Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Hayu (lahir 1982)

Gusti Kanjeng Ratu Hayu adalah anggota keluarga kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Ia merupakan putri keempat dari Hamengkubuwana X, penguasa Yogyakarta saat ini, dengan istrinya Hemas.

anggota keluarga kerajaan Kesultanan Yogyakarta (lahir 1982)
Diperbarui 20 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Hayu (lahir 1982)
Hayu
ꦲꦪꦸ
Gusti Kanjeng Ratu
Potret resmi, 2013.
KelahiranRaden Ajeng Nurabra Juwita
24 Desember 1982 (umur 43)
Yogyakarta, Indonesia
Pasangan
Angger Pribadi Wibowo
​
​
(m. 2013)​
KeturunanManteyyo Kuncoro Suryonegoro
Nama lengkap
Gusti Kanjeng Ratu Hayu[a]
WangsaHamengkubuwono
AyahHamengkubuwana X
IbuRatu Hemas
AgamaIslam
AlmamaterUniversitas Bournemouth (BSc)
Universitas Fordham (MBA)
Situs webgkrhayu.com

Gusti Kanjeng Ratu Hayu (bahasa Jawa: ꦲꦪꦸcode: jv is deprecated , translit. Hayu; lahir 24 Desember 1982 dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita) adalah anggota keluarga kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Ia merupakan putri keempat dari Hamengkubuwana X, penguasa Yogyakarta saat ini, dengan istrinya Hemas.

Masa kecil dan pendidikan

Nurabra Juwita lahir di Yogyakarta pada 24 Desember 1983. Sejak kelahirannya, ia kerap dipanggil Abra oleh keluarganya. Ia menghabiskan masa kecilnya di kompleks perumahan Pabrik Gula Madukismo, Kasihan, Bantul.[1][2] Pada masa tersebut, aktivitas kedua orang tuanya meningkat seiring dengan tugas-tugas kerajaan yang diemban ayahnya serta peran ibunya di bidang politik dan filantropi. Hal ini menyebabkan Nurabra beserta empat saudara perempuannya sering dititipkan kepada kerabat kerajaan yang tinggal di lingkungan perumahan yang sama.[2]

Ayah Nurabra adalah KGPH Mangkubumi, putra tertua Hamengkubuwana IX yang merupakan pewaris utama Kesultanan Yogyakarta. Setelah Hamengkubuwana IX wafat pada tahun 1989, ayahnya dinobatkan sebagai Hamengkubuwana X pada 7 Maret 1989. Pada saat yang sama, ibunya yang bergelar BRAy Mangkubumi dinobatkan sebagai permaisuri dengan perubahan nama menjadi GKR Hemas.[3][4][5] Sejak Februari 1989, sebelum prosesi penobatan tersebut digelar, Nurabra bersama seluruh saudari kandungnya pindah dan menetap secara penuh di dalam Keraton Yogyakarta.[6]

Nurabra menempuh pendidikan di SD Marsudirini Yogyakarta dan SMP Stella Duce 1 Yogyakarta, sebelum pindah ke Brisbane Adventist College, Australia.[7][8] Ia sempat mengenyam pendidikan menengah atas di SMA Negeri 3 Yogyakarta selama setahun, lalu dilanjutkan di International School of Singapore (ISS).[7][8] Pendidikan tinggi Nurabra diawali di jurusan Computer Science, Stevens Institute of Technology, AS, lalu pindah ke jurusan Information System Management, Universitas Bournemouth, Inggris, hingga lulus dengan gelar Bachelors of Science (BSc) pada 2009.[9][10] Pasca-menikah, pada 2016, ia berhasil meraih Master of Business Administration (MBA) dari Universitas Fordham, AS, melalui beasiswa LPDP angkatan pertama dengan konsentrasi ganda di Leadership & Change Management serta IT Policy.[11][12]

Kehidupan pribadi

Prosesi kirab pernikahan Hayu dan Notonegoro, 23 Oktober 2013.

Nurabra menikah dengan Angger Pribadi Wibowo pada 22 Oktober 2013, setelah menjalani hubungan 10 tahun.[13][14][15] Sebelum rangkaian pernikahan dimulai, keduanya menerima kenaikan pangkat dan gelar dari Hamengkubuwana X melalui prosesi wisudan. Nurabra dianugerahi gelar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, sementara calon suaminya dianugerahi gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Notonegoro.[16][17][18] Rangkaian upacara pernikahan yang disebut Dhaup Ageng berlangsung pada 21 hingga 23 Oktober 2013 di lingkungan Keraton Yogyakarta, meliputi prosesi nyantri, siraman, tantingan, midodareni, serta akad nikah yang dilaksanakan di Masjid Penepen.[19][20][21]

