Hubungan Malaysia dengan Seychelles mengacu pada hubungan bilateral antara Malaysia dan Seychelles. Seychelles memiliki komisariat tinggi di Subang Jaya, tetapi kemudian ditutup dan digantikan oleh konsulat kehormatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Malaysia |
Seychelles |
|---|---|
Hubungan Malaysia dengan Seychelles mengacu pada hubungan bilateral antara Malaysia dan Seychelles. Seychelles memiliki komisariat tinggi di Subang Jaya, tetapi kemudian ditutup dan digantikan oleh konsulat kehormatan.[1]
Sejarah orang Melayu di Seychelles dapat ditelusuri kembali pada masa penjajahan Inggris ketika sekelompok pejuang Melayu dari Perak bersama dengan sultan mereka, Abdullah Muhammad Shah II dideportasi ke pulau itu pada tahun 1877 setelah diduga terlibat dalam upaya pembunuhan yang berhasil terhadap James W. W. Birch.[2][3][4]
Pada tahun 1986, Seychelles membawa sekitar US$600.000 produk Malaysia secara langsung tetapi membeli US$7 juta melalui perdagangan tidak langsung dengan Singapura, sehingga negara tersebut mencari perdagangan langsung dengan Malaysia untuk mendapatkan produk Malaysia tanpa menggunakan pelabuhan Singapura.[5] Pada tahun 1988, sebuah perjanjian untuk mempromosikan kerja sama di bidang budaya, pendidikan, olahraga, dan informasi ditandatangani.[6][7] Ekspor utama Malaysia ke Seychelles adalah produk kayu dan dikenal sebagai salah satu penyedia utama bahan baku ke pulau-pulau tersebut sementara Seychelles terutama mengekspor tuna kaleng dan ikan ke Malaysia.[6][8] Beberapa perusahaan Malaysia telah berinvestasi di pulau itu seperti Berjaya Group yang memiliki dua hotel dan Promet Bhd. dalam proyek pengembangan properti yang terdiri dari kantor pertokoan, kompleks ritel dan blok perkantoran. Seychelles telah mengumumkan keinginannya untuk mengirim mahasiswanya untuk belajar di Malaysia dan mengundang lebih banyak investor Malaysia untuk berinvestasi di negara tersebut.[9] Pada tahun 2014, Malaysia menjadi salah satu mitra Seychelles agar Seychelles tetap bertahan di industri pariwisata.[10] Kedua pemerintah telah menandatangani perjanjian penghapusan utang dan warga Seychelles yang mengunjungi Malaysia tidak perlu membawa visa mereka hingga 30 hari.[11][12]