Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Jalur kereta api lintas Surabaya

Jalur kereta api lintas Surabaya adalah jalur kereta api yang mengitari wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur. Seluruh jalur kereta api ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan KAI Commuter. Jalur ini dibina oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya dalam Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

jalur kereta api di Indonesia
Diperbarui 7 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Jalur kereta api lintas Surabaya
Lintas Surabaya
Emplasemen Stasiun Mesigit
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas utama
SistemJalur kereta api perkotaan
StatusBeroperasi
Operasi
DibukaBervariasi, lihat di bawah.
PemilikDirektorat Jenderal Perkeretaapian
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya[a]
KAI Commuter
KAI Logistik[b]
Depo
  • Surabaya Pasarturi (kereta penumpang)
  • Sidotopo (lokomotif dan kereta penumpang)
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi20–95 kilometer per jam (12–59 mph)
Peta rute
Stasiun kereta api di Kota Surabaya
Legenda
Pelabuhan Tanjung Perak
Depo minyak Pertamina Bandaran
Kalimas/
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
Benteng
Stasiun Sidotopo
Depo lokomotif Sidotopo
Mesigit
Surabaya Kota SP J P D
Jembatan KA Kali Mas
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
A B Surabaya Pasarturi
Tugu Pahlawan
Jalan Tol Surabaya–Gempol
Tandes
Jln. Prof. Dr. Moestopo
Kandangan
Surabaya Gubeng
ke Indro
Viaduk Kertajaya
A B Benowo
Ngagel
ke Semarang Tawang
Kali Jagir Wonokromo
Wonokromo SP J A P D Terminal Joyoboyo
Ke Yogyakarta
Margorejo
Jemursari
Kertomenanggal
Jalan Tol Waru-Juanda
ke Bangil/Malang/Sidoarjo

Jalur kereta api lintas Surabaya adalah jalur kereta api yang mengitari wilayah Kota Surabaya, Jawa Timur. Seluruh jalur kereta api ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan KAI Commuter. Jalur ini dibina oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya dalam Direktorat Jenderal Perkeretaapian.[1]

Jalur ini merupakan kumpulan dari banyak segmen jalur kereta api yang melayani kereta api antarkota, lokal, maupun komuter di lintas kereta api dalam kota Surabaya juga melayani kereta api lokal maupun komuter menuju berbagai tujuan di Gerbangkertosusila beserta Jawa Timur bagian utara, selatan, dan timur.

Sejarah

Awal pembangunan

Jalur awal menuju Kalimas

Pembangunan jalur kereta api lintas Surabaya tidak lepas dari kebutuhan angkutan barang menuju pelabuhan. Pada dekade 1880-an, kegiatan bongkar muat dilakukan di Stasiun Surabaya Kota, namun beriring waktu dianggap kurang ideal, dengan barang perlu diangkut melalui sungai menuju Pelabuhan Kalimas yang berada di kawasan Jembatan Merah sehingga merepotkan. Maka dari itu, muncullah gagasan dari Staatsspoorwegen (SS) untuk membangun sebuah jalur serta stasiun khusus angkutan barang menuju muara sungai Kalimas, serta integrasi dengan rencana pelabuhan baru di daerah yang disebut Ujung.[2]

Rencana proyek tersebut digagas pada 1883, bersama dengan jalur kereta api Cilacap–Yogyakarta dan rencana segmen Cilacap–Cicalengka. Berhubung masalah keuangan dan teknis, survei rencana jalur kereta api SS untuk rute Semarang–Willem I–Purworejo, serta calon jalur SS di timur Probolinggo, dihentikan berdasarkan perintah menteri, sementara Menteri Urusan Jajahan, Bloemen Waanders, memberitahukan Gubernur Jenderal pada Agustus 1883 bahwa ia telah menghapusnya dari APBN 1884, dan memilih menetapkan biaya untuk pembangunan jalur Surabaya–Ujung (semula anggaran untuk proyek-proyek ini dihapus pada APBN 1883 karena Perang Aceh, anjloknya harga kopi, dan upah pekerja proyek).[3]: 42 