Upacara Panggih dilaksanakan di Bangsal Kencana dengan kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono.[13][22] Prosesi tersebut menyertakan tradisi pondongan, yaitu mempelai pria mengangkat mempelai wanita sebagai simbol penghormatan di hadapan Sultan. Seluruh rangkaian ditutup pada 23 Oktober 2013 dengan Kirab untuk pengantin dari keraton menuju Kepatihan di kawasan Malioboro menggunakan kereta kuda Kyai Jongwiyat yang dikawal oleh sepuluh bregada prajurit dan para abdi dalem.[20][23] Ratusan ribu masyarakat menyaksikan upacara ini. Pasangan ini memiliki seorang putra bernama Raden Mas Manteyyo Kuncoro Suryonegoro yang lahir pada 18 Agustus 2019.[24]

Karier

Hayu memulai pengalaman profesional di industri teknologi informasi sebagai pemagang Business Development Consultant di Microsoft Indonesia pada periode 2007 hingga 2008.[7][25] Ia kemudian bekerja sebagai Project Manager di PT Aprisma Indonesia selama tahun 2009 hingga 2012.[7] Dalam posisi tersebut, ia mengelola implementasi sistem perbankan internet untuk institusi keuangan seperti Bank Internasional Indonesia (BII) dan Standard Chartered Bank. Cakupan kerjanya meliputi seluruh fase pengembangan perangkat lunak, mulai dari analisis kebutuhan bisnis hingga tahap pengujian sistem.[7]

Pada tahun 2012, ia bergabung dengan Gameloft Indonesia di Yogyakarta sebagai HD Game Producer.[8][11] Tugasnya meliputi koordinasi tim lintas disiplin yang terdiri dari pengembang perangkat lunak, desainer grafis, dan tim penjaminan kualitas dalam memproduksi permainan video untuk perangkat seluler. Antara tahun 2013 hingga 2018, Hayu menjalankan fungsi profesional secara jarak jauh saat mendampingi suaminya bertugas di Kantor Pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York dan kantor United Nations Development Programme (UNDP/Program Pembangunan PBB) di Apia, Samoa.[26][27] Mulai awal tahun 2019, Hayu dan suaminya kembali ke Yogyakarta untuk membantu tugas-tugas keraton.[9]

Dalam bidang organisasi, Hayu menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Maret 2022.[28] Pada Oktober 2025, ia terpilih sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY untuk masa bakti 2025–2030.[29][30] Selain itu, ia menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Daerah Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) DIY. Di tingkat internasional, ia menjabat sebagai Anggota Dewan Pengurus di UNESCO Mahatma Gandhi Institute of Education for Peace and Sustainable Development (UNESCO MGIEP) yang berbasis di New Delhi, India, sejak November 2022.

Peranan di kraton

Hayu (bawah, kedua dari kiri) bersama keluarga para kakak dan adiknya di Keraton Yogyakarta.

Hayu menjabat sebagai Penghageng (Ketua) Kawedanan Tepas Tandha Yekti sejak divisi tersebut dibentuk pada tahun 2012.[9][10][31] Unit ini bertanggung jawab atas pengelolaan teknologi informasi, sistem dokumentasi, dan hubungan masyarakat istana. Di bawah arahannya, Tepas Tandha Yekti menyusun basis data Abdi dalem, sistem keuangan keraton berbasis teknologi informasi, serta sistem inventarisasi kekayaan budaya. Tugas pertama divisi ini adalah menyiarkan secara langsung prosesi Dhaup Ageng (pernikahan agung) Hayu sendiri pada Oktober 2013.[9]

Sejak tahun 2015, divisi ini meluncurkan berbagai akun resmi media sosial keraton sebagai sarana publikasi. Koordinasi dengan tim selama masa persiapan dilakukan oleh Hayu secara jarak jauh. Pada tahun 2016, laman resmi kratonjogja.id diluncurkan sebagai platform untuk mempublikasikan kekayaan budaya keraton agar dapat diakses oleh publik.[9] Sebagai ketua divisi, ia bertindak sebagai penanggung jawab serta produser untuk berbagai produksi film dokumenter yang dikerjakan oleh unit tersebut. Bersama keempat saudarinya—Mangkubumi, Condrokirono, Maduretno, dan Bendara—Hayu juga menginisiasi dan memproduksi siniar bertajuk "Putri Kedhaton", sebuah program audio yang membahas sisi keseharian, sejarah, dan tradisi keraton dari perspektif para putri raja.[32]

