Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiBank INA
Artikel Wikipedia

Bank INA

Bank INA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan dan telah berdiri sejak tahun 1990. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.

perusahaan asal Indonesia
Diperbarui 17 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

PT Bank Ina Perdana Tbk
Jenis perusahaan
Perseroan terbatas terbuka
Kode emitenBEI: BINA
IndustriJasa keuangan
Didirikan1990
Kantor pusatAriobimo Sentral, Jakarta, Indonesia
Tokoh kunci
Henry Koenaifi (Direktur Utama)
PendapatanRp 125 miliar (2017), Rp 142 miliar (2018) Kenaikan
Laba bersih
Rp 18 miliar (2017), Rp 11 miliar (2018) Penurunan
PemilikSalim Group
Karyawan
465 orang (2018)
IndukIndolife Pensiontama (22,83%)
Situs webwww.bankina.co.id

Bank INA (dengan nama resmi PT Bank Ina Perdana Tbk) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan dan telah berdiri sejak tahun 1990. Perusahaan ini berkantor pusat di Jakarta, Indonesia.

Sejarah

Bank yang didirikan pada 9 Februari 1990 ini awalnya bernama PT Bank Ina yang kemudian di tanggal 22 Mei 1990 diganti menjadi PT Bank Ina Perdana. Walaupun demikian, namanya tetap disebut Bank INA (sebelumnya Ina Bank).[1] Kepemilikan bank ini sempat berganti-ganti, dengan tercatat pernah dipegang sahamnya oleh penerbit harian Suara Pembaruan (PT Media Interaksi Utama) dan Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya. Dalam perkembangannya, dua pemegang saham sejak pendirian bank ini, yaitu Hadi Surya (pemilik perusahaan pelayaran PT Berlian Laju Tanker Tbk) dan keluarga Uripto Widjaja (Oki Widjaja, yang memiliki perusahaan elektronik Galva) menjadi pemilik utama dari Bank INA.[2][3][4]

Termasuk bank kecil, awalnya Bank INA diincar oleh Affin Bank, Malaysia untuk diakuisisi 80% sahamnya seharga Rp 390 miliar di bulan Agustus 2010.[5] Affin saat itu dikabarkan hendak mengubah Bank Ina menjadi bank syariah.[6] Namun, pada akhir 2011, Affin membatalkan rencana akuisisi ini karena kebijakan pembatasan pembelian bank oleh investor asing yang diterbitkan Bank Indonesia di tahun tersebut.[7] Modal Bank Ina kemudian ditingkatkan menjadi Rp 285 miliar setelah go public dengan melepas 25% sahamnya[4] di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Januari 2014.[8] Kemudian, di tahun yang sama, Hadi Surya lewat PT Kharisma Prima Karya dan PT Aji Lebur Seketi melepaskan sejumlah kepemilikannya dan mengubah pemegang saham pengendali terbesar menjadi PT Philadel Terra Lestari milik Pieter Tanuri. Pergantian kepemilikan ini membuat ultimate shareholder (pemilik utama) perusahaan menjadi 2, yaitu Oki Widjaja yang merupakan salah satu pemegang saham lama dan Pieter Tanuri.

Sejak tahun 2019, Oki Widjaja sudah tidak tercatat sebagai ultimate shareholder, kemudian pada tahun 2020, Anthony Salim menjadi ultimate shareholder baru bersama Pieter Tanuri. Salim Group sendiri masuk pertama kali lewat berkongsi bersama Pieter dalam PT Philadel yang mempunyai 20% saham di Bank INA sejak 26 September 2014.[9] Namun, kepemilikan secara langsung oleh Salim baru terjadi di Januari 2017, ketika mereka masuk menjadi pemegang saham 29,02% saham Bank INA lewat NS Financials Fund sebesar 10,58% saham dan melalui NS Asean Financial Fund sebesar 18,44%.[10] Kedua entitas itu sebenarnya adalah instrumen investasi yang dimiliki oleh Nikko Securities Indonesia, perusahaan efek yang saat itu kepemilikannya 50% dikuasai Salim.[11] Kepemilikan Salim meningkat dalam rights issue yang diadakan pada awal 2017, lewat masuknya pemegang saham baru dari PT Samudra Biru, PT Gaya Hidup Masa Kini dan perusahaan asuransi jiwa milik Salim Group, PT Indolife Pensiontama. Indolife menjadi pemegang saham terbesar, sebanyak 22,47% pasca rights issue itu.[12]