Meski rencana ini sempat dibatalkan, pihak SS yang diwakili oleh David Maarschalk dan J. Groll tidak patah semangat. Pada 29 Januari 1884, di hadapan Indisch Genootschap, Maarschalk mengembangkan gagasan baru mengenai jalur kereta api tersebut. Hal ini memicu kontroversi panas di media, bahkan dibahas beberapa kali dalam sidang Tweede Kamer yang berlangsung alot. Namun, Van Bloemen Waanders, menolak berpartisipasi, dan memilih mengundurkan diri saat hendak melengkapi berkas-berkasnya agar disetujui oleh Tweede Kamer. Penggantinya, J.P. Sprenger van Eyk, justru mendorong agar SS segera melaksanakan proyek Surabaya–Ujung dan Cilacap–Yogyakarta. Setelah melalui perdebatan sengit dalam sidang Tweede Kamer, akhirnya disetujuilah dana tersebut, sehingga Menteri dapat memasukkan dalam Staatsblad No. 110 dan 111 tertanggal 20 Juli 1884 tentang pembangunan jalur kereta api Surabaya–Ujung dan Yogyakarta–Cilacap dengan cabang dari Kutoarjo ke Purworejo. Jalur Surabaya–Ujung ini kemudian berubah nama menjadi Surabaya–Kalimas, dan akhirnya selesai pada 1 Januari 1886 serta mulai beroperasi pada 20 Juli 1887 dengan panjang 5 km.[3]: 45 [2] Perubahan nama ini karena pelabuhan yang direncanakan (kelak menjadi Pelabuhan Tanjung Perak) belum terealisasikan, sehingga kegiatan angkutan barang tetap dilakukan di Pelabuhan Kalimas.[4]

Jalur menuju Stasiun Kalimas tidak melewati emplasemen Stasiun Surabaya Kota namun bercabang di sebelah timurnya, kemungkinan untuk mengurai kepadatan lalu-lalang kereta. Trase jalur ini pada awalnya merupakan jalur yang menapak tanah, dan melewati tepat di sisi Jalan Indrapura yang merupakan bekas tembok pertahanan Surabaya. Jalur ini juga terhubung dengan Stasiun Surabaya Pasarturi milik NIS ketika pembangunan jalur Gundih–Surabaya Pasarturi selesai pada tahun 1903.

Peta Kota Surabaya di tahun 1905. Terlihat jalur awal menuju Kalimas yang mengikuti Jalan Indrapura dan jalur menuju Kalimas Timur.

Jalur menuju Kalimas Timur

Sehubungan dengan perkembangan kawasan pelabuhan di Surabaya, disahkan undang-undang tanggal 22 Juli 1899 (Indische Staatsblad No. 272) yang memerintahkan pembangunan jalur kereta api pelabuhan di tepi timur Kalimas. Pembangunan jalur kereta api ini akan membangun stasiun barang terpadu yang diberi nama Station Fort Prins Hendrik (sekarang Stasiun Benteng), yang terletak di atas bekas Fort Prins Hendrik; panjangnya sekitar 4 km; juga membangun jalur menuju Bandaran (sekarang jalur tersebut mengarah ke depot minyak Pertamina Bandaran) Jalur ini selesai pada tanggal 1 Juli 1901.[3]: 58  Dalam perkembangannya, Madoera Stoomtram Maatschappij (Madoera Tram/MT) ikut mengembangkan Stasiun Fort Prins Hendrik.[5]

Pada tahun 1918, SS mulai membangun sebuah kompleks depo lokomotif dan stasiun barang di daerah Sidotopo. Pembangunan Stasiun Sidotopo diselesaikan terlebih dahulu pada tahun 1921 dan sudah beroperasi semenjak 30 April 1921, disusul dengan depo yang digunakan sejak tahun 1923.[6]

Jalur baru menuju Kalimas dan Viaduk

Menjelang pertengahan dekade 1920-an, kebutuhan akan kereta api di kawasan Surabaya semakin meningkat. Disaat yang sama, meski secara teknis jalur SS dan NIS terhubung melalui jalur Kalimas ini, pengguna kereta api menuju Semarang NIS tetap harus berpindah menggunakan moda angkutan lain menuju Surabaya Kota apabila hendak menggunakan layanan SS dan begitupula sebaliknya.[7][8] Selain itu, jalur tersebut melintasi tengah kota yang sering menimbulkan kemacetan.[8] Maka dari itu, SS dan NIS bekerja sama untuk menata ulang lintas tengah kota menjadi lintas layang (viaduk) dan sekaligus membangun sebuah stasiun sentral yang baru.[7]

Stasiun Mesigit yang baru, salah satu bagian dari proyek kerjasama NIS dan SS

Pembangunan lintas Kalimas yang baru akhirnya terwujud dengan dibangunnya viaduk dan jembatan kereta api di rute Sidotopo–Kalimas. Beberapa viaduk di sekitar Stasiun Surabaya Kota pun dibangun, mulai dari viaduk Ngaglik, Gembong, Undaan, Sulung, Kapasan, Tugu Pahlawan, dan Pasar Turi. Selain itu, juga dibangun Stasiun Mesigit yang baru (Nieuw Missigit) untuk melayani angkutan dan juga untuk pengendalian perjalanan kereta api, serta menggeser jalur kereta ke barat sebagaimana sekarang. Pada tahun 1926, dilaporkan bahwa proyek viaduk tersebut hampir rampung.[9] Pada 28 Oktober 1926, jalur viaduk ini resmi dibuka.[10] Jalur viaduk tersebut melewat diatas jalur lama menuju Stasiun Surabaya Kota yang akan dinon-aktifkan, dengan percabangan menuju Sidotopo dan Gubeng. Sayangnya, pembangunan jalur viaduk lanjutan yang menghubungkan Gubeng melalui Ngaglik dibatalkan bersama dengan rencana stasiun sentral Surabaya dikarenakan krisis malaise pada akhir 1920-an, menyisakan jalur viaduk Pasarturi–Sidotopo yang tidak terhubung langsung dengan jalur menuju Stasiun Surabaya Kota, serta membuat kereta api dari Pasarturi maupun pelabuhan harus langsir di Sidotopo untuk melanjutkan ke Gubeng.[7]

Pascakemerdekaan

Rentetan peristiwa pertempuran Surabaya

Pada 15 November 1945, surat kabar The Argus mengabarkan bahwa, pasukan Inggris dan India (Gurkha) berhasil menguasai salah satu stasiun dan beberapa gedung pemerintahan di pusat Kota Surabaya. Di sepanjang segmen Kalimas–Surabaya Kota–Benteng terutama pada lintas Kalimas–Surabaya Kota, pertempuran sengit antara pasukan Indonesia melawan pasukan Inggris dan India berlangsung.[11]

Rangkaian pengeboman dahsyat dan serangan strafing udara dari pesawat-pesawat Thunderbolt RAF, rentetan tembakan artileri dan mortir, serta tank-tank Stuart yang membantu mengambankan situasi berhasil membuat pasukan gurkha bergerak sejauh 500 yard dan melintasi railbed (tubuh jalan kereta api). Pasukan Indonesia yang diperkuat dengan artileri dan mortir memberikan perlawanan balasan dari bunker-bunker perlindungan udara yang dibangun sebelum kedatangan Jepang. Ketika pasukan gurkha mundur dan mengakses jembatan kereta api di atas Sungai Kalimas dekat Stasiun Surabaya Kota, pasukan Indonesia menyerbu dengan serangan bunuh diri. Sayangnya, mereka terjebak dalam tembakan dari senapan mesin hingga menewaskan 60 orang pejuang dan melukai beberapa diantaranya.[11]

Kini, jejak pertempuran tersebut masih dapat dilihat bekasnya pada jembatan kereta api di Sungai Kalimas di dekat stasiun ini. Jejak-jejak tersebut ialah adanya rangka jembatan yang penyok akibat hantaman Peluru Shrapnel.[11]

Pembangunan jalan pintas Pasarturi–Gubeng

Pembangunan jalur ini dimulai pada tahun 2007 dengan melihat analisis kegiatan langsiran di Stasiun Sidotopo yang melewati permukiman padat penduduk serta analisis dalam memudahkan pergerakan kereta api dari kedua stasiun utama di Surabaya tersebut.[12]

Uji coba terhadap jalur ini telah direncanakan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada bulan April 2011, namun belum ada layanan reguler yang dijalankan di jalur ini.[13]

Saat ini kereta api penumpang yang dilayani di jalur ini adalah Jayabaya (per 18 Oktober 2014[14]), Commuter Line Arjonegoro (1 April 2015[15]), Commuter Line Sindro (kini digabung dengan Jenggala) (10 Februari 2021[16]), Blambangan Ekspres (2 Desember 2022), dan Pandalungan (1 Juni 2023). Meskipun demikian, jalur pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng masih diklasifikasikan sebagai jalur percabangan dari lintas timur Pulau Jawa karena prioritas terhadap layanan kereta api antarkota sangat sedikit dan memprioritaskan untuk layanan KA lokal dan komuter yang menghubungkan Sidoarjo dengan Jawa Timur bagian barat melalui pusat kota Surabaya.

Daftar segmen

  • Sidotopo–Surabaya–Kalimas
  • Benteng–Surabaya Gubeng
  • Penghubung Mesigit–Surabaya Pasarturi
  • Jalan pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng
  • Surabaya Kota–Kertomenanggal (tidak dianggap segmen)
  • Surabaya Pasar Turi–Benowo (tidak dianggap segmen)

Jalur terhubung

Lintas aktif

  • Gundih–Surabaya Pasarturi
  • Surabaya–Bangil–Kalisat
  • Solo Balapan–Wonokromo

Lintas nonaktif

Trem Surabaya (hanya melayani pindah moda)

Layanan kereta api

Kereta-kereta api berikut ini yang melintas di jalur KA lintas Surabaya.

Penumpang

Antarkota

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif
Pandalungan Gambir–Surabaya Pasarturi–Jember
Eksekutif-Ekonomi
Jayabaya Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Malang
Blambangan Ekspres Pasar Senen–Surabaya Pasarturi–Ketapang

Aglomerasi

Nama kereta api Relasi perjalanan
Eksekutif-Ekonomi
Mutiara Timur Surabaya Pasarturi–Ketapang
Mutiara Timur Fakultatif Surabaya Gubeng–Ketapang
Ekonomi
PB Probowangi Surabaya Gubeng–Ketapang

Lokal dan komuter (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi
A Commuter Line Arjonegoro Bojonegoro–Sidoarjo
Babat–Surabaya Pasarturi/Sidoarjo
J Commuter Line Jenggala Babat/Indro–Surabaya Gubeng–Mojokerto
Babat/Indro–Sidoarjo–Mojokerto

Barang

Nama kereta api Relasi perjalanan
Lintas utara Jawa
Angkutan peti kemas Kalimas–Klari
Kalimas–Tanjung Priuk
Kalimas–Semarang Tawang
Angkutan logistik Parcel ONS Utara Surabaya Pasarturi–Kampung Bandan
Angkutan baja coil Krakatau Steel Kalimas–Krenceng
Lintas selatan Jawa
Angkutan BBM Pertamina Benteng–Madiun
Benteng–Malang Kotalama

Daftar stasiun

Sidotopo–Kalimas

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen Sidotopo–Mesigit
Diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1926
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
4505SidotopoSDTJalan Sidotopo Wetan, Simokerto, Simokerto, Surabayakm 0+000 lintas Sidotopo–Kalimas
km 0+000 lintas Sidotopo–Benteng
km 0+000 lintas Sidotopo–Surabaya Kota
km 3+454 lintas Surabaya Gubeng–Sidotopo
+2,5 mBeroperasi
Overpass jalur Surabaya–Wonokromo
Viaduk Surabaya Kota
Viaduk Pahlawan
Pos blok Segitiga Mesigit
4502MesigitMSTJepara, Bubutan, Surabayakm 4+454 lintas Sidotopo–Kalimas
km 1+330 lintas Surabaya Pasarturi–Mesigit
+4 mBeroperasi
Segmen Mesigit–Kalimas
Diresmikan pada tanggal 1 Januari 1886
4503KalimasKLMTanjung Perak, Pabean Cantian, Surabayakm 7+016 lintas Sidotopo–Kalimas+2 mBeroperasi

Benteng–Surabaya Gubeng

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen Benteng–Surabaya Gubeng
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1901
oleh Staatsspoorwegen
Depot Minyak Pertamina Bandaran
Bekas segitiga pembalik Pekulen–Benteng–Bandaran
4504BentengSBEJalan Stasiun Benteng, Ujung, Semampir, Surabayakm 5+740 lintas Surabaya Gubeng-Sidotopo-Benteng+4 mBeroperasi
4505SidotopoSDTJalan Sidotopo Wetan, Simokerto, Simokerto, Surabayakm 0+000 lintas {Surabaya Gubeng-Sidotopo–Kalimas
km 0+000 lintas Sidotopo–Surabaya Kota
km 3+454 lintas Surabaya Gubeng–Sidotopo–Benteng
+2,5 mBeroperasi
4520Surabaya GubengSGUJalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabayakm 3+475 lintas Surabaya Kota–Sidoarjo
km 0+000 lintas Surabaya Gubeng–Sidotopo–Benteng
+5 mBeroperasi

Mesigit–Surabaya Pasarturi

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen Mesigit–Surabaya Pasarturi
Diresmikan pada tanggal 1 April 1900
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
4502MesigitMSTJepara, Bubutan, Surabayakm 4+454 lintas Sidotopo–Kalimas
km 1+330 lintas Surabaya Pasarturi–Mesigit
+4 mBeroperasi
4500Surabaya PasarturiSBIJalan Semarang 1, Gundih, Bubutan, Surabayakm 229+573 lintas Gundih–Gambringan–
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi
km 0+000 lintas –Surabaya Pasarturi–Mesigit
km 0+000 lintas Surabaya Pasarturi–Segitiga Mesigit
+1 mBeroperasi

Jalan pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Dalam Kota Surabaya
Segmen jalan pintas Pasarturi–Segitiga Mesigit–Gubeng
Diresmikan pada tanggal 1 April 2011 (rencana ujicoba), 18 Oktober 2014 (perjalanan reguler)
oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
4500Surabaya PasarturiSBIJalan Semarang 1, Gundih, Bubutan, Surabayakm 229+573 lintas Gundih–Gambringan–
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi
km 0+000 lintas –Surabaya Pasarturi–Mesigit
km 0+000 lintas Surabaya Pasarturi–Segitiga Mesigit
+1 mBeroperasi
Pos blok Segitiga Mesigit
Viaduk Pahlawan
4520Surabaya GubengSGUJalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabayakm 3+475 lintas Surabaya Kota–Sidoarjo
km 0+000 lintas Surabaya Gubeng–Sidotopo
+5 mBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [17][18]
  • Pengidentifikasi stasiun: [19]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 

Surabaya Kota–Kertomenanggal

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Surabaya–Bangil–Kalisat
Segmen Surabaya Kota–Kertomenanggal
Diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen termasuk Daerah Operasi VIII Surabaya
4510Surabaya KotaSBJalan Stasiun Kota 9, Bongkaran, Pabean Cantikan, Surabayakm 00+299 lintas Surabaya Kota–Sidoarjo
km 2+046 lintas Sidotopo–Surabaya Kota
+4 mBeroperasi
Jalan Prof. Dr. Moestopo
4520Surabaya GubengSGUJalan Gubeng Masjid, Pacar Keling, Tambaksari, Surabayakm 3+475 lintas Surabaya Kota–Sidoarjo
km 00+000 lintas Surabaya Gubeng–Sidotopo–Benteng
+5 mBeroperasi
Viaduk Kertajaya
- Ngagel NGAJalan Upa Jiwa III, Ngagel, Wonokromo, Surabayakm 6+060-Tidak beroperasi
Jembatan KA Kali Jagir
4530WonokromoWOJalan Stasiun Wonokromo 1, Jagir, Wonokromo, Surabayakm 7+881 lintas Surabaya Kota–Sidoarjo
km 17+261 lintas Tarik–Wonokromo
+7 mBeroperasi
- Margorejo MGRJalan Frontage Ahmad Yani, Margorejo, Wonocolo, Surabayakm 9+430-Tidak beroperasi
- Jemursari JMRJalan Frontage Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabayakm 11+050-Tidak beroperasi
- Kertomenanggal KTLJalan Frontage Ahmad Yani, Menanggal, Gayungan, Surabayakm 12+320-Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [17][20]
  • Pengidentifikasi stasiun: [21]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 

Surabaya Pasarturi–Benowo

NomorNama stasiunSingkatanAlamatLetakKetinggianStatusFoto
Lintas Gundih–Surabaya Pasarturi
Segmen Surabaya Pasarturi–Benowo
Diresmikan pada tanggal 1 April 1900
oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4500Surabaya PasarturiSBIJalan Semarang 1, Gundih, Bubutan, Surabayakm 229+573 lintas Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya Pasarturi
km 00+000 lintas Surabaya Pasarturi–Mesigit
km 00+000 lintas Surabaya Pasarturi–Segitiga Mesigit
+1 mBeroperasi
4423TandesTESTandes Lor, Tandes, Surabayakm 224+223+2 mBeroperasi
4422KandanganKDABanjarsugihan, Tandes, Surabayakm 220+940 lintas Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya Pasarturi
km 00+000 lintas Kandangan–Gresik
+2 mBeroperasi
4421 Semimi SMISememi, Benowo, Surabayakm 218+368Tidak beroperasi
4419BenowoBNWBenowo, Pakal, Surabayakm 215+801+3 mBeroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [17][22]
  • Pengidentifikasi stasiun: [23]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 

| colspan=8 | Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [24]
  • Pengidentifikasi stasiun: [25]
  • Tanggal pembukaan jalur: [3]: 106–124 

|}

Catatan kaki

  1. ↑ Semua stasiun terminus Surabaya: Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota, dan Wonokromo
  2. ↑ Stasiun Kalimas