Dalam pelaksanaan fungsi pelestarian budaya, Hayu bersama keempat saudari perempuannya aktif berkontribusi dalam berbagai upacara dan acara resmi di Keraton Yogyakarta. Keterlibatan tersebut meliputi peran dalam prosesi adat hingga pementasan seni tari klasik hingga ke luar negeri.[33] Hayu berpartisipasi sebagai penari dalam pementasan Bedaya Harjunawiwaha, Bedaya Sang Amurwabhumi, dan Bedaya Tirta Hayuningrat gubahan ayahnya.[34][35] Selain itu, ia menjalankan tugas supervisi pada bagian publikasi materi edukasi budaya dan dokumentasi audio-visual guna memastikan ketersediaan akses informasi digital mengenai protokol serta tradisi Kesultanan Yogyakarta.[9]

Gelar dan gaya

Lahir dengan nama Nurabra Juwita, ia menyandang gelar kebangsawanan Gusti Raden Ajeng (GRAj) sejak lahir. Menurut tradisi keraton, putri penguasa biasanya akan beralih gelar menjadi Gusti Raden Ayu (GRAy) dan namanya berubah mengikuti nama suami setelah menikah. Namun, menjelang pernikahannya pada tahun 2013, ayahnya, Hamengkubuwana X, secara khusus memberikan wisuda gelar yang menetapkannya langsung sebagai Gusti Kanjeng Ratu (GKR) dengan nama Hayu.[18][19]

Berbeda dengan ketiga kakak perempuannya yang sempat menyandang gelar Gusti Raden Ayu dan mengikuti nama suami, Hayu langsung menggunakan nama pemberian tersebut tanpa menyertakan nama suaminya.[18][19] Di lingkungan Keraton Yogyakarta dan masyarakat, penyandang gelar Gusti Kanjeng Ratu secara formal disapa dengan sebutan "Gusti" atau "Gusti Ratu", yang dalam konteks penghormatan setara dengan sapaan "Paduka" di luar konteks tradisional Jawa.

