Kisah Para Rasul 10 adalah bagian Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku yang memuat bab ini tidak disebutkan namanya, tetapi tradisi Kristen awal menegaskan bahwa Lukas juga menulis buku ini dan Injil Lukas. Bab ini mencatat penglihatan Santo Petrus dan pertemuannya dengan Kornelius di Kaisarea.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Kisah Para Rasul 10 | |
|---|---|
Kisah Para Rasul 10:26-31 pada Papirus 50, yang dibuat sekitar abad ke-3. | |
| Kitab | Kisah Para Rasul |
| Kategori | Sejarah gereja |
| Bagian Alkitab Kristen | Perjanjian Baru |
| Urutan dalam Kitab Kristen | 5 |
Kisah Para Rasul 10 (disingkat "Kis 10") adalah bagian Kitab Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Buku yang memuat bab ini tidak disebutkan namanya, tetapi tradisi Kristen awal menegaskan bahwa Lukas juga menulis buku ini dan Injil Lukas.[1][2][3] Bab ini mencatat penglihatan Santo Petrus dan pertemuannya dengan Kornelius di Kaisarea.
Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam pasal ini terjadi di Yope dan Kaisarea.
Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Perbedaan aturan telah diakhiri, dan orang-orang bukan Yahudi, yang tadinya secara aturan adat Yahudi dipisahkan dari "orang-orang pilihan" (Kis 10:28), dan dilarang berhubungan dengan Allah secara langsung di gereja-Nya, sekarang diangkat menjadi sederajad dengan orang-orang Yahudi.[6]
Istilah "tidak membedakan orang" dalam bahasa Yunani: οὐκ προσωπολήμπτηςcode: el is deprecated (ouk prosōpolēmptēs, tidak memfavoritkan) juga digunakan oleh rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma yaitu pada ayat Roma 2:11 yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "tidak memandang bulu". Allah tidak membedakan bangsa atau suku atau menyayangi orang karena bangsa, kelahiran atau kedudukan dalam hidup (bandingkan Yakobus 2:1). Allah berkenan dan menerima orang dari setiap bangsa yang berbalik dari dosa, percaya kepada Kristus, takut akan Allah, dan hidup benar (Kisah Para Rasul 10:35; bandingkan Roma 2:6–11). Semua orang yang tetap hidup demikian akan tinggal di dalam kasih dan perkenan Allah (Yohanes 15:10).[9]