasi, sinkronisasi dan memastikan penyampaian kemampuan militer yang diperlukan Ukraina dalam mempertahankan tanah airnya terhadap agresi Rusia.
Dalam upayanya tersebut, aliansi ini mengadakan pertemuan-pertemuan untuk mendiskusikan hal yang terkait dengan koordinasi keamanan dan partisipasi dukungan serta skala prioritas yang akan diberikan kepada Ukraina.[3][4] Aliansi ini juga didukung oleh organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).[5][6] Acara pertemuan pertama kali diselenggarakan pada 26 April 2022 di Pangkalan Udara militer Amerika Serikat Ramstein di Jerman, dipimpin oleh Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin yang diikuti oleh lebih dari 40 negara.[7] Pertemuan luring selanjutnya diselenggarakan pada 15 Juni 2022 di markas besar NATO di Brussels, Belgia.[8]
| Tanggal | Lokasi | Ref | |
|---|---|---|---|
| 1 | 26 April 2022 | Pangkalan Udara Ramstein | [9] |
| 2 | 23 Mei 2022 | Virtual | [10] |
| 3 | 15 Juni 2022 | Kantor Pusat NATO | [8] |
| 4 | 20 Juli 2022 | Virtual | [11] |
| 5 | 8 September 2022 | Pangkalan Udara Ramstein | [12] |
| 6 | 12 Oktober 2022 | Kantor Pusat NATO | [13] |
| 7 | 16 November 2022 | Virtual | [5] |
| 8 | 20 Januari 2023 | Pangkalan Udara Ramstein | [14][15] |
| 9 | 14 Februari 2023 | Kantor Pusat NATO | [16] |
| 10 | 15 Maret 2023 | Virtual | [17] |
| 11 | 21 April 2023 | Pangkalan Udara Ramstein | [18][19] |
| 12 | 25 Mei 2023 | Virtual | [20] |
| 13 | 15 Juni 2023 | Kantor Pusat NATO | [21] |
| 14 | 18 Juli 2023 | Virtual | [22] |
| 15 | 19 September 2023 | Pangkalan Udara Ramstein | [23] |
| 16 | 11 Oktober 2023 | Kantor Pusat NATO | [24] |
| 17 | 22 November 2023 | Virtual | [25] |
| 18 | 23 Januari 2024 | [26] | |
| 19 | 14 Februari 2024 | Kantor Pusat NATO | [27] |
| 20 | 19 Maret 2024 | Pangkalan Udara Ramstein | [28] |
| 21 | 26 April 2024 | Virtual | [29] |
| 22 | 20 Mei 2024 | [30] | |
| 23 | 13 Juni 2024 | Kantor pusat NATO | [31] |
| 24 | 6 September 2024 | Pangkalan Udara Ramstein | [32] |
| 25 | 9 Januari 2025 | [33] | |
| 26 | 12 Februari 2025 | Kantor Pusat NATO | [34][35] |
| 27 | 11 April 2025 | [36][37] |
Pertemuan-pertemuan tersebut menghasilkan resolusi atas dukungan bagi Ukraina berupa bantuan untuk penguatan sistem persenjataan, di antaranya pengiriman amunisi dan artileri, termasuk peralatan sistem pertahanan udara[38] dan sistem pertahanan darat termasuk Kendaraan tempur lapis baja.[39] Pada pertemuan kesepuluh (disebut dengan "Ramstein-10") yang berlangsung secara virtual pada 15 Maret 2023, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Llyod Austin menyampaikan bahwa selain bertambahnya negara-negara yang akan menyediakan bantuan untuk sistem pertahanan udara, sembilan negara telah menjanjikan untuk menyediakan bantuan Tank tempur utama berjenis Leopard, yang secara keseluruhan berjumlah hingga 150 unit.[40]
Pada pertemuan ke-16 tanggal 11 Oktober 2023, negara-negara anggota NATO memastikan akan tetap mendukung presiden Zelenskyy dalam hal bantuan militer bagi Ukraina, meskipun di tengah berkecamuknya Perang Israel−Hamas. Hal ini ditegaskan kembali oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, bahwa aliansi NATO akan terus mendukung Ukraina sebagaimana mereka mendukung keamanan negara mereka sendiri.[41] Presiden Zelenskiyy menyambut baik dukungan tersebut, meskipun ia memahami bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak pasti. Ia juga menegaskan permintaannya akan kebutuhan sistem pertahanan udara, termasuk drone.[41][42] Menurut laporan NBC News, para pejabat pemerintah Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa, secara diam-diam melakukan diskusi dengan pemerintah Ukraina tentang kemungkinan negosiasi perdamaian dengan Rusia yang mungkin dapat mengakhiri perang.[43]
