Hubungan Norwegia dengan Qatar adalah hubungan bilateral dan diplomatik antara Norwegia dan Qatar. Norwegia memiliki kedutaan besar di Abu Dhabi, sedangkan Qatar memiliki kedutaan besar di Stockholm.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Norwegia |
Qatar |
|---|---|
Hubungan Norwegia dengan Qatar adalah hubungan bilateral dan diplomatik antara Norwegia dan Qatar. Norwegia memiliki kedutaan besar di Abu Dhabi, sedangkan Qatar memiliki kedutaan besar di Stockholm.
Hubungan diplomatik antara Pemerintah Norwegia dengan Pemerintah Qatar dimulai sejak tahun 1973. Pemerintah Norwegia telah menempatkan seorang duta besar Norwegia untuk Qatar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Duta Besar Norwegia untuk Qatar juga merangkapi jabatan sebagai Duta Besar Norwegia untuk Uni Emirat Arab.[1]
Perusahaan Norsk Hydro adalah salah satu perusahaan Norwegia pertama yang berinvestasi di Qatar, menjadi salah satu pendiri dan pemilik bersama Perusahaan Pupuk Qatar (Qafco) sejak 1969. Divisi pupuk Norsk Hydro menjadi Yara International pada tahun 2004. Divisi Norsk Hydro yang tersisa, yang berkaitan dengan produksi aluminium, mendirikan Qatalum (bersama dengan QatarEnergy) pada tahun 2010.[2] Putra Mahkota Haakon adalah perwakilan tertinggi Norwegia yang hadir pada pembukaan tersebut.[1] Qatar juga telah menerima kunjungan antara lain dari Menteri Perminyakan dan Energi Norwegia.[3]
Qatar Airways membuka penerbangan ke Oslo pada tahun 2011.[1]
Akselerasi besar dalam hubungan dan kesadaran terhadap Qatar terjadi ketika Qatar dinobatkan sebagai tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia 2019 dan Piala Dunia FIFA 2022. Hak asasi manusia di Qatar dikritik tajam, dan boikot Piala Dunia diperdebatkan secara luas di dunia olahraga.[butuh rujukan]
Pada akhirnya, Federasi Sepak Bola Norwegia memilih sudut pandang non-boikot, dan menyatakan akan menegakkan dialog multilateral, terutama dengan Qatar, FIFA, dan Amnesty International.[4] Pada 22 November 2021, penangkapan pertama warga negara Norwegia terjadi di Qatar. Jurnalis Norsk Rikskringkasting (NRK) Halvor Ekeland dan fotografer Lokman Ghorbani dimasukkan ke dalam sel tahanan, yang mendorong Pemerintah Norwegia untuk memimpin "dialog intensif dengan otoritas Qatar".[5] Kritikus Qatar Håvard Melnæs melakukan perjalanan ke Qatar beberapa hari setelahnya, dan ditangkap juga, ditahan untuk waktu yang singkat.[6][7] Menteri Kebudayaan (dan olahraga) Norwegia menyatakan bahwa Pemerintah Norwegia tidak akan mengirimkan perwakilan resmi ke Piala Dunia 2022; meskipun Norwegia juga tidak lolos ke turnamen tersebut.[8]