Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPertemuan krisis Gedung Putih-Eropa pada bulan Agustus 2025
Artikel Wikipedia

Pertemuan krisis Gedung Putih-Eropa pada bulan Agustus 2025

Pada 18 Agustus 2025, delapan pemimpin Eropa mengadakan sebuah konferensi tingkat tinggi yang diatur dengan tergesa-gesa di Gedung Putih untuk mendiskusikan hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025. Jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina yang sesuai dengan Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara menjadi topik utama dalam agenda ini.

Pertemuan tingkat tinggi darurat antara pemimpin Eropa dan Donald Trump
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertemuan krisis Gedung Putih-Eropa pada bulan Agustus 2025
August 2025 White House Multilateral Meeting on Ukraine
European-White House summit
Tuan rumah United States
Tanggal18 Agustus 2025 (2025-08-18)
Peserta
  • Uni Eropa Ursula von der Leyen
  • Britania Raya Keir Starmer
  • Finlandia Alexander Stubb
  • Ukraina Volodymyr Zelenskyy
  • Amerika Serikat Donald Trump
  • Prancis Emmanuel Macron
  • Italia Giorgia Meloni
  • Jerman Friedrich Merz
  • NATO Mark Rutte
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Donald Trump
Presiden Amerika Serikat

Kepresidenan
  • Transisi
  • Pelantikan
  • Garis waktu
  • Keputusan eksekutif
    • proklamasi
    • pengampunan
  • Perjalanan
    • 2017
    • 2018
    • 2019
    • internasional
  • KTT
    • Riyadh
    • Singapura
    • Helsinki
    • Hanoi
    • DMZ
  • Penutupan
    • Jan 2018
    • 2018–2019
  • Jajak pendapat
  • Unjuk rasa
    • Foto di St. John
  • Pandemi COVID-19 di Gedung Putih

Proses pemakzulan
  • Upaya pemakzulan
  • Kontroversi Trump–Ukraina

Pengangkatan pejabat
  • Kabinet
    • susunan
  • Duta Besar
  • Hakim federal
    • Gorsuch
    • Kavanaugh
    • Calon Hakim Agung
  • Jaksa A.S.
  • Pemecatan
    • Comey

Kebijakan
  • Ekonomi
    • pemotongan pajak
    • tarif
    • perang dagang Tiongkok
    • infrastruktur
  • Lingkungan
    • Perjanjian Paris
  • Kebijakan luar negeri
    • Perjanjian Iran
    • Yerusalem
    • Golan
  • Imigrasi
    • larangan perjalanan
    • tembok
    • pemisahan keluarga
    • penahanan migran
    • kedaruratan nasional
  • Isu sosial
    • ganja
  • Luar angkasa

Kampanye presiden
  • 2000
    • pemilihan pendahuluan
  • 2016
    • pemilihan umum
    • pemilihan pendahuluan
    • dukungan
    • rapat umum
    • konvensi
    • debat
    • Never Trump
      • tokoh
    • tuduhan pelecehan seksual
      • rekaman Access Hollywood
    • tuduhan penyadapan
    • Spygate
  • 2020
    • pemilihan umum
    • pemilihan pendahuluan
    • dukungan
  • 2024
    • pemilihan umum
    • percobaan pembunuhan

Kontroversi Rusia
  • Proyek bisnis di Rusia
  • Campur tangan pemilu
    • garis waktu
  • Hubungan kenalan dengan pejabat Rusia
  • Dokumen Steele
  • Pertemuan Trump Tower
  • Pengungkapan informasi rahasia
  • Penyelidikan Penasihat Khusus
    • Crossfire Hurricane
    • Transisi
    • 2017
    • 2018
    • 2019
    • dakwaan
    • Laporan Mueller
    • Surat Barr

Bisnis dan pribadi
  • Karier bisnis
    • The Trump Organization
    • The Apprentice
    • kekayaan
    • imbal pajak
  • Buku
  • Eponim
  • Keluarga
  • Yayasan
  • Golf
  • Penghargaan
  • Urusan hukum
    • Stormy Daniels
    • Dakwaan New York
  • Julukan
  • Pandangan ras
  • Kediaman
  • Media sosial
  • Kebenaran

Donald Trump's signature

  • l
  • b
  • s

Pada 18 Agustus 2025, delapan pemimpin Eropa mengadakan sebuah konferensi tingkat tinggi yang diatur dengan tergesa-gesa di Gedung Putih[1] untuk mendiskusikan hasil dari Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025. Jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina yang sesuai dengan Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara menjadi topik utama dalam agenda ini.[2][3][4]

