Badan Karantina Indonesia adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Badan Karantina Indonesia dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2023 yang merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Sejak 13 September 2023, Kepala Badan Karantina Indonesia dijabat oleh Sahat Manaor Panggabean.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Badan Karantina Indonesia Barantin | |
|---|---|
| Gambaran umum | |
| Didirikan | Juli 20, 2023 (2023-07-20) |
| Dasar hukum | Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2023 |
| Nomenklatur sebelumnya |
|
| Bidang tugas | Karantina hewan, ikan, dan tumbuhan |
| Alokasi APBN | Rp1,42 triliun (2025)[2] |
| Kepala | |
| Dr. Ir. Sahat Manaor Panggabean | |
| Sekretaris Utama | |
| Shahandra Hanitiyo, S.IP., M.Si. | |
| Deputi | |
| Deputi Bidang Karantina Hewan | drh. Sriyanto, M.Si., Ph.D. |
| Deputi Bidang Karantina Ikan | Dr. Drama Panca Putra, S.H., S.Pi., M.Si. |
| Deputi Bidang Karantina Tumbuhan | Ir. Bambang Wahyu Dwiantoro, M.M. |
| Inspektur | |
| Uray Suhartono, S.E., M.AP., CA., CRMP. | |
| Situs web | |
| karantinaindonesia | |
Badan Karantina Indonesia (disingkat Barantin) adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang karantina hewan, ikan, dan tumbuhan. Badan Karantina Indonesia dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2023 yang merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.[3][4] Sejak 13 September 2023, Kepala Badan Karantina Indonesia dijabat oleh Sahat Manaor Panggabean.
Karantina hewan, ikan, dan tumbuhan adalah sistem pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina, serta pengawasan dan/atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasif, tumbuhan dan satwa liar, serta tumbuhan dan satwa langka yang dimasukkan ke dalam, tersebarnya dari suatu area ke area lain, dan/atau dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Unsur-unsur yang terdapat dalam Badan Karantina Indonesia merupakan penggabungan dari Badan Karantina Pertanian yang berada di bawah Kementerian Pertanian; Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang berada di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan; serta unsur pengawasan dan/atau pengendalian terhadap produk rekayasa genetik, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasif, tumbuhan dan satwa liar, serta tumbuhan dan satwa langka di tempat pemasukan dan tempat pengeluaran di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.[3]
Badan Karantina Indonesia mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang karantina. Dalam menjalankan tugas tersebut, Barantin menyelenggarakan fungsi:
Badan Karantina Indonesia terdiri atas:
| Nama K/L | Dasar hukum | Unit | ||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Unsur pembantu pimpinan | Unsur pelaksana | Unsur pengawas | Unsur pendukung | Staf ahli | ||
| Badan Karantina Indonesia |
|
Sekretariat Utama |
|
Inspektorat |
|
|
Berikut adalah daftar kepala Badan Karantina Indonesia.
| No. | Potret | Nama | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Partai | Ket. | |
| 1 | Sahat Manaor Panggabean | 13 September 2023 | masih menjabat | Independen | |||