Bahasa Saaroa adalah suatu bahasa Austronesia yang dituturkan oleh suku Saaroa, salah satu kelompok penduduk asli Taiwan. Bahasa ini digolongkan sebagai bagian dari cabang Tsouik. Sebagian besar penduduk Saaroa tinggal di Distrik Taoyuan, Kota Kaohsiung.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Saaroa (juga disebut sebagai Lhaʼalua) adalah suatu bahasa Austronesia yang dituturkan oleh suku Saaroa, salah satu kelompok penduduk asli Taiwan. Bahasa ini digolongkan sebagai bagian dari cabang Tsouik. Sebagian besar penduduk Saaroa tinggal di Distrik Taoyuan, Kota Kaohsiung.[8]
Dengan penutur ibu tersisa kurang dari 10 dari jumlah penduduk suku sebesar 400 jiwa, Saaroa dikategorikan sebagai bahasa yang hampir punah, karena penutur beralih menggunakan Mandarin sebagai basantara.[1]
Berdasarkan tata bahasa, Saaroa paling dekat hubungannya dengan bahasa Formosa lainnya karena terpisah sangat awal dari bahasa Proto-Formosa.[9]
Berdasararkan leksikologis dan fonologis, Saaroa, Tsou, dan Kanakanavu membentuk sub-rumpun bahasa Tsouik. Beberapa ahli bahasa menganggap Rukai juga digolongkan sebagai bahasa Tsouik.[10]
Penutur Proto-Tsouik dulunya menempati daerah yang cukup luas di bagian barat daya Taiwan tengah. Adanya suatu migrasi suku lain dan wabah penyakit menular, penutur Tsouik hanya tersisa di daerah Kaohsiung. Tradisi lisan mengatakan bahwa Proto-Tsouik berasal dari Yushan. Sekitar 2000 tahun lalu, Proto-Tsouik terpisah menjadi dua, Tsouik Utara dan Tsouik Selatan. Penutur Tsouik Utara bergerak menuruni Sungai Qishan ke arah barat, sedangkan penutur Tsouik Selatan bermigrasi ke Sungai Laonong. Kemudian pada 800 tahun lalu, penutur Tsouik Selatan terbagi lagi menjadi dua, yaitu Kanakanavu dan Saaroa. Sejak tahun 1990, Saaroa resmi dikategorikan sebagai bahasa yang hampir punah. Hanya sedikit anggota suku tersebut yang menuturkan bahasa ini. Bahasa Bunun awalnya dituturkan sebagai basantara, tetapi banyak anggota suku beralih lagi menuturkan bahasa Hokkien Taiwan dan Mandarin.[11]
Saaroa banyak menyerap kosakata dari bahasa Rukai, karena masyarakat Saaroa dan Rukai tinggal berdekatan.[11]


Bahasa Saaroa memiliki tiga belas konsonan: |p, t, k, ʔ, s, v, ts, m, n, ŋ, r, ɾ, ɬ|, dan empat vokal: |i, ɨ, u, a|. Pola suku kata dasar dalam Saaroa adalah konsonan-vokal (K-V). Vokal dapat dilafalkan sebagai gugus vokal atau vokal panjang. Gugus vokal terdiri dari dua suku kata atau lebih. Sejak era Kekaisaran Jepang di Taiwan (1895–1945) hingga sekarang, Saaroa mulai banyak menyerap kata dari bahasa non-Austronesia, seperti Jepang, Mandarin, dan Hokkien.[12]
| Fonem | Huruf Latin | Catatan |
|---|---|---|
| p | p | [p] di semua lingkup |
| t | t | [t] di semua lingkup |
| k | k | [k] di semua lingkup |
| ʔ | ' | [ʔ] di semua lingkup |
| s | s | [s] di semua lingkup, kecuali diikuti oleh vokal tak bulat tinggi depan i; dan [ɕ] sebelum i. |
| v | v | [v] di semua lingkup, kecuali diikuti oleh vokal tinggi; dan [β] sebelum vokal tak bulat tinggi depan i. |
