Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Dibatag

Dibatag, atau gazel clark, adalah sebuah spesies antelop berukuran sedang dari Ethiopia dan Somalia. Meski bukan gazel sejati, hewan ini mempunyai corak yang serupa, dengan kaki dan leher yang panjang. Biasanya spesies ini dikelirukan dengan gerenuk kerana rupanya yang hampir serupa. Panjangnya umumnya berkisar antara 103 hingga 117 cm, serta memiliki tinggi sekitar 80 hingga 90 cm. Berat dibatag jantan berkisar antara 20 dan 35 kg, sementara betina mempunyai berat antara 22 dan 29 kg. Tanduknya yang melengkung hanya pada jantan, dan memiliki panjang sekitar 10 dan 25 cm. Bagian atasnya berwarna kelabu hingga cokelat kekuningan, sementara bagian dorsal dan lateralnya berwarna cokelat kemerahan. Bagian bawah, pinggul dan bagian dalam kaki seluruhnya putih. Meski terdapat corak pada muka, tidak terdapat corak pada pinggul maupun perutnya.

Wikipedia article
Diperbarui 13 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Dibatag

Dibatag
Status konservasi

Rentan  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Subfamili: Antilopinae
Genus: Ammodorcas
Thomas, 1891
Spesies:
A. clarkei
Nama binomial
Ammodorcas clarkei
(Thomas, 1891)[2]
Peta sebaran spesies

Dibatag[3] (Ammodorcas clarkei), atau gazel clark, adalah sebuah spesies antelop berukuran sedang dari Ethiopia dan Somalia. Meski bukan gazel sejati, hewan ini mempunyai corak yang serupa, dengan kaki dan leher yang panjang. Biasanya spesies ini dikelirukan dengan gerenuk kerana rupanya yang hampir serupa. Panjangnya umumnya berkisar antara 103 hingga 117 cm (41 hingga 46 in), serta memiliki tinggi sekitar 80 hingga 90 cm (31 hingga 35 in). Berat dibatag jantan berkisar antara 20 dan 35 kg (44 dan 77 pon), sementara betina mempunyai berat antara 22 dan 29 kg (49 dan 64 pon). Tanduknya yang melengkung hanya pada jantan, dan memiliki panjang sekitar 10 dan 25 cm (3,9 dan 9,8 in). Bagian atasnya berwarna kelabu hingga cokelat kekuningan, sementara bagian dorsal dan lateralnya berwarna cokelat kemerahan. Bagian bawah, pinggul dan bagian dalam kaki seluruhnya putih. Meski terdapat corak pada muka, tidak terdapat corak pada pinggul maupun perutnya.

Dibatag merupakan hewa yang peka dan sulit diamati. Kulitnya yang berwarna kelabu membantunya menyamar yang baik, sehingga menjadikan dibatag sebagai salah satu jenis antelop yang paling sulit diburu. Dibatag adalah hewan diurnal dan bergerak dalam kawanan kecil. Baik jantan maupun betina mencapai kematangan seksual pada 12 hingga 18 bulan. Spesies ini bersifat poligini. Selepas masa gestasi 6 hingga 7 bulan, seekor anak dilahirkan. Kelahiran biasanya terjadi pada September hingga November. Masa hidup rata-ratanya adalah 10 sampai 12 tahun. Dibatag dapat sementara menandakan kawasannyamenggunakan kelenjar preorbital, urin atau feses. Diabatag merupakan hewan herbivor dan biasanya memakan dedaunan, pucuk muda dan belukar. Hewan ini telah beradaptasi untuk habitat semi kering, dengan kemampuan untuk bertahan tanpa atau dengan sedikit air.

Beberapa faktor termasuk petempatan manusia, degradasi habitat, peningkatan peternakan hewan, ketidakstabilan politik dan konflik militer di daerah persebarannya, serta kurangnya tindakan konservasi pada dua sampai tiga dekade di akhir abad ke-20 telah menyebabkan penurunan populasi hingga beberapa ribu ekor. Populasi yang signifikan masih hadir di selatan Ogaden (Ethiopia). Dibatag terdaftar oleh IUCN sebagai "Spesies Rentan".

