Kisah Para Rasul 8 adalah pasal kedelapan dalam Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku yang memuat bab ini tidak disebutkan namanya, tetapi tradisi Kristen awal menegaskan bahwa Lukas juga menulis buku ini dan Injil Lukas. Kitab ini mencatat penguburan Stefanus, awal mula persekusi terhadap umat Kristen, penyebaran Injil Yesus Kristus kepada penduduk Samaria, dan pertobatan seorang pejabat Etiopia. Bagian-bagian dari bab ini mungkin diambil dari "siklus cerita Filipus" sebelumnya yang digunakan oleh Lukas dalam menyusun materinya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kisah Para Rasul 8 | |
|---|---|
Kisah Para Rasul 8:26-32 pada Papirus 50, yang dibuat sekitar abad ke-3. | |
| Kitab | Kisah Para Rasul |
| Kategori | Sejarah gereja |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 5 |
Kisah Para Rasul 8 (disingkat "Kis 8") adalah pasal kedelapan dalam Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku yang memuat bab ini tidak disebutkan namanya, tetapi tradisi Kristen awal menegaskan bahwa Lukas juga menulis buku ini dan Injil Lukas.[1][2][3] Kitab ini mencatat penguburan Stefanus, awal mula persekusi terhadap umat Kristen, penyebaran Injil Yesus Kristus kepada penduduk Samaria, dan pertobatan seorang pejabat Etiopia. Bagian-bagian dari bab ini (ayat 5-13 dan 26-40) mungkin diambil dari "siklus cerita Filipus" sebelumnya yang digunakan oleh Lukas dalam menyusun materinya.[4]
Pasal ini mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tempat-tempat yang tertera pada peta-peta berikut:
Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini:
Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka dengan cara yang sama seperti Ia turun atas orang percaya pada hari Pentakosta (Kisah 2:4). Dia belum datang atas mereka sebagaimana dijanjikan Bapa (Kisah 1:4) dan seperti dinubuatkan Kristus "kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus" (Kisah 1:5). Rupanya mereka belum menunjukkan tanda-tanda rohani yang diharapkan, khususnya ucapan ilahi yang diilhami (lihat Kisah 8:5–24; Kisah 8:18).[7]
Irenaeus (130-202), seorang bapa gereja, mencatat bahwa sida-sida itu kembali ke Etiopia dan menjadi penginjil untuk bangsanya.[11]
J. A. Alexander (1857) berpendapat, ayat ini, meskipun asli, dihilangkan oleh banyak penyalin, "karena tidak sesuai dengan kebiasaan untuk menunda baptisan, yang menjadi lazim, atau, paling tidak, sering dilakukan, sebelum akhir abad ke-3."[12] Karenanya ayat ini tidak ditemukan dari mayoritas naskah Alkitab bahasa Yunani jenis Teks Alexandria, sehingga dihilangkan atau dipindahkan ke catatan kaki dalam banyak versi Alkitab bahasa Inggris modern. Namun ada di banyak naskah kuno, khususnya Teks Bizantin, termasuk naskah Codex Laudianus atau E (~ 550 M). Kata-katanya dikutip oleh Irenaeus (~ tahun 180 M), Siprianus (~ 250), Ambrosiaster (~384), Pasianus (392), Ambrosius (397), Augustinus (430), Beda Venerabilis dari Inggris (735) dan Theophylact (1077); serta dijumpai dalam teks bahasa Latin Vetus Latina (abad ke-2) maupun Vulgata (380-400). Dalam catatannya Erasmus menulis bahwa ia mengambil pembacaan ini dari marjin naskah 4ap dan memasukkannya ke dalam Textus Receptus.[13]
Berikut kutipan Irenaeus (~180 M):
Kutipan Siprianus (~250 M):
Kutipan Augustinus (354-430 M):
Daftar naskah yang memuat ayat 37:
