Zhang Xuecheng adalah seorang sejarawan dan filsuf Tiongkok pada zaman dinasti Qing. Ayah dan kakeknya adalah pejabat pemerintah. Namun, meskipun Zhang menerima gelar ujian layanan sipil tertinggi pada 1778, ia tak peernah meemgang jabatan tinggi. Gagasan Zhang tentang proses historis menjadi revolusioner dalam banyak cara dan ia menjadi salah satu teoretikus sejarah paling tercerahkan pada zaman dinasti Qing, namun ia menjalani sebagian besar hidupnya nyaris dalam kemiskinan tanpa dukungan pelindung. Pada 1801, ia meninggal dalam keadaan miskin dan dengan sedikit teman. Tak sampai akhir abad ke-19, para cendekiawan Tiongkok mulai menerima validitas gagasan Zhang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Zhang Xuecheng (Hanzi: 章學誠; Wade–Giles: Chang Hsüeh-ch'eng; 1738–1801) adalah seorang sejarawan dan filsuf Tiongkok pada zaman dinasti Qing. Ayah dan kakeknya adalah pejabat pemerintah. Namun, meskipun Zhang menerima gelar ujian layanan sipil tertinggi pada 1778, ia tak peernah meemgang jabatan tinggi. Gagasan Zhang tentang proses historis menjadi revolusioner dalam banyak cara dan ia menjadi salah satu teoretikus sejarah paling tercerahkan pada zaman dinasti Qing, namun ia menjalani sebagian besar hidupnya nyaris dalam kemiskinan tanpa dukungan pelindung. Pada 1801, ia meninggal dalam keadaan miskin dan dengan sedikit teman. Tak sampai akhir abad ke-19, para cendekiawan Tiongkok mulai menerima validitas gagasan Zhang.[1]