Pada pertemuan ketujuhbelas ("Ramstein-17") yang diselenggarakan secara virtual tanggal 23 November 2023, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin mendorong agar para anggota Kelompok Konsultatif dapat menyediakan dukungan pertahanan udara kepada Ukraina. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat berkemampuan penuh untuk melanjutkan dukungan kuat terhadap Ukraina, di tengah dukungannya terhadap Israel yang juga memerlukan bantuan. Austin menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan Amerika Serikat akan terus berupaya untuk mendapatkan dana tambahan bagi pertahanan Ukraina dan kebutuhan lainnya melalui Kongres Amerika Serikat.[44] Austin mengemukakan bahwa koalisi Kelompok Konsultatif memusatkan dukungannya terhadap pengembangan Angkatan Udara Ukraina dan teknologi informasi, serta mengembangkan kemampuan koalisi dalam pertahanan udara berbasis darat.[45]
Pada 23 Januari 2024, pertemuan Ramstein-18 yang berlangsung virtual, Lloyd Austin kembali menegaskan tentang kelanjutan dukungan para anggota aliansi terhadap Ukraina untuk memperkuat dan memodernisasi pasukan pertahanannya dalam pertahanan udara berbasis darat, artileri, keamanan maritim dan teknologi informasi dalam kebutuhan jangka panjang.[46] Terkait hal tersebut, Belanda mengumumkan akan bergabung dalam koalisi teknologi informasi untuk membangun kemampuan siber dan digital bagi Angkatan Bersenjata Ukraina dengan memberikan bantuan senilai 10 juta Euro, menyusul Denmark yang memutuskan untuk memberikan bantuan senilai 12 juta Euro untuk kebutuhan tersebut. Koalisi teknologi informasi ini merupakan kelompok khusus dalam Kelompok Konsultatif Pertahanan Ukraina yang terdiri dari negara-negara yang dipimpin oleh Estonia dan Luksemburg, bertujuan untuk mendukung Kementerian Pertahanan Ukraina dan Angkatan Bersenjata Ukraina dalam bidang teknologi informasi, komunikasi dan keamanan siber.[47]
Sementara itu, Pentagon menyatakan bahwa bantuan terakhir bagi Ukraina adalah paket persenjataan senilai 250 juta Dolar pada akhir Desember 2023 dan belum dapat memberikan bantuan kembali karena terkendala persediaan senjata dan permintaan dana yang belum disetujui oleh Kongres Amerika Serikat karena berbagai alasan, termasuk negosiasi kebijakan-kebijakan, di antaranya kebijakan imigrasi dan prioritas kebijakan keamanan bagi perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Bantuan senilai 110 miliar Dolar bagi Ukraina dan Israel juga terhenti karena tidak adanya kesepakatan Kongres.[48][49]
Pada pertemuan Ramstein-21, sekaligus memperingati 2 tahun terbentuknya Kelompok Konsultatif Pertahanan Ukraina, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, menyatakan bahwa rencana undang-undang keamanan senilai 95 miliar dolar telah diundang-undangkan. Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyatakan komitmen tambahan senilai 6 miliar dolar bagi dukungan keamanan Ukraina dan merupakan paket bantuan keamanan terbesar yang telah diberikan per April 2024. Paket bantuan tersebut termasuk sistem persenjataan, sistem perlawanan drone, amunisi artileri, peluru kendali beserta peralatan pendukungnya.[50][51] Sementara itu dalam pernyataan terpisah, Presiden Joe Biden menyatakan bahwa undang-undang keamanan yang telah disepakati senilai 95 miliar dolar tersebut, merupakan bantuan keamanan yang diperuntukkan bagi Ukraina, Israel dan Taiwan. Bantuan tersebut tidak hanya investasi bagi mitra-mitra Amerika Serikat diseluruh dunia dalam bidang pertahanan, juga bagi kepentingan dalam negeri Amerika Serikat sendiri. Selain bantuan bagi Ukraina, bantuan tersebut termasuk alokasi bantuan senilai 14.1 miliar dolar bagi Israel, bantuan kemanusiaan senilai 9.5 miliar dolar untuk Gaza, Sudan dan wilayah-wilayah yang dilanda konflik diseluruh dunia, termasuk pula wilayah Indo-pasifik dan Haiti, terutama dalam penyediaan bahan makanan, suplai obat-obatan dan penyediaan air bersih.[52][53]

