Pelantikan kedua Donald Trump dilaksanakan pada hari Senin, 20 Januari 2025. Biasanya acara pelantikan di laksanakan di Bagian Depan Barat Gedung Kapitol, Washington, D.C., Amerika Serikat. Namun karena suhu dingin dan angin kencang, acara tersebut diadakan di dalam rotunda Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C.. Ini adalah pelantikan presiden AS yang ke-60 dan pelantikan kedua Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, menandai dimulainya masa jabatan kedua dan terakhirnya yang tidak berturut-turut sebagai presiden AS, masa jabatan pertama JD Vance sebagai wakil presiden, dan pelantikan kembali kedua yang tidak berturut-turut bagi seorang presiden AS, setelah pelantikan kedua Grover Cleveland pada tahun 1893. Ini juga merupakan pelantikan presiden pertama yang berlangsung di dalam ruangan sejak pelantikan Ronald Reagan pada tahun 1985. Pelantikan pertama Donald Trump dilakukan delapan tahun sebelumnya, pada bulan Januari 2017.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Tanggal | 20 Januari 2025 (2025-01-20) |
|---|---|
| Lokasi | Gedung Kapitol, Washington, D.C., Amerika Serikat |
| Penyelenggara | Komite Kongres Gabungan untuk Upacara Pelantikan |
| Peserta/Pihak terlibat | Donald Trump Presiden ke-47 Amerika Serikat JD Vance Wakil Presiden ke-50 Amerika Serikat — Penerima jabatan |
| Situs web | The 60th Presidential Inauguration |
Pelantikan kedua Donald Trump dilaksanakan pada hari Senin, 20 Januari 2025. Biasanya acara pelantikan di laksanakan di Bagian Depan Barat Gedung Kapitol, Washington, D.C., Amerika Serikat. Namun karena suhu dingin dan angin kencang, acara tersebut diadakan di dalam rotunda Gedung Capitol Amerika Serikat di Washington, D.C..[1] Ini adalah pelantikan presiden AS yang ke-60 dan pelantikan kedua Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, menandai dimulainya masa jabatan kedua dan terakhirnya yang tidak berturut-turut sebagai presiden AS, masa jabatan pertama JD Vance sebagai wakil presiden, dan pelantikan kembali kedua yang tidak berturut-turut bagi seorang presiden AS, setelah pelantikan kedua Grover Cleveland pada tahun 1893. Ini juga merupakan pelantikan presiden pertama yang berlangsung di dalam ruangan sejak pelantikan Ronald Reagan pada tahun 1985. Pelantikan pertama Donald Trump dilakukan delapan tahun sebelumnya, pada bulan Januari 2017.
Pelantikan ini merupakan pelantikan pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang mengundang tamu undangan dari luar negeri. Biasanya pelantikan Presiden Amerika Serikat tidak pernah mengundang tamu dari luar negeri.
Pemenang Pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2024 diharapkan akan mengambil sumpah jabatan sebagai Presiden Amerika Serikat ke-47 dan Wakil Presiden Amerika Serikat ke-50. Acara tersebut meliputi upacara pelantikan, upacara penandatanganan, jamuan makan siang pelantikan, upacara penghormatan pertama, dan kemudian prosesi dan parade di Capital One Arena. Pesta dansa pelantikan diadakan di berbagai tempat sebelum dan sesudah upacara pelantikan.
Upacara sebelumnya untuk Pelantikan Joe Biden sebagian besar dibatasi karena krisis politik, kesehatan masyarakat, ekonomi, serta keamanan nasional yang luar biasa termasuk pandemi COVID-19 dan Penyerbuan Gedung Kapitol 2021.
Pada bulan Mei 2024, kedua majelis Kongres menunjuk Komite Gabungan Upacara Pelantikan untuk mengawasi pembangunan panggung dan bangunan sementara lainnya yang akan diperlukan untuk upacara dan perayaan.[2]
Pembangunan platform pelantikan dimulai pada September 2024.[3]
Badan-badan yang diharapkan terlibat dalam perencanaan upacara tersebut meliputi Polisi Gedung Capitol A.S., Polisi Metropolitan Washington, D.C., dan Polisi Taman A.S.[4]
Hakim Agung Mahkamah Agung Amerika Serikat Brett Kavanaugh melaksanakan pengambilan sumpah Wakil Presiden JD Vance. Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts melaksanakan pengambilan sumpah Presiden Donald Trump. Istrinya Melania Trump memegang dua buah Alkitab yang seharusnya disentuh oleh tangan kiri Donald Trump saat membacakan sumpah sesuai protokol, tetapi tangan kiri Trump tidak terlihat menyentuh kedua alkitab tersebut.[12]
Beberapa kader Partai Demokrat yang duduk di Kongres ke-119 memutuskan untuk memboikot acara pelantikan tersebut. Boikot ini dianggap sebagai bentuk pembangkangan terhadap Presiden Trump.[13] Mereka memboikot acara tersebut dengan berbagai alasan, termasuk alasan karena acara pelantikan dilakukan bersamaan dengan acara Hari Martin Luther King Jr., Michelle Obama tidak hadir dan trauma terhadap Penyerbuan Gedung Kapitol 2021.[14] Mereka yang memboikot antara lain adalah:[15][16][17]
Boikot dari segelintir kader Demokrat ini justru ditanggapi oleh Donald Trump Jr. yang menyatakan bahwa ketidakhadiran mereka "memberikan kursi kosong yang bisa diberikan kepada patriot asli negeri ini." dan justru menganjurkan mereka yang memboikot acara tersebut untuk "tetap di rumah".[19]