Hubungan Malaysia dengan Australia adalah hubungan bilateral luar negeri antara Australia dan Malaysia. Australia memiliki misi diplomatik di Kuala Lumpur, dan Malaysia memiliki misi diplomatik di Canberra. Kedua negara merupakan anggota dari Five Power Defence Arrangements dan sering kali mengadakan latihan militer gabungan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Australia |
Malaysia |
|---|---|
| Misi diplomatik | |
| Australian High Commission, Kuala Lumpur | Malaysian High Commission, Canberra |
| Wakil | |
| High Commissioner Andrew John Lech Goledzinowski | High Commissioner Sudha Devi K.R. Vasudevan |
Hubungan Malaysia dengan Australia (bahasa Melayu: Hubungan Australia–Malaysiacode: ms is deprecated ; Jawi: هوبوڠن أستراليا–مليسيا) adalah hubungan bilateral luar negeri antara Australia dan Malaysia. Australia memiliki misi diplomatik di Kuala Lumpur,[1] dan Malaysia memiliki misi diplomatik di Canberra.[2] Kedua negara merupakan anggota dari Five Power Defence Arrangements dan sering kali mengadakan latihan militer gabungan.[3]
Isu yang acap kali dibahas yaitu pengaruh Australia dalam politik Asia Tenggara,[4] juga penahanan dan eksekusi warga negara Australia di Malaysia, merumitkan hubungan kedua negara.[5]
| Lambang Negara | ||
| Bendera | ||
| Populasi | 24,856,700 | 31,360,000 |
| Luas WIlayah | [convert: nomor tidak sah] | 330,803 km2 (127,724 sq mi) |
| Kepadatan Penduduk | 32/km2 (83/sq mi) | 92/km2 (240/sq mi) |
| Zona Waktu | 3 | 1 |
| Ibu kota | Canberra | Kuala Lumpur |
| Kota Terbesar | Sydney – 5,029,768 | Kuala Lumpur – 1,768,000 |
| Pemerintahan | Federal parliamentary constitutional monarchy | Federal parliamentary elective constitutional monarchy |
| Berdiri | 1 Januari 1901 | 31 Agustus 1957 (Independence from UK) 16 September 1963 (Formation of Malaysia) |
| Pemimpin Pertama | Queen Victoria (Monarki) Edmund Barton (Perdana Menteri) |
Tuanku Abdul Rahman (Monarki) Tunku Abdul Rahman (Perdana Menteri) |
| Kepala Negara | Monarch: Elizabeth II | Monarch: Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah bin Almarhum Sultan Haji Ahmad Shah Al-Musta’in Billah |
| Kepala Pemerintahan | Prime Minister: Scott Morrison | Prime Minister: Tan Sri Dato' Haji Muhyiddin bin Haji Muhammad Yassin |
| Legislatif | Parliament of Australia | Parliament of Malaysia |
| Majelis Tinggi | Senate President: Scott Ryan |
Senate President: S. Vigneswaran |
| Majelis Rendah | House of Representatives Speaker: Tony Smith |
House of Representatives Speaker: Mohamad Ariff Md Yusof |
| Pengadilan | High Court of Australia Chief Justice: Susan Kiefel |
Federal Court of Malaysia Chief Justice: Richard Malanjum |
| Bahasa Nasional | Bahasa Inggris | Bahasa Melayu |
| PDB (nominal) | US$1.39 triliun (56,135 per capita) | $800.169 miliar ($25,833 per capita) |

Kedua negara memiliki hubungan institusional dan perseorangan yang telah berjalan pangang dibandingkan negara Asia lainnya.[6] Hubungan antara Australia dan Malaysia dapat dilacak hingga abad ke-18, Suku Melayu berpartisipasi dalam industri mutiara di pesisir utara Australia pada 19th century, hingga kini termasuk dalam masyarakat multikultural Darwin.[7] Selama Perang Dunia II, tentara Australia terlibat dalam Pertempuran Malaya hingga banyak yang tertangkap oleh Tentara Kekaisaran Jepang dan dikirim ke Kalimantan di Kamp Batu Lintang and Kamp Sandakan. Mereka dipaksa untuk berpawai, yang berakibat pada kematian tahanan perang Australia dengan enam orang yang bertahan hingga akhir perang dan pembebasan Pulau Kalimantan oleh pasukan Australia.[8][9][10][11] Sejak itu, tentara Australia terlibat pula dalam Perang Malaya melawan Komunis, terutama Kedaruratan Malaya dan Kedaruratan Malaya Kedua,[12] juga dalam operasi Malaysia melawan Pemberontakan Komunis Sarawak dan infiltrasi militer Indonesia terhadap wilayahnya sebelum pembentukan federasi yang memasukkan Jajahan Mahkota Borneo Utara dan Sarawak.[13][14][15] Hubungan formal kedua negara modern dimulai pada tahun 1955.
Malaysia adalah mitra dagang Australia yang terbesar kesepuluh, dengan neraca dagang senilai A$19.2 miliar pada 2013.[16] Kedua negara menyepakati perjanjian kawasan perdagangan bebas pada Januari 2013. Ekspor Australian utama ke Malaysia termasuk batu bara, aluminium, tembaga, minyak bumi, gandum dan gula, obat-obatan, seng, produk susu, permesinan dan peralatan transportasi, limbah besi dan besi bekas,[17] sedangkan ekspor utama Malaysian ke Australia yaitu minyak bumi, minyak olahan, bahan-bahan kimia, lemak, komputer, tv, radio, peralatan telekomunikasi and rangkaian elektronik, mebel, kasur dan tempat duduk serta permesinan dan peralatan transportasi[17]
Australia telah mendirikan tiga kampus dari universitasnya di Malaysia. Dua terdapat di Sarawak, Malaysia Timur: Universitas Curtin Sarawak dan Kampus Sarawak Universitas Teknologi Swinburne; sedangkan yang satu berada di Selangor, Malaysia Barat: Universitas Monash Malaysia. Melalui kampus-kampus ini, lebih dari 23.000 orang Malaysia mengenyam pendidikan tinggi Australia.[18] Lebih dari 300.000 mahasiswa Malaysia juga telah belajar di Australia.

Australia dan Malaysia telah memiliki hubungan kerjasama militer yang kuat, dengan kontribusi signifikan tentara Australia terhadap pertahanan Malaysia sejak pembentukannya.[19] Sebagai bagian dari persekutuan Five Power Defence Arrangements, Australia memegang peranan kunci dalam latihan militer gabungan kedua negara.[20][21][22] Angkatan Udara Australia (RAAF) sebelumnya mengoperasikan markas RMAF Butterworth di Malaysia hingga manajemen lapangan udara dipindahkan kepada Angkatan Udara Malaysia (RMAF) pada tahun 1970.[23][24] Sebagai bagian dari FPDA, RAAF masih menunjukkan keberadaannya di markas ini hingga sekarang.[25]