Pertemuan Ramstein-25 yang direncanakan akan diselenggarakan pada 12 Oktober 2024, ditunda karena presiden Joe Biden membatalkan perjalanan dinas ke Jerman dan Angola, termasuk agenda menghadiri pertemuan Ramstein-25 tersebut. Penundaan ini disebabkan karena presiden akan mengawasi persiapan dan menanggapi respon terhadap peristiwa badai Milton, selain tanggapan atas dampak badai Helena yang tengah berlangsung.[54][55]
Dalam pertemuan perdana setelah presiden Trump dilantik, pada 12 Februari 2025, Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengatakan bahwa dalam perjanjian damai apapun, kembalinya perbatasan Ukraina ke sebelum tahun 2014 adalah "tujuan yang tidak realistis", seraya menambahkan bahwa setiap upaya untuk memperoleh kembali seluruh wilayah, "hanya akan memperpajang perang dan mengakibatkan lebih banyak penderitaan". Ia juga mengatakan bahwa dalam perundingan damai, presiden Trump tidak mendukung keanggotaan Ukraina bergabung dengan NATO dan mengharapkan agar Eropa dapat memberikan dukungan keuangan dan bantuan militer bagi Ukraina, sementara Amerika Serikat akan berfokus pada keamanan negaranya sendiri. Amerika Serikat tidak berencana mengerahkan pasukan militernya ke Ukraina.[56][57] Dalam sebuah wawancara, presiden Zelenskyy mengusulkan "rencana B" untuk membentuk pasukan yang jumlahnya setara dengan pasukan Rusia, oleh karenanya ia akan meminta dukungan keuangan dan bantuan persenjataan kepada Amerika Serikat.[58]
Terdapat delapan sub-kelompok yang dibentuk di dalam Grup Kontak Pertahanan Ukraina sebagai berikut:[59][60]
Terdapat beberapa negara yang terlibat dalam program pesawat tempur. Belgia, Denmark dan Norwegia dan Belanda telah berkomitmen untuk membantu pengadaan pesawat termpur bagi Ukraina. Sementara, Amerika Serikat sejauh ini menolak untuk memberikan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon yang diproduksi di Amerika. Pelatihan bagi para pilot-pilot Ukraina dilaksanakan di Pangkalan Garda Nasional Morris di Arizona, Pangkalan Angkatan Udara Rumania ke-86 di Borcea, Rumania dan Pangkalan Udara Skrydstrup di Denmark serta Pangkalan Udara yang tidak diungkap di wilayah Inggris.[60]
Dewan NATO-Ukraina dibentuk dan diperkenalkan pada 12 Juli 2023, melalui pertemuan perdananya yang bertepatan dengan KTT NATO di Vilnius, Lituania, sebagai bagian dari dukungan NATO terhadap Ukraina. Dukungan tersebut termasuk program tahun jamak untuk membantu Angkatan Bersenjata Ukraina dan menegaskan bahwa Ukraina akan menjadi anggota NATO, bila memenuhi persyaratan dan disetujui oleh para anggota aliansi.[61] Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg menyatakan bahwa dewan ini berfungsi sebagai wadah konsultasi dan sarana pengambilan keputusan bersama, termasuk mengadakan pertemuan-pertemuan krisis serta mendalami ruang lingkup kerja sama dengan para anggota aliansi lainnya.[62] Dewan ini juga mengakhiri Komisi NATO-Ukraina yang dibentuk pada 1997 di Madrid, Spanyol, sebagai badan yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dalam perkembangan hubungan NATO-Ukraina, juga sebagai komite pengarah kerja sama kegiatan, periode 1997-2023.[61]