Batalyon Infanteri 7/Anggarakasa Jaladhi Brani disingkat Yonif 7/Rajawali adalah sebuah pasukan marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut yang merupakan satuan pelaksana dari Brigif 4/Marinir. Satuan ini dibentuk pada 21 Mei 2003. Satuan ini bermarkas di Bhumi Marinir Piabung, Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Mako Yonif 7 Mar dibangun di atas lahan seluah 5 hektar dengan fasilitas barak dan gudang logistik, Batalyon Infanteri 7/Rajawali mempunyai semboyan Anggaraksa Jaladi Brani yang bermakna pengawal samudra yang berani.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Batalyon Infanteri 7/Marinir | |
|---|---|
| Dibentuk | 22 Mei 2003 |
| Negara | Indonesia |
| Cabang | Korps Marinir |
| Tipe unit | Pasukan Pendarat Amfibi |
| Bagian dari | Brigif 4/Marinir/BS |
| Markas | Padang Cermin, Pesawaran, Lampung |
| Julukan | Yonif 7/Marinir |
| Moto | Anggarakasa Jaladhi Brani |
| Baret | UNGU |
| Maskot | Rajawali |
| Ulang tahun | 22 Mei |
Batalyon Infanteri 7/Anggarakasa Jaladhi Brani disingkat Yonif 7/Rajawali adalah sebuah pasukan marinir Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut yang merupakan satuan pelaksana dari Brigif 4/Marinir. Satuan ini dibentuk pada 21 Mei 2003. Satuan ini bermarkas di Bhumi Marinir Piabung, Desa Sanggi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Mako Yonif 7 Mar dibangun di atas lahan seluah 5 hektar dengan fasilitas barak dan gudang logistik, Batalyon Infanteri 7/Rajawali mempunyai semboyan Anggaraksa Jaladi Brani yang bermakna pengawal samudra yang berani.
Sejak diresmikan pada tahun 2003 Yonif-7 Marinir bermarkas di Bhumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Pada tanggal 4 Mei 2006 Batalyon Infanteri 7 Marinir (Yonif-7 Mar) bergeser ke Piabung, Lampung. Yonif-7 Mar bergabung dengan induk pasukannya Brigade Infanteri 3 Marinir yang berada di Padang Cermin, Lampung Selatan. Pergeseran ini dilakukan setelah sarana dan prasarana Kesatrian Marinir Piabung dinilai telah mampu menampung prajurit Yonif-7 Marinir sehingga diharapkan akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Di Bhumi Marinir Piabung Lampung sebelumnya telah diisi oleh Yonif-9 Marinir dan Mako Brigif-3 Marinir. Pada tanggal 27 Juli 2004, Yonif-7 Marinir menjalankan tugas ke Aceh dengan keberhasilan di bawah pimpinan komandan batalyon pertama Yonif-7 Mar, Letkol Mar Bambang Suswantono, walaupun batalyon ini terbilang baru di jajaran TNI pada saat itu.[1]
Selain berprestasi di penugasan Yonif-7 Mar juga bisa berprestasi dibidang olahraga, baik olahraga militer maupun umum. Di bidang olahraga militer yonif-7 pada tahun 2008 adalah juara 1 panca lomba di Brigif 3 Mar. Olahraga umum yang sering berprestasi di Yonif-7 Mar yaitu karate dan bola voli. Di karate Yonif-7 mempunyai atlet handal yang telah berprestasi di daerah maupun nasional, seperti kejuaraan SBY open, Kopasus Open, Marinir Open, Kejurnas Maesa, Kejurnas Lemkari. Di Bali atlet karate Yonif-7 Mar mampu menunjukkan prestasi yang memuaskan dengan menyumbangkan medali emas.