Latar belakang

KTT Amerika Serikat-Rusia

Artikel utama: Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025

Tiga hari sebelumnya, KTT Amerika Serikat-Rusia diselenggarakan antara Donald Trump dan Vladimir Putin.[5] Topik utama yang dirundingkan dalam KTT ini adalah Perang Rusia–Ukraina yang ingin diakhiri oleh Trump.[6][7]

Pertemuan dengan Zelenskyy

Trump kemudian bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sebelum bertemu dengan pemimpin Eropa lainnya. Saat konferensi pers yang berkaitan dengan pertemuan bilateral tersebut, Zelenskyy secara pribadi menyerahkan sebuah surat dari istrinya, Olena Zelenska kepada Ibu Negara Amerika Serikat Melania Trump yang berisi ucapan terima kasih kepadanya dalam mengamankan perjanjian untuk mengembalikan anak-anak Ukraina kembali pulang dari tahanan Rusia.[8]

Trump ditanya tentang klaimnya sebelumnya bahwa Zelenskyy dapat mengakhiri perang "segera". Trump menjawab bahwa ia masih meyakini hal itu, dan bahwa ada peluang besar untuk menghasilkan penyelesaian dalam pertemuan tiga pihak di masa mendatang dengan Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat.[9] Zelenskyy juga menyatakan bahwa ia ingin pertemuan tersebut segera diwujudkan.[10] Trump juga menyatakan bahwa ia akan menawarkan keamanan kepada Ukraina, tetapi tidak diketahui apakah keamanan ini akan dilakukan oleh NATO atau hanya Amerika Serikat.[8]

Trump menegaskan kembali bahwa ia merasa bahwa gencatan senjata bukan syarat untuk perjanjian damai.[3][4] Hal ini menandai perubahan signifikan dari sikap Trump sebelum pertemuannya dengan Putin minggu sebelumnya. Sebelum KTT Rusia-Amerika Serikat, ia menyatakan keinginannya untuk mencapai gencatan senjata "segera" dan mengancam Rusia dengan sanksi ekonomi jika tidak tercapai kesepakatan.[10]

Zelenskyy kemudian menegaskan bahwa Ukraina bisa membeli alutsista Amerika Serikat dengan dukungan Eropa dan program pendanaan lainnya. Ia menegaskan bahwa meningkatkan kemampuan Angkatan Bersenjata Ukraina adalah hal yang penting.[10]

Trump menyalahkan mantan Presiden Amerika Serikat Joe Biden karena gagal mencegah Invasi Ukraina oleh Rusia,[10][11] dan tetap mengomel bahwa hasil pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2020 adalah hasil "curian". Ia juga membahas mengenai rencana untuk melarang pemungutan suara melalui pos, atlet transgender, dan menekan angka kriminalitas di Washington, D.C.[11]

Pertemuan

Menurut BBC, pertemuan ini "belum pernah terjadi sebelumnya di zaman modern ini di mana begitu banyak pemimpin dunia berada [di Gedung Putih] pada saat yang sama."[12] Beberapa pemimpin Eropa termasuk Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen usulan jaminan keamanan untuk Ukraina sesuai dengan klausul pertahanan kolektif NATO, yang mana serangan terhadap satu negara dianggap sebagai serangan terhadap semua negara.[13]

Pertemuan tersebut sempat dijeda untuk sementara karena Donald Trump sedang menghubungi Vladimir Putin selama 40 menit melalui telefon.[14] Alasan jeda karena hubungan telefon langsung adalah karena Trump ingin menghubungi Putin tanpa mengurangi rasa hormat kepadanya dibandingkan menelponnya langsung kepada pemimpin Eropa yang hadir.[15]

Setelah pertemuan, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa jaminan keamanan Ukraina melibatkan jaminan keamanan untuk seluruh Eropa. Kanselir Jerman Friedrich Merz berkata kepada awak media bahwa "Tuntutan Rusia untuk Kiev agar menyerahkan sebagian daerah Donbas secara bebas sesuai, terus terang saja, dengan proposal untuk Amerika Serikat untuk melepaskan Florida".[2] Presiden Finlandia Alexander Stubb menyatakan kepada wartawan asal Finlandia bahwa Putin tidak bisa dipercaya untuk diajak berunding.[16]

