Redunca adalah genus antelop yang berasal dari Afrika yang juga dikenal dengan nama reedbuck atau lekewe. Genus ini termasuk hewan pemakan rumput. Lekewe bohor terkenal sebagai pemakan rumput yang tinggal di sabana dan lebih suka mendiami daerah yang berdekatan dengan sumber air. Mereka dapat ditemukan di wilayah seperti Taman Nasional Gunung Bale yang terletak di Etiopia. Sementara itu, Lekewe selatan menghuni daerah yang dekat dengan dataran tinggi, seperti wilayah Natal di Afrika Selatan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Redunca | |
|---|---|
| Redunca redunca | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Artiodactyla |
| Famili: | Bovidae |
| Subfamili: | Reduncinae |
| Genus: | Redunca Hamilton Smith, 1827 |
| Spesies tipe | |
| Antilope redunca Pallas, 1767 | |
| Spesies | |
| |
Redunca adalah genus antelop yang berasal dari Afrika yang juga dikenal dengan nama reedbuck atau lekewe.[1][2] Genus ini termasuk hewan pemakan rumput. Lekewe bohor terkenal sebagai pemakan rumput yang tinggal di sabana dan lebih suka mendiami daerah yang berdekatan dengan sumber air. Mereka dapat ditemukan di wilayah seperti Taman Nasional Gunung Bale yang terletak di Etiopia.[3] Sementara itu, Lekewe selatan menghuni daerah yang dekat dengan dataran tinggi, seperti wilayah Natal di Afrika Selatan.[4]
Ciri utama lekewe dapat dilihat pada titik-titik berbentuk kelenjar bulat yang terletak di bawah telinga setiap individu dari spesies ini. Lekewe jantan memiliki tanduk yang melengkung ke depan, dengan berbagai ukuran dan bentuk tergantung pada masing-masing spesies. Terdapat tiga spesies lekewe yang diidentifikasi. Lekewe selatan merupakan spesies lekewe yang paling besar, sedangkan lekewe gunung adalah yang paling kecil.
Nama "lekewe" berasal dari istilah "lekwena"[2] (nama lokal spesies ini dalam bahasa Sepedi yang juga dikenal sebagai bahasa bahasa Sotho Utara). Bahasa tersebut termasuk dalam daftar dua belas bahasa resmi yang ada di Afrika Selatan dan lebih umum digunakan di Provinsi Limpopo, serta di tingkat yang lebih rendah di Gauteng, Mpumalanga, dan Provinsi North West. Istilah "lekewe" adalah bentuk yang diambil dari kata "lekwena" dengan penyesuaian fonologis. Terjadi perubahan dari huruf "w" menjadi "e" dan pengurangan suku kata "na" agar lebih mudah diucapkan oleh orang Indonesia.[5][6][7]