Chinkara, juga disebut gazel India, adalah spesies gazel asli Iran, Afghanistan, Pakistan dan India.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Chinkara | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Filum: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Genus: | |
| Spesies: | G.bennettii |
| Nama binomial | |
| Gazella bennettii[2] (Sykes, 1831) | |
| Persebaran chinkara | |
Chinkara (Gazella bennettii), juga disebut gazel India, adalah spesies gazel asli Iran, Afghanistan, Pakistan dan India.[1]
Terdapat enam subspesies:[2][3]
Tingginya 65 cm (26 inci) dan beratnya 23 kg (51 pon). Memiliki bulu kemerahan yang lembut, dan mengkilap. Di musim dingin, perut dan tenggorokan sangat kontras. Sisi-sisi wajah memiliki garis-garis cokelat tua dari sudut mata ke moncong, dibatasi oleh garis-garis putih. Tanduknya dapat tumbuh hingga lebih dari 39 cm (15 inci).[6]
Chinkara hidup di perbukitan dan dataran gersang, gurun pasir, dan hutan terbuka Mereka tinggal di 80 kawasan pelestarian di India. Di Pakistan, mereka tinggal hingga ketinggian 1,500 m (4,900 ft). Di Iran, chinkara tinggal di Taman Nasional Kavir.[7]
Pada 2001, populasi Chinkara di India diperkirakan antara 100,000 dan 80,000 yang hidup di Gurun Thar. Populasi di Pakistan tersebar luas dan terus menurun karena perburuan liar. Di Iran, populasi mereka juga tercerai berai. Sementara di Afganistan, Chinkara sudah jarang ditemukan.[7]
Chinkaras merupakan makanan macan tutul, harimau benggala, singa Asia, citah, dan ajak. Di luar kawasan konservasi, mereka juga dimangsa anjing paria, jakal emas dan juga serigala.[8]
Chinkara tinggal di lebih dari 80 area konservasi di India.[9] Pada Januari 2016, pemerintah negara bagian Karnataka mendirikan kawasan konservasi khusus chinkara di desa Yadahalli di Distrik Bagalkot.[10] Pemerintah Karnataka juga mendirikan Suaka Margasatwa Bukkapatna Chinkara di distrik Tumakuru pada Mei 2019.[11] Chinkara juga dilindungi di sembilan kawasan konservasi di Iran dan lima di Pakistan.[1]
Chinkara termasuk ke dalam spesies risiko rendah dalam Daftar Merah IUCN.[1] Namun, spesies ini mulai terancam akibat perburuan untuk kerpeluan olahraga dan makanan di Afganistan, Iran dan Pakistan. Ancaman lainnya seperti kehilangan habitat seiring bertambahnya kebutuhan lahan untuk pertanian dan industri. Sekitar 1,300 populasi terdapat di Iran. Populasi di India cenderung stabil dan tidak selangka di tiga negara itu; pada 2001, populasinya diperkirakan mencapai satu juta ekor di seluruh negeri, dan sekitar 80,000 di antaranya terdapat di Gurun Thar.
Pada 1993, pemerintah negara bagian Gujarat ingin mengizinkan penambangan lignit, gamping, bentonit dan bauksit di Suaka Margasatwa Narayan Samovar yang memiliki sejumlah kecil populasi chinkara. Meski akhirnya tidak diizinkan oleh Mahkamah Tinggi Gujarat.[9][12]