Pada tanggal 18 Maret 2020, OJK mengesahkan permohonan pengunduran diri Pieter Tanuri sebagai ultimate shareholder dari Bank INA. Hal itu membuat ultimate shareholder perusahaan adalah Anthony Salim sampai saat ini.[13][14] Belakangan, di bawah pengendalian baru, Bank INA telah menjadi bank devisa terhitung sejak Juli 2020.[15]

Manajemen

Dewan Komisaris
  • Komisaris Utama Independen: Inawaty Handojo
  • Komisaris Independen: Yohanes Santoso Wibowo
  • Komisaris: Josavia Rachman Ichwan
Dewan Direksi
  • Direktur Utama: Henry Koenaifi
  • Wakil Direktur Utama: Yulius Purnama Junaedi
  • Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan: Adhiputra Tanoyo
  • Direktur Keuangan: Kiung Hui Ngo
  • Direktur Bisnis Retail dan Jaringan: Yandy Ramadhani
  • Direktur Komersial Banking: Dewi K. Prodjohartono

Produk dan layanan

Salah satu kantor cabang Bank INA.
  • Tabina Perdana
  • Tabina Bisnis
  • Tabina Simpel
  • Tabungan Pinter
  • TabunganKu
  • Deposito Berjangka
  • Giro
  • Kredit Modal Kerja
  • Kredit Modal Kerja INDOGROSIR
  • Kredit Tanpa Agunan
  • Kredit Multi Guna
  • Kredit Pemilikan Rumah
  • Kredit Kendaraan Bermotor
  • INA Mobile Banking
  • INA Internet Banking
  • INA Internet Banking Business
  • Pembayaran Rekening Listrik
  • Pembayaran Rekening Telepon
  • Layanan Payroll
  • ATM (tergabung di jaringan ATM Bersama & PRIMA)

Referensi

  1. ↑ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 3,Masalah 1-12
  2. ↑ Laporan keuangan telat, pemilik Bank Ina
  3. ↑ Bank Ina Perdana
  4. 1 2 Bank Ina Go Public, Lepas 25% Saham
  5. ↑ Affin Bank Malaysia Beli Bank Ina Perdana Rp 390 Miliar
  6. ↑ Affin Holding Lanjutkan Konversi Bank Ina Perdana Indonesia
  7. ↑ Affin batal akuisisi Bank Ina Perdana
  8. ↑ Modal inti Bank Ina naik jadi Rp 285 miliar
  9. ↑ Grup Salim akan menguasai 30% saham Bank Ina
  10. ↑ Resmi Dicaplok Grup Salim, Begini Rencana Bisnis Bank Ina
  11. ↑ Grup Salim kuasai 29,02% saham Bank Ina Perdana
  12. ↑ Grup Salim perkuat kepemilikan di Bank Ina Perdana
  13. ↑ Salim Group Resmi Menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank Ina
  14. ↑ Keterbukaan Informasi Bank Ina 14 April 2020 tentang perubahan struktur ultimate shareholder
  15. ↑ Lapkeu Bank Ina 2020, telah menjadi bank devisa sejak juli 2020

