Universitas Nasional Australia adalah sebuah universitas yang terletak di Canberra, ibu kota Australia. Universitas ini memiliki tujuh fakultas utama dan beberapa institut yang lain. Dianggap sebagai salah satu universitas terbaik di dunia, ANU diberi peringkat ke-23 dari 200 universitas terbaik di dunia oleh Times Higher Education Supplement dan juga Peringkat universitas dunia QS. Selain itu dalam tangga yang sama, ANU juga menduduki peringkat 10 untuk kesenian dan ilmu kemanusiaan (humanities).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Universitas Nasional Australia | |
|---|---|
Australian National University | |
![]() | |
| Moto | Naturam Primum Cognoscere Rerum
(First to learn the nature of things) Menjadi yang pertama dalam mempelajari sesuatu |
| Jenis | Semi Swasta |
| Didirikan | 1946 |
| Kanselir | Julie Bishop |
| Wakil Kanselir | Genevieve Bell AO FTSE FAHA FASSA |
Staf administrasi | 3.753 (2014) |
| Sarjana | 10.052 (2014) |
| Magister | 10.840 (2014) |
| Lokasi | , |
| Situs web | www |
Koordinat: 35°16′40″S 149°7′14″E / 35.27778°S 149.12056°E / -35.27778; 149.12056Lihat peta diperbesar Koordinat: 35°16′40″S 149°7′14″E / 35.27778°S 149.12056°E / -35.27778; 149.12056Lihat peta diperkecil | |
Universitas Nasional Australia (Australian National University; disingkat ANU) adalah sebuah universitas yang terletak di Canberra, ibu kota Australia. Universitas ini memiliki tujuh fakultas utama dan beberapa institut yang lain. Dianggap sebagai salah satu universitas terbaik di dunia, ANU diberi peringkat ke-23 dari 200 universitas terbaik di dunia oleh Times Higher Education Supplement dan juga Peringkat universitas dunia QS.[1] Selain itu dalam tangga yang sama, ANU juga menduduki peringkat 10 untuk kesenian dan ilmu kemanusiaan (humanities).
Pertama kali didirikan pada tahun 1946 oleh Parlemen Australia. Awalnya universitas ini hanya dibuka untuk mereka yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan S2. Barulah pada tahun 1960 universitas ini melakukan pengembangan secara fisik dan membuka pendaftaran untuk jenjang pendidikan S1. ANU juga merupakan bagian dari group of eight.[2]
Rencana awal untuk membuat universitas nasional di Australia dimulai sejak tahun 1900. Saat Canberra ditetapkan sebagai lokasi ibu kota negara pada tahun 1908, Pemerintah Australia sepakat untuk membeli beberapa hektar tanah di kaki gunung Black Mountain. Di tanah itulah rencananya Universitas tersebut dibangun, sedangkan desainnya juga telah dibuat oleh oleh Walter Burley Griffin. Namun perencanaan tersebut akhirnya ditunda akibat Perang Dunia II. Setelah Perang Dunia II usai, proyek pembangunan itu diteruskan kembali. Departemen Rekonstruksi yang dibentuk Australia pada tahun 1942 ditunjuk sebagai developer. Setelah Parlemen Australia menyetujui proyek tersebut, barulah pada tanggal 1 Agustus 1946 ANU resmi didirikan.[3]
Alumni ANU kerap berkiprah di pemerintahan Australia. ANU mendidik dua orang Perdana Menteri, Bob Hawke dan Kevin Rudd. ANU juga menjadi tempat kuliah bagi politikus senior Australia seperti Annastacia Palaszczuk, Barry O'Farrell, Nick Minchin, Kim Beazley Sr., Peter Garrett, Craig Emerson, Stephen Conroy, Gary Gray, Warren Snowdon, Joe Ludwig, Catherine King dan Michael Keenan. Alumni juga termasuk menteri dari Indonesia Chatib Basri, Mari Elka Pangestu, dan Marty Natalegawa, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Gordon Darcy Lilo dan mantan CEO Singapore Airlines Cheong Choong Kong.
Dosen-dosen terkemuka di masa lalu antara lain ada mantan Wakil Presiden Indonesia Boediono, Mark Oliphant, Keith Hancock, Manning Clark, Derek Freeman, H. C. Coombs, mantan Menteri Luar Negeri Gareth Evans, John Crawford, Hedley Bull, Frank Fenner, C. P. Fitzgerald, Pierre Ryckmans, A. L. Basham dan Bernhard Neumann.
Penerima gelar doktor kehormatan dari ANU di antara lain ada beberapa pejabat publik Australia seperti Stanley Bruce, Robert Menzies, Richard Casey, Angus Houston, Brendan Nelson, Owen Dixon, beberapa tokoh terkemuka Australia seperti Sidney Nolan, Norman Gregg dan Charles Bean, tokoh asing terkemuka seperti Harold Macmillan, Lee Kuan Yew, Aung San Suu Kyi, Sheikh Hasina, K. R. Narayanan, Nelson Mandela, Desmond Tutu, Saburo Okita dan peneliti asing seperti John Douglas Cockcroft, Jan Hendrik Oort dan Alexander Todd.