Referensi

  1. ↑ PUSDATIN. "PM 36 TAHUN 2022". jdih.kemenhub.go.id. Diakses tanggal 2025-01-28.
  2. 1 2 Reitsma, Steven Anne (1925). Gedenkboek der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië. Weltevreden (Batavia): Topografische Inrichting. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  4. ↑ Setyaningrum, Puspasari (2022-02-05). "Sejarah Pelabuhan Tanjung Perak dari Masa Hindia Belanda hingga Proyek Tol Laut". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-01-20.
  5. ↑ "Aan de Madoera Stoomtram Maatschappij". Soerabaiasch Handelsblad, 2de Blad. 29 Juli 1901.
  6. ↑ Jaen, Ermina (2023-10-15). "Satu Abad Depo Sidotopo, Depo Terbesar di Asia Pada Masanya". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-04-30.
  7. 1 2 3 mugen.id (2024-12-19). "Viaduk Ngaglik dan Gagalnya Proyek Stasiun Soerabaia Hoog". Mugen ID. Diakses tanggal 2026-01-20.
  8. 1 2 Rahayu, Sri. "Cerita Viaduk Jalan Pahlawan: Dibangun Belanda, Dipakai Arek Suroboyo Bertahan". detikjatim. Diakses tanggal 2026-01-20.
  9. ↑ "De S.S.-uitbreidingswerken". de Indische Courant. 29 April 1926.
  10. ↑ "de Hooge Baan". De Indische courant. 28 Oktober 1926.
  11. 1 2 3 Setyawan, Ady (2020). Kronik Pertempuran Surabaya: Media Asing dan Historiografi di Indonesia (Edisi Cet. 1). Matapadi Pressindo. hlm. 236-238.
  12. ↑ "PT KAI Bangun Rel Baru Hubungkan Stasiun Gubeng-Pasarturi Surabaya | merdeka.com". Merdeka.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-01. Diakses tanggal 2018-12-01.
  13. ↑ Surabayakita, Redaksi. "KA Gubeng-Pasar Turi Operasi April 2011". www.surabayakita.com. Diakses tanggal 2018-12-01.[pranala nonaktif permanen]
  14. ↑ Destiana Putri, Winda. "KA Jayabaya Pasar Senen-Surabaya-Malang Singgahi 14 Stasiun". Republika. Mahaka Media. Diakses tanggal 2018-12-01.
  15. ↑ "KA Ekonomi Sidoarjo-Surabaya-Bojonegoro Mulai Beroperasi per 1 April – Info Kereta Api". kereta-api.info. Diakses tanggal 2018-12-01.
  16. ↑ "Jadwal Kereta Api Sidoarjo Surabaya Indro - Gresik". Kereta Api Kita (dalam bahasa American English). 2021-02-06. Diakses tanggal 2021-03-17.
  17. 1 2 3 Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  18. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  19. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  20. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  21. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  22. ↑ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  23. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  24. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  25. ↑ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Pranala luar

Peta rute:

Berkas KML (sunting • bantuan)
    Templat:Attached KML/Jalur kereta api lintas Surabaya
    KML is not from Wikidata

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Sejarah
    2. Awal pembangunan
    3. Pascakemerdekaan
    4. Daftar segmen
    5. Jalur terhubung
    6. Lintas aktif
    7. Lintas nonaktif
    8. Layanan kereta api
    9. Penumpang
    10. Barang
    11. Daftar stasiun
    12. Sidotopo–Kalimas
    13. Benteng–Surabaya Gubeng
    14. Mesigit–Surabaya Pasarturi
    15. Jalan pintas Surabaya Pasarturi–Surabaya Gubeng
    16. Surabaya Kota–Kertomenanggal

    Artikel Terkait

    Kereta Api Indonesia

    perusahaan operator kereta asal Indonesia

    Daftar jalur kereta api di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Persinyalan dan semboyan kereta api di Indonesia

    Daftar-daftar semboyan kereta api Indonesia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026