Referensi

  1. ↑ Heckel, J.; Wilhelmi, F.; Kaariye, X.; Amir, O. (2016). "Ammodorcas clarkei". 2016: e.T1141A50181613. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-2.RLTS.T1141A50181613.en. ;
  2. ↑ Thomas, O. (1 June 1891). "On some antelopes collected in Somali-land by Mr. T. W. H. Clarke". Proceedings of the Zoological Society of London: 206–212.
  3. ↑ Suraga, Ina (2021-06-02). "Klipspringer, si Penari Balet dari Afrika yang Unik". IDN Times. Diakses tanggal 2026-02-10.
  • l
  • b
  • s
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Impala (A. melampus)
Alcelaphinae
Alcelaphus
Hartebeest (A. buselaphus) – Hartebeest merah (A. caama) – Hartebeest lichtenstein (A. lichtensteinii)
Beatragus
Hirola (B. hunteri)
Connochaetes
Wildebeest hitam (C. gnou) – Wildebeest biru (C. taurinus)
Damaliscus
Topi (D. korrigum) – Tsessebe (D. lunatus) – Bontebok (D. pygargus)
Antilopinae
Ammodorcas
Dibatag (A. clarkei)
Antidorcas
Springbok (A. marsupialis)
Antilope
Antelop india (A. cervicapra)
Dorcatragus
Beira (D. megalotis)
Eudorcas
Gazel muka-merah (E. rufifrons) – Gazel thomson (E. thomsonii) – Gazel heuglin (E. tilonura) – Gazel mongalla (E. albonotata)
Gazella
Gazel arabia (G. arabica) - Chinkara (G. bennettii) - Gazel cuvier (G. cuvieri) - Gazel dorkas (G. dorcas) - Gazel gunung (G. gazella) - Gazel rim (G. leptoceros) - Gazel speke (G. spekei) - Gazel ekor-hitam (G. subgutturosa)
Litocranius
Gerenuk (L. walleri)
Madoqua
Dik-dik guenther (M. guentheri) - Dik-dik kirk (M. kirkii) - Dik-dik perak (M. piacentinii) - Dik-dik salt (M. saltiana)
Nanger
Gazel dama (N. dama) – Gazel grant (N. granti) – Gazel soemmerring (N. soemmerringii)
Nesotragus
Antelop kerdil bates (N. batesi) - Suni (N. moschatus) - Antelop royal(N. pygmaeus)
Oreotragus
Klipspringer (O. oreotragus)
Ourebia
Oribi (O. ourebi)
Procapra
Zeren (P. gutturosa) - Goa (P. picticaudata) - Gazel przewalski (P. przewalskii)
Raphicerus
Steenbok (R. campestris) - Grysbok selatan (R. melanotis) - Grysbok sharpe (R. sharpei)
Saiga
Antelop saiga (S. tatarica)
Bovinae
Bison
Bison amerika (B. bison) – Bison eropa (B. bonasus)
Bos
Gayal (B. frontalis) – Seladang (B. gaurus) – Yak domestik (B. grunniens) – Banteng (B. javanicus) – Yak liar (B. mutus) – Kouprey (B. sauveli) – Sapi (B. taurus)
Boselaphus
Nilgai (B. tragocamelus)
Bubalus
Kerbau (B. bubalis) - Kerbau liar (B. arnee) - Anoa dataran rendah (B. depressicornis) -Tamaraw (B. mindorensis) - Anoa pegunungan (B. quarlesi)
Pseudoryx
Saola (P. nghetinhensis)
Syncerus
Kerbau afrika (S. caffer)
Taurotragus
Eland raksasa (T. derbianus) - Eland (T. oryx)
Tetracerus
Antelop bertanduk empat (T. quadricornis)
Tragelaphus
Nyala (T. angasii) - Nyala gunung (T. buxtoni) - Bongo (T. eurycerus) - Kudu kecil (T. imberbis) - Kéwel (T. scriptus) - Sitatunga (T. spekii) - Kudu besar (T. strepsiceros)
Caprinae
Ammotragus
Domba barbari (A. lervia)
Arabitragus
Tahr arab (A. jayakari) –
Budorcas
Takin (B. taxicolor)