| ts | c | [ts] di semua lingkup, kecuali sebelum vokal tak bulat tinggi depan i; dan [tɕ] sebelum i. |
| m | m | [m] di semua lingkup |
| n | n | [n] di semua lingkup |
| ŋ | ng | [ŋ] di semua lingkup |
| r | r | [r] di semua lingkup |
| ɾ | l | [ɾ] di semua lingkup |
| ɬ | lh | [ɬ] di semua lingkup |
| b | b | [b] adalah fonem serapan |
| ph | ph | [ph] adalah fonem serapan |
| th | th | [th] adalah fonem serapan |
| kh | kh | [kh] adalah fonem serapan |
| tsh | ch | [tsh] adalah fonem serapan |
| tɕ | ts | [tɕ] adalah fonem serapan |
| dz | dz | [dz] adalah fonem serapan |
| g | g | [g] adalah fonem serapan |
| h | h | [h] adalah fonem serapan |
| i | i | [i] di semua lingkup |
| ɨ | e | [ɨ] di semua lingkup |
| u | u | [u] di semua lingkup |
| a | a | [a] di semua lingkup |
| ɛ | e19 | [ɛ] adalah fonem serapan |
| ɔ | o | [ɔ] adalah fonem serapan |
| V: | VV20 | vokal panjang apa pun yang ditulis sebagai dua vokal yang identik |
Akar kata non-turunan membawa arti dasar kata yang biasanya terdiri dari lebih dari dua suku kata, dalam pola (K)V.(K)V.(K)V., Saaroa membedakan penekanan aksen primer (ditandai sebagai ˊ ) dan aksen sekunder (ditandai sebagai ˋ). penekanan aksen primer dan sekunder tidak kontras. Vokal dengan penekanan aksen primer dicirikan oleh intonasi yang lebih tinggi dan intensitas yang lebih besar. Meskipun suku kata yang ditekankan diwujudkan dengan intonasi tinggi, perbedaan antara kata-kata tidak terletak pada posisi atau tinggi-rendah intonasi ini. Oleh karena itu, Saaroa tidak dianggap sebagai bahasa bernada ataupun intonatif. Dalam bahasa Saaroa, reduplikasi adalah proses morfologi umum ditemukan. Proses morfologi yang mirip mungkin berlaku untuk kata kerja dinamis dan elemen kata sifat dalam predikat.[13]
Dalam bahasa Saaroa, kata benda dimasukkan ke dalam beberapa subkelas tata bahasa menurut kemungkinan morfologis/sintaksisnya yang berkorelasi dengan sifat semantik rujukannya, yaitu (i) kata benda umum, (ii) istilah kekerabatan, (iii) kata benda manusia dan kata benda non-manusia, (iv) nama orang, (v) kata benda lokativus, dan (vi) kata benda sementara. Kelas-kelas kata tersebut mungkin tumpang tindih; oleh karena itu, kata benda bisa masuk lebih dari satu kelas. Demikian pula, kata kerja dimasukkan di bawah beberapa sub-kelas tata bahasa menurut kemungkinan morfologis/sintaksis yang berhubungan dengan sifat semantik referensi: yaitu (i) kelas transitivitas, (ii) kata kerja statif, dan (iii) kata keterangan. Semua kelas mungkin tumpang tindih; karenanya, sebuah kata kerja bisa masuk ke lebih dari satu kelas.[14]
Dalam bahasa Saaroa, kemungkinan fungsional elemen kata sifat biasanya termasuk menjadi pengubah kata benda utama non-predikat dan predikat utama intransitif.[15] Berdasarkan urutan kata, Saaroa pada dasarnya adalah bahasa predikat-awal. Contohh, kata kerja muacekehle ("akan kembali") muncul sebelum argumen subjek kana'ana ("dia").[16]