Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Chinkara

Chinkara, juga disebut gazel India, adalah spesies gazel asli Iran, Afghanistan, Pakistan dan India.

Wikipedia article
Diperbarui 11 September 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Chinkara
Chinkara
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Mamalia
Ordo:
Artiodactyla
Famili:
Bovidae
Subfamili:
Antilopinae
Genus:
Gazella
Spesies:
G.bennettii
Nama binomial
Gazella bennettii[2]
(Sykes, 1831)
Persebaran chinkara
Artikel takson sembarang

Chinkara (Gazella bennettii), juga disebut gazel India, adalah spesies gazel asli Iran, Afghanistan, Pakistan dan India.[1]

Taksonomi

Terdapat enam subspesies:[2][3]

  • Gazel Bushehr (G. b. karamii) (Groves, 1993) – terdapat di timur laut Iran, di sekitar Bushehr; merupakan subspesies terkecil;[4]
  • Chinkara Dekkan (G. b. bennettii) (Skyes 1831) – asli India Selatan, wilayahnya membentang dari lembah Gangga (bagian timur Bengal Barat) di utara hingga ke Hyderabad, Andhra Pradesh, dan Dataran Tinggi Dekkan di selatan;
  • Chinkara Gujarat (G. b. christii) (Blyth, 1842) – dari gurun dataran rendah Pakistan, barat India, Semenanjung Kathiawar, dan timur distrik Ahmedabad di Gujarat;
  • Gazel jebeer, gazel Shikari (G. b. shikarii) (Groves, 1993) – Terdapat di timur laut Iran, utara dan barat (dari Teheran di barat hingga County Shiraz di timur), merupakan subspesies terpucat;[4]
  • Gazel Kennion atau Gazel Baluchistan (G. b. fuscifrons) (Blanford, 1873) – terdapat di timur dan tenggara Iran, selatan Afghanistan, Pakistan selatan (Balochistan dan Sindh), dan barat laut India (Rajasthan), merupakan subspesies tergelap;
  • Gazel padang garam (G. b. salinarum) (Groves, 2003) – terdapat di Punjab Pakistan hingga ke Delhi, Punjab India dan Haryana di barat laut India.[5]

Karakteristik

Tingginya 65 cm (26 inci) dan beratnya 23 kg (51 pon). Memiliki bulu kemerahan yang lembut, dan mengkilap. Di musim dingin, perut dan tenggorokan sangat kontras. Sisi-sisi wajah memiliki garis-garis cokelat tua dari sudut mata ke moncong, dibatasi oleh garis-garis putih. Tanduknya dapat tumbuh hingga lebih dari 39 cm (15 inci).[6]

Habitat

Chinkara hidup di perbukitan dan dataran gersang, gurun pasir, dan hutan terbuka Mereka tinggal di 80 kawasan pelestarian di India. Di Pakistan, mereka tinggal hingga ketinggian 1,500 m (4,900 ft). Di Iran, chinkara tinggal di Taman Nasional Kavir.[7]

Pada 2001, populasi Chinkara di India diperkirakan antara 100,000 dan 80,000 yang hidup di Gurun Thar. Populasi di Pakistan tersebar luas dan terus menurun karena perburuan liar. Di Iran, populasi mereka juga tercerai berai. Sementara di Afganistan, Chinkara sudah jarang ditemukan.[7]

Ekologi

Chinkaras merupakan makanan macan tutul, harimau benggala, singa Asia, citah, dan ajak. Di luar kawasan konservasi, mereka juga dimangsa anjing paria, jakal emas dan juga serigala.[8]

Pelestarian

Chinkara tinggal di lebih dari 80 area konservasi di India.[9] Pada Januari 2016, pemerintah negara bagian Karnataka mendirikan kawasan konservasi khusus chinkara di desa Yadahalli di Distrik Bagalkot.[10] Pemerintah Karnataka juga mendirikan Suaka Margasatwa Bukkapatna Chinkara di distrik Tumakuru pada Mei 2019.[11] Chinkara juga dilindungi di sembilan kawasan konservasi di Iran dan lima di Pakistan.[1]

Ancaman

Chinkara termasuk ke dalam spesies risiko rendah dalam Daftar Merah IUCN.[1] Namun, spesies ini mulai terancam akibat perburuan untuk kerpeluan olahraga dan makanan di Afganistan, Iran dan Pakistan. Ancaman lainnya seperti kehilangan habitat seiring bertambahnya kebutuhan lahan untuk pertanian dan industri. Sekitar 1,300 populasi terdapat di Iran. Populasi di India cenderung stabil dan tidak selangka di tiga negara itu; pada 2001, populasinya diperkirakan mencapai satu juta ekor di seluruh negeri, dan sekitar 80,000 di antaranya terdapat di Gurun Thar.

Pada 1993, pemerintah negara bagian Gujarat ingin mengizinkan penambangan lignit, gamping, bentonit dan bauksit di Suaka Margasatwa Narayan Samovar yang memiliki sejumlah kecil populasi chinkara. Meski akhirnya tidak diizinkan oleh Mahkamah Tinggi Gujarat.[9][12]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Mallon, D. P. (2008). "Gazella bennettii". ;
  2. 1 2 Wozencraft, W. C. (2005-11-16). Wilson, D. E., and Reeder, D. M. (eds) (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd edition). Johns Hopkins University Press. hlm. 536. ISBN 0-8018-8221-4. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
  3. ↑ "Chinkara, Chinkara Gazelle, Indian Gazelle, Ravine-Deer". Mammals' Planet. Diarsipkan dari asli tanggal 10 May 2017. Diakses tanggal 17 December 2016.
  4. 1 2 Antelopes: North Africa, the Middle East, and Asia. IUCN The World Conservation Union. 2001. hlm. 117. Diakses tanggal 17 December 2016.
  5. ↑ Ungulate Taxonomy. The Johns Hopkins University Press. 2011. hlm. 174. Diakses tanggal 17 December 2016.
  6. ↑ Prater, S. H. (1971). The Book of Indian Animals. Oxford University Press, 2005 reprint.
  7. 1 2 Mallon, D. P. and S. C. Kingswood (eds.) (2001). Antelopes. Part 4: North Africa, the Middle East, and Asia. Global Survey and Regional Action Plans, IUCN, Gland, Switzerland.
  8. ↑ McCart, Dylan. "Gazella bennettii-Indian Gazelle". Animal Diversity Web. Diakses tanggal June 25, 2019.
  9. 1 2 Mallon, D.P.; Kingswood, S.C.; East, R.D. (2001). Antelopes: Global Survey and Regional Action Plans. Gland, Switzerland: IUCN. hlm. 185. ISBN 9782831705941.
  10. ↑ Prabhu, N. (2016). "State gets first chinkara sanctuary". The Hindu. Diakses tanggal 12 March 2016.
  11. ↑ https://timesofindia.indiatimes.com/city/bengaluru/karnataka-chinkara-sanctuary-at-tumakuru-notified/articleshow/69379884.cms
  12. ↑ Kumar, S. (1995). "Mining digs deep into India's wildlife refuges". New Scientist. Diakses tanggal 12 March 2016.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media yang terkait dengan:
Gazella bennettii (category)
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Gazella bennettii.
  • l
  • b
  • s
Anggota famili Bovidae yang masih hidup
Berikut ini adalah subfamili, genus, dan spesies dalam famili Bovidae
Aepycerotinae
Aepyceros
Impala (A. melampus)
Alcelaphinae
Alcelaphus
Hartebeest (A. buselaphus) – Hartebeest merah (A. caama) – Hartebeest lichtenstein (A. lichtensteinii)
Beatragus
Hirola (B. hunteri)
Connochaetes
Wildebeest hitam (C. gnou) – Wildebeest biru (C. taurinus)
Damaliscus
Topi (D. korrigum) – Tsessebe (D. lunatus) – Bontebok (D. pygargus)
Antilopinae
Ammodorcas
Dibatag (A. clarkei)
Antidorcas
Springbok (A. marsupialis)
Antilope
Antelop india (A. cervicapra)
Dorcatragus
Beira (D. megalotis)
Eudorcas
Gazel muka-merah (E. rufifrons) – Gazel thomson (E. thomsonii) – Gazel heuglin (E. tilonura) – Gazel mongalla (E. albonotata)
Gazella
Gazel arabia (G. arabica) - Chinkara (G. bennettii) - Gazel cuvier (G. cuvieri) - Gazel dorkas (G. dorcas) - Gazel gunung (G. gazella) - Gazel rim (G. leptoceros) - Gazel speke (G. spekei) - Gazel ekor-hitam (G. subgutturosa)
Litocranius
Gerenuk (L. walleri)
Madoqua
Dik-dik guenther (M. guentheri) - Dik-dik kirk (M. kirkii) - Dik-dik perak (M. piacentinii) - Dik-dik salt (M. saltiana)
Nanger
Gazel dama (N. dama) – Gazel grant (N. granti) – Gazel soemmerring (N. soemmerringii)
Nesotragus
Antelop kerdil bates (N. batesi) - Suni (N. moschatus) - Antelop royal(N. pygmaeus)
Oreotragus
Klipspringer (O. oreotragus)
Ourebia
Oribi (O. ourebi)
Procapra
Zeren (P. gutturosa) - Goa (P. picticaudata) - Gazel przewalski (P. przewalskii)
Raphicerus
Steenbok (R. campestris) - Grysbok selatan (R. melanotis) - Grysbok sharpe (R. sharpei)
Saiga
Antelop saiga (S. tatarica)
Bovinae
Bison
Bison amerika (B. bison) – Bison eropa (B. bonasus)
Bos
Gayal (B. frontalis) – Seladang (B. gaurus) – Yak domestik (B. grunniens) – Banteng (B. javanicus) – Yak liar (B. mutus) – Kouprey (B. sauveli) – Sapi (B. taurus)
Boselaphus
Nilgai (B. tragocamelus)
Bubalus
Kerbau (B. bubalis) - Kerbau liar (B. arnee) - Anoa dataran rendah (B. depressicornis) -Tamaraw (B. mindorensis) - Anoa pegunungan (B. quarlesi)
Pseudoryx
Saola (P. nghetinhensis)
Syncerus
Kerbau afrika (S. caffer)
Taurotragus
Eland raksasa (T. derbianus) - Eland (T. oryx)
Tetracerus
Antelop bertanduk empat (T. quadricornis)
Tragelaphus
Nyala (T. angasii) - Nyala gunung (T. buxtoni) - Bongo (T. eurycerus) - Kudu kecil (T. imberbis) - Kéwel (T. scriptus) - Sitatunga (T. spekii) - Kudu besar (T. strepsiceros)
Caprinae
Ammotragus
Domba barbari (A. lervia)
Arabitragus
Tahr arab (A. jayakari) –
Budorcas
Takin (B. taxicolor)
Capra
Kambing liar (C. aegagrus) – Kambing domestik (C. aegagrus hircus) – Tur kaukasus barat (C. caucasica) – Tur kaukasus timur (C. cylindricornis) – Markhor (C. falconeri) – Ibex alpin (C. ibex) – Ibex nubia (C. nubiana) – Ibex iberia (C. pyrenaica) – Ibex siberia (C. sibirica) – Ibex walia (C. walie)
Capricornis
Kambing-hutan jepang (C. crispus) – Kambing-hutan merah (C. rubidus) – Kambing-hutan sumatra (C. sumatraensis) – Kambing-hutan taiwan (C. swinhoei)
Hemitragus
Tahr himalaya (H. jemlahicus)
Naemorhedus
Goral merah (N. baileyi) – Goral ekor-panjang (N. caudatus) – Goral himalaya (N. goral) – Goral cina (N. griseus)
Nilgiritragus
Tahr nilgiri (N. hylocrius)
Oreamnos
Kambing gunung (O. americanus)
Ovibos
Muskox (O. moschatus)
Ovis
Argali (O. ammon) – Domba (O. aries) – Domba bertanduk besar (O. canadensis) – Domba dall (O. dalli) – Domba salju (O. nivicola) Mouflon (O. gmelini)
Pantholops
Antelop tibet (P. hodgsonii)
Pseudois
Bharal (P. nayaur)
Rupicapra
Chamois pirenia (R. pyrenaica) - Chamois (R. rupicapra)
Cephalophinae
Cephalophus
Duiker aders (C. adersi) – Duiker brooke (C. brookei) – Duiker peter (C. callipygus) – Duiker teluk (C. dorsalis) – Duiker harvey (C. harveyi) – Duiker jentink (C. jentinki) – Duiker perut-putih (C. leucogaster) – Duiker-hutan merah (C. natalensis) – Duiker hitam (C. niger) – Duiker kening-hitam (C. nigrifrons) – Duiker ogilby (C. ogilbyi) – Duiker leher-merah (C. rufilatus) – Duiker punggung-kuning (C. silvicultor) – Duiker abbott (C. spadix) – Duiker weyns (C. weynsi) – Duiker zebra (C. zebra)
Philantomba
Duiker maxwell (P. maxwelli) – Duiker biru (P. monticola) – Duiker walter (P. walteri)
Sylvicapra
Duiker umum (S. grimmia)
Hippotraginae
Addax
Adaks (A. nasomaculatus)
Hippotragus
Palahala dauk (H. equinus) - Palahala (H. niger)
Oryx
Oriks afrika timur (O. beisa) – Oriks simitar (O. dammah) – Gemsbok (O. gazella) – Oriks arab (O. leucoryx)
Reduncinae
Kobus
Lechwe upemba (K. anselli) – Waterbuck (K. ellipsiprymnus) – Kob (K. kob) – Lechwe (K. leche) – Lechwe nil (K. megaceros) – Puku (K. vardonii)
Pelea
Rhebok abu-abu (P. capreolus)
Redunca
Reedbuck selatan (R. arundinum) - Reedbuck gunung (R. fulvorufula) - Reedbuck bohor (R. redunca)
Pengidentifikasi takson
Gazella bennettii
  • Wikidata: Q430619
  • Wikispecies: Gazella bennettii
  • ADW: Gazella_bennettii
  • BOLD: 462577
  • CoL: 3FG38
  • CMS: gazella-bennettii
  • EoL: 308550
  • GBIF: 5220147
  • iNaturalist: 42253
  • IRMNG: 11067826
  • ITIS: 625088
  • IUCN: 8978
  • MDD: 1006146
  • MSW: 14200555
  • NCBI: 69300
  • Observation.org: 83498
  • Paleobiology Database: 149576
  • Species+: 65567
  • Xeno-canto: Gazella-bennettii

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Taksonomi
  2. Karakteristik
  3. Habitat
  4. Ekologi
  5. Pelestarian
  6. Ancaman
  7. Referensi
  8. Pranala luar

Artikel Terkait

Bank J Trust Indonesia

perusahaan asal Indonesia

Shiva (seri televisi)

serial animasi India

Anoa

Kerbau endemik yang hidup di daratan Pulau Sulawesi dan Pulau Buton

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026