Hubungan Gambia dengan Malaysia mengacu pada hubungan bilateral antara Gambia dan Malaysia. Kedutaan Besar Malaysia di Dakar, Senegal, merangkap sekaligus untuk Gambia, sementara Kedutaan Besar Gambia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merangkap sekaligus untuk Malaysia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Gambia |
Malaysia |
|---|---|
Hubungan Gambia dengan Malaysia mengacu pada hubungan bilateral antara Gambia dan Malaysia. Kedutaan Besar Malaysia di Dakar, Senegal, merangkap sekaligus untuk Gambia, sementara Kedutaan Besar Gambia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, merangkap sekaligus untuk Malaysia. [1]
Baik Gambia maupun Malaysia merupakan bagian dari Persemakmuran Bangsa-Bangsa dan anggota Organisasi Kerja sama Islam.
Pada tahun 1974, Gambia bersedia menjual minyak kacang tanahnya ke Malaysia dengan imbalan minyak sawit.[2] Sementara pada tahun 1991, Gambia mencari bantuan Malaysia untuk meningkatkan produksi berasnya.[3] Hingga saat ini, hubungan antara kedua negara terutama dilakukan dalam bantuan teknis seperti di bidang pendidikan dan pelatihan. Pemerintah Malaysia telah mendorong perusahaan-perusahaan dari Gambia untuk mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi dan usaha patungan dengan perusahaan-perusahaan Malaysia untuk saling menguntungkan kedua negara.[1] Karena Gambia telah diberi kehormatan untuk menjadi tuan rumah KTT Organisasi Kerja sama Islam (OKI) pada tahun 2018, pemerintah Gambia mencari dukungan dari pemerintah dan rakyat Malaysia dan mengundang investor Malaysia untuk berinvestasi di negara tersebut.[4][5] Gambia juga mencari dukungan dari otoritas Malaysia untuk memberikan dukungan teknis kepada Gambia dalam upaya untuk memperkuat sistem pengadilan Syariah negara tersebut.[6][7]