Adeline Virginia Woolf adalah seorang penulis Inggris dan salah satu penulis modernis paling berpengaruh pada abad ke-20. Dia membantu memelopori penggunaan narasi aliran kesadaran sebagai perangkat sastra.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Virginia Woolf | |
|---|---|
Woolf pada tahun 1902 | |
| Lahir | Adeline Virginia Stephen (1882-01-25)25 Januari 1882 South Kensington, London, Inggris |
| Meninggal | 28 Maret 1941(1941-03-28) (umur 59) River Ouse, East Sussex, Inggris |
| Pekerjaan |
|
| Almamater | King's College London |
| Karya terkenal |
|
| Pasangan | |
| Orang tua | |
| Kerabat |
|
| Tanda tangan | |
Adeline Virginia Woolf (/wʊlf/;[2] nama gadis Stephen; 25 Januari 1882 – 28 Maret 1941) adalah seorang penulis Inggris dan salah satu penulis modernis paling berpengaruh pada abad ke-20. Dia membantu memelopori penggunaan narasi aliran kesadaran sebagai perangkat sastra.
Woolf lahir dalam keluarga kaya di South Kensington, London sebagai anak ketujuh dari Julia Prinsep Jackson dan Leslie Stephen. Dia tumbuh dalam keluarga campuran yang beranggotakan delapan orang termasuk kakaknya, seorang pelukis modernis Vanessa Bell. Sejak usia muda, dia belajar di rumah tentang klasik Inggris dan sastra Victoria. Antara tahun 1897 hingga 1901, dia bersekolah di Departemen Wanita King's College London, di sana ia belajar ilmu klasik dan sejarah. Di sana, ia bertemu dengan para reformis awal yang memperjuangkan pendidikan tinggi bagi perempuan dan gerakan hak-hak perempuan.
Setelah kematian ayahnya pada tahun 1904, keluarga Stephen pindah dari Kensington ke Bloomsbury, lingkungan yang lebih bohemian. Di sana, bersama teman-teman intelektual saudara-saudaranya, dia membantu membentuk komunitas seni dan sastra Bloomsbury Group. Pada tahun 1912, ia menikah dengan Leonard Woolf, dan pada tahun 1917, pasangan tersebut mendirikan Hogarth Press, yang kemudian menerbitkan banyak karyanya. Mereka menyewa rumah di Sussex dan menetap di sana secara permanen pada tahun 1940.
Woolf mulai menulis secara profesional pada tahun 1900. Selama periode antar-perang, Woolf menjadi bagian penting dari masyarakat sastra dan seni London, dan pendiriannya yang anti-perang. Pada tahun 1915, ia menerbitkan novel pertamanya, The Voyage Out, melalui penerbit milik kakak tirinya, Gerald Duckworth and Company. Karya-karyanya yang paling terkenal termasuk novel Mrs Dalloway (1925), To the Lighthouse (1927) dan Orlando (1928). Dia juga dikenal karena esainya, seperti A Room of One's Own (1929).
Woolf menjadi salah satu subjek utama gerakan kritik feminis tahun 1970an. Karya-karyanya, yang diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa, telah menarik perhatian dan komentar luas karena menginspirasi feminisme. Banyak karya tulis yang didedikasikan untuk kehidupan dan karyanya. Ia telah menjadi subjek drama, novel, dan film. Woolf diperingati dengan patung-patung, perkumpulan yang didedikasikan untuk karyanya, dan sebuah bangunan di University of London.
Woolf menulis sejak remaja berupa cerita pendek, novel, dan lainnya. Novel pertamanya berjudul Melymbrosia kemudian diterbitkan setelah Woolf menikah dengan judul The Voyage Out pada tahun 1915. Dalam novelnya Woolf bereksperimen dengan berbagai teknik sastra. Ia menggunakan perspektif naratif yang menarik dan tidak lazim, ia menceritakan negara impian, dan menulis prosa dengan asosiasi yang bebas. Pada Tahun 1917, Woolf membeli mesin cetak bekas dan mendirikan Hogarth Press, sebuah perusahaan penerbitan pribadi yang operasionalnya dijalankan di luar rumahnya. Penerbitan tersebut tidak hanya menerbitkan karya-karya Woolf sendiri, tetapi juga menerbitkan karya-karya Sigmund Freud, Katharine Mansfield, dan T.S. Eliot.[3]
Setahun setelah berakhirnya Perang Dunia I, Woolf membeli Monk House, sebuah pondok di desa Rodmell pada tahun 1919, dan pada tahun yang sama Virginia menerbitkan Night and Day, sebuah novel yang dibuat di Edwardian England. Novel ketiganya, Jacob's Room, diterbitkan pula oleh Hogarth pada tahun 1922.[3]
Namun sayang, dalam kehidupan pribadinya ia menderita depresi berat. Hal itu diketahui oleh suaminya Leonard yang selalu setia mendampinginya. Itu terlihat dari naskah terakhirnya berjudul Between The Acts yang diterbitkan ketika Woolf sudah meninggal. Perang Dunia II sedang berkecamuk pada saat itu dan Virginia Woolf tenggelam dalam keputusasaan. Ia memutuskan kalau Inggris diserbu oleh Jerman, ia akan bunuh diri bersama-sama dengan keluarganya, mengingat Leonard adalah seorang Yahudi, yang mungkin saja akan terancam bahaya. Pada tahun 1940, rumah keluarga Virginia memang dihancurkan oleh penyerangan Jerman. Woolf tidak dapat mengatasi keputusasaannya. Ia bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke sungai Ouse setelah sebelumnya memberati badannya dengan batu-batu yang disimpan di semua saku bajunya. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 28 Maret 1941. Mayatnya baru ditemukan tiga minggu setelahnya. Leonard kemudian mengkremasinya. Lalu, abunya disimpan di rumah seorang biksu.[3]
Pada masa antar perang dunia, Woolf merupakan tokoh penting komunitas sastra London dan menjadi anggota grup Bloomsbury. Karyanya yang paling dikenal antara lain novel Mrs. Dalloway, To the Lighthouse, Orlando, dan esainya A Room of One's Own.[3]
Di luar beberapa esai yang berisi deskripsi biografis, Virginia Woolf menerbitkan tiga buku yang diberi subjudul "A Biography":