Galeri

  • Uni Eropa, NATO dan Zelenskyy sebelum pertemuan dimulai
    Uni Eropa, NATO dan Zelenskyy sebelum pertemuan dimulai
  • Trump menunjukkan memorabilia MAGA di hadapan Macron dan Zelenskyy
    Trump menunjukkan memorabilia MAGA di hadapan Macron dan Zelenskyy
  • Trump, Zelenskyy, Andriy Yermak (Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina) dan JD Vance (Wakil Presiden AS)
    Trump, Zelenskyy, Andriy Yermak (Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina) dan JD Vance (Wakil Presiden AS)
  • Zelenskyy, von der Leyen, dan Peter Mandelson (Duta besar Britania Raya untuk Amerika Serikat)
    Zelenskyy, von der Leyen, dan Peter Mandelson (Duta besar Britania Raya untuk Amerika Serikat)
  • Zelenskyy, Alexander Stubb (Presiden Finlandia) dan von der Leyen sedang berbincang
    Zelenskyy, Alexander Stubb (Presiden Finlandia) dan von der Leyen sedang berbincang

Lihat pula

  • Konferensi Tingkat Tinggi Amerika Serikat–Rusia 2025
  • Amerika Serikat dan Invasi Rusia ke Ukraina

Referensi

  1. ↑ Suny, Ronald (August 19, 2025). "Alaska summit and its afterlife provides a glimpse into what peace looks like to Putin and Trump". The Conversation.
  2. 1 2 Campbell, Lucy; Krupa, Jakub; Clinton, Jane; Fulton, Adam; Krupa, Lucy Campbell (now); Jakub; Fulton (earlier), Adam (August 18, 2025). "We need 'joint pressure' on Russia to end war, Zelenskyy says before Trump meeting, as European leaders arrive at White House – live". The Guardian. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  3. 1 2 "Live Updates: Trump to Meet Zelensky; European Leaders Arriving at White House to Discuss Russia-Ukraine War". The Wall Street Journal.
  4. 1 2 Osgood, Brian; Rowlands, Lyndal. "Trump meets Zelenskyy, says US to be 'involved' in Ukraine's security". Al Jazeera.
  5. ↑ "Trump-Putin meeting: Sprawling Army base that has hosted dignitaries is backdrop for talks". USA Today. August 13, 2025. Diakses tanggal August 13, 2025.
  6. ↑ Liptak, Kevin; Atwood, Kylie; Holmes, Kristen; Cancryn, Adam; Judd, Donald (2025-08-08). "Trump says he'll soon meet with Putin". CNN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-08.
  7. ↑ "Trump and Putin to meet in Alaska next Friday for Ukraine war talks - follow live". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-08-08.
  8. 1 2 "Zelensky says he is ready to meet Putin after Trump calls Russian leader". BBC News. 2025-08-17. Diakses tanggal 2025-08-19.
  9. ↑ "Zelensky says he is ready to meet Putin after Trump calls Russian leader". BBC News. 2025-08-17. Diakses tanggal 2025-08-19.
  10. 1 2 3 4 "Zelensky says he is ready to meet Putin after Trump calls Russian leader". BBC News. 2025-08-17. Diakses tanggal 2025-08-19.
  11. 1 2 Baxter, Holly (2025-08-18). "This was worse than the last time Trump met Zelensky. It was also deeply weird". The Independent. Diakses tanggal 2025-08-19.
  12. ↑ Debusmann, Bernd (August 18, 2025). "Tension palpable as White House press corps waits". BBC. Diakses tanggal August 19, 2025.
  13. ↑ The Christian Science Monitor (2025-08-18). "At White House, Europeans make case they have role to play on Ukraine". The Christian Science Monitor. Diakses tanggal 2025-08-19.
  14. ↑ "Trump Pauses White House Meeting, Saying He's Going to Call Putin". The Wall Street Journal.
  15. ↑ Gangitano, Alex (19 Agustus 2025). "Trump didn't call Putin in front of European leaders to avoid being 'disrespectful' to Putin". The Hill (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Agustus 2025.
  16. ↑ "Putin agrees to meet Zelenskyy but without Trump in the room, US president says". ABC News (dalam bahasa Australian English). 2025-08-19. Diakses tanggal 2025-08-20.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. KTT Amerika Serikat-Rusia
  3. Pertemuan dengan Zelenskyy
  4. Pertemuan
  5. Galeri
  6. Lihat pula
  7. Referensi

Artikel Terkait

Donald Trump

Presiden Amerika Serikat ke-45 (2017–2021) dan ke-47 (sejak 2025)

Masa kepresidenan kedua Donald Trump

administrasi presidensial Amerika Serikat dari 2025 hingga 2029

Perang Iran 2026

serangan udara oleh Israel–Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai 28 Februari 2026

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026