Jembatan Merah adalah sebuah jembatan bersejarah yang terletak di pusat kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Jembatan ini terkenal sebagai saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, terutama yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan. Jembatan Merah menjadi simbol perjuangan dan sering dikaitkan dengan Pertempuran Surabaya yang berlangsung pada tahun 1945, yang merupakan salah satu pertempuran besar dalam Revolusi Nasional Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Jembatan Merah | |
|---|---|
| Koordinat | 7°15′01″S 112°44′34″E / 7.2504°S 112.7429°E / -7.2504; 112.7429 |
| Melintasi | Kali Mas |
| Lokal | Surabaya, Jawa Timur, Indonesia |
| Nama lain | Roode Brug |
| Karakteristik | |
| Bahan baku | Baja |
| Panjang total | 200 meter |
| Lebar | 12 meter |
| Sejarah | |
| Perancang | Pemerintah Kolonial Belanda |
| Diresmikan | 11 November 1743 (1743-11-11) |

Jembatan Merah adalah sebuah jembatan bersejarah yang terletak di pusat kota Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Jembatan ini terkenal sebagai saksi bisu dari berbagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, terutama yang terjadi pada masa perjuangan kemerdekaan. Jembatan Merah menjadi simbol perjuangan dan sering dikaitkan dengan Pertempuran Surabaya yang berlangsung pada tahun 1945, yang merupakan salah satu pertempuran besar dalam Revolusi Nasional Indonesia.[1]
Jembatan Merah dibangun pada tahun 1743 sebagai bagian dari perjanjian antara Kesultanan Mataram dan VOC, yang menjadikan kawasan sekitar jembatan sebagai pusat perdagangan penting di Surabaya. Pada masa perjuangan kemerdekaan, tepatnya pada tanggal 10 November 1945, jembatan ini menjadi lokasi penting dalam pertempuran antara pasukan Sekutu dan pejuang kemerdekaan Indonesia.[2] Dalam pertempuran tersebut, ribuan orang dari berbagai kalangan, baik dari pasukan Indonesia maupun warga Surabaya, turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.[3]