Capra
Kambing liar (C. aegagrus) – Kambing domestik (C. aegagrus hircus) – Tur kaukasus barat (C. caucasica) – Tur kaukasus timur (C. cylindricornis) – Markhor (C. falconeri) – Ibex alpin (C. ibex) – Ibex nubia (C. nubiana) – Ibex iberia (C. pyrenaica) – Ibex siberia (C. sibirica) – Ibex walia (C. walie)
Capricornis
Kambing-hutan jepang (C. crispus) – Kambing-hutan merah (C. rubidus) – Kambing-hutan sumatra (C. sumatraensis) – Kambing-hutan taiwan (C. swinhoei)
Hemitragus
Tahr himalaya (H. jemlahicus)
Naemorhedus
Goral merah (N. baileyi) – Goral ekor-panjang (N. caudatus) – Goral himalaya (N. goral) – Goral cina (N. griseus)
Nilgiritragus
Tahr nilgiri (N. hylocrius)
Oreamnos
Kambing gunung (O. americanus)
Ovibos
Muskox (O. moschatus)
Ovis
Argali (O. ammon) – Domba (O. aries) – Domba bertanduk besar (O. canadensis) – Domba dall (O. dalli) – Domba salju (O. nivicola) Mouflon (O. gmelini)
Pantholops
Antelop tibet (P. hodgsonii)
Pseudois
Bharal (P. nayaur)
Rupicapra
Chamois pirenia (R. pyrenaica) - Chamois (R. rupicapra)
Cephalophinae
Cephalophus
Duiker aders (C. adersi) – Duiker brooke (C. brookei) – Duiker peter (C. callipygus) – Duiker teluk (C. dorsalis) – Duiker harvey (C. harveyi) – Duiker jentink (C. jentinki) – Duiker perut-putih (C. leucogaster) – Duiker-hutan merah (C. natalensis) – Duiker hitam (C. niger) – Duiker kening-hitam (C. nigrifrons) – Duiker ogilby (C. ogilbyi) – Duiker leher-merah (C. rufilatus) – Duiker punggung-kuning (C. silvicultor) – Duiker abbott (C. spadix) – Duiker weyns (C. weynsi) – Duiker zebra (C. zebra)
Philantomba
Duiker maxwell (P. maxwelli) – Duiker biru (P. monticola) – Duiker walter (P. walteri)
Sylvicapra
Duiker umum (S. grimmia)
Hippotraginae
Addax
Adaks (A. nasomaculatus)
Hippotragus
Palahala dauk (H. equinus) - Palahala (H. niger)
Oryx
Oriks afrika timur (O. beisa) – Oriks simitar (O. dammah) – Gemsbok (O. gazella) – Oriks arab (O. leucoryx)
Reduncinae
Kobus
Lechwe upemba (K. anselli) – Waterbuck (K. ellipsiprymnus) – Kob (K. kob) – Lechwe (K. leche) – Lechwe nil (K. megaceros) – Puku (K. vardonii)
Pelea
Rhebok abu-abu (P. capreolus)
Redunca
Reedbuck selatan (R. arundinum) - Reedbuck gunung (R. fulvorufula) - Reedbuck bohor (R. redunca)
Pengidentifikasi takson
Ammodorcas clarkei
  • Wikidata: Q747627
  • Wikispecies: Ammodorcas clarkei
  • ADW: Ammodorcas
  • ARKive: ammodorcas-clarkei
  • CoL: 66BLJ
  • ECOS: 1635
  • EoL: 308536
  • GBIF: 2441128
  • iNaturalist: 42272
  • IRMNG: 11355422
  • ITIS: 625084
  • IUCN: 1141
  • MDD: 1006137
  • MSW: 14200528
  • Observation.org: 81720
  • Open Tree of Life: 3611830
  • Paleobiology Database: 473806
  • Xeno-canto: Ammodorcas-clarkei

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Anoa

Kerbau endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton

Bovidae

sebuah keluarga mamalia milik ungulata berjari genap

Banteng

spesies hewan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026