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi
  • l
  • b
  • s
Salim Group
  • Elshinta Media Group
  • Indoritel
    • Fast Food Indonesia
    • Indomaret
    • Sari Roti
    • Super Indo
  • Indofood Sukses Makmur
    • Bogasari
    • Indofood CBP
    • Salim Ivomas Pratama
  • Asuransi Central Asia
    • ACA Syariah
    • Asuransi Harta
  • CAR Life Insurance
  • Indolife
  • Jagadiri
  • Bank Ina
  • Nikko
  • Prima Visualindo
  • Julo
  • OttoDigital
  • Pede
  • Youtap
  • Indomobil Group
  • Salim Chemical Group (Salim Agrochemical Group
  • Total Chemindo Loka
  • UIC
  • Indokemika Group)
  • CBN (DensTV)
  • Intikom
  • Ofon
  • Primacom
  • O3
  • Innovation Factory
  • elevenia
  • iStyle.id
  • HelloBill
  • PopBox
  • Indoliquid
  • PopExpress
  • PRIMA
  • l
  • b
  • s
Bank di Indonesia
Bank sentral: Bank Indonesia
Sistem konvensional
Bank BUMN
Bank Mandiri · Bank Negara Indonesia · Bank Rakyat Indonesia · Bank Tabungan Negara
Anak usaha bank BUMN: Bank Hibank · Bank Mandiri Taspen · Bank Raya
Bank pembangunan daerah
Bank Sumut · Bank Nagari · Bank Jambi · Bank Sumsel Babel · Bank Bengkulu · Bank Lampung · Bank Jakarta · Bank BJB · Bank Jateng · Bank BPD DIY · Bank Jatim · Bank Banten · Bank BPD Bali · Bank NTT · Bank Kalbar · Bank Kalteng · Bank Kalsel · Bank Kaltimtara · Bank BSG · Bank Sulteng · Bank Sulselbar · Bank Sultra · Bank Maluku Malut · Bank Papua
Bank swasta
Bank Allo · Bank Amar · Bank ANZ Indonesia · Bank Artha Graha Internasional · Bank BNP Paribas Indonesia · Bank Bumi Arta · Bank Capital · Bank CCB Indonesia · Bank Central Asia · Bank CIMB Niaga · Bank CTBC Indonesia · Bank Danamon · Bank Digital BCA · Bank DBS Indonesia · Bank Ganesha · Bank Hana Indonesia · Bank HSBC Indonesia · Bank IBK Indonesia · Bank ICBC Indonesia · Bank Ina · Bank Index · Bank Jago · Bank J Trust Indonesia · Bank KB Indonesia · Bank Krom · Bank Maspion · Bank Mayapada · Bank Maybank Indonesia · Bank Mega · Bank Mestika · Bank Mizuho Indonesia · Bank MNC · Bank Multiarta Sentosa · Bank Nobu · Bank Neo Commerce · Bank OCBC Indonesia · Bank of India Indonesia · Bank OK! Indonesia · Bank Panin · Bank Permata · Bank QNB Indonesia · Bank Resona Perdania · Bank Saqu Indonesia · Bank Sahabat Sampoerna · Bank SBI Indonesia · Bank Seabank Indonesia · Bank Shinhan Indonesia · Bank Sinarmas · Bank SMBC Indonesia · Bank Superbank · Bank UOB Indonesia · Bank Victoria · Bank Woori Saudara
Kantor cabang bank asing
Bank of America · Bank of China · Citibank · Deutsche Bank · MUFG Bank · JPMorgan Chase · Standard Chartered
Sistem syariah
Bank syariah BUMN
Bank Syariah Indonesia · Bank Syariah Nasional
Bank syariah daerah
Bank Aceh Syariah · Bank BJB Syariah · Bank NTB Syariah · BRK Syariah
Bank syariah swasta
Bank Aladin · Bank BCA Syariah · Bank BTPN Syariah · Bank KB Syariah · Bank Muamalat Indonesia · Bank Mega Syariah · Bank Nano Syariah · Bank Panin Dubai Syariah
Unit usaha syariah
Bank BPD DIY Syariah · Bank CIMB Niaga Syariah · Bank Danamon Syariah · Bank Jago Syariah · Bank Jakarta Syariah · Bank Jambi Syariah · Bank Jateng Syariah · Bank Jatim Syariah · Bank Kalbar Syariah · Bank Kalsel Syariah · Bank Kaltimtara Syariah · Bank Maybank Syariah · Bank Nagari Syariah · Bank OCBC Syariah · Bank Permata Syariah · Bank Sulselbar Syariah · Bank Sumsel Babel Syariah · Bank Sumut Syariah
Lihat pula: Bank Perekonomian Rakyat


Ikon rintisan

Artikel bertopik bank atau perbankan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Manajemen
  3. Produk dan layanan
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan

organisasi yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang pada tahun 1945 ketika menduduki Indonesia

Hermanto Tanoko

Komisaris, PT Avia Avian Tbk

Daftar badan usaha milik negara di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026