Kanada dan Qatar menjalin hubungan persahabatan dan koordinasi di bidang internasional, jauh sebelum Kedutaan Besar Qatar dibuka di Ottawa pada tahun 2011, termasuk kolaborasi militer bersama mereka selama Perang Teluk dan intervensi internasional di Libya. Hubungan diplomatik antara kedua negara terjalin pada tahun 1974.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kanada |
Qatar |
|---|---|
Kanada dan Qatar menjalin hubungan persahabatan dan koordinasi di bidang internasional, jauh sebelum Kedutaan Besar Qatar dibuka di Ottawa pada tahun 2011, termasuk kolaborasi militer bersama mereka selama Perang Teluk dan intervensi internasional di Libya. Hubungan diplomatik antara kedua negara terjalin pada tahun 1974.[1]
Kanada dan Qatar terlibat dalam perselisihan mengenai upaya Qatar untuk merelokasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional dari Montreal ke Doha pada tahun 2013. Pada bulan Mei tahun itu, Qatar menarik kembali tawarannya, dengan menyatakan bahwa hal itu dilakukan untuk "menjaga persahabatan yang dekat dan bersejarah" antara kedua negara.[2]
Pada bulan Agustus 2018, Kanada terlibat dalam pertengkaran dengan Arab Saudi atas cuitan Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland yang mengadvokasi pembebasan aktivis hak asasi manusia yang ditahan di Arab Saudi, khususnya Samar Badawi dan Raif Badawi. Sebagai tanggapan, Arab Saudi menjatuhkan tindakan hukuman terhadap Kanada yang melibatkan pembekuan hubungan perdagangan dan investasi dan memanggil pulang duta besarnya sekaligus mengusir duta besar Kanada di Riyadh.[3] Sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk (GCC) Abdullatif bin Rashid Al Zayani mengumumkan dukungannya terhadap tindakan Arab Saudi, seperti yang dilakukan negara-negara anggota GCC Bahrain dan Uni Emirat Arab.[4] Namun, Qatar, yang juga merupakan anggota GCC, menjauhkan diri dari pernyataan yang dibuat oleh Al Zayani dan menyatakan bahwa komentarnya "tidak mencerminkan pendapatnya" sambil menyebutkan bahwa mereka menjaga hubungan baik dengan Kanada.[5]
Selama Perang Teluk 1991, Qatar mengizinkan pasukan koalisi dari Kanada untuk menggunakan negara tersebut sebagai pangkalan udara untuk meluncurkan pesawat dalam tugas patroli udara tempur.[6] Sekitar 500 warga Kanada ditempatkan dan melakukan operasi dari pangkalan Canada Dry One di Qatar.[7]
Pada tahun 2024, terdapat lebih dari 9.000 ekspatriat Kanada yang tinggal di Qatar.[8]