Gnu biru(Connochaetes taurinus), atau juga disebut Nyumbu biru, nyumbu umum, nyumbu berjenggot putih, dan gnu berjenggot putih adalah satu dari dua spesies nyumbu yang masih hidup. Nyumbu mempunyai dua tanduk melengkung yang dimiliki oleh setiap jenis kelamin. Nyumbu biru mempunyai lima subspesies. Meski dinamakan "biru", hewan ini tidaklah berwarna biru. Nyumbu merupakan hewan herbivora dengan menjadikan rumput sebagai makanan pokoknya. Nyumbu biru hidup di savana di pedalaman Afrika Timur dan Selatan. Mereka kawin di musim penghujan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Nyumbu biru Rentang waktu: Pleistosen sampai sekarang | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Subfilum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | C. taurinus |
| Nama binomial | |
| Connochaetes taurinus (Burchell, 1823) | |
| Subspesies | |
|
C. t. albojubatus (Thomas, 1912) | |
| Daerah persebaran: C. t. taurinus C. t. cooksoni C. t. johnstoni C. t. albojubatus C. t. mearnsi | |
Gnu biru[1][2](Connochaetes taurinus), atau juga disebut Nyumbu biru,[3] nyumbu umum, nyumbu berjenggot putih, dan gnu berjenggot putih adalah satu dari dua spesies nyumbu yang masih hidup. Nyumbu mempunyai dua tanduk melengkung yang dimiliki oleh setiap jenis kelamin. Nyumbu biru mempunyai lima subspesies. Meski dinamakan "biru", hewan ini tidaklah berwarna biru. Nyumbu merupakan hewan herbivora dengan menjadikan rumput sebagai makanan pokoknya. Nyumbu biru hidup di savana di pedalaman Afrika Timur dan Selatan. Mereka kawin di musim penghujan.
Nyumbu biru merupakan hewan asli Afrika Selatan, Angola, Botswana, Kenya, Swaziland, Zambia, dan Zimbabwe. Mereka kini telah punah di Malawi; sementara di Namibia, mereka pernah punah tetapi kini telah berhasil dikembangbiakkan di sana. Nyumbu biru memiliki populasi yang cenderung stabil dengan jumlah setengah juta ekor dan dimasukkan ke dalam kategori hewan dengan risiko rendah oleh IUCN.