Kambing-hutan Sumatera adalah jenis kambing hutan yang hanya terdapat di hutan tropis pulau Sumatra. Populasinya sudah semakin terdesak akibat perambahan hutan secara liar. Spesies ini ditetapkan dalam daftar tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Kambing-hutan sumatra | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Mammalia |
| Ordo: | Artiodactyla |
| Famili: | Bovidae |
| Subfamili: | Caprinae |
| Tribus: | Ovibovini |
| Genus: | Capricornis |
| Spesies: | |
| Subspesies: | C. s. sumatraensis |
| Nama trinomial | |
| Capricornis sumatraensis sumatraensis (Bechstein, 1799) | |
| Sinonim | |
|
Naemorhedus sumatraensis sumatraensis | |
Kambing-hutan Sumatera (Capricornis sumatraensis sumatraensis) adalah jenis kambing hutan yang hanya terdapat di hutan tropis pulau Sumatra. Populasinya sudah semakin terdesak akibat perambahan hutan secara liar. Spesies ini ditetapkan dalam daftar tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia.
Hewan ini tersebar di daerah hutan Sumatera, khususnya daerah pegunungan tinggi seperti Gunung Kerinci, Dataran Tinggi Padang, Gunung Talaman, Gunung Leuser dan Pegunungan Tapanuli.[1]
Ciri-ciri Kambing Hutan Sumatera diantaranya yaitu memiliki bentuk serupa dengan Kambing piaraan (Capra sp.).[2] Ciri lainnya tampak pada tubuhnya yang ditutupi rambut lebat dan kasar, seperti rambut babi hutan dan memiliki warna hitam keabu-abuan. Kambing ini memiliki berat badan sekitar 80 kg untuk dewasa, dengan panjang tubuh sekitar 85-94 cm. Jejak kakinya menyerupai jejak seekor Rusa Sambar, meskipun lebih kecil yaitu sekitar 6 cm.[3][1]