Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Notonegoro

Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro, S.Sos., M.A. adalah suami dari Gusti Kanjeng Ratu Hayu, putri keempat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas

menantu Hamengkubuwana X dan Ratu Hemas dari anak ke-4
Diperbarui 31 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Notonegoro
Artikel ini bukan mengenai Adjie Notonegoro.
Notonegoro
ꦟꦡꦤꦓꦫ
Kanjeng Pangeran Haryo
Notonegoro sebagai Panglima (Manggalayuddha) Bregada Prajurit Keraton Yogyakarta
KelahiranAngger Pribadi Wibowo
27 Desember 1973 (umur 52)
Jakarta, Indonesia
PasanganGKR Hayu
KeturunanRaden Mas Manteyyo Kuncoro Suryonegoro
Nama lengkap
Kanjeng Pangeran Harya Natanagara
WangsaHamengkubuwono
AyahKolonel Sigim Machmud
IbuRaden Ayu Nusye Retnowati

Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro, S.Sos., M.A. (bahasa Jawa: ꦟꦡꦤꦓꦫcode: jv is deprecated , translit. Natanagara; lahir 27 Desember 1973 dengan nama Angger Pribadi Wibowo) adalah suami dari Gusti Kanjeng Ratu Hayu, putri keempat dari Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas

Kehidupan awal

Masa Kecil

Putra dari Kolonel Kavaleri (Purn.) Sigim Machmud dan Raden Ayu Nusye Retnowati terlahir dengan nama kecil Angger Pribadi Wibowo. Hidup di keluarga TNI AD membuat Notonegoro harus tinggal berpindah-pindah untuk mengikuti orang tuanya. Pria kelahiran Jakarta, 27 Desember 1973 ini telah menghabiskan masa kecilnya di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Tangerang, Cimahi, Ambarawa, Salatiga, sampai Yogyakarta.

Pendidikan

Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis.

Notonegoro merupakan sosok yang sangat peduli terhadap masalah sosial dan politik global. Sewaktu ia bersekolah di SMA Negeri 3 Yogyakarta, situasi politik di Timur Tengah yang menghangat membuatnya tertarik mengikuti dinamika politik internasional saat itu. Itu sebabnya ia lalu memutuskan untuk mengambil jurusan Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada saat beranjak kuliah pada tahun 1992. Dia mengambil jurusan ini karena tertarik pada isu-isu global dan organisasi internasional. Di sini, dia mengambil spesialiasi di bidang "Negosiasi dan Resolusi Konflik.”

Pada tahun 2002, Notonegoro melanjutkan studinya di School of Economic Sciences, Washington State University, Jurusan International Development. Dia mengambil jurusan ini karena ingin menambah pengetahuan mengenai isu-isu global terutama masalah-masalah pembangunan seperti kemiskinan, lingkungan hidup, krisis (konflik/bencana), dan lain-lain

Riwayat Pendidikan[1]

  • SDN Kalisari III Cijantung
  • SD Yayasan Pendidikan Umum Bandung
  • SDN Pondok Jagung II Serpong Tangerang
  • SDN WR Supratman, Cimahi
  • SMP Negeri 1 Cimahi
  • SMP Negeri 2 Ambarawa
  • SMA Negeri 1 Salatiga
  • SMA Negeri 3 Yogyakarta
  • Jurusan Hubungan Internasional – FISIPOL – UGM Spesialisasi: Negosiasi dan Resolusi Konflik
  • School of Economic Sciences – Washington State University – Jurusan International Development

Pernikahan dengan Ratu Hayu

Pada tanggal 22 October 2013, Pangeran Notonegoro resmi menikah dengan Gusti Kanjeng Ratu Hayu. Pernikahan Agung Kraton Yogyakarta ini berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian prosesi yang panjang. Dalam rangkaian pernikahan ini, Pangeran Notonegoro dan Ratu Hayu dikirab dari keraton menuju kepatihan melalui jalan Malioboro. Ratusan ribu masyarakat turut menyaksikan acara kirab tersebut.

Pekerjaan

Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis.
Keluarga Sultan Yogyakarta
Lambang Praja Cihna
Sri Sultan Hamengkubawana X
GKR Hemas
Keluarga Inti
  • GKR Mangkubumi
    KPH Wironegoro
    • RA Artie Ayya Fatimasari
    • RM Drasthya Wironegoro
  • GKR Condrokirono
    • RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo
  • GKR Maduretno
    KPH Purbodiningrat
  • GKR Hayu
    KPH Notonegoro
    • RM Manteyyo Kuncoro Suryonegoro
  • GKR Bendoro
    KPH Yudonegoro
    • RA Nisaka Irdina Yudonegoro
    • RM Radityo Mandhala Yudo
Keluarga Besar
  • GKR Anom (almh) lahir BRAjG Sri Murhanjati
    KPH Hadibrata (alm) lahir Kolonel Budi Permana
  • GBRAy Murdokusumo lahir BRAj Sri Murdiyatun
    KRT Murdokusumo (alm)
  • GBRAy Riyokusumo lahir BRAj Sri Kuswarjanti
  • GBRAy Darmokusumo lahir BRAj Sri Muryati
    KRT Darmokusumo (alm)
  • GBRAy Padmokusumo lahir BRAj Sri Kusuladewi
    KRT Padmokusumo
  • KGPH Hadikusumo (alm) lahir BRM Murtyanta
    BRAy Hadikusumo lahir Dr. Sri Hardani
  • KGPH Hadiwinoto (alm) lahir BRM Ibnu Prastowo
    BRAy Hadiwinoto lahir Aryuni Utari
  • GBPH Hadisuryo lahir BRM Kaswara
    BRAy Hadisuryo lahir Andinidevi
  • GBPH Prabukusumo lahir BRM Harumanto
    BRAy Prabukusumo (almh) lahir Kuswarini
  • GBPH Joyokusumo (alm) lahir BRM Sumyandana
    BRAy Joyokusumo lahir Nuraida
  • GBPH Pakuningrat lahir BRM Anindita
  • GBPH Yudhadiningrat lahir BRM Sulaksmana
    BRAy Yudhaningrat lahir Rr Endang Hermaningrum
  • GBPH Candraningrat lahir BRM Habirama
    BRAy Candraningrat lahir Hery Iswanti
  • GBPH Cakraningrat (alm) lahir BRM Prasasta
    BRAy Cakraningrat lahir Laksmi Indra Suharjana
  • GBPH Suryodiningrat lahir BRM Arianta
    BRAy Suryodiningrat lahir Farida Indah
  • GBPH Suryomataram lahir BRM Sarsana
    BRAy Suryomataram lahir Safarina Malik
  • GBPH Hadinegoro lahir BRM Harkamaya
    BRAy Hadinegoro lahir Iceu Cahyani
  • GBPH Suryonegoro lahir BRM Swatindra
    BRAy Suryonegoro (almh)
  • l
  • b
  • s

Notonegoro mengawali kariernya sebagai Project Manager Marketing Internasional di sebuah perusahaan swasta bernama PURA Group Kudus, sebelum akhirnya mulai meniti tangga kariernya di UNDP (United Nations Development Programme). UNDP adalah jaringan pembangunan dunia di bawah PBB yang mempromosikan perubahan dan menyediakan akses ke pengetahun, keahlian dan sumber daya yang diperlukan oleh masyarakat untuk memajukan kehidupannya.

Dia mulai bekerja di UNDP Indonesia pada tahun 2006. Awalnya bergelut di bidang pemulihan bencana, kemudian beralih ke Pengurangan Risiko Bencana selaku Programme Manager. Sejak tahun 2010, ia menjabat sebagai Assistant Country Director yang mengepalai Unit Perencanaan, Pengawasan, dan Evaluasi di UNDP Jakarta; sebelum akhirnya dipindahtugaskan ke Amerika pada tahun 2012.

Saat ini Notonegoro bekerja sebagai Management Specialist UNDP di New York, Amerika Serikat. Di sana, ia bertugas mengurusi masalah Business Continuity Management, yakni yang memastikan bahwa UNDP tetap bisa bekerja melayani masyarakat meskipun dilanda krisis. Ia bertanggung jawab terutama untuk Markas Besar New York, seperti misalnya penanganan badai Sandy tahun 2012 lalu. Meskipun begitu, tugas Notonegoro tidak terbatas di New York saja. Lebih lanjut, Notonegoro bercerita bahwa ia juga bertanggung jawab untuk keseluruhan sistem Enterprise Risk Management di UNDP.

Profesi/Pekerjaan

  • 1999–2003: Project Manager – International Marketing, PURA Group, Kudus, Indonesia
  • 2003–2004: Teaching/Research Assistant, School of Economics – Washington State University, Pullman, Washington USA
  • 2006–2010: Programme Manager – Disaster Risk Reduction, UNDP Indonesia, Jakarta, Indonesia
  • 2010–2012: Assistant Country Director– Head of Planning, Monitoring and Evaluation Unit, UNDP Indonesia, Jakarta, Indonesia
  • 2012–2016: Management Specialist – Business Continuity and Enterprise Risk Management, Bureau of Management, UNDP, New York, USA
  • 2016–2018: Deputy Resident Representative for Cook Island, Niue, Samoa and Tokelau [2][3]

Peranan di Keraton

Notonegoro adalah Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Kridha Mardawa, departemen di keraton yang bertugas untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian termasuk di antaranya karawitan, tari, ukir, batik dan lain lain.[4]

Saat memimpin Kridha Mardawa, ia memiliki niat untuk membuat budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat mendunia dan dikenal luas oleh masyarakat. Di bawah pengelolaannya, ia bekerja sama dengan istrinya, Gusti Kanjeng Ratu Hayu, dalam digitalisasi kebudayaan kraton dengan penampilan daring melalui media sosial. Hasilnya, budaya kraton yang sebelumnya dipandang sebelah mata menjadi populer kembali, khususnya di kalangan kawula muda.[5]

Referensi

  1. ↑ "Bermula dari Dunia Maya". Kratonwedding.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-01. Diakses tanggal 25 Januari 2016.
  2. ↑ "Our Team". UNDP. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-07. Diakses tanggal 30 September 2016.
  3. ↑ ojos (2023-02-13). "KPH Notonegoro Jadi Inspirasi Anak Muda dalam Lestarikan Budaya - Laman 2 dari 2". kagama.co | Berita dan Informasi Terkini Alumni - Majalah Kagama Online. Diakses tanggal 2025-06-22.
  4. ↑ aminef (2021-02-16). "Mengintip Hidup Pangeran di Balik Tembok Keraton, Lewat Sosok KPH Notonegoro". AMINEF - American Indonesian Exchange Foundation (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-06-22.
  5. ↑ aka. "Kraton Yogya mewisuda 324 Abdi Dalem". Tribun News. Diakses tanggal 5 Juli 2018.

Pranala luar

  • http://kratonwedding.com/uns-humanity-worker-who-loves-diving-music/#8iyygMYIO3u2zmki.99 Diarsipkan 2013-12-10 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Masa Kecil
  3. Pendidikan
  4. Pernikahan dengan Ratu Hayu
  5. Pekerjaan
  6. Peranan di Keraton
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Hamengkubuwana II

sultan Yogyakarta

Bendara

anggota keluarga kerajaan Kesultanan Yogyakarta (lahir 1986)

Daftar keluarga politik Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026