Catatan

  1. ↑ bahasa Jawa: ꦒꦸꦱ꧀ꦠꦶ ꦏꦤ꧀ꦗꦺꦤ꧀ꦒ꧀ ꦫꦠꦸ ꦲꦪꦸcode: jv is deprecated

Referensi

  1. ↑ Pranata, Anugrah Yogi (2013-10-16). "Profil Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita". merdeka.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
  2. 1 2 Syamsi, Indra (2012). G.K.R. Hemas: Ratu di Hati Rakyat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-979-709-672-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Andryanto, S. Dian, ed. (3 April 2022). "76 Tahun Herjuno Darpito Sri Sultan Hamengkubuwono X". Tempo. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 5 Juni 2023.
  4. ↑ Hariadi Saptono, Djoko Poernomo, Soelastri Soekirno, Julius Pourwanto (27 Juni 2022). "KGPH H Mangkubumi Dinobatkan Jadi Sultan Hamengku Buwono X (Arsip Kompas)". Kompas. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 5 Juni 2023. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  5. ↑ Wicaksono, Pribadi (2020-02-17). "Peringatan Sultan HB X Naik Tahta Istimewa Ini Sebabnya". Tempo. Diakses tanggal 2026-02-03.
  6. ↑ Wardayati, K. Tatik; Sulaeman, Ade (2018-12-21). "Kisah GKR Hemas: Pernah Beli Narkotika untuk Teman Hingga Pernah Kabur karena Takut Menikah dengan Calon Raja". Intisari. Diakses tanggal 2026-01-27.
  7. 1 2 3 4 5 Nugraha, Dimas Waraditya (2017-10-28). "GKR Hayu Kawinkan TI dan Budaya Keraton". Universitas Ciputra. Diakses tanggal 2026-02-03.
  8. 1 2 3 Priatmojo, Galih (2025-04-21). "Sosok GKR Hayu, Putri Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kecintaannya dengan Teknologi". populi.id. Diakses tanggal 2026-02-03.
  9. 1 2 3 4 5 6 "Gusti Kanjeng Ratu Hayu, Menjaga Tradisi dengan Teknologi". Kraton Jogja. 2020-03-31. Diakses tanggal 2026-02-02.
  10. 1 2 Hayu, Gusti Kanjeng Ratu (2020-03-03), Menjadi Putri Kerajaan Jawa Modern| Gusti Kanjeng Ratu Hayu | TEDxMlatiWomen (dalam bahasa Inggris), TED, diakses tanggal 2026-02-03
  11. 1 2 "Perempuan Indonesia di Dunia Teknologi: GKR Hayu". Indonesia Mengglobal. 2017-03-22. Diakses tanggal 2026-02-03.
  12. ↑ Meidinata, Nugroho (2021-07-10). "Dari Australia, AS Hingga Inggris, Ini Latar Belakang Pendidikan GKR Hayu yang Dibilang Kampungan". Regional Espos. Diakses tanggal 2026-02-03.
  13. 1 2 "Crowds flock to witness Indonesian royal wedding". BBC News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2013-10-23. Diakses tanggal 2026-02-03.
  14. ↑ Julien, J. Gordon (2013-10-25). "Princess bride! Crowds celebrate colorful royal Indonesian wedding". Today (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  15. ↑ "A Royal Wedding in Indonesia". Wall Street Journal (dalam bahasa American English). 2013-10-23. ISSN 0099-9660. Diakses tanggal 2026-02-03.
  16. ↑ "Jadi Menantu Sultan, Angger Pribadi Wibowo Diwisuda". Tempo. 2013-08-12. Diakses tanggal 2026-02-03.
  17. ↑ "Calon Menantu Sultan HB X Mendapat Nama Keraton". Tempo. 2013-08-12. Diakses tanggal 2026-02-03.
  18. 1 2 3 "Jelang Nikah, GRA Nurabra Juwita Diberi Nama GKR Hayu". KapanLagi.com. 2013-09-06. Diakses tanggal 2026-02-03.
  19. 1 2 3 "Royal Wedding Indonesia: Putri Keraton Yogyakarta Akan Melangsungkan Pernikahan". Fimela. 2013-09-05. Diakses tanggal 2026-02-03.
  20. 1 2 Susanto, Slamet (2013-10-23). "Yogyakarta prince, princess officially man and wife". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-03.
  21. ↑ Ghosh, Palash (2013-10-24). "The Royal Wedding You Never Heard Of: Daughter Of Javanese Sultan Marries Her Prince Charming". International Business Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-03.
  22. ↑ "Islands in focus: Yogyakarta ready for royal wedding - National". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 2013-10-21. Diakses tanggal 2026-02-03.
  23. ↑ "'Royal Wedding' Meriahkan Yogyakarta". VOA Indonesia. 2013-10-23. Diakses tanggal 2026-02-03.
  24. ↑ Hadi, Usman (23 Agustus 2019). "Putri Sultan HB X, GKR Hayu Lahirkan Putra Pertama". detikcom. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-29. Diakses tanggal 22 November 2020.
  25. ↑ Ayu, Dyar (2024-10-12). "GKR Hayu, Putri Keraton Yogyakarta yang Tertarik di Dunia IT". IDN Times Jogja. Diakses tanggal 2026-02-03.
  26. ↑ "Setelah menikah, GKR Hayu akan ikut suami tinggal di Amerika". Merdeka.com. Diakses tanggal 2026-02-03.
  27. ↑ "Usai Menikah, Pengantin Royal Wedding Langsung Tinggal di Amerika". kbr.id (dalam bahasa Inggris). 2013-10-24. Diakses tanggal 2026-02-03.
  28. ↑ Cahyana, Budi (2022-03-27). "GKR Hayu Terpilih Menjadi Ketua Karang Taruna DIY Periode 2022-2027". Harian Jogja. Diakses tanggal 2026-02-03.
  29. ↑ "GKR Hayu, Ka Kwarda DIY Masa Bakti 2025-2030". Warta Pramuka. 2025-10-12. Diakses tanggal 2026-02-03.
  30. ↑ "Terpilih sebagai Ketua Kwarda DIY, Kak GKR Hayu akan Jalankan Sepenuh Hati". Kumparan. 2025-11-10. Diakses tanggal 2026-02-03.
  31. ↑ "Hemas: Hayu Putri Sultan yang Lebih Maju". Tempo. 2013-10-19. Diakses tanggal 2026-02-03.
  32. ↑ Utami, Tentri Yudvi Dian (2020-01-07). "Eksklusif, Lima Putri Keraton Yogyakarta Bongkar Kisah Mereka: Bukan bak Cinderella". Nova. Diakses tanggal 2026-02-03.
  33. ↑ "Kali Pertama, Tarian Sakral Keraton Yogyakarta Tampil di Amerika". Tempo. 2018-11-03. Diakses tanggal 2026-02-03.
  34. ↑ Administrator (2018-11-03). "2 Putri Sultan Menari Bedhaya Sang Amurwabhumi". Krjogja. Diakses tanggal 2026-02-03.
  35. ↑ Utantoro, Agus (2016-05-06). "Empat Putri Sri Sultan HB X Akan Tarikan Bedaya Tirta Hayuningrat". Media Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-03.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Gusti Kanjeng Ratu Hayu.
  • Situs resmi Hayu
  • Situs resmi Keraton Yogyakarta

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa kecil dan pendidikan
  2. Kehidupan pribadi
  3. Karier
  4. Peranan di kraton
  5. Gelar dan gaya
  6. Catatan
  7. Referensi
  8. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026