Empat Pilar Takdir, juga dikenal sebagai BaZi, adalah sebuah sistem astrologi dan penanggalan Tiongkok yang digunakan untuk menganalisis takdir atau jalan hidup seseorang berdasarkan tanggal dan waktu kelahirannya. Sistem ini mengambil nama dari struktur utamanya: empat "pilar", masing-masing terdiri atas sepasang karakter — satu Batang Langit dan satu Cabang Bumi — yang mewakili tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Karena setiap pilar berisi dua karakter, maka keseluruhan empat pilar menghasilkan delapan karakter, sehingga muncul nama alternatif BaZi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| BaZi | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | 四柱命理code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi sederhana: | 四柱命理code: zh is deprecated | ||||||
| Makna harfiah: | Prinsip takdir empat pilar | ||||||
| |||||||
| BaZi | |||||||
| Hanzi tradisional: | 八字code: zh is deprecated | ||||||
| Hanzi sederhana: | 八字code: zh is deprecated | ||||||
| Makna literal: | Delapan karakter | ||||||
| |||||||
Empat Pilar Takdir (Hanzi: 四柱命理; Pinyin: sìzhù mìnglǐ), juga dikenal sebagai BaZi (Hanzi: 八字; Pinyin: bāzì; harfiah: 'delapan karakter'), adalah sebuah sistem astrologi dan penanggalan Tiongkok yang digunakan untuk menganalisis takdir atau jalan hidup seseorang berdasarkan tanggal dan waktu kelahirannya. Sistem ini mengambil nama dari struktur utamanya: empat "pilar", masing-masing terdiri atas sepasang karakter — satu Batang Langit dan satu Cabang Bumi — yang mewakili tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran. Karena setiap pilar berisi dua karakter, maka keseluruhan empat pilar menghasilkan delapan karakter, sehingga muncul nama alternatif BaZi ("delapan karakter").[1]
Sistem Empat Pilar merupakan salah satu metode utama dalam tradisi perhitungan takdir Tiongkok (命理學, mìnglǐxué) dan memiliki keterkaitan erat dengan sistem metafisika Tiongkok lainnya, termasuk feng shui, Qimen Dunjia, Zi Wei Dou Shu, dan astrologi Tiongkok.[2] Sistem ini secara luas dipraktikkan di Tiongkok daratan, Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia, serta di kalangan komunitas Tionghoa perantauan. Variasi regional juga dipraktikkan di Korea (dikenal sebagai Saju, 사주) dan Jepang (dikenal sebagai Shichū Suimei, 四柱推命).[3]
Struktur inti sistem ini terdiri atas empat pasang karakter, masing-masing terdiri dari salah satu dari sepuluh Batang Langit (天干, tiāngān) dan salah satu dari dua belas Cabang Bumi (地支, dìzhī). Keempat pasangan tersebut berkaitan dengan:
| Pilar | Tionghoa | Mewakili | Menentukan |
|---|---|---|---|
| Pilar Tahun (年柱) | 年柱 niánzhù | Tahun kelahiran | Garis keturunan, masa awal kehidupan, konteks sosial |
| Pilar Bulan (月柱) | 月柱 yuèzhù | Bulan kelahiran | Orang tua, pola asuh, dasar karier |
| Pilar Hari (日柱) | 日柱 rìzhù | Hari kelahiran | Diri sendiri, pasangan, identitas inti |
| Pilar Jam (時柱) | 時柱 shízhù | Jam kelahiran (dalam periode dua jam) | Anak, masa akhir kehidupan, sisi batin |
Setiap Batang Langit dan Cabang Bumi memiliki keterkaitan dengan salah satu dari Lima Unsur (Kayu, Api, Tanah, Logam, Air) serta dengan polaritas yin atau yang. Batang Langit dari Pilar Hari dianggap sebagai unsur terpenting, karena mewakili individu itu sendiri — dikenal sebagai "Penguasa Hari" (日主, rìzhǔ) atau "Batang Hari" (日干, rìgān) — dan berfungsi sebagai titik acuan untuk menafsirkan semua unsur lain dalam bagan.[4]
Penggabungan sepuluh Batang Langit dengan dua belas Cabang Bumi menghasilkan siklus berulang dengan enam puluh kombinasi unik, yang dikenal sebagai Siklus seksagenari (六十甲子, liùshí jiǎzǐ). Siklus ini telah digunakan di Tiongkok sejak zaman kuno untuk menghitung tahun, bulan, hari, dan jam.[5] Dalam sistem Empat Pilar, masing-masing pilar ditetapkan pasangan batang-cabang yang sesuai dengan tahun, bulan, hari, dan jam kelahiran individu menurut Kalender Tionghoa.[6]
Bulan ditentukan oleh istilah matahari (二十四節氣, èrshísì jiéqì) alih-alih bulan lunar, sehingga sistem Empat Pilar merupakan perhitungan berbasis matahari meskipun menggunakan unsur kalender tradisional Tionghoa.[7] Jam kelahiran dinyatakan dalam sistem tradisional Tionghoa yang terdiri atas dua belas jam ganda (時辰, shíchén), masing-masing sesuai dengan satu Cabang Bumi dan berlangsung sekitar dua jam menurut perhitungan modern.[7]
Lima Unsur (五行, wǔxíng) — Kayu (木), Api (火), Tanah (土), Logam (金), dan Air (水) — membentuk kerangka analisis utama dalam penafsiran bagan Empat Pilar. Setiap dari sepuluh Batang Langit dan dua belas Cabang Bumi dikaitkan dengan salah satu dari Lima Unsur serta dengan polaritas yin atau yang:[4]
| Unsur | Batang Yang | Batang Yin | Cabang Yang | Cabang Yin |
|---|---|---|---|---|
| Kayu (木) | 甲 jiǎ | 乙 yǐ | 寅 yín (Macan) | 卯 mǎo (Kelinci) |
| Api (火) | 丙 bǐng | 丁 dīng | 巳 sì (Ular) | 午 wǔ (Kuda) |
| Tanah (土) | 戊 wù | 己 jǐ | 辰 chén (Naga), 戌 xū (Anjing) | 丑 chǒu (Kerbau), 未 wèi (Kambing) |
| Logam (金) | 庚 gēng | 辛 xīn | 申 shēn (Monyet) | 酉 yǒu (Ayam) |
| Air (水) | 壬 rén | 癸 guǐ | 子 zǐ (Tikus) | 亥 hài (Babi) |
Keseimbangan dan interaksi Lima Unsur dalam sebuah bagan — termasuk siklus produktif (生, shēng: Kayu menumbuhkan Api, Api membentuk Tanah, Tanah menghasilkan Logam, Logam menampung Air, Air menyuburkan Kayu) dan siklus pengendali (剋/克, kè: Kayu membelah Tanah, Tanah menyerap Air, Air memadamkan Api, Api melelehkan Logam, Logam menebas Kayu) — menjadi dasar analisis.[8]
Lapisan analisis penting dalam penafsiran Empat Pilar adalah sistem "Sepuluh Dewa" atau "Sepuluh Hubungan" (十神, shíshén), yang menggambarkan hubungan antara Penguasa Hari dengan setiap unsur lain yang terdapat dalam bagan. Hubungan ini ditentukan oleh interaksi Lima Unsur antara unsur Penguasa Hari dan unsur dari setiap batang atau cabang lainnya, dikombinasikan dengan polaritas yin/yang masing-masing:[9]
| Hubungan dengan Penguasa Hari | Tionghoa | Sifat |
|---|---|---|
| Merampas Kekayaan (劫財, jiécái) | Unsur sama, polaritas berlawanan | Pesaing, persaingan saudara |
| Teman (比肩, bǐjiān) | Unsur sama, polaritas sama | Rekan, sahabat |
| Dewa Makan (食神, shíshén) | Dihasilkan oleh Penguasa Hari, polaritas sama | Kreativitas, ekspresi, nafsu makan |
| Pejabat Tersakiti (傷官, shāngguān) | Dihasilkan oleh Penguasa Hari, polaritas berlawanan | Pemberontakan, bakat, ketidaklaziman |
| Kekayaan Tidak Langsung (偏財, piāncái) | Dikendalikan oleh Penguasa Hari, polaritas berlawanan | Keuntungan tak terduga, ayah, hasil spekulatif |
| Kekayaan Langsung (正財, zhèngcái) | Dikendalikan oleh Penguasa Hari, polaritas sama | Pendapatan tetap, istri (dalam tafsir tradisional) |
| Tujuh Pembunuhan (七殺/偏官, qīshā/piānguān) | Mengendalikan Penguasa Hari, polaritas berlawanan | Tekanan, otoritas, agresi |
| Pejabat Langsung (正官, zhèngguān) | Mengendalikan Penguasa Hari, polaritas sama | Disiplin, status, suami (dalam tafsir tradisional) |
| Sumber Tidak Langsung (偏印, piānyìn) | Menghasilkan Penguasa Hari, polaritas berlawanan | Pengetahuan tidak lazim, ibu tiri |
| Sumber Langsung (正印, zhèngyìn) | Menghasilkan Penguasa Hari, polaritas sama | Pendidikan, ibu, dukungan |
Distribusi dan kekuatan Sepuluh Dewa di seluruh empat pilar, beserta interaksi di antara mereka, menjadi dasar utama dalam pembacaan Empat Pilar.[9]
Selain bagan kelahiran yang bersifat statis, analisis Empat Pilar juga mencakup "Siklus Keberuntungan Besar" (大運, dàyùn), yaitu periode sepuluh tahun yang menambahkan pengaruh batang-cabang tambahan pada bagan kelahiran. Titik awal dan arah siklus ini dihitung dari pilar bulan dan berbeda tergantung pada jenis kelamin individu serta polaritas yin/yang dari Batang Tahun. Pengaruh tahunan (流年, liúnián) dari pasangan batang-cabang tahun berjalan juga turut diperhitungkan.[10] Lapisan dinamis berupa siklus waktu yang ditambahkan pada bagan kelahiran ini memungkinkan praktisi menganalisis bagaimana keberuntungan seseorang diperkirakan berubah seiring waktu.[10]