Andre Breton adalah seorang penyair, kritikus, editor, dan essais berkebangsan Prancis yang lebih dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan surealisme. Beberapa karyanya yang cukup terkenal yaitu The Surrealist Manifesto (1924), Nadja (1928), dan juga Immaculate Conception (1930).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | (fr) André Robert Breton 19 Februari 1896 Tinchebray |
| Kematian | 28 September 1966 Paris |
| Tempat pemakaman | Batignolles Cemetery (en) |
| Data pribadi | |
| Agama | Ateisme |
| Pendidikan | Lycée Chaptal (mul) |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | penyair, penggambar, fotografer, esais, penulis, novelis, art theorist (en) |
| Partai politik | Partai Komunis Prancis |
| Aliran | Surealisme |
| Nama pena | Breton, André |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal
| |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Jacqueline Lamba (mul) Elisa Breton (en) Simone Collinet (en) |
| Anak | Aube Elléouët (en) ( |
Andre Breton (18 Februari 1896 – 28 September 1966) adalah seorang penyair, kritikus, editor, dan essais berkebangsan Prancis yang lebih dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan surealisme. Beberapa karyanya yang cukup terkenal yaitu The Surrealist Manifesto (1924), Nadja (1928), dan juga Immaculate Conception (1930).[1]
Andre Breton lahir di Tinchebray, sebuah kota kecil di Normandy, Prancis.[2] Ayahnya, Louis-Justin Breton, merupakan seorang polisi, sedangkan ibunya, Marguerite-Marie-Eugénie Le Gouguès, pernah bekerja sebagai penjahit. Sebelum menjadi penggagas surealisme, Andre merupakan mahasiswa kedokteran di mana ia bekerja di beberapa rumah sakit dan kala Perang Dunia I berlangsung ia juga sempat menjadi pemanggul tandu untuk prajurit yang terluka.[3]
Pada 1915, Andre ditugaskan secara khusus di bangsal psikiatri rumah sakit militer di Nantes.[4] Di masa inilah ia kemudian menaruh minat terhadap penyakit-penyakit kejiwaan seperti histeria (gangguan disosiatif) dan psikosis. Ketertarikannya pada penyakit-penyakit gangguan mental kemudian menjadi sumber inspirasinya dalam pemikiran dan tulisan-tulisannya mengenai surealisme.[5]
Sekembalinya dari perang, pada 1916, Andre memutuskan untuk tidak meneruskan sekolah kedokteran dan bergabung dengan gerakan dadaisme. Akan tetapi pada 1924, ia memutuskan untuk keluar dari gerakan ini seiring dengan diterbitkannya The Surrealist Manifesto. Karya tersebut semakin mengukuhkan posisi Andre sebagai pemimpin dari surealisme.[6]