Batalyon Artileri Medan 5/Pancagiri adalah merupakan satuan bantuan tempur (satbanpur) organik di bawah Kodam III/Siliwangi. Didirikan pada tanggal 13 April 1950 dengan nama Batlayon Artileri Lapangan 5/III dan masuk Corps Tjadangan Umum I. Komandan pertama adalah Kapten Art Zaenal Arifin.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Batalyon Artileri Medan 5/Pancagiri | |
|---|---|
| Dibentuk | 13 April 1950 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Armed |
| Tipe unit | Satuan Bantuan Tempur |
| Peran | Pasukan Artileri Darat |
| Bagian dari | Kodam III/Siliwangi |
| Markas | Kabupaten Cianjur, Jawa Barat |
| Julukan | Yonarmed 5/105 Tarik/Pancagiri |
| Moto | Pancagiri |
| Baret | Coklat |
| Maskot | Senjata Pancagiri |
| Ulang tahun | 13 April |
| Alutsista | Meriam M2A2 105mm |
Batalyon Artileri Medan 5/Pancagiri adalah merupakan satuan bantuan tempur (satbanpur) organik di bawah Kodam III/Siliwangi. Didirikan pada tanggal 13 April 1950 dengan nama Batlayon Artileri Lapangan 5/III dan masuk Corps Tjadangan Umum I. Komandan pertama adalah Kapten Art Zaenal Arifin.
Markas Yonarmed 5/Pancagiri berada di Jl. Raya Palasari No.61, Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.[1]
Pada tanggal 27 Maret 1950 dimulailah persiapan pembentukan Yonarlap 5/88 di Pusdik Art dengan mengumpulkan para pejuang Artileri yang bergerilya di Jawa Timur pimpinan Lettu Art Ali Toha, di Jawa Tengah pimpinan Serma Sugiono dan di Jawa Barat pimpinan Serma Sambas. Pada tanggal 13 April 1950 bertempat di lapangan Sriwijaya Cimahi, diresmikan berdirinya Yonarlap 5/88, terdiri dari Baterai Markas dan 2 Baterai Tempur dengan Markas Batalyon berkedudukan di Kp. Hanjawar Ds. Cimacan Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur. Kemudian seiring dengan operasi penumpasan dan penguasaan wilayah yang diduduki DI/TII maka Markas Batalyon selanjutnya dipindahkan dari Hanjawar ke Kp. Geduk Desa. Palasari Kecamatan. Cipanas, Kabupaten Cianjur sampai dengan sekarang. Batalyon Artileri Medan 5/Pancagiri 105 Tarik mempunyai tugas pokok memberikan bantuan tembakan utama didarat secara dekat, kontinu dan tepat pada waktunya kepada Satuan yang dibantu dengan cara menghancurkan atau melumpuhkan sasaran – sasaran yang mengganggu tercapainya tugas pokok satuan yang dibantu.