Metamorfosis adalah sebuah novela yang ditulis oleh Franz Kafka dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1915. Sebagai salah satu karya Kafka yang paling terkenal, Metamorfosis menceritakan kisah seorang salesman bernama Gregor Samsa, yang pada suatu pagi terbangun lantas menemukan dirinya berubah menjadi serangga besar. Selanjutnya dia berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kondisi barunya. Metamorfosa telah banyak dibahas di kalangan kritikus sastra, dengan berbagai interpretasi yang ditawarkan. Dalam budaya populer dan adaptasinya, serangga besar itu umumnya digambarkan sebagai seekor kecoa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sampul edisi Indonesia | |
| Pengarang | Franz Kafka |
|---|---|
| Judul asli | Die Verwandlung |
| Negara | Austria-Hongaria (sekarang Ceko) |
| Bahasa | Jerman |
| Penerbit | Kurt Wolff Verlag, Leipzig |
Tanggal terbit | 1915 |
Metamorfosis[a] (bahasa Jerman: Die Verwandlungcode: de is deprecated ) adalah sebuah novela yang ditulis oleh Franz Kafka dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1915. Sebagai salah satu karya Kafka yang paling terkenal, Metamorfosis menceritakan kisah seorang salesman bernama Gregor Samsa, yang pada suatu pagi terbangun lantas menemukan dirinya berubah menjadi serangga besar (bahasa Jerman: ungeheueres Ungeziefercode: de is deprecated , terj. har. "monstrous vermin"). Selanjutnya dia berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kondisi barunya. Metamorfosa telah banyak dibahas di kalangan kritikus sastra, dengan berbagai interpretasi yang ditawarkan. Dalam budaya populer dan adaptasinya, serangga besar itu umumnya digambarkan sebagai seekor kecoa.
Dengan tebal sekitar 70 halaman cetakan dalam tiga bab, menjadikannya cerita terpanjang yang dianggap Kafka lengkap lalu diterbitkan selama hidupnya. Teks tersebut pertama kali diterbitkan pada tahun 1915 dalam jurnal Die weißen Blätter edisi Oktober di bawah keredaksian René Schickele. Edisi pertama dalam bentuk buku muncul pada bulan Desember 1915 dalam seri Der jüngste Tag, diedit oleh Kurt Wolff.[1]
Gregor Samsa terbangun pada suatu pagi dan mendapati dirinya telah berubah menjadi seekor serangga besar. Dia awalnya mengira perubahan ini hanyalah sementara dan perlahan merenungkan konsekuensi dari metamorfosis ini. Terjebak di punggungnya, ia tidak mampu bangun dan meninggalkan tempat tidurnya. Gregor merefleksikan pekerjaannya sebagai seorang penjual keliling dan pedagang kain, di mana ia menggambarkannya sebagai penuh dengan "hubungan antarmanusia yang fana dan silih berganti, tidak pernah tulus." Ia memandang majikannya sebagai seorang penganiaya dan akan langsung berhenti dari pekerjaannya, jika saja Gregor bukan satu-satunya pencari nafkah di keluarganya yang bekerja untuk menutupi hutang sang ayah. Ketika sedang berusaha untuk bergerak, Gregor menyadari bahwa manajer kantornya, sang kepala staf, datang ke rumah untuk menemuinya, geram dengan Gregor yang absen tanpa izin. Gregor mencoba untuk berkomunikasi dengan manajer dan keluarganya, tetapi apa yang mereka dengar dari balik pintu hanyalah suara-suara yang tidak dapat dimengerti. Gregor bersusah payah menarik dirinya sepanjang lantai dan membuka pintu. Sang kepala staf yang melihat perubahan Gregor, lari dari apartemen. Keluarga Gregor ketakutan, dan ayahnya mendorongnya kembali masuk ke dalam kamar, menyakiti sisi samping tubuhnya dengan mendesaknya masuk saat ia terjepit di pintu.
Dengan perubahan Gregor yang mendadak, keuangan keluarganya jatuh. Mereka mengunci Gregor di dalam kamarnya, dan ia mulai menerima identitas barunya serta beradaptasi dengan tubuh barunya. Saudarinya, Grete, hanyalah satu-satunya yang mau membawakan makanan untuk Gregor, di mana ia menyadari bahwa Gregor hanya mau makan jika makanannya sudah busuk. Gregor menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merangkak di sekeliling lantai, dinding, dan langit-langit kamarnya. Melihat kebiasaan baru Gregor, Grete memutuskan untuk mengeluarkan seluruh perabotan kamarnya untuk memberi lebih banyak ruang. Grete dan sang ibu mulai mengosongkan seluruh isi kamarnya, kecuali sebuah sofa tempat Gregor bersembunyi di kolongnya setiap kali seseorang masuk. Namun, Gregor merasa bahwa tindakan mereka sangatlah mengganggu, ia takut ia akan melupakan masa lalunya, saat ia masih menjadi seorang manusia. Dengan mati-matian Gregor mencoba mengamankan sebuah potret wanita berpakaian bulu yang amat disukainya. Ibunya kehilangan kesadaran melihat Gregor memegangi potret tersebut untuk melindunginya. Saat Grete bergegas keluar dari kamar untuk mengambil alkohol aromatik, Gregor mengikutinya dan sedikit terluka saat Grete menjatuhkan sebuah botol obat dan pecah. Ayah mereka pulang dan dengan marah, melempari beberapa apel ke Gregor. Salah satu apel yang dilempar terjebak dan bersarang di titik sensitif di punggungnya, melukai Gregor dengan parah.
Gregor menderita dari luka ini untuk sepanjang hidupnya dan mulai menerima makanan yang sangat sedikit. Ayah, ibu, dan Grete semua mendapat pekerjaan dan mulai menelantarkan dia, dan kamarnya mulai dipakai sebagai gudang. Dalam suatu waktu, keluarganya mulai meninggalkan pintu kamar Gregor terbuka pada sore hari agar ia dapat ikut mendengar percakapan mereka, tetapi hal ini menjadi semakin kurang terjadi saat keluarganya menyewakan sebuah kamar di apartemen mereka untuk tiga pria penyewa, mereka tidak diberitahukan mengenai Gregor. Suatu hari sang wanita pembersih rumah, yang biasanya memeriksa Gregor setiap hari saat ia datang dan pergi, lupa menutup pintu kamar Gregor dengan rapat. Gregor mendengar permainan biola Grete di ruang tamu, kemudian merangkak keluar dan terlihatlah dirinya oleh para penyewa. Mereka mengeluh mengenai kebersihan apartemen yang tidak higienis, dan mereka pergi tanpa membayar uang sewa sepeserpun, serta mengambil tindakan hukum. Grete, yang lelah mengurus Gregor dan menyadari bahwa kehadirannya membebani seluruh anggota keluarga, memberi tahu kedua orangtuanya untuk menyingkirkan "makhluk itu" atau mereka semua akan dikacaukan. Gregor mengerti bahwa ia sudah tidak diinginkan lagi, bersusah payah kembali ke kamarnya dan mati kelaparan sebelum matahari terbit. Tubuhnya ditemukan oleh sang wanita pembersih rumah, yang memberi tahu seluruh keluarganya dan kemudian membuang mayatnya. Ayah, ibu, dan saudarinya yang lega dan ceria, semua mengambil hari libur. Mereka berlibur menaiki trem menuju pinggiran kota dan berencana untuk pindah ke apartemen yang lebih kecil demi menghemat uang. Selama perjalanan singkat tersebut, sang ayah dan ibu menyadari bahwa, meskipun dengan berbagai kesulitan yang membuat wajahnya sedikit pucat, Grete telah tumbuh menjadi seorang wanita muda yang cantik dengan postur tubuh yang baik dan mereka berpikir untuk mencarikannya seorang suami.
Online editions
Komentar
Berhubungan