Dalam periode invasi Rusia ke Ukraina, pada tanggal 6 Agustus 2024, Angkatan Bersenjata Ukraina melakukan inkursi terhadap Oblast Kursk di Rusia serta terlibat kontak senjata dengan Angkatan Bersenjata Rusia dan pasukan penjaga perbatasan Rusia. Menurut sumber Rusia, sedikitnya 1.000 tentara melintasi perbatasan pada hari pertama yang didukung oleh persenjataan berupa sejumlah tank dan kendaraan lapis baja lainnya. Akibatnya, keadaan darurat ditetapkan di wilayah tersebut dan pasukan cadangan Rusia dikerahkan untuk menangani inkursi tersebut. Pada tanggal 10 Agustus 2024, Pemerintah Rusia menerapkan "operasi kontrateroris" di Oblast Kursk serta dua oblast lainnya yang bertetangga, yaitu Belgorod dan Bryansk.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Serangan Kursk 2024 | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Serangan di Rusia selama invasi Rusia ke Ukraina | |||||||||
Serangan Kursk per 28 November 2024 | |||||||||
| |||||||||
| Pihak terlibat | |||||||||
|
|
Didukung oleh: | ||||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||||
|
Oleksandr Syrskyi[2] Dmytro Kholod[3] Eduard Moskaliov[2] Stanislav Krasnov[4] |
Andrei Belousov[5] Yunus-bek Yevkurov[5] Alexei Smirnov Aleksey Dyumin Alexander Bortnikov[6] Apti Alaudinov[7] | ||||||||
| Kekuatan | |||||||||
|
Klaim Rusia: 10.000 hingga 15,000 tentara dan 600 kendaraan lapis baja[11][12] (14 Agustus 2024) 15.000–30.000 tentara[13] (20 Agustus 2024) |
Dari Ukraina: 40.000 tentara (12 Oktober 2024)[15] | ||||||||
| Korban | |||||||||
|
>83 alat persenjataan, termasuk 15 tank[16]
>42.000 korban jiwa[22][b] 100 ditangkap[3] 2.915 alat persenjataan[24] 26 pesawat nirawak[25] |
>123 alat persenjataan, termasuk 11 tank[16] 115–247 ditangkap[28][29] | ||||||||
|
56 warga sipil tewas[35] 266 warga sipil terluka[35] >144.000 warga sipil dievakuasi[36] (>133.000 dievakuasi di Oblast Kursk dan >11,000 dievakuasi di Oblast Belgorod)[36][37] | |||||||||
Dalam periode invasi Rusia ke Ukraina, pada tanggal 6 Agustus 2024, Angkatan Bersenjata Ukraina melakukan inkursi terhadap Oblast Kursk di Rusia serta terlibat kontak senjata dengan Angkatan Bersenjata Rusia dan pasukan penjaga perbatasan Rusia.[38][39] Menurut sumber Rusia, sedikitnya 1.000 tentara melintasi perbatasan pada hari pertama yang didukung oleh persenjataan berupa sejumlah tank dan kendaraan lapis baja lainnya.[40] Akibatnya, keadaan darurat ditetapkan di wilayah tersebut dan pasukan cadangan Rusia dikerahkan untuk menangani inkursi tersebut.[40][41] Pada tanggal 10 Agustus 2024, Pemerintah Rusia menerapkan "operasi kontrateroris" di Oblast Kursk serta dua oblast lainnya yang bertetangga, yaitu Belgorod dan Bryansk.[42][43]
Dalam pekan pertama inkursi, militer Ukraina menyebut bahwa mereka telah menguasai wilayah Rusia seluas 1.000 km2, sedangkan otoritas Rusia mengakui bahwa sudah ada 28 permukiman yang dikuasai Ukraina.[44] Ukraina kemudian mendirikan pemerintahan militer untuk wilayah Oblast Kursk yang berada di bawah kontrol mereka pada 15 Agustus 2024.[45] Pada awal Oktober 2024, tidak ada kemajuan berarti dari pergerakan pasukan Ukraina.[46] Hingga awal November, pasukan Rusia mengambil alih sekitar setengah wilayah maksimum yang diduduki Ukraina dalam serangan ini.[47]
Serangan Kursk menimbulkan kejutan bagi Rusia dan negara-negara sekutu Ukraina karena merupakan serangan lintas batas terbesar, terlebih yang dilakukan oleh pasukan Ukraina, sejak awal invasi pada tahun 2022.[41][48] Sebelumnya, sejumlah inkursi skala kecil terhadap Rusia telah dilakukan oleh pasukan pro-Ukraina dengan dukungan Ukraina, meskipun pihak Ukraina sendiri membantah keterlibatan mereka.[49]