Hubungan Malaysia dengan Uruguay mengacu pada hubungan bilateral antara Malaysia dan Uruguay. Kedua negara tersebut merupakan anggota penuh Cairns Group dan Kelompok 77.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Malaysia |
Uruguay |
|---|---|
Hubungan Malaysia dengan Uruguay mengacu pada hubungan bilateral antara Malaysia dan Uruguay. Kedua negara tersebut merupakan anggota penuh Cairns Group dan Kelompok 77.[1]
Kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tanggal 5 Januari 1988.[2]
Kedua negara telah menandatangani perjanjian perdagangan bilateral.[3] Perdagangan antara kedua negara sedang dipromosikan.[4] Pada tahun 2007, Wakil Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Ng Lip Yong mengunjungi Uruguay.[5] Pada tahun yang sama, Presiden Uruguay Tabaré Vázquez melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur untuk mengumumkan niat mereka untuk meningkatkan hubungan ekonomi.[6][7] Sebuah perjanjian promosi dan perlindungan investasi telah ditandatangani antara kedua negara.[8] Uruguay membeli karet alam dari Malaysia dan menjual komoditas, terutama jagung ke Malaysia.[9]
Pada bulan Mei 2008, dua mesin J85-GE-21 yang menggerakkan jet tempur Northrop F-5E Tiger II milik Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) dilaporkan hilang. Mesin jet tersebut milik Skuadron ke-12 (Scorpion) yang bermarkas di Butterworth. Investigasi lebih lanjut menghasilkan penangkapan dua personel RMAF dan seorang kontraktor sipil didakwa sehubungan dengan pencurian dan pembuangan kedua mesin tersebut pada tanggal 6 Januari 2010.[10][11] Pada tanggal 5 Februari 2010, Jaksa Agung Negara Malaysia mengungkapkan bahwa dua mesin yang hilang telah ditemukan di Uruguay dengan bantuan Pemerintah Uruguay dan pemerintah Malaysia sedang melanjutkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengamankan pengembaliannya.[11][12] Investigasi menunjukkan bahwa mesin-mesin tersebut dibawa keluar dari pangkalan RMAF antara tanggal 20 Desember 2007 hingga 1 Januari 2008 sebelum dikirim ke gudang di Subang Jaya untuk dikirim dari Malaysia ke Amerika